NovelToon NovelToon
Aku Dan Sahabat Kecilku

Aku Dan Sahabat Kecilku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:980.8k
Nilai: 5
Nama Author: e'Rmaa

Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.

Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.

Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.

Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.

Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.

Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).

Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?

Simak terus kelanjutan ceritanya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 # Selesai Liburan

Satu minggu kemudian, liburan semester satu pun selesai. Saatnya Andin dan Gilang masuk ke sekolah.

Pagi itu....

"Wah, liburannya kok cepat selesainya padahal aku belum puas liburan. " ucap Andin dalam hati.

Andin pun duduk sambil melamun di ruang tamu dengan menunggu Gilang datang. Ibu melihat Andin yang sedang melamun. Dan ibu pun menghampiri Andin.

"Ndin, kenapa kamu melamun dan apa yang kamu pikirkan?," tanya ibu sambil duduk di dekat Andin.

"Andin tidak memikirkan apa-apa kok bu. Andin cuma merasa sedih karena liburannya kok cepat banget selesainya, " jelas Andin.

"Oh begitu ya nak. Ibu kira kamu lagi mikirin apa ternyata sedih karena liburannya selesai. Ya memang saatnya kalian harus masuk kembali di sekolah. Dan sekarang sebaiknya kamu sarapan pagi dulu sebelum nak Gilang datang, " ucap ibunya Andin.

"Iya bu. Sekarang Andin sarapan dulu ya bu, " jawab Andin.

"Ya sudah, kamu segera sarapan. Ibu sudah siapkan makanan di meja, " ucap ibunya Andin.

Andin pun menuju ruang makan dan segera sarapan pagi.

👑👑👑👑👑

Lima belas menit kemudian, Andin selesai makan. Dia siap-siap dan duduk di halaman depan untuk menunggu Gilang datang menjemput.

Tak lama kemudian, Gilang pun datang menjemput Andin dengan membawa sepeda roda dua.

"Assalamualaikum Andin, " ucap Gilang.

"Walaikumsalam Lang, " jawab Andin.

"Lho Lang, kenapa bawa sepeda?, " tanya Andin.

"Iya Ndin. Kemarin ayahku membelikanku sepeda baru sebagai hadiah karena nilai rapotku bagus, " jelas Gilang.

"Wah... alhamdulillah Lang. Aku ikutan senang tapi aku kan tidak punya sepeda Lang. Aku sebaiknya jalan kaki saja, " ucap Andin.

"Lho kenapa jalan kaki Ndin? Ayo aku bonceng, sepedaku kan ada boncengannya, " ucap Gilang.

"Kamu yakin Lang, bisa bonceng aku. " tanya Andin ragu pada Gilang.

"Kamu tidak percaya kalau aku boncengin kamu ya. Tenang aja Ndin, aku kuat kok boncengin kamu. Ayo cepat naik!, " ajak Gilang meyakinkan Mimin.

"Ya sudah kalau begitu aku naik ya Lang. Tapi hati-hati ya Lang," ucap Andin sambil naik sepeda Gilang.

"Bentar Lang, aku pamit sama ibuku dulu. " ucap Andin dan turun kembali dari sepeda Gilang karena lupa belum pamit pada ibunya.

Andin masuk ke dalam rumahnya dan memanggil ibunya.

"Bu, Andin sam Gilang berangkat sekolah dulu ya. " ucap Andin sambil mencium tangan ibunya.

"Iya nak, " jawab Ibunya Andin sambil berjalan keluar menemui Gilang.

"Tumben nak Gilang kok ke sekolah bawa sepeda, " tanya ibunya Andin.

"Iya bu, kemarin baru dibelikan ayah. " jawab Gilang.

"Harus tambah semangat sekolahnya ya nak. Ya sudah kalian segera berangkat takutnya terlambat, " ucap ibunya Andin.

"Iya bu, " jawab Gilang.

Andin pun segera naik di atas sepeda Gilang.

"Kita berangkat ya Ndin. Pegangan yang kuat Ndin, " ucap Gilang.

"Kita berangkat sekolah dulu ya bu, " ucap Gilang.

"Hati-hati di jalan ya nak, " ucap ibunya Gilang.

Andin dan Gilang pun segera berangkat ke sekolah dengan naik sepeda barunya. Mereka sangat bahagia bisa berboncengan naik sepeda.

"Ternyata kamu hebat juga boncengin aku Lang, " ucap Andin.

"Ya iyalah Ndin. Aku kan sudah jago naik sepedanya, " sahut Gilang.

"Hmmm... iya iya.. aku akui deh kalau memang jago naik sepedanya, " ucap Andin memuji Gilang.

"Oh iya Ndin, dari tadi kita lewat sawah kok tidak lihat ayahmu?, " tanya Andin.

"Mungkin ayah lagi mengerjakan di sawah sebelah Lang, " jawab Andin.

"Oh begitu ya Ndin, " ucap Gilang.

Tiba-tiba Gilang mengayuh sepedanya dengan kencang. Andin pun tegang karena takut.

"Lang, kenapa mengayuhnya kencang banget sih?, " ucap Andin sambil memegang Gilang erat-erat karena takut.

"Soalnya kita sudah hampir telat Ndin, " jawab Gilang.

"Tapi kan aku takut Lang kalau naik sepedanya kencang -kencang, " ucap Andin.

"Kamu pegangan aku yang erat ya," ucap Gilang.

Andin pun memegang Gilang erat-erat. Gilang mengayuh sepedanya semakin kencang.

Dan tak lama kemudian, sampailah mereka di sekolah.

"Akhirnya kita sampai juga di sekolah Ndin, " ucap Gilang.

"Iya Lang tapi aku tegang banget pas kamu bonceng, " sahut Andin.

"Maaf ya Ndin soalnya aku takut kita terlambat ke sekolah, " ucap Gilang meminta maaf pada Andin.

"Ya sudah kumaafkan tapi jangan seperti itu lagi ya Lang. Sekarang kita langsung masuk kelas ya Lang, " ajak Andin.

"Iya Ndin, " jawab Gilang.

Setelah Andin dan Gilang masuk kelas, bel tanda dimulai upacara berbunyi. Semua siswa berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara di hari pertama masuk semester 2.

Semua siswa mengikuti upacara dengan tertib. Bapak kepala sekolah memberikan informasi bahwa siswa kelas 6 harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional yang akan dilaksanakan di bulan April.

Setelah bapak kepala sekolah memberikan pengarahan dan ditutup dengan doa maka selesailah upacara hari ini. Semua siswa kembali ke dalam kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran di hari pertama.

Andin dan Gilang mendengarkan penjelasan tentang pembelajaran hari ini yang disampaikan oleh guru kelasnya.

"Ndin, kamu serius sekali mendengarkannya. " ucap Gilang pada Andin lirih.

"Hustt... jangan ngomong aja Lang. Dengarkan Bu Indah dulu karena materinya agak sulit, " sahut Andin.

"Iya.. iya Ndin.. aku dengarkan kok, " jawab Gilang.

Gilang pun mendengarkan Bu Indah menjelaskan. Andin juga sangat fokus mendengarkan dengan baik. Dan setelah Bu Indah menjelaskan, Mereka diberikan tugas.

Mereka mengerjakan tugas yang diberikan Bu Indah hingga selesai. Setelah mengerjakan tugas, anak-anak istirahat.

"Lang, ini aku bawakan bekal makanan untukmu. " ucap Andin sambil memberikan bekal untuk Gilang.

"Lho kamu kok bawakan bekal untukku Ndin, " ucap Gilang.

"Gantian kan Lang. Dulu kamu pernah bawakan bekal buatku, " jawab Andin.

"Kebetulan sekali hari ini aku tidak bawa bekal. Terima kasih ya Ndin. Besok giliranku bawakan bekal ya, " ucap Gilang pada Andin.

"Iya sama-sama Lang, " jawab Andin.

Mereka pun makan bekal yang dibawakan Andin.

"Makanan buatan ibumu juga enak kok Ndin. Aku suka, " ucap Gilang.

"Berarti ibu kita sama-sama pintar masak ya Lang. Hehehehe...., " ucap Andin.

Tak lama kemudian jam istirahat pun selesai, mereka pun kembali mengikuti pembelajaran di jam terakhir.

Andin dan Gilang pun merapikan bekalnya. Dan mereka pun kembali fokus pada penjelasan yang disampaikan Bu Indah.

Bu Indah memberikan tugas kelompok untuk membuat peta pulau di Indonesia dengan teman sebangku.

"anak-anak tugas membuat petanya dikumpulkan di hari senin minggu depan ya, " ucap Bu Indah.

"Iya bu, " jawab anak-anak.

"Sekarang kita berdoa dulu sebelum pulang, " ucap Bu Indah.

Mereka pun berdoa dan setelah itu mereka pulang. Dan bel tanda pulang pun berbunyi. Anak-anak saatnya pulang.

👑👑👑👑👑

1
Sumayyah Humairah
dlanjut
Enung Samsiah
MP nya ko nggk seru gitu,,,
Enung Samsiah
waaahhh berarti dah 11 tahn nggk ketemu,, pantesan andin nggk kenal dngn wahah Gilang,,,,, pangling ya
Winsulistyowati
Hm..Akhirnya Ketemu.. Jodoh ketemu..Sahabat Masa kecil..
e'Rmaa: makasih kakak sdh mampir 🙏☺️
total 1 replies
Winsulistyowati
Mereka Br✌️.Slalu Kompak..👍👍💪💪🖐️
Winsulistyowati
Aamiin 🤲🏼
Winsulistyowati
Mampir n Nyimak Critanya..🖐️
Sri Widjiastuti
sdh g pake sepeda sendiri nihh
e'Rmaa: iya kakak.
Terimakasih sudah mampir ya kak☺️🙏
total 1 replies
Linda Imala
bener-bener yang namanya cinta sejati
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan

Sukses ya Thor 👍☺
e'Rmaa: Makasih kak
total 1 replies
Rosa Fitriani
Sempet ikutan baper pas Gilang dipaksa nikahin Friska tapi syukurlah kalau gak jadi.

Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
e'Rmaa: Makasih kakak sudah mampir dan suka karya saya🙏
total 1 replies
Namira Kusuma
Benar-benar cinta sejati
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰
e'Rmaa: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
oktavia
aaa seneng bgt liat Andin sama Gilang bareng² lgi
oktavia
yok di jodohkan saja Andin sama Gilang
Lia Liyut
baru otw
Lia Liyut: sama² kak 👍🏻👍🏻
total 2 replies
Giovanni Bowono Miawaug
AKUDAV Giovanni Bowono Miawaug Alyssa Dezek ejenjethro Cupcake_Vionna
emak @l ahsan
absen....
e'Rmaa: makasih kak sdh mampir di karya saya 🙏☺️
total 1 replies
Juni Muliati Sitepu
senang n terharu aj
e'Rmaa: Terima kasih sudah mampir di novel sy🙏🤗
total 1 replies
Muntia Tia
iii
e'Rmaa: 🤗🤗.....
total 1 replies
Nani Evan
sukses terus y thor
e'Rmaa: Makasih kak🙏
total 1 replies
Nani Evan
kirain ama pak wisnu
e'Rmaa: nanti dpt jodohnya sendiri kak🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!