NovelToon NovelToon
SHOW ME

SHOW ME

Status: tamat
Genre:Contest / Badboy / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Dhea Novita

[Terbit Novel]

Perjalanan cinta unik antara Psikiater dan CIA bernama Justin, untuk mendapatkan informasi mengenai mafia yang menjadi targetnya ia harus berpura-pura menjadi pasien dari Psikiater cantik bernama Jessy.

Bukannya berjalan dengan lancar sesuai rencana, ia malah harus terjebak bersama Jessy. Pertengkaran layaknya Tom & Jerry selalu mengisi pertemuan mereka. Tak menyangka, hal itu justru membuat mereka saling jatuh cinta.

Saat keduanya memutuskan untuk menikah, Justin tidak bisa menjawab pertanyaan Jessy 'Apa pekerjaan mu?' semua semakin rumit saat Justin mendapatkan misi tentang pembunuhan berantai yang disusul oleh kematian Larissa, sahabat Jessy. Kesalahpahaman dan kecurigaan mulai muncul. Akankah semuanya terpecahkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Tepat hari Rabu, Jessy sudah memutuskan untuk kembali ke LA. Ia sudah memasukkan semua barangnya kedalam koper.

Jessy memang kembali kartu pada ponselnya, beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan mulai masuk.

"Ini sungguh?!" Pekik Jessy. Nama Justin tertera disana, 1 pesan masuk dan banyak panggilan tak terjawab.

"Aku kira dia tidak akan merasa bersalah." Gumam Jessy pelan. Ia membuka pesan itu dengan sedikit berdebar.

'Hai. Maaf tak memberikan kabar. Aku hanya ingin menjelaskan perbuatan ku kemarin. Itu hanya lelucon April mop, aku harap kau tak berlebihan dalam membenci ku.'

Jessy menggenggam ponselnya dengan kencang, amarahnya seakan meluap.

"Apanya yang April mop?!" Pekik Jessy hampir berteriak. Pria itu benar-benar gila. Ia tak percaya, Jessy tak sebodoh itu. Pria itu sudah melihat tubuhnya dan hanya mengatakan itu lelucon April mop? Hah, GILA!

TOK..TOK..

Suara ketukan pintu membuat Jessy menarik nafas, pasti Kelly sudah menyiapkan taksi didepan.

"Kau sudah bersiap? Robert sudah menunggu mu."

"Robert? Tidak perlu, aku hanya butuh taksi."

"Sudah, tidak apa-apa. Biar Robert mengantarkan mu sampai selamat ke bandara."

"Tapi kau dan Juliet?" Tanya Jessy tak enak.

"Tidak masalah. Aku akan berjemur diluar sebentar lagi."

Dengan sedikit paksaan dan keyakinan akhirnya Jessy menerima tumpangan tersebut.

-

Kini mereka sudah dihalaman, memasukan koper kedalam bagasi dan duduk di kursi depan.

"Aku pulang. Bye peri kecil yang cantik." Jessy melambaikan tangannya pada Kelly lalu pada Juliet yang tengah tertidur nyenyak dikereta bayinya, menikmati cahaya matahari pagi yang menghangatkan.

"Hati-hati kalian." Jawab Kelly dengan senyuman yang tulus. Jessy membalas senyuman itu dan mengangguk cepat sebelum mobil pergi meninggalkan halaman.

Jessy mengeluarkan ponselnya, ia lupa, Alicia banyak menelfonnya juga, ia takut Alicia memiliki masalah dengan traumanya.

"Siapa?" Tanya Robert saat Jessy menempelkan ponselnya pada telinga. Untuk pertama kalinya ia melihat Jessy menghubungi seseorang selama wanita itu disini.

"Alicia. Pasien ku di LA, ia banyak menelfon ku, membuat ku sedikit khawatir." Seakan mengerti Robert kembali fokus pada kemudinya, mengabaikan Jessy yang tengah menelfon.

"Hallo Jessy! Kau dari mana saja?! Aku mengkhawatirkan mu." Suara itu membuat Jessy sedikit terkejut, belum juga Jessy mengatakan apa-apa sudah di todong dengan pertanyaan.

"Aku sedang berlibur Alicia. Tenanglah, aku baik-baik saja, kau apa kabar?"

"Kabar ku? Sedikit tidak baik, aku diculik oleh mafia itu lagi, tapi aku sudah selamat." Mata Jessy membola mendengar itu, ini benar-benar berita buruk.

"Apa?! Lalu bagaimana keadaan mu sekarang? Kau tidak terluka bukan? Ia tidak melakukan apapun pada mu?. Aku akan pulang ke LA sekarang, jika aku sudah sampai sana aku akan langsung ke rumah mu." Jawab Jessy panik, ia menjadi khawatir dengan keadaan Alicia saat ini.

"Tidak, Jess. Aku sedang di New York. Sore ini akan pulang ke LA."

"New York. Sebentar, aku sedang berlibur di Meksiko, aku akan ke New York dulu menemui mu."

"Oh ya? Meksiko dan New York tidak terlalu jauh, baiklah aku akan menunggu mu. Aku langsung kirimkan lokasi saat kau sudah sampai sini." Tidak terlalu jauh jika hanya dilihat dari google maps, gerutu Jessy dalam hati. Ia membutuhkan kurang lebih 3 jam untuk kesana.

"Ya. Kalau begitu aku akan kesana. Tunggu aku Alicia, Bye."

"Bye. Sampai bertemu nanti." Alicia menutup panggilan.

Jessy melirik Robert, membuat pria itu mengangkat alisnya.

"Kenapa?"

"Aku akan ke New York, mungkin sore nanti kembali ke LA. Pasien ku seperti nya sedang tertekan."

1
Neno Arya
mulai back ni
Alexa Juliana
Justin menghilang kemana yaaa?
Tina Nine
Luar biasa
Nona Thampuz
ini awal nya baca novel yg mana dulu sih ?
bingung aku...
mohon pencerahannya para readers sekalian
Ig: Dheanvta: 1. one night stand with my CEO
2. show me
3. the perfect match
total 1 replies
Utiira
ceritanya menarik dan unik, memiliki warna sendiri yang selalu membuat penasaran untuk lanjut membaca..
semangat terus berkarya author
Aishnina(✿ ♥‿♥)
ceritanya menarik
tp aku lebih suka visual jessy yg di cerita tentang Alicia
Cancer
🤣🤣kocak bngett
Cancer
masih ngakak sma pikiran jessi tentang pkerjaan justin, menangkap hewan buas? 😂
bunda Thalita
syukaaaaa bangeeeetttt semangat terus ya buat karya2 baru yang luar biasa
yhoenietha_njus🌴
selalu menarik
Marhaban ya Nur17
oh gtu toh ???
Marhaban ya Nur17
ciyeeee udh baekan
Marhaban ya Nur17
yes thor g pp 😁 gw paam ko
Marhaban ya Nur17
se will pembunuhnya ??? berarti larissa
Marhaban ya Nur17
waduh ! Jessy emang berlebihan y
Marhaban ya Nur17
sabar wil
Marhaban ya Nur17
petakilan semua se kaya e
Marhaban ya Nur17
wkwkkw gw ngebayangine yg film Jackie chan yg part ini 😀😁
Marhaban ya Nur17
neh klo di ftv mh pantese vino ama Marsha ye
Marhaban ya Nur17
😜😀😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!