NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Aliansi Pernikahan / Naik ranjang/turun ranjang / Ibu susu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri_uncu

Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.

ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

merubah pikiran

"mas arka, nyonya datang" emak memanggil arka yang sedang sibuk dengan bibit-bibit tanamannya. arka memang sangat senang berkebun dan kebetulan pula warisan tanah kakeknya cukup luas untuk dikelola oleh cucu pertamanya yang memiliki hobi sama

"iya mak, sebentar lagi selesai" arka masih menyiram bibitnya dan sudah hampir selesai. arka mendukung penuh apapun keputusan ria saat bilang ingin berpisah dan hidup tenang didesa. memang sejak lama hubungan antara wardana dan ria tidak harmonis hanya saja demi menjaga anak-anaknya agar tetap merasakan keluarga yang utuh walau hanya nampak baik diluar saja

"mi, sudah kembali? bagaimana keadaan om wardana?" arka hanya menyebut papi pada wardana jika ada adik-adiknya saat berkumpul

"aksa bilang pak nugroho akan membantunya, dan mami sudah sampaikan pada adik-adikmu semua keberannya" ria mengeluarkan beberapa makanan yang disukai arka namun sulit ditemukan di kotanya

"syukurlah kalau sudah ada perkembangan yang baik. mami beli banyak banget makanan untuk apa?" arka tahu itu makanan kesukaannya namun sampai sebanyak itu membuatnya penasaran dan agak terkejut

"kamu bisa bagikan juga pada teman dan orang yang bekerja dikebun, karena mami ngga tahu kapan lagi akan kembali ke kota" ria membereskan barang belanjaanya lalu ikut duduk bersama anak semata wayangnya

"apa kamu ngga pernah berfikir untuk  menikah?" ria tiba-tiba saja menanyakan hal yang pasti akan membuatnya kecewa dengan jawaban anaknya. sudah puluhan kali pertanyaan itu muncul tapi sayangnya tak pernah ada jawaban yang memuaskan

"mau"

arka menjawab singkat namun sangat berbeda dari jawaban sebelumnya, " mami mau arka punya istri berapa?"

arka sambil tersenyum menatap maminya yang merasa lebih kesal dari pada jawaban sebelumnya yang menjawab tidak atau belum

"jangan sembarangan ya ka !, mami cuma mau kamu punya satu istri dan menikah satu kali saja" ria memukul kepala arka dengan sebuah berkas

"mami sudah bagi adil dengan adik-adikmu juga, jaga ini baik-baik saat mami tak ada kamu harus menikah dan sudah punya modal untuk menghidupi anak orang" ria lalu pergi meninggalkan arka

arka membuka dan membaca isinya, lalu membawanya ke kamar untuk menyimpan berkas penting dari ibunya. sejenak memikirkan apa yang dikatakan ibunya. saat ini usianya sudah tiga puluh dua tahun mungkin sudah saatnya untuk mulai memikirkan masa depan dan menikah.

keadaannya saat ini cukup mampu untuk menghidupi istri dan anaknya, hanya saja arka ingin tetap hidup dikota yang ditinggalinya dan dapat dipastikan tak akan banyak wanita yang mau. meski banyak yang sudah dijodohkan padanya oleh teman-teman ibunya

arka membuka kembali kotak yang ada banyak foto gadis, yang  mencari jodoh diusia matang sepertinya dibelakang foto ada nama dan nomer yang bisa dihubungi. dulu itu diberikan oleh ibunya agar arka bisa memilih gadis mana yang dia sukai dan mulai untuk berkencan

arka masih memilih namun baginya tak ada yang membuatnya berminat sama sekali untuk berkenalan. arka meninggalkan kamar dan kembali ke kebun, itu adalah kegiatan yang paling membuatnya bahagia sampai bisa melupakan apapun

"mas arka pupuk digudang menipis, dan toko yang biasa mengirim barang akan tutup untuk beberapa hari" salah satu pegawai kebun arka melapor

"ya sudah nanti setelah makan siang kita ke kota, kalian istirahat dulu dan ambil makanan di dalam banyak makanan" arka melihat ke gudang sekalian mencatat apa saja keperluan kebun yang perlu di beli dan stok yang masih aman

setelah melihat beberapa barang, arka mulai mencari toko terdekat yang menjual barang pertanian dan perkebunan dari ponselnya. dan mencatat alamatnya agar nanti lebih cepat dan mudah saat mencari toko yang dituju

dua jam berlalu, arka sudah mandi beristirahat dan bersiap untuk pergi ke kota sebelah membeli keperluannya dengan catatan di tas kecil yang ditangannya. dan mengajak dua pekerja kebunnya untuk ikut berbelanja

arka ada pekerjaan yang harus dikerjakan jadi meminta salah satu pekerjanya untuk menyetir mobil. tak sampai satu jam tiba disalah satu toko tujuan. arka mengecek sendiri barang yang dibutuhkannya

dari satu toko ke toko lainnya, tak lupa arka juga mampir ke salah satu kedai buahnya yang tak jauh dari tempatnya berada saat ini.

"gimana penjualan hari ini mba?" arka menyapa pekerjannya yang menjaga toko buahnya dan juga jus buah segar yang ada disampingnya

"tadi cukup ramai pak, sore ini yang ramai jusnya" ucap pekerja arka

arka mengangguk dan melihat stok buah yang sudah banyak yang kosong artinya besok pagi sudah harus terisi lagi, arka memastikan pemasok buah-buahan yang bekerja sama dengannya rutin mengirim  buah, karena tak semua buah berasal dari kebunnya sendiri

"kalian beli lah makanan dulu, biar saya yang jaga ajak juga mba yang jaga jus " arka memberikan beberapa lembar uang untuk pekerjanya

arka membuatkan jus untuk pekerja yang ikut dengannya tadi dan berjaga ditoko. melihat pembukuan juga mengecek fasilits dan kenyamanan untuk pekerjaanya agar betah bekerja ditempatnya

"maaf pak lama"

"engga kok tadi juga sepi, kalau begitu saya pulang dulu. besok kalau buah untuk jus dan toko belum datang jam tujuh pagi langsung telfon faris" arka akan sibuk besok jadi menyerahkan pengecekan barang toko pada orang yang dipercayanya

"baik pak"

arka sudah menyelesaikan pekerjaannya hari ini dan waktunya untuk pulang, waktu sudah semakin sore tak lupa mampir ke sebuah rumah makan. pasti pekerjaanya juga lapar

"kalian bisa makan apa aja kan?" arka tak pernah pilih makanan namun menghormati orang yang lain untuk menentukan apa yang disukai atau tidak

"bisa pak, kami pemakan segalanya" jawab salah satu pekerja

arka mampir ke warung makan dan memesan makanan untuknya lalui memberikan daftar menu untuk  pekerjanya memilih sendiri makanannya, arka melirik kesamping ada sebuah keluarga kecil yang juga sedang makan bersama

arka melihat anak kecil cantik yang menggemaskan juga menatapnya dengan senyuman, mulutnya prmuh dengan makanan dan tangannya memegang potongan ayam, arka membalas senyum anak itu dan hatinya terasa hangat, tiba-tiba dalam bayangnnya ingin memiliki seorang bayi mungil yang akan memanggilnya ayah

"mas arka, makanannya datang"

"iya" arka terbangun dari lamunannya. dalam hatinya masih terus memikirkan sosok bayi mungil yang akan menemani hari-harinya, dan sejak saat itu arka mulai ingin mencari sosok istri yang bersedia tinggal dikota yang tak terlalu besar

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!