NovelToon NovelToon
Love Your Daddy.

Love Your Daddy.

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:213.2k
Nilai: 5
Nama Author: Audrey16

Exel Aleron Deska.

Adalah seorang Ayah tunggal yang harus mengurus putra semata wayangnya Avniel Cleon Deska. Exel yang kehilangan istrinya Lovexia Lowandy Deska saat insiden sebuah kecelakaan seketika merubah kehidupan Exel menjadi sosok yang dingin, pemurung, dan sering menyendiri. Bahkan nyaris tidak terlihat senyum di wajah seorang Exel, sebab sejak kepergian istrinya yang secara tiba-tiba, senyum dan kebahagiaan Exel hanya untuk putranya Cleon seorang.

Verena Moon Calin.

Seorang Mahasiswi yang memiliki watak pendiam dan juga cukup aneh di mata teman-teman sekampusnya. Karena sikapnya yang sering menyendiri dan tidak memiliki seorang teman. Dan sikap aneh Verena mulai terlihat sejak ia mengalami Traumatis karena satu insiden yang membuatnya tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

Exel menutupi hati dan dirinya dari siapapun, sampai akhirnya seorang gadis tiba-tiba hadir di dalam hari-harinya dan juga di putranya. Mengusik kehidupan bahkan hatinya. Sosok gadis ceria dengan kehangatan yang semakin lama semakin membuatnya nyaman.

Namun, apa yang harus Exel lakukan jika sosok yang sudah berhasil membuka hatinya setelah sekian lama beku dan membuatnya nyaman ternyata adalah sosok yang sudah menyebabkan istrinya meninggal. Dan jangan lupakan Kenzie Ayres Deska, adik dari Exel yang sangat membenci gadis tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audrey16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penawaran.

LUCE CORPORATION.

Dengan perlahan Dean meletakan sebuah map biru di atas meja kerja Tuan Exel yang masih fokus pada layar laptopnya.

"Ini data-data yang Tuan minta, soal gadis itu." Ucap Dean lagi sebelum ia memundurkan langkahnya. Bahkan saat Dean menyebut gadis itu, atensi Tuan Exel langsung beralih kesebuah map biru tersebut, membukanya dan mulai membacanya satu persatu.

"Apa benar ini data gadis itu? Verena Moon Calin?" Tanya Tuan Exel mengernyit seolah sedang membaca data yang salah.

"Benar Tuan, dia Putri tunggal Shakel Calin, seorang pria yang terkenal dengan sering memberikan taruhan besar saat berjudi. Pria ini juga yang pernah menjual Perusahaannya kepada kita, dan meskipun keluarganya sudah jatuh miskin, namun yang saya dengar pria ini masih sering menghabiskan waktunya di meja judi.

"Info terakhir yang saya dengar, gadis ini sudah berhenti kuliah dan bekerja di sebuah Supermarket dan juga sebuah Kedai kopi, tengah menyicil sebuah Apartemen sederhana di kompleks yang tidak jauh dari Supermarket tempatnya bekerja." Lanjut Dean dengan informasinya yang membuat Tuan Exel mengernyit.

"Apa kondisi keuangan keluarganya benar-benar separah itu?"

"Tidak Tuan,"

"Lalu, kenapa gadis itu harus bekerja keras seperti itu?"

"Saya juga tidak tahu persis Tuan, sebab yang saya tahu, keluarga dari Milena Calin Ibu dari gadis itu termasuk keluarga yang cukup berada, sebagai anak tunggal dari keluarga Franka, Ibu dari gadis ini memiliki aset kekayaan yang terbilang cukup banyak."

"Lalu?"

"Sedikit informasi, Ibu dari gadis ini sudah di asingkan oleh keluarganya sendiri."

"Di asingkan?"

"Yah, dan saya tidak tahu persis, kesalahan apa yang telah Ibu gadis ini perbuat, hingga ia di asingkan oleh keluarga besarnya, bahkan Milena Calin tidak di izinkan untuk memakai nama Franka lagi sejak saat itu. Yang saya tahu di sini, gadis ini tengah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya juga Ibunya."

"Dean, menurutmu apa gadis ini cocok menjadi pengasuh Cleon?" Tanya Tuan Exel nampak ragu setelah membaca data-data Venera.

"Yah, saya juga tidak bisa memberikan komentar banyak Tuan, di lihat dari kisah hidup keluarga gadis ini, memang sangat..."

"Broken home,"

"Yah, tapi dia gadis yang cukup baik, ramah, pekerja keras dan... "

"Cukup aneh,"

"Itu salah satunya, dan yang paling penting dia masih single."

"Aku tidak menanyakan status dia Dean,"

"Maaf Tuan, saya hanya memberikan informasi yang lengkap."

"Tapi... Biar bagaimanapun gadis ini pernah menolong Cleon, dan aku ingin ingin bertemu gadis ini, sekalian makan malam bersama di Restoran seperti biasa."

"Iya Tuan, tapi... Bukankah anda punya janji untuk makan malam bersama dengan keluarga Reagan malam ini?"

"Cansel, aku tidak bisa menunda urusan jika ini bersangkutan dengan Cleon." Balas Tuan Exel yang kembali melihat data-data Venera di kertas tersebut. "Hari ini gadis itu ulang tahun?" Tanya Tuan Exel.

"Iya Tuan." Jawab Dean mengangguk, hingga suara ketukkan pintu terdengar oleh mereka.

"Selamat siang Pak," Sapa Launa di balik pintu sambil sedikit menyembulkan kepalanya.

"Masuklah... " Jawab Tuan Exel dan Dean yang sedikit melangkah mundur untuk memberikan Launa ruang.

"Ini berkas yang harus di tanda tangani sekarang juga Pak," Ucap Launa saat sudah berdiri di hadapan Tuan Exel dan meletakkan beberapa map berisi berkas untuk di tanda tangani.

"Baiklah." Jawab Tuan Exel yang langsung menutup map yang berisi data diri Verena dan beralih dengan map yang berisi berkas yang harus ia tanda tangani.

Venera... Siapa gadis itu...

Launa yang terlihat masih nampak berfikir saat tidak sengaja melihat data-data Venera akhirnya tersadar saat menyadari jika Tuan Exel tengah memanggilnya.

"Maaf Pak, saya... "

"Apa ada yang ingin kau sampaikan lagi Nana?" Tanya Tuan Exel seraya menatap wajah gugup Launa.

"Em... Masalah makan malam bersama,"

"Ah iya, aku lupa memberitahumu, sepertinya malam ini kita tidak bisa makan malam bersama,"

"Apa anda punya janji yang lain?"

"Iya, maaf Nana,"

"Tapi... Setahu saya, malam ini anda... "

"Aku harus bertemu seseorang, ini bersangkutan dengan Cleon dan calon pengasuhnya."

"Pengasuh? Cleon ingin seorang pengasuh? Bukankah... "

"Yah, kali ini Cleon sendiri yang memintanya, sekali lagi maaf... "

"Tidak masalah Pak, saya mengerti. mungkin lain waktu, sebab urusan Cleon jauh lebih penting." Balas Launa tersenyum, meski hatinya sedikit merasa kecewa.

"Sampaikan maafku kepada Tuan Davano,"

"Tentu saja Pak, Ayah pasti akan mengerti. Baiklah... Saya permisi Pak."

"Iya," Jawab Tuan Exel singkat sambil menatap punggung sempit Launa yang perlahan hilang di balik pintu.

"Sepertinya Launa sangat kecewa,"

"Jangan sok tahu kamu Dean, cepat cari tahu di mana lokasi supermarket tempat gadis itu bekerja,"

"Venera Tuan, nama gadis itu Venera Moon Calin."

"Yah, cari tahu di mana lokasi si Bulan itu bekerja."

"Baik Tuan," Jawab Dean yang langsung meraih ponsel di dalam saku jasnya dan terlihat tengah menghubungi seseorang.

* * * * *

SUPERMARKET.

"Selamat siang Tuan, silahkan berbelanja..."

"Nona Venera... "

"Eh iya, maaf... " Venera yang langsung melongo saat seseorang yang saat ini tengah berdiri di hadapannya langsung menyebut namanya, bahkan ia sendiri tidak pernah melihat pria tersebut. Pria berwajah cukup tampan, dengan setelan jas lengkap, tatapan mata tajam namun memiliki senyum yang manis.

Bukankah dia pria yang juga berada di rumah sakit waktu itu?

"Perkenalkan, saya Dean Narain Asisten pribadi Tuan Exel Aleron Deska." Ucap Dean memperkenalkan diri sambil membungkuk. "Bisakah kita berbicara sebentar?" Tanya Dean lagi.

"Tapi... Saya sedang... "

"Pergilah, sekarang waktu makan siangmu," Jawab Melfiano yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sampingnya.

"Ha?"

"Silahkan Nona... " Ucap Dean mempersilahkan Venera untuk keluar.

"Terimakasih Mel." Ucap Dean yang ternyata mengenal Melfiano.

Dengan di penuhi berbagai macam pertanyaan di kepalanya, Venera terus mengikuti langka lebar Dean dan akhirnya langkah kakinya tiba-tiba berhenti saat melihat Dean yang berhenti di depan sebuah mobil, bahkan sudah membuka pintu mobil tersebut dan mempersilakan Venera untuk masuk.

"Silahkan Nona.

Tubuh Venera mendadak kaku dengan tubuh yang sedikit bergetar, bahkan sangat terlihat jelas saat ia menelan salivanya untuk menutupi rasa takutnya. Dan melihat hal tersebut membuat Dean mengernyit bingung.

"Ada apa?"

"Bisakah... Kita berjalan saja?"

"Berjalan?"

"Iya, jalan... Jalan kaki,"

"Bukankah itu akan membutuhkan waktu lama? dan...." dengan perlahan Dean mendongak ke atas hingga sinar panas matahari langsung menyambutnya.

"Kita bisa mengobrol di Cafe dekat sini saja." Balas Venera yang langsung menunjuk sebuah Cafe yang terletak di ujung jalan tersebut.

"Bukankah Cafe itu cukup jauh?"

"Kita bisa berjalan dengan cepat." Jawab Venera lagi yang membuat Dean kehabisan alasan untuk menghindari sinar matahari.

"Baiklah." Ucap Dean yang langsung menutup kembali pintu mobilnya.

"Silahkan Tuan," Venera mempersilahkan dan mulai melangkah sambil mengatur perasaannya, kali ini Dean yang mengalah dan mengikuti langkah lebar Venera.

Apa gadis ini seorang Atlet? Kenapa langkah kakinya begitu cepat.

Dean yang masih mengikuti langkah Venera hanya bisa pasrah saat matahari yang cukup terik menyapa kepalanya, seakan membakar kulitnya, hingga keringat mengucuri tubuhnya, bahkan dasi yang Dean kenakan tadinya terpasang sangat rapi sekarang berubah tidak karuan.

"Maaf.. Apa anda kelelahan?" Tanya Venera sedikit panik saat melihat kondisi Dean sekarang.

"Tidak, bisakah kita masuk sekarang?" Tanya Dean berusaha bersikap keren di hadapan Venera.

"Selamat siang, silahkan... "

"Bisakah kau membawakanku segelas air mineral?" Sela Dean pada seorang pelayanan Cafe tersebut yang langsung mengangguk tampa melanjutkan kalimatnya. Sedang Venera hanya bisa tertunduk, tidak sanggup menatap wajah Dean yang nampak di penuhi keringat. Bahkan wajah tampan itu terlihat memerah sekarang. Hingga beberapa menit kemudian, pelayan Cafe tersebut kembali dengan segelas air mineral pesanan Dean, yang bahkan langsung di ambil Dean sebelum pelayan tersebut meletakkan gelas di atas meja. Dan hanya dalam hitungan detik saja gelas itu sudah terlihat kosong.

"Maaf... Anda jadi kelelahan karena saya."

"Tidak masalah Nona, saya hanya bingung, kenapa Nona menolak untuk menggunakan mobil, apa memang sudah hobi Nona untuk berjalan kaki?"

"Iya, maaf... Saya... "

"Ah sudahlah, tidak perlu di pikirkan, anggap saja begitu. Saya mengerti. Sebaiknya saya mulai dari intinya saja sekarang."

"Iya Tuan,"

"Apa Nona bersedia bekerja di keluarga Deska, untuk menjadi pengasuh Tuan muda Cleon?" Tanya Dean tampa basa basi.

"Pengasuh?"

"Iya, Bagaimana?"

"Tapi... "

"Sepertinya Nona agak ragu. Apa ada masalah?"

Kenzie... Pria brengsek itu adalah masalahnya, aku sudah cukup stres karena menghadapi tingkah abnormalnya, haruskah aku melihatnya tiap hari lagi sekarang? Ah tidak... Tidak....

"Nona Venera, ada apa?"

"Bisakah saya memikirkan hal ini terlebih dahulu?" Tanya Venera.

"Tentu saja, tapi... Bisakah anda tidak memikirkannya terlalu lama? Sebab Tuan muda sepertinya tidak sabar untuk menunggu anda."

"Cleon?"

"Iya, dan maaf... Sebelumnya saya ingin bertanya kepada Nona,"

"Silahkan... "

"Apa Nona yang membawa Tuan muda di rumah sakit waktu itu?" Tanya Dean yang seketika merubah ekspresi Venera yang langsung menurunkan kedua tangannya di bawah, merematnya dengan sangat kuat.

"I-ya... Saya yang membawa Tuan muda..."

"Terimakasih, mungkin saat itu Tuan besar belum sempat mengucapkan terimakasih karena kondisinya pada saat itu, Nona tahu sendirikan, saat itu Tuan besar harus kehilangan seorang istri saat insiden kecelakaan itu, jadi saat ini saya mewakili Tuan besar untuk mengucapkan terimakasih kepada anda." Ucap Dean yang langsung berdiri dan sedikit mebungkuk.

"Silahkan duduk Tuan, saya... Saya... "

"Dan saya harap, Nona mau mempertimbangkan tawaran saya untuk menjadi pengasuh Tuan muda Cleon, sebab anda adalah orang pertama yang bisa membuat Tuan muda memohon kepada Ayahnya agar meminta Anda untuk menjadi pengasuhnya."

"Cleon? Apakah Cleon benar-benar melakukannya?"

"Benar, selama ini, Tuan muda yang selalu menolak jika akan di berikan seorang pengasuh. Sebab selama Tuan muda kehilangan Ibunya, ia tidak ingin seorang wanita lain berada di rumahnya apalagi di sekitar Tuan Exel, namun kali ini, justru Tuan muda yang memohon agar anda mau menjadi pengasuhnya, dan... Sepertinya Tuan muda sudah merasa nyaman dengan anda.

"Aku bisa mengerti, Tuan muda merasa sangat nyaman sebab anda yang sudah menolongnya, Tuan muda memiliki hati yang tulus, dan ia tahu, siapa yang benar-benar tulus sayang kepadanya dan hanya berpura-pura saja." Sambung Dean panjang lebar.

"Selama ini kebanyakan pengasuh yang pernah bekerja di keluarga Deska punya motif masing-masing, mereka hanya ingin mendekati Tuan besar, juga Tuan muda Kenzie, dan Tuan muda Cleon bisa mengetahui itu."

Jika ingin mendekat Tuan besar Exel, mungkin hal yang wajar sebab Tuan besar memiliki aura yang positif, tapi Kenzie... Apa yang membuat mereka ingin mendekatinya.

"Nona Venera,"

"Iya Tuan, saya hanya butuh waktu sehari untuk memikirkannya."

"Baiklah, dan satu lagi."

"Apa itu Tuan?"

"Malam ini Tuan besar ingin mengundang anda untuk makan malam bersama. Saya akan mengirimkannya alamat Restaurannya untuk Nona."

"Tapi malam ini saya masih harus bekerja,"

"Saya sudah meminta izin kepada atasan anda, malam ini Nona tidak perlu masuk kerja."

"Iya Tuan... "

"Baiklah, sepertinya saya harus pergi. Terimakasih untuk waktunya Nona Venera Moon."

"Iya Tuan," Balas Venera yang langsung beranjak dari duduknya dan membungkuk memberi hormat. Dean yang langsung melangkah meninggalkan Venera kali terdiam didepan pintu masuk Cafe saat ia tidak. melihat mobilnya di sana, hingga ia baru mengingat jika mobilnya masih terparkir di depan Supermarket tempat Venera bekerja. Sambil menarik nafas dalam Dean melangkahkan kakinya menelusuri trotoar jalan yang di penuhi debu lengkap dengan panas yang sangat menyengat.

Oh Tuhan, cuaca siang ini sangat panas, haruskah aku berjalan lagi ke sana? Sebenarnya ada masalah apa dengan gadis itu, apa dia tidak menyukai mobilku? Atau apa dia benar-benar seorang Atlet.

Kelu Dean membatin sambil menengadah ke atas seraya mengusap tengkuk lehernya yang mulai menegang akibat panas yang menyengat dan semakin mempercepat langkah kakinya.

Sedang Venera yang masih duduk di dalam Cafe tersebut terlihat tengah memijat pangkal hidungnya, kegelisahan tergurat jelas di wajahnya. Begitu banyak yang hal yang harus ia pertimbangkan jika harus menjadi seorang pengasuh di keluarga Deska, jelas jika ia bekerja sebagai pengasuh, ia akan mengikuti kemana Tuan mudanya pergi, dan tidak mungkin ia harus terus berjalan kaki, dan hal yang yang lebih tidak mungkin lagi jika ia harus memaksakan dirinya untuk menaiki mobil yang bisa membuatnya gila karena ketakutan.

"AARRRGGHH... "

Teriak Venera dengan pikirannya yang sudah buntu, sebab wajah Cleon dan permintaan terakhir Ibu Cleon kali terngiang di ingatannya.

Haruskah aku menerima pekerjaan itu?

Venera dengan pikirannya kalutnya akhirnya beranjak dari duduknya dan meninggalkan Cafe tersebut, melangkahkan kakinya melewati trotoar, hingga lampu merah membuat langkahnya semakin cepat untuk menyeberangi jalan, bahkan dengan sedikit berlari Venera menyebrangi jalan tersebut, dan itu adalah hal yang paling menakutkan bagi Venera hingga ia selalu tidak sabar untuk cepat berada di ujung jalan tersebut sebelum mobil bergerak maju.

"Astaga Nona, AWAAASSSS.... "

Teriak beberapa pejalan kaki saat melihat ada satu mobil yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah Venera.

"ARRGGHHHH... " Teriak Venera, bahkan tubuhnya terlihat terpental cukup jauh, saat mobil tersebut menyambar tubuhnya sebelum akhirnya mobil tersebut menabrak trotoar jalan.

"Nona.... Nona... Anda baik-baik saja?" Tanya beberapa orang yang langsung menghampiri Venera yang masih mengerang menahan sakit di tubuhnya.

"Aku... Baik-baik saja... " Jawab Venera yang langsung merasa sangat beruntung sebab ia tidak sampai tertabrak mobil tersebut, meskipun hanya tersambar, namun cukup melukai siku juga lututnya.

Kenapa aku sangat sial akhir-akhir ini, bahkan sudah beberapa kali aku nyaris di tabrak mobil, apa aku akan benar-benar akan mati jika kejadian ini kembali terulang? Aahhkkk.... Ini menyakitkan...

"Nona tidak apa-apa?" Tanya seorang petugas kepolisian yang langsung datang saat kejadian tersebut terjadi.

"Saya tidak apa-apa, ini hanya luka kecil Pak," Jawab Venera sambil berusaha untuk berdiri, meski rasa sakit benar-benar membuatnya ingin menyerah dan berbaring di pinggiran trotoar saja.

"Tapi sepertinya Nona perlu ke rumah sakit, luka Nona cukup parah."

"Tidak perlu, sungguh ini hanya luka kecil," Tolak Venera, "Lalu bagaimana keadaan pengendara itu? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Venera lagi.

"Hanya mendapatkan luka ringan di kepala, mobilnya bermasalah dengan remnya, dan hilang kendali. Nona bisa menuntut jika..."

"Tidak... Tidak perlu, anggap saja ini sebuah kecelakaan yang tidak di sengaja,"

"Tapi Nona, di dalam masalah ini Anda sebagai korban atas kelalaian pengendara dan anda berhak membuat laporan atas..."

"Sungguh saya tidak apa-apa, lupakan. Sepertinya saya harus pergi Pak, maaf." Sela Venera yang langsung mengumpulkan tenaganya dan melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut."

...* * * * *...

Bersambung...

1
arfan
up
nita123
ending yang sangat menyenangkan.thanks utk ceritanya author
nita123
penasaran dengan alur ceritanya. walaupun sudah bisa tertebak kemungkinan endingnya. tapi cara author menyampaikan ceritanya sangat baik
Audrey_16: Terima kasih yah udah mampir 🥰🥰
total 1 replies
nita123
bagus ini ceritanya. ga monoton juga. author menceritakan part demi part nya saling berkesinambungan dengan jelas. berasa pengen terus baca.
nita123
ceritanya aku suka lho kak. penyampaian ceritanya bagus kok. semangat terus ya kak berkarya.
Audrey_16: Terima kasih yah🥰🥰
total 1 replies
Puan Harahap
like semuanya
andre🐻
😭😭😭
andre🐻
😭
Tri Dikman
Mulai baca
Audrey_16: Semoga betah ya 🤗
total 1 replies
zien
semoga sukses selalu💐💐🌹🌹💗💗
zien
semoga sukses selalu💐💐💗💗
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
Zulfa
Salken kak, JIKA mampir membawa like nih. Mari saling dukung kakak😍
Zulfa: iya sama" kakak😍
total 2 replies
Suri Hadassa
semangat Thor 💪💪
Audrey_16: Terima kasih yah 😁😁
total 1 replies
Ruryanti Mikdar
babang felix buat aku aja yah thor 😂
Audrey_16: ya udah, bungkus dah 🤭
total 1 replies
Suri Hadassa
Buka Hati menancapkan 10 jempolnya ❤️❤️😍
semangat selalu Thor 💪💪

di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
Audrey_16: Terima kasih yah sudah mampir 💜💜💜
total 1 replies
Muji Raffa
semangatttttttttttt
Muji Raffa
aq sukaa bgt thorrr mgkn bs ksh tau dong judul lainya
Audrey_16: Terima kasih yah karena sudah menyukai karya Thor 💜💜

Author juga punya karya lain

🍃 BECAUSE LOVE YOU.
🍃I STILL WANT YOU.
🍃 I DON'T HAVE YOUR HEART.
🍃YOUR EYES TELL.
total 1 replies
Arofah Aziz
exel akhirnya mencair juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!