NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adca_21

Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.

"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik

"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Kenapa sayang apa ada yang sakit saat Alina memeluk nya Ezra kembali tertidur

"Kak kata orang kalau anak sedang demam coba skin to skin"ucap Alina

"Baik ayo kita coba"

Tio membuka baju nya,Alina memalingkan wajah nya karena melihat perut Tio seperti roti sobek Alina merasa malu sendiri wajah nya sudah memerah.

"Ayo berikan padaku Alina" ucap Tio,Alina memberikan nya pada gendongan Tio

"Alina badan nya panas sekali"

"Iya kak kalau belum turun juga kita bawa ke rumah sakit ya"

Cepet sembuh sayang,Ezra begitu nyaman dalam dekapan Tio dan Alina pura pura menyibukkan dirinya dengan handphone dia tidak ingin terus menatap perut Tio.

Alina menggerutu dalam hatinya,ini tidak bisa aku seperti sudah gila ingin terus menatap roti sobeknya kenapa lagi Ezra seperti nyaman sekali jadi kan aku membayangkan tidur seperti Ezra,aduh Alina jangan gila hilangkan pikiran seperti.

"Kamu kenapa Alina?"

"Hah aku gapapa kak emang kenapa"

"Dari tadi kamu menggelamkan kepala terus"

"Oh ini aku lagi melihat berita mas"

"Kamu istirahatlah Alina ini udah malam biar Ezra aku yang jaga"

"Aku gak bisa tidur tenang kak gapapa malam ini aku begadang karena besok aku gak kuliah"

"Alina sepertinya Ezra jangan memanggil mu Tante"

"Hah terus Ezra harus manggil aku apa kak masa dia harus manggil aku kakak,tapi emang sih aku kan masih pantas punya adik"Alina tersenyum sendiri

"Apa apaan kakak emang nya dia adik kamu!"

"Iyakan aku masih pantas punya adik kak jadi gapapa dong Ezra manggil aku kakak"

"Maksud ku bukan begitu Alina"

"Ya terus bagaimana dong kak?"

"Kamu kan yang sudah mengurus Ezra jadi kamu adalah mamah nya Ezra"

"Lah kok gitu kak,nanti saja kalau kakak sudah punya istri lagi boleh Ezra panggil mamah barunya mamah"

"Kan kamu mamah nya Ezra Alina"

"Sejak kapan aku menikah sama kamu kak"

"Hari ini juga kalau kamu mau aku akan melamarmu"

"Apa apaan sih kak jangan bercanda,aku ke dapur dulu mau bawa air kompresan untuk Ezra"

Kenapa dia muka nya merah apa dia salting,untuk pertama kalinya Tio bisa mengungkapkan isi hatinya pada seseorang entah karena sering tinggal bersama menjadi benih benih cinta mulai muncul.

Apa apaan bapak bapak itu apa dia mau bikin gue salting mana abis putus sama Aryan hati ini masih sakit masa mau langsung berpaling aja nih hati,baru juga dikasih kata kata seperti itu tapi gue sudah seneng.

Subuh tadi demam Ezra sudah turun Alina dan Tio juga sudah bisa istirahat dan tidur dengan tenang dengan Tio dan Alina satu ranjang hanya Ezra pemisah mereka berdua.

Mamah Lia yang diberi kabar cucu nya demam pagi pagi sekali sudah berangkat ke rumah Tio,tapi saat membuka pintu kamar Ezra melihat di depan nya langsung menutup kembali pintu nya. Ini tidak benar Alina sama Tio tidak bisa seperti ini terus mamah Lia langsung turun ke bawah menyiapkan makan untuk anak dan menantunya.

Tio yang lebih dulu terbangun karena tangan nya terasa kebas Ezra tidur dengan berbantal tangan nya,saat membuka mata nya Alina yang tertidur pulang di samping Ezra dengan mulut terbuka lebar.dasar anak ini gak ada anggun anggun nya meskipun lagi tidur

Tio membetulkan kepala Ezra dan turun dari ranjang menuju kamar nya,saat sudah mandi Tio ke bawah dan melihat mamah Lia sedang menyiapkan sarapan.

"Mamah sudah ada disini"tanya Tio

"Iya mamah sudah ada disini saat kalian tidur bertiga satu ranjang"

Wajah Tio langsung kaku antara malu dan gak enak karena mamah Lia sepertinya marah.

"Maaf mah Tio dan Alina ketiduran karena semalaman Ezra demam dan gak bisa tidur jadi kamu bergantian menjaga nya,karena kelelahan dan sudah sangat mengantuk kami tidak sadar tidur satu ranjang"Tio menjelaskan nya karena takut mama Lia salah paham

"Kenapa gak menikah saja kalian biar bebas mau tidur satu ranjang pun"

"Mungkin Alina nya belum siap mah, meskipun Tio sudah berbicara tapi tidak ada respon apapun dari Alina"

"Ya sudah biar nanti mamah aja yang bilang sama Alina,sekarang kamu sarapan dulu bawa anak kamu ke dokter"

Saat Tio dan mama Lia menikmati sarapan nya,Alina turun dengan muka bantal nya menghampiri meja makan

"Alina apa kamu gak mau cuci muka dulu"ujar mama Lia saat Alina sudah membawa piring nya yang ingin di isi nasi

"Biarin mah aku masih cantik jadi gak perlu mandi dulu atau cuci muka dulu,aku sudah laper sekali mau makan"

"Astaga kok ada ya gadis seperti ini jorok sekali"

Alina tidak mendengarkan Omelan mama Lia dia hanya fokus menikmati sarapan nya tanpa melihat ke arah Tio yang sedang memperhatikan nya.

"Tio apa kamu mau menerima modelan seperti ini?"

"Apaan sih mah nawarin aku kayak dagangan aja"

"Siapa tau tio berubah pikiran mengajak kamu menikah karena masa mau jadi istri modelan nya kaya gini"

"Siapa juga yang mau nikah,aku gak mau nikah sekarang sekarang ya mah"

"Kalau gak mau nikah sekarang sekarang kenapa kamu tidur satu ranjang sama Tio hmm"

"Hah siapa yang tidur satu ranjang aku gak tidur sama kak Tio kok"

"Kamu lihat tio apa dia amnesia sampai tidak mengingat tidur semalam,apa di kamar Ezra ada cctv"

Tio hanya mengagukan kepala nya

"Coba kasih lihat sama dia biar dia ingat"

"Kak kok aku gak tau di kamar Ezra ada cctv"

"Kamu kemana aja Alina cctv itu gak kecil masih kelihatan oleh mata kenapa kamu gak lihat" ucap Tio dan memberikan ponsel nya dan memperhatikan Alina yang tiba tiba berbaring di pinggir Ezra karena Tio dan Ezra sudah lebih dulu tidur

"Ya ampun kok aku bisa tidur langsung disitu"Alina menepuk jidat nya merutuki kebodohan nya

"Maaf mah Alina cape dan ngantuk jadi dimana aja asal tidur karena mata Alina sudah gak kuat ngantuk"

"Makannya mamah nyuruh kamu nikah sama Tio karena kalian satu rumah kejadian seperti ini pasti ada mamah menghindari itu semua Alina"

"Tapi mah masa Alina nikah sama kakak ipar sendiri apa kata orang"

"Kenapa harus mendengarkan kata orang Alina,ini semua juga demi Ezra biar tio dan kamu bisa mengurusnya berdua tanpa Tio atau kamu merasa canggung saat kalian berdua"

Alina mencerna semua perkataan mamah nya memang ada benarnya tapi masa aku harus nikah sama kakak ipar ku sendiri istilahnya turun ranjang,apa Tio akan menganggapnya seperti kakak nya dulu di hati Alina masih ada rasa takut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!