Ini adalah karya ke-4 ku, yang mana merupakan sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA
Ini kisah cinta tentang Kyra Queensha Dirgantara atau yang biasa di sapa Queen. Pertemuan pertamanya dengan seorang anak laki-laki bernama Raja Narendra Pradana Wijaya. Anak, sekaligus cucu seorang konglomerat. Mereka bertemu disaat Raja berusia 12 tahun dan Queen berusia 7 tahun. Hingga waktu pun berlalu begitu cepat, sebuah persahabatan kecil, rupanya menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya ketika mereka mulai remaja. Meskipun terbentang antar benua, namun tak menyurutkan cinta keduanya. Sampai pada akhirnya Queen mendapat kabar dari negeri seberang, bahwa Raja telah tiada. Kabar itu membuat Queen sangat sedih dan hancur. Namun dengan sabar dan penuh harap, ia selalu menanti kehadiran Raja. Hati kecilnya selalu mengatakan bahwa Raja masih hidup.
Lalu, bagaimanakah kisah cinta Queen tanpa Raja? apakah Queen akan melupakan cinta masa lalunya dan membuka hati untuk pria lain?
Inilah sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 First Day
Jam weker di kamar Queen berbunyi cukup keras namun Queen tak juga bangun dari tidurnya. Arsen yang sudah siap pergi ke sekolah menuju kamar kakaknya. Arsen menggelengkan kepalanya saat melihat kakaknya masih tertidur, padahal jam weker sudah berbunyi. Arsen segera mematikan jam weker yang di anggapnya sangat berisik.
''Kakak! Ayo bangun! Aku bisa terlambat. Ingat ya di rumah supir cuma satu," kata Arsen dengan suara lantang.
''Hmmmm, lima menit lagi,'' ucap Queen dengan nada malas.
''Ini sudah jam 6.45, sedangkan jam 7.30 kita sudah masuk. Ingat ya supir di rumah cuma satu, kalau kakak tidak bangun, silahkan naik taksi,'' tegas Arsen sembari berlalu dari kamarnya. Arsen benar-benar disiplin dan sangat mirip dengan Keenan. Mendengar ucapan Arsen, Queen mulai membuka matanya. Ia benar-benar merasakan tidur yang sangat nyenyak. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera pergi mandi. Secepat kilat Queen bersiap-siap. Ia segera berlari menuruni anak tangga menuju meja makan. Sementara Queen hampir mewarisi semua sikap Mamanya. Queen seorang gadis yang pemberani, cerdas, kritis, galak namun lembut, juga sedikit tomboy, sama persis seperti Mamanya saat masih muda dulu.
''Morning adikku ganteng,'' sapa Queen sambil mengacak rambut Arsen.
''Kakak, please! Jangan sentuh rambutku,'' kata Arsen dengan tegas. Namun Queen hanya tertawa saja dengan sikap adiknya yang benar-benar perfectionist dari ujung kaki sampai ujung kepala. Super rapi, super bersih, disiplin dan teliti. Queen segera duduk di meja makan dan menyantap sarapan di atas meja.
''Oh ya Mama sama Papa sudah telepon?'' tanya Queen.
''Udah kak. Emang kakak nggak lihat hape kakak apa?''
''Kakak lupa mencharge hape, hehehe.''
''Ish! Kakak pikir saja perjalanan kesini kesana berapa jam, sudah pasti mereka belum sampai. Mungkin nanti sore sampai sana.''
''Iya ya, maaf kakak lupa. Kamu pulang jam berapa nanti?''
''Belum tahu, kak. Kalau langsung dapat pelajaran ya jam 2 siang. Kalau belum palingan nggak sampai jam segitu. Nanti aku telepon kakak saja ya.''
''Oke. Ingat sekolah yang benar ya.''
''Pasti dong, Kak. Kakak kan sudah tahu kalau aku bisa masuk akselerasi.''
''Iya deh, kamu memang hebat,'' puji Queen.
...****************...
Global University, kampus ternama dan elit yang menjadi pilihan Queen untuk menimba ilmu. Bukan pilihan murni pilihan Queen tentunya tapi pilihan Papa dan Mamanya.
''Bismillah semoga hari ku lancar, amin,'' gumam Queen dalam hati.
''Queen!" panggil seseorang yang membuat Queen menoleh kebelakang.
''Virgo,'' gumam Queen. Virgo lalu berlari dan memeluk Queen.
''I miss you so much, Queen.'' ucap Virgo.
''Apaan sih, lebay deh,'' ucap Queen terkekeh sembari membalas pelukan Virgo.
''Katanya mau kuliah di luar negeri? kok balik kesini.'' Ucap Queen sembari melepaskan pelukannya.
''Ya sih tadinya juga gitu. Tapi disana gue nggak kuat jauh-jauh dari elo.''
''Halah, gombal!"
''Oh ya elo ambil fakultas apa?'' tanya Virgo.
''Ya, elo tahu lah jurusan apa yang gue ambil. Secara itu kan sudah jadi pilihan Papa.''
''Berarti kita sama dong,'' kata Virgo.
''Queen!" panggil Mona dan Nina kompak.
''Hai, Mon, Nin,'' balas Queen sambil melambaikan tangannya.
''Hei, Virgo! Gimana nih kabar elo?'' tanya Monik.
''Gue baik, Mon. Nina, hai. Gimana kabarnya?''
''Baik kok, Vir. Eh bukanya mau kuliah di luar negeri, ngapain balik kesini?''
''Lebih seru disini ketemu sama kalian dan juga Queen.''
''Halah modus, lo,'' kata Mona.
''Ya udah masuk, yuk.'' Ajak Queen.
''Nina sama Monik satu kelas sama kita juga, Queen?'' tanya Virgo.
''Iya lah. Mereka mana bisa pisah dari gue,'' ucap Queen terkekeh.
''Eh-eh kalian tahu nggak? disini ada dosen muda, ganteng dan keren abis,'' kata Mona.
''Masak sih, Mon?'' kata Nina.
''Iya tapi gue belum lihat juga seganteng apa. Gue cuma tahu namanya aja sih, soalnya mahasiwa tadi pada kasak-kusuk bahas pesona si dosen muda ini,'' kata Mona.
''Semoga ngajar di kelas kita ya. Kalau kayak gini, gue bakal semangat kuliah,'' kata Nina terkekeh.
''Halah, mana ada sih yang bisa menandingi ketampanan Virgo,'' kata Virgo dengan percaya diri yang tinggi.
''Nah, ini juga cowok keren di sebelah kita,'' timpal Queen sambil menepuk pundak Virgo.
''Kalau sama Virgo sih udah bosan kita,'' kata Mona dengan tawanya yang di ikuti oleh Nina.
''Sabar ya, Vir. Kayaknya kegantengan elo perlu di update biar mereka nggak bosan,'' kata Queen terkekeh.
''Oke deh besok gue oplas mirip Sidarth Malhotra deh,'' kata Virgo.
''Nah ide bagus,'' sahut Mona.
''Dasar kalian wanita, beraninya kroyokan,'' gerutu Virgo yang di sambut tawa Queen, Nina dan Mona. Virgo adalah teman SMA Queen. Ia menyukai Queen saat pertama kali bertemu. Namun ia tidak berani mengungkapkan perasaannya. Ia takut jika ia mengungkapkan perasaannya, Queen akan marah dan tidak mau lagi berteman dengannya. Tujuan Virgo kembali adalah untuk Queen.
Bersambung...