NovelToon NovelToon
Istri Gemuk Yang Selalu Di Remehkan

Istri Gemuk Yang Selalu Di Remehkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

Sejak tubuhnya menggemuk, Laila tak pernah lagi dihargai oleh suaminya. Ia terus dihina karena penampilannya, padahal sang suami sendiri hanya mampu memberi nafkah seadanya. Demi membeli satu botol skincare impiannya, Laila diam-diam menyisihkan sisa uang belanja setiap hari. Namun, ketika sebuah kesempatan mengubah hidupnya, pria yang dulu merendahkannya justru mulai menyesal. Akankah Laila memaafkan, atau memilih meninggalkan semua luka yang pernah ia terima?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3_Tekad yang kuat

"Aku tidak mau terus seperti ini..." batinnya.

Rani menatap dirinya sendiri di depan cermin kecil yang sudah kusam. Wajahnya terlihat lelah, rambutnya sedikit berantakan, dan matanya masih menyimpan luka dari perkataan Arga kemarin.

"Aku memang pernah jatuh..." bisiknya pelan. Sorot matanya berkaca-kaca, sementara bibirnya bergetar menahan rasa sakit yang selama ini ia pendam. "Tapi bukan berarti aku harus selamanya berada di bawah orang lain."

Ia mengusap air matanya perlahan.

"Aku akan berubah." ucap Rani dengan suara bergetar namun penuh keyakinan. Tatapannya mulai menguat, sementara rahangnya mengeras menahan segala rasa sakit yang selama ini dipendam.

Kali ini suara Rani terdengar lebih tegas. Wajahnya mulai menunjukkan tekad, meski masih terlihat ada rasa takut di dalam dirinya.

"Aku akan membuktikan kalau aku juga bisa berdiri sendiri." lanjutnya mantap. Dagunya terangkat perlahan, sorot matanya dipenuhi tekad yang membara, sementara kedua tangannya mengepal erat seolah sedang menguatkan dirinya sendiri.

Sejak kejadian di pasar itu, perkataan wanita dari perusahaan kecantikan tersebut terus terngiang di pikirannya.

"Kamu bukan kehilangan kecantikanmu. Kamu hanya kehilangan kepercayaan dirimu."

Kalimat itu membuat Rani berpikir sepanjang malam. Selama ini ia selalu percaya bahwa dirinya tidak berharga karena Arga terus mengatakan hal itu.

Namun sekarang....Untuk pertama kalinya, Rani ingin mempercayai dirinya sendiri.

Keesokan harinya, setelah Arga berangkat kerja, Rani tidak kembali duduk diam di rumah seperti biasanya.

Ia mengenakan pakaian sederhana, merapikan rambutnya, lalu keluar rumah dengan langkah perlahan.

Ia mendatangi sebuah toko kecil yang membutuhkan pegawai paruh waktu.

"Permisi..." sapa Rani pelan. Wajahnya terlihat gugup, sementara tangannya saling menggenggam karena merasa canggung.

Seorang wanita paruh baya yang sedang menyusun barang menoleh.

"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya ramah. Wajahnya tersenyum hangat melihat Rani berdiri dengan ragu di depan toko.

Rani menarik napas panjang.

"Apakah... masih membutuhkan orang untuk membantu di sini?" tanyanya pelan. Matanya sedikit menunduk, sementara suaranya terdengar penuh harapan.

Wanita itu memperhatikan Rani sebentar.

"Kamu pernah bekerja sebelumnya?" tanya pemilik toko itu

Rani menggeleng.

"Belum, Bu." jawab Rani pelan. Wajahnya terlihat sedikit malu.

"Tapi saya bisa belajar." lanjutnya cepat. Matanya mulai menunjukkan kesungguhan, sementara kedua tangannya mengepal kecil penuh tekad.

Wanita itu tersenyum.

"Kenapa ingin bekerja?" tanya pemilik toko itu memastikan lagi.

Pertanyaan sederhana itu membuat Rani terdiam.

Ia ingin mengatakan bahwa ia lelah diremehkan. Ia ingin mengatakan bahwa ia ingin membuktikan sesuatu kepada suaminya.

Namun akhirnya...

"Saya ingin punya sesuatu yang saya hasilkan sendiri." jawab Rani pelan. Sorot matanya menguat, sementara senyum tipis muncul di wajahnya.

Wanita itu tersenyum bangga.

"Baik. Kamu bisa mulai besok." ucapnya hangat. Senyumnya semakin lebar, sementara tatapannya memancarkan kepercayaan kepada Rani.

Rani membelalakkan mata.

"Benarkah?" tanyanya dengan suara bergetar karena terkejut. Kedua matanya berbinar penuh harapan, sementara bibirnya sedikit terbuka seolah tidak percaya dengan kabar yang baru didengarnya.

Wajahnya tampak tidak percaya, sementara bibirnya perlahan membentuk senyum bahagia.

"Iya. Saya lihat kamu orang yang mau berusaha." jawab wanita itu lembut. Ia menganggukkan kepala pelan dengan senyum tulus, sorot matanya dipenuhi rasa yakin dan apresiasi.

Rani menunduk.

"Terima kasih, Bu." ucapnya lirih penuh haru. Senyumnya mengembang dengan mata yang mulai berkaca-kaca, sementara ia membungkukkan badan sedikit sebagai ungkapan rasa syukur dan hormat.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama...Rani merasa dirinya dibutuhkan.

Hari-hari berikutnya, kehidupan Rani mulai berubah.

Setiap pagi, setelah Arga pergi bekerja, Rani langsung berganti pakaian dan pergi ke toko.

Ia belajar melayani pelanggan, mencatat barang, membersihkan rak, hingga membantu mengatur stok.

Awalnya ia sering merasa lelah. Tangannya pegal. Kakinya sakit.

Namun setiap kali mengingat hinaan Arga... Semangatnya kembali muncul.

"Aku tidak boleh menyerah." Ucapnya dalam hati dengan wajah penuh tekad.

Sementara itu, Arga sama sekali tidak mengetahui perubahan istrinya.

Setiap sore sebelum Arga pulang, Rani sudah kembali ke rumah.

Ia memasak seperti biasa. Membersihkan rumah. Dan berpura-pura menjalani hari seperti sebelumnya.

Suatu malam, Arga pulang dan melihat Rani sedang menyiapkan makan malam.

"Kamu di rumah terus kan hari ini?" tanya Arga dingin. Wajahnya datar, sementara matanya menatap Rani dengan curiga.

Rani menoleh.

"Iya." Jawabnya singkat.

Ia tersenyum kecil sambil meletakkan makanan di meja.

Arga duduk.

"Kamu memang tidak bisa melakukan apa-apa selain mengurus rumah." Sindiran itu kembali keluar dari mulutnya.

Rani terdiam.

Dulu kalimat itu pasti akan membuatnya menangis. Namun sekarang... Ia hanya menarik napas panjang.

"Kamu benar, Mas." Jawab Rani pelan.

Wajahnya tenang, sementara sorot matanya tidak lagi selemah dulu.

Arga mengangkat alis.

"Kamu tidak marah?"Tanyanya heran.

Rani tersenyum tipis.

"Tidak." Ia menatap Arga. "Karena suatu hari nanti, kamu akan tahu apakah aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa."

Wajah Arga langsung berubah.

Alisnya mengernyit.

"Apa maksud kamu?" Tanyanya tajam. Sorot matanya mulai curiga.

Rani hanya tersenyum kecil.

"Tidak ada." Jawabnya sambil kembali menyiapkan makanan.

Namun di dalam hatinya...Ia tahu. Hari itu akan datang.

Hari ketika Arga melihat bahwa perempuan yang selama ini ia anggap lemah ternyata mampu berdiri sendiri.

Sebulan berlalu.

Rani mulai menyisihkan sebagian uang hasil kerjanya. Tidak banyak. Tetapi setiap lembar uang itu memiliki arti besar baginya.

"Itu hasil kerja keras aku." Ucapnya pelan sambil melihat uang yang ia simpan di dalam kotak kecil. Matanya berbinar, sementara senyum bangga terlihat di wajahnya.

Dengan uang itu, ia mulai membeli kebutuhan kecil untuk dirinya sendiri.

Sebuah pakaian baru. Produk perawatan wajah sederhana. Dan beberapa barang yang selama ini hanya bisa ia lihat dari etalase toko.

Perlahan...Rani mulai merawat dirinya kembali. Ia mulai tersenyum lebih sering. Mulai percaya diri. Bahkan beberapa tetangga mulai menyadari perubahan itu.

"Bu Rani, sekarang kelihatan beda ya." Ucap salah satu tetangganya. Wajahnya terlihat kagum, sementara matanya memperhatikan perubahan Rani.

Rani tersenyum malu.

"Benarkah?" Tanyanya pelan dengan wajah sedikit tersipu.

"Iya. Kelihatan lebih segar." lanjutnya.

Rani hanya tersenyum.

Namun ia tahu...Perubahannya bukan hanya tentang penampilan. Tetapi tentang dirinya yang kembali menemukan harga dirinya.

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
sunaryati jarum
Rani.anak.orang kaya yang disingkirkan atau ada orang yang suka pada Adrian
sunaryati jarum
Kamu tidak tertarik wanita karena mengharapkan Rania,Nak Adrian
sunaryati jarum
Balas budi atau ada Rasa Nak Adrian
sunaryati jarum
Tekad yang bagus Rani
sunaryati jarum
Yang menolong ternyata teman.kecilmu
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu...
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Feni sang penulis novel
wow Saya suka dengan ceritanya Saya suka dengan alur bagian hemat harga tertawa sinis sudut bibirnya berangkat mengejek semangat terus ya kak bikin karyanya Saya suka banget dengan alur ceritanya semuanya Saya suka oh iya kak bolehkah saya mempromokan kenapa baru saya novel saya ada 3 sih tapi kalau kakak suka semuanya tolong berikan komentar dan bintang 5-nya ya kak semangat terus terima kasih
Fransiska aghata
oke kak, makasih udah mampir😁
Ayu Ara12
next dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!