NovelToon NovelToon
QUEEN MAFIA BERTAUBAT

QUEEN MAFIA BERTAUBAT

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Mafia / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:292.2k
Nilai: 5
Nama Author: alcanbery

"Jangan pernah Lo ikut campur dalam urusan gue!!" Alifa Zea Amanda~

"saya akan ikut campur. karena apa yang kamu lakukan itu salah!" ghibram Naufal Rizal~

Alifa, seorang mafia terjebak dalam pesantren demi memenuhi janjinya untuk nenek. ia selama disana tak tinggal diam. beberapa kali ia mencoba kabur, namun ada seorang Guz yang selalu menggagalkan rencananya.

seperti apa kisah lanjutan nya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alcanbery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. chapter sepuluh

Jangan lupa vote, vote, dan vote.

Komen, komen dan komen...

Jangan lupa taruh di daftar bacaan, agar kalian tidak ketinggalan dengan cerita berikut nya.

Follow IG bunny @quensha_sha

______________________

Happy reading...

"Sudah lah, ayo kita pulang."

Guz rizal meninggalkan Gilang yang masih mentertawakan dirinya.

"Guz riza.... Tunggu saya..." Gilang berlari menyusul langkah Guz Rizal.

***

Didalam kamar, diva membantu Alifa untuk memasukan semua pakaian milik Alifa dalam lemari. Alifa sendiri tidak membawa pakaian banyak dari rumah. Karena, nenek nana sudah menyiapkan ini semua untuk dirinya.

Setelah selesai, Alifa menatap dirinya sendiri dihadapan cermin. Ia melepaskan satu persatu jarum yang menusuk di kerudungnya nya. Lalu, ia melepaskan kerudung yang ia pakai.

Diva menatap takjub kepada Alifa. Rambut pirang Alifa yang terurai panjang, kulit putihnya seperti susu, dan Alifa memiliki pupil mata biru membuat diva terpesona dengan kecantikan Alifa. Andai dia laki-laki mungkin saja sudah jatuh hati pada Alifa.

"Diva.... Hey, diva..." Alifa menggoyang-goyangkan lengan diva.

Beberapa kali diva mengedipkan matanya. "Ehhh, iya mbak..." Ujar diva, baru sadar dari lamunannya.

"Kenapa Lo natap gue kayak gitu?" Tanya Alifa.

"Hehehehe, maaf mbak. Aku sangat takjub dengan kecantikan mbak. Apalagi jarang loh ada yang punya pupil mata biru seperti punya mbak. Owh, ya kenapa mbak memakai softlens?"

"Hanya ingin saja memakai. Hmm, tolong jangan bagi tahu ini pada siapapun yah."

"Siap komandan." Kekeh diva sambil memberi hormat kepada Alifa.

Kruyuk... Kruyuk...,

Diva mendengar suara isi perut Alifa yang kelaparan. Alifa menunduk malu akibat ulah jahil perutnya yang tidak dapat diajak kompromi.

Alifa memegang perutnya yang mulai kelaparan. Cacing-cacing diperutnya pada demo meminta makan.

"Mbak, apa lapar?"

"Iya."

"Ayo ikut aku, mbak."

"Kemana?"

"Mau makan Ndak?"

"Yah, mau lah."

"Yaudah, ayo ikut. Tapi, apa mbak ngak pake kerudung dulu?"

"Tidak usah. Ayo cepetan. Gue sangat lapar banget."

Diva mengajak Alifa menuju ke kantin pesantren. Alifa sangat takjub melihat keindahan malam disini. Sangat indah sekali malam ini. Apalagi ada bintang, bulan, dan kunang-kunang yang menemani malamnya.

'disini sangat indah sekali.' Batin Alifa.

Hingga, langkah kaki mereka terhenti setelah sampai di tempat tujuan. Alifa melirik keseluruh penjuru ruangan kantin. Ruangannya tidak terlalu besar dan kecil, sangat sederhana. Apalagi di kantin sangat sepi. Hanya ada empat orang sini, yaitu Alifa, diva, Guz Rizal, dan Gilang.

Diva menundukkan pandangan nya kebawah. Ia tak berani untuk bertatapan apalagi melirik kearah Guz Rizal dan Gilang. Diva menyenggol lengan Alifa untuk membeli kode. Alifa menteri satu alisnya bertanda 'apa'.

"Mbak, anu... Kita sebagai perempuan harus menundukkan pandangan dihadapan laki-laki." Bisik diva.

"Kenapa?" Balas Alifa.

"Bukan muhrim."

'muhrim.' batin Alifa bingung.

Guz Rizal dan Gilang mendekati kearah kedua gadis itu. Awalnya mereka terpesona dengan kecantikan gadis di samping diva. Gus Rizal berusaha untuk mengalihkan pikiran nya dengan istighfar dalam hati. Sedangkan Gilang, Gilang malah menatap takjub.

Kebetulan Guz Rizal dan Gilang disuruh ibu kantin untuk menjaga sebentar disini. Ibu kantin bilang bahwa ia akan pergi sebentar untuk membeli sesuatu dari luar.

Deg... Deg... Deg...

Jantung Gilang berdetak tak karuan, seperti sedang lari jarak jauh.

Alifa memasang wajah sangat datar, sedatar aspal tol jalan raya.

"As---assalamualaikum." Gugup diva berhadapan langsung dengan Guz Rizal.

"Wa'alaikum salam." Jawab Guz Rizal dan Gilang bersamaan.

"Kalian mau beli apa?" Tanya Gilang.

"Kita mau..."

Beli sempat diva menjawabnya ada seseorang yang memanggil nama Alifa.

"Hay, nona muda ke-enam Alifa." Goda elang terkekeh dihadapan Alifa.

"Nona keenam?" Gumam Guz Rizal dan Gilang.

Brak...

Ibu kantin menjatuhkan ember yang ia pegang. Ia terkejut sekaligus senang melihat kedatangan Alifa. Apalagi ibu kantin tahu Alifa berasal dari keluarga terhormat.

'nona muda ke-enam??" Batin ibu kantin.

'kok, saya rasa merasa ngak asing dengan nama Alifa???' batin Guz Rizal.

Guz Rizal dan Gilang membantu bu kantin untuk mengangkat ember berisi air.

"Ya Allah, nona muda ke-enam disini? Apa ini mimpi kah???" Ujar ibu kantin, ia langsung memeluk tubuh Alifa tanpa minta izin dulu.

Alifa merasa kesulitan bernapas. Apalagi, pelukan ibu kantin sangat erat sekali. Elang terkekeh melihat raut ekspresi Alifa, baginya itu sangat lucu sekali.

"Hahahaha... Ibu kantin, kasihan tuh Alifa tidak bisa bernapas." Kekeh elang.

Alifa menatap tajam kearah elang. "Mati saja Lo, elang!!!" Umpat kesal dalam hati Alifa.

Ibu kantin melepaskan pelukannya. "Maaf nona muda, bibik tadi terbawa suasana." Lirih ibu kantin merasa bersalah.

"Tidak apa-apa." Balas Alifa.

***

Gilang semakin tak mengerti dengan suasana disini. Ada banyak pertanyaan yang ada dalam otaknya. Gilang memberanikan diri untuk menarik lengan baju ibu kantin.

"Ibu kantin..." Sapa Gilang pelan.

"Ya?" Jawan ibu kantin mengangkat satu alisnya.

"Siapa gadis berambut pirang ini?" Tanya Gilang.

"ngomongnya harus sopan sama tamu." Jawab ibu kantin.

***

"Maaf nona muda, anda mau pesan apa?" Tanya ibu kantin.

Alifa mendadak mendapatkan sebuah ide cemerlang didalam otaknya. Ia sesekali melirik sinis kearah elang.

'sekarang giliran gue, elang.' batin Alifa puas dalam hatinya.

"Ada nasi goreng, ibu kantin?"

"Ada."

"Mie goreng?"

"Ada"

"Soto?"

"Ada."

"Bakso?"

"Ada."

"Ice Thea?"

"Ada."

"Susu coklat hangat?"

"Ada."

"Lontong bumbu rujak?

"Ada."

'ini bocah mau beli apa hanya numpang tanya saja?' batin elang bingung.

Elang menyeritkan keningnya bingung dengan tingkah Alifa. Apalagi semua makanan dan minuman yang dipesan Alifa adalah kesukaan elang sendiri. Sedangkan diva, diva tak berani untuk menghentikan Alifa.

"Woy Alifa, Lo mau beli apa tawar terus?" Ketus elang.

"Diam Lo!" Ketus Alifa.

"Bibik, tolong siapkan semua makanan dan minuman yang Alifa tadi sebutkan. Owh ya, tolong bungkus dua bubur, teh hangat, dan satu nasi ayam."

Guz rizal, Gilang, elang, dan diva melongo tak percaya dengan pesanan Alifa.

Ibu kantin menulis semua pesanan Alifa didalam kertas.

"Bibik, tolong buatkan satu soto tidak pedas." Ujar diva.

Ibu kantin menganggukkan kepalanya. Ibu kantin beranjak pergi untuk memenuhi pesanan Alifa. Guz rizal dan Gilang membantu ibu kantin di dapur.

Guz rizal dan Gilang masih tidak percaya. Ini seperti mimpi buat mereka.

"Ya Allah, gadis itu makannya banyak sekali." Gumam Gilang masih tak percaya.

"Pesanan makanan dan minuman itu untuk apa?" Gumam Guz Rizal.

"Mungkin saja nona muda sangat lapar, Guz." Kata ibu kantin.

"Lapar???" Gumam mereka berdua.

"Tapi, bibik badannya saja sangat ramping. Saya menjadi ragu jika makanan itu akan habis."

1
gabriela
hanna deh bukan maya?🤦🏻‍♀️
🇮🇩👉Dodi#(/$
ko d singapura sih bukannya d london
Bombom😚
ap alifa memiliki altar ego??🙄
Arvin Reza
lanjut thor
Estherr Estherr
lanjut kk
no name 💜
jujur thor aku agak bingung sama alur nya tapi tetap ku baca kok 😁
no name 💜
duh alifa gaada sopan santunnya sama yg lebih tua😄
no name 💜
alifa keras kepala 😌
no name 💜
tiap bab aku kasih jempol 😂
no name 💜
cantik 😍
Rukiyah Rukiyah
nex thour
Sanny Pierislisapaly
lnjt
Kholif Assiddiq
lanjut
Fahmi Cute
ditunggu up selanjutnya
Rukiyah Rukiyah
di tunggu up nya thour.
Rukiyah Rukiyah
iiiiiiih comel nye
Liliana Naibaho
lanjut dong thorr,penasaran sama lanjutannya nih
Fahmi Cute
suka ceritanya, ditunggu up selanjutnya
Rukiyah Rukiyah
up thor
Rukiyah Rukiyah
OMG 😮uwuuuuw bnget dah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!