NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Luka

Pernikahan Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:329.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sity Qhomariah

Hidup Luna hancur setelah di jebak dan di hamili oleh kekasihnya - Gandhi. Terlebih saat Mira, Ibu dari Gandhi menolak untuk bertanggung jawab atas kehamilan Luna. Suatu ketika Mira mengetahui Luna adalah anak tunggal dari Adiyatama Erlangga - Pemilik Perusahaan Erlangga Jaya. Ia menyesal telah menolak Luna dan berusaha mendekati Luna supaya Gandhi menjadi penerus Erlangga Jaya jika menikahi Luna.
Luna hancur saat ia diperalat sebagai boneka pemuas nafsu oleh Gandhi. Kemudian Luna mengetahui niat jahat Mira, ia segera melakukan sesuatu agar perusahaan Ayah tidak jatuh ke tangan orang-orang serakah seperti Mira dan Gandhi. Luna mengorbankan Aditya - Sahabat kecil Luna yang sejak dulu menyukainya. Luna melakukan hubungan intim dengan Aditya. Luna menikah dengan Aditya namun Gandhi mengakui bayi yang dikandung Luna adalah anaknya.

Siapakah ayah yang sebenarnya dari bayi yang dikandung Luna?
Apa rencana Gandhi dan Mira untuk mendapatkan Luna?
Bagaimana dengan pernikahan Luna dan Aditya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity Qhomariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

“Kak, Adit lupa ya sama aku? Kenapa dia cuek?” tanya Luna saat ia tak sengaja bertemu Fandra di jalan komplek perumahan mereka. Luna sedang lari pagi, begitu juga Fandra.

“Dia gak lupa. Mungkin dia malu karena kamu sekarang jadi wanita yang sangat cantik.” Fandra berkilah. Ia tidak ingin mengatakan kepada Luna bahwa Adit memang telah melupakannya.

“Ah, kakak bisa aja.” Luna tersipu.

“Tiga minggu lagi kita berpisah ya, haha” Fandra tertawa.

“Padahal aku masih kangen sama Luna.” ucapnya jujur. Luna tertawa.

“Satu tahun lagi aku balik, Kak.”

“Yah lama banget.” Luna tertawa mendengar jawaban Fandra. Mereka sudah sampai di depan rumah. Luna pamit untuk pulang. Begitu juga dengan Fandra.

“Dari mana, Kak?” tanya Adit yang sedang memakan roti selai.

“Lari pagi dong!”

“Tumben! Biasanya enggak.”

“Biar sehat.”

“Pasti gara-gara mau ketemu Luna ya?” tuduh Adit.

“Cemburu?” tanya Fandra.

“Enggak!” Adit bergegas meninggalkan Fandra yang tertawa mengejeknya. Adit merasa kesal dituduh cemburu oleh kakaknya. Tetapi kekesalan yang ia rasakan bukan sepenuhnya karena tuduhan kakaknya namun Adit sedikit cemburu melihat kedekatan Fandra dengan Luna.

‘Ciiiitttttt! Gubrak!’

“Awh!” teriak Luna. Adit terkejut namun ia tidak membantu Luna berdiri.

“Dendam banget sama aku dari dulu!” bentak Luna. Adit terlihat santai sambil memperhatikan gerak gerik Luna.

“Kamu gak apa-apa, Lun?!” Fandra panik. Ia berlari menuju Luna.

“Sakit, Kak.” kata Luna sambil meniup luka di siku nya yang berdarah.

“Dit??” Fandra hendak menegur adiknya.

“Gak sengaja.” Setelah berkata begitu Adit pergi menaiki sepedanya. Luna geram. Ia mengutuk Adit dalam hatinya.

“Sini aku obatin lukanya.” Fandra menawarkan jasa. Luna menurut. Fandra membawa Luna masuk ke dalam rumahnya dan mengambil kotak P3K. Luna meringis kesakitan sambil sesekali mengaduh saat Fandra mengoleskan obat merah ke siku Luna. Fandra mengobati Luna dengan telaten dan sabar. Luna diam-diam merasa kagum.

“Makasih, Kak. Dari dulu kamu yang selalu ngobatin aku kalau aku jatuh. Dan Adit yang selalu jatuhin aku!!” kata Luna geram. Fandra tertawa. Ia sudah menyelesaikan pengobatannya.

“Mungkin aku ditakdirkan untuk menjadi pelindung kamu dari kenakalan adikku sendiri, Lun.” Jawab Fandra sambil tertawa. Luna ikut tertawa. Ia tidak menyadari bahwa kata-kata yang di ucapkan Fandra tulus dari hati.

Sementara itu, Adit yang sedang menaiki sepedanya. Ia menghentikan kayuhannya. Dan merenung di tepi jalan. Ia memikirkan Luna.

“Sorry, Lun.” Bisiknya dalam hati. Waktu kecil, ia tidak sengaja menabrak Luna dengan sepedanya. Rem sepeda yang dikendarainya mendadak blong hingga ia kehilangan kendali dan menabrak Luna yang berada di depannya. Ketika itu mereka bertiga sedang balapan sepeda. Luna sudah berada didepan bersama Fandra. Adit menjadi geram dan ia pun melajukan sepedanya. Saat berada didekat Luna ia hendak mengerem namun berkali-kali ditekan remnya tidak berfungsi. Hingga tak sengaja menabrak Luna. Namun ia tidak berani menolong Luna. Ia syock dan takut membuat badannya sulit bergerak. Fandra yang menolong Luna. Fandra juga yang berbohong kepada Mama kalau yang menabrak Luna adalah dirinya sehingga Mama memarahi Fandra.

Tidak terasa Luna sudah tiga minggu berada di Bandung. Satu minggu lagi ia kembali ke Jakarta. Selama di Bandung, Luna sering melakukan kegiatan bersama Alfandra. Kedekatan mereka membuat Fandra semakin nyaman terhadap Luna. Ia tidak mengetahui bahwa Luna sudah memiliki kekasih di Jakarta.

“Satu minggu lagi Luna ke Jakarta.” Kata Fandra tiba-tiba. Adit sedikit terkejut namun ia pura-pura santai.

“Terus?”

“Kamu gak pengen jumpa dengan Luna? Kamu gak kangen sama Luna?”

“Enggak tuh. Dari dulu aku gak pernah suka Luna. Bukannya dia juga nyaman sama kakak sejak dulu.” Adit bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Fandra yang termangu mendengar ucapan adiknya.

Adit membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menatap langit-langit kamar. Kembali terlintas bayangan masa kecil bersama Luna.

“Ih Adit! Ini boneka aku!” teriak Luna kecil. Adit kecil tak mau kalah, ia menarik boneka Luna. Mereka saling tarik menarik dan boneka itu terputus. Luna kecil menangis sedangkan Adit kecil tertawa mengejek sambil berlari masuk ke dalam rumah. Fandra kecil yang selalu siap membela Luna. Menghiburnya supaya tidak menangis lagi.

Aditya memejamkan matanya. Meresapi semua kenangan masa kecilnya. Luna tak pernah memiliki kenangan indah bersamanya. Ia selalu membuat Luna menangis. Hingga suatu hari Adit mencuri buku PR matematika Luna di sekolah dan menyembunyikannya. Akhirnya Luna di hukum karena tidak mengumpulkan PR. Luna tidak tahu siapa yang menyembunyikan bukunya sampai sekarang. Yang ia tau, keesokan harinya buku itu tiba-tiba sudah berada di laci mejanya. Dan Luna menemukan secarik kertas didalam bukunya.

“Lun, jalan-jalan yuk.” Ajak Fandra suatu hari.

“Hah? Kemana Kak?”

“Kemana aja. Kan tiga hari lagi kamu ke Jakarta. Buat kenang-kenangan kita.”

“Oke, Kak.” Luna dan Fandra berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka pergi bersama. Adit mengintip dari balik jendela. Rasa kesal di hatinya membuat ia tak sadar mengumpat.

“Kamu pengen ngajak Luna jalan-jalan juga, Dit?” tiba-tiba Mirna mengagetkan Adit di sebelahnya.

“Astaga! Kaget Adit, Ma!” teriaknya sambil mengelus dada. Mirna tertawa dan kembali mengulang pertanyaannya.

“Ngapain sih, Ma. Luna kan lebih nyaman sama Kak Fandra.”

“Kamu cemburu?”

“Cemburu apa sih, Ma.”

“Kamu suka Luna, Kan?”

“Ih Mama makin ngaco deh. Mana mungkin Adit suka sama cewek cengeng kaya Luna.” Adit bergegas meninggalkan Mirna. Mirna tersenyum. Ia tau isi hati Adit. Adit menyukai Luna sejak dulu. Namun ia malu dan kesal kepada Luna yang lebih senang bermain dengan Fandra. Itulah mengapa Adit selalu mengganggu Luna. Mirna tahu isi hati Adit meskipun Adit orang yang sangat cuek. Mirna sering memperhatikan Adit sejak dulu.

Sementara itu, Luna dan Fandra sudah tiba di depan rumah. Luna turun dari motor dan berpamitan untuk masuk ke dalam rumah. Namun Fandra mencegahnya. Langkah Luna terhenti.

“Kenapa, Kak?” tanya Luna.

“Em,” Fandra menggaruk kepalanya. Luna merasa heran. Ia terus memperhatikan gelagat Fandra yang sedikit aneh. Mereka berdua tidak menyadari bahwa Adit memperhatikan mereka dari balik jendela kamar. Adit berusaha menajamkan telinga untuk mendengarkan pembicaraan Luna dan Fandra.

“Luna Amaris Erlangga, aku menyukaimu.” Baik Luna maupun Adit, mereka sama-sama terkejut mendengar pengakuan Fandra. Luna merasa ingat sesuatu.

“Jangan-jangan kamu kak yang dulu.....” Luna menghentikan ucapannya. Ia tidak yakin dengan dugaannya.

“Dulu kenapa, Lun?”

“Enggak, Kak.” Fandra meraih tangan Luna. Adit langsung menutup gorden. Ia kesal. Tidak tahu kenapa ia sekesal itu. Adit mematikan lampu kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Membenamkan kepalanya dengan bantal. Kepalanya terasa sakit setelah melihat Luna dan Fandra.

1
echa purin
👍🏻
Putri Anggel
di dalam cinta ad kesabaran dan dalam kesabaran ad cinta tapi ketika hati sudah di kecewa kn maka jangan pernah percaya lagi ap kata lelaki buaya
Indah Kustiyarini
pasti anaknya adit
emi arpina
maaf y thor tapi utk mentari stop dulu bacanya masi greget ada org lemah gini
Aryani Dinda
tiap percakapan dispasi dong Thor seperti paragraf baru. jd lebih enak bacanya
Aryani Dinda
di bikin jarak dong Thor tulisannya
Rose Smith
sudah berbohong
egois pula
baguslah adit gag ngemis²
langsung di ceraiin
Rose Smith
hamile cuma seminggu trus brojol ?
Rose Smith
pemeran utamanya malah antagonis ini mah
udah gag suci
gag tau malu pula
RN
l
8 like favorite😍 untuk mu😍
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
Mami Vanya Kaban
akhir yg bahagia...
Ida Blado
cihh tadinya aq mau baca, tpi setelah baca sinopsis bagian bawahnya,,, amit2 dah, di awal aq rada empat tpi ternyata dia bertingkah seperti pelacur. maaf ya aq komen jht,tp aq sbg perempuan sungguh ilfeel
Jeni Safitri
Itukan derita mu luna siapa suruh ngk jujur sama ortu bahkan sama adith bukankah adit sudah tau keadaanmu dan siapa gandhi. Seharusnya kamu jujur aja dan minta tolong sama dia dgn baik2 pasti dia akan bantu.
Jeni Safitri
Kenapa luna ngk junir aja ya
CallMeLyla
aku gereget mentari nya lemahh😂😂
vanillarose
Baca novel terbaru author bertema pelakor, judulnya Imperfect Marriage. Dijamin menguras emosi. Thanks :)
Ara
si luna hamil anaknya gandhi pasti, karena kan luna baru bbrp hari berhubungan sm adit
mega keyna
mkanya sy bilang perempuan ngk pnya harga diri,kd erosi aku baca kisahnya luna,ada perempuan yg kayak gni
mega keyna
aku perempuan tp ko ngrasa jd sakit hati sm luna,ngk punya harga diri,gampang banget mainin perasaan hati,ngapain msh mau brtu dgn gandi kan udh tau ada magsudnya,bodoh banget kan,,,
mega keyna
udh tau gandi jahat,luna jg bidoh,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!