NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Status: Objek Terhapus

Arka tidak tahu sudah berapa lama ia terkapar di saluran pembuangan itu. Waktu tidak lagi diukur oleh detak jam digital atau sinkronisasi grid, melainkan oleh tetesan air limbah yang jatuh ke lantai beton dengan ritme yang monoton. *P*lak. Plak. Plak.

Pikirannya kini adalah sebuah ruangan hampa. Dulu, jika ia mencoba berpikir, ia akan melihat visualisasi data, statistik, dan probabilitas yang mengalir dengan presisi. Sekarang, setiap kali ia mencoba memaksakan otaknya untuk bekerja, yang muncul hanyalah dengungan statis—seperti layar televisi rusak yang kehilangan sinyal, menyebarkan white noise yang menusuk saraf.

Pusing. Itu adalah satu-satunya sensasi konstan.

Ia mencoba berdiri. Tangannya yang dipenuhi lumpur hitam dan lendir mencengkeram dinding pipa untuk menopang beban tubuhnya. Begitu ia berhasil tegak, rasa pening yang menyengat kembali menghantam saraf otaknya, menjalar dari tengkuk hingga ke belakang matanya seperti tusukan jarum panas. Arka jatuh berlutut, napasnya memburu dan terputus-putus.

Dia harus makan. Itu adalah perintah paling dasar dari biologinya yang tersisa—insting hewani yang menolak untuk mati.

Arka merangkak keluar dari lubang pembuangan, menembus permukaan menuju 'Pasar Loak Bawah Tanah'—sebuah labirin kios reyot di kolong jembatan Sektor 4 yang menjadi tempat pembuangan bagi mereka yang terhapus dari sistem.

Pasar itu berbau busuk, lebih tajam daripada selokan tempatnya tadi. Di sini, udara adalah campuran antara bau sampah organik yang membusuk, keringat manusia, dan oli bekas. Orang-orang dengan tatapan kosong duduk di atas tumpukan barang rongsokan, menunggu sisa-sisa makanan dari restoran sektor atas yang dibuang melalui chute sampah raksasa.

Arka berdiri di antara mereka. Pakaiannya koyak, wajahnya penuh memar biru gelap, dan dia tidak memiliki identitas digital di pergelangan tangannya. Di mata para penghuni pasar ini, dia bukan lagi seseorang. Dia adalah saingan. Dia adalah hama.

Di depan salah satu kios yang menjual sisa daging olahan, seorang pedagang melempar sekarung kecil berisi sisa sayuran yang sudah layu dan berlendir ke tempat sampah besi. Arka menunggu. Jantungnya berdegup kencang, memukul rusuknya dari dalam. Dia harus mengambilnya sebelum orang lain melihat.

Saat dia mendekati tempat sampah itu, sebuah sepatu bot yang berat menghalangi jalannya.

Seorang pria besar, dengan bekas luka bakar yang merusak separuh wajahnya hingga tampak seperti daging yang meleleh, menatap Arka dengan kebencian murni. Dia adalah penguasa titik pembuangan itu.

"Ini wilayahku, Sampah," ucap pria itu. Suaranya berat, serak, penuh ancaman.

Dulu, Arka akan menganalisis titik lemah pria itu dalam hitungan milidetik. Ia akan memetakan otot lengan, berat badan, dan gravitasi pusatnya untuk mencari celah serangan. Tapi sekarang? Otaknya hanya memberikan noise. Arka hanya merasakan ketakutan yang primitif—sebuah rasa takut yang membuat ototnya membeku.

"Aku cuma... aku cuma butuh sayur itu untuk makan," Arka mencoba bicara. Suaranya terdengar asing dan pecah di telinganya sendiri.

Pria itu menendang dada Arka. BUGH!

Arka terpelanting, menghantam tumpukan kaleng berkarat dengan punggungnya. Napasnya terhenti seketika. Rasa sakit yang tajam menghantam tulang rusuknya, bukan sebagai "data kerusakan" yang bisa ia abaikan, melainkan sebagai rasa sakit murni yang membuat air matanya menetes tanpa bisa ia kendalikan.

Dia tidak bisa melawan. Dia tidak bisa menghitung. Dia tidak bisa meretas.

"Kau tidak punya cip ID," pria itu meludah tepat di depan wajah Arka, air liurnya terasa menjijikkan di kulit Arka yang kotor. "Kau tidak punya reputasi. Kau bahkan bukan kuli. Kau cuma sampah yang tersesat."

Pria itu menginjak tangan Arka, membenamkan jemarinya ke dalam tanah becek dan pecahan logam. Arka berteriak, suara serak yang memohon belas kasihan, tapi tidak ada yang peduli. Orang-orang di pasar itu hanya menonton, atau lebih tepatnya, mereka tidak melihat. Bagi mereka, Arka sudah tidak ada. Arka hanyalah hantu yang tidak berhak diakui.

Arka merangkak menjauh setelah pria itu pergi. Ia menemukan sisa sayuran yang sudah terinjak-injak oleh sepatu pria tadi. Ia memungutnya, mengusap lumpurnya dengan tangan yang gemetar, dan memakannya. Rasanya pahit, berpasir, dan busuk. Tapi di tengah rasa sakit di perutnya, itu terasa sebagai satu-satunya hal nyata yang ia miliki.

Ia duduk di balik dinding beton, menyandarkan kepalanya yang berdenyut.

Ia ingat namanya. Arka. Tapi siapa Arka? Arka yang dulu adalah seorang ahli logistik. Arka yang dulu mengendalikan jalur bawah tanah dengan satu ketukan jari.

Arka yang sekarang... hanyalah seekor tikus yang sedang menunggu ajal.

Ia menatap tangannya yang kotor dan penuh luka. Ia tidak punya Guild. Tidak punya markas. Tidak punya Bram. Tidak punya Hasan. Ia telah kehilangan segalanya. Satu-satunya yang tersisa hanyalah kebencian samar terhadap sistem yang telah menghapus namanya, dan sebuah keinginan purba untuk terus bernapas.

Dia adalah anomali yang dipaksa menjadi sampah. Dan di tempat sampah inilah, Arka harus belajar cara bertahan hidup tanpa menjadi sampah.

***

[AUTHOR NOTE] Dasar jurang. Arka benar-benar kehilangan segalanya, bahkan harga dirinya sebagai manusia. Dia dipukuli oleh preman pasar hanya untuk sisa sayuran busuk, dan dia tidak bisa melakukan apa pun. Ini adalah titik terendah dari perjalanan Arka. Tidak ada lagi komputer, tidak ada strategi, hanya kelaparan dan lumpur. Bagaimana Arka akan bertahan hidup besok jika dia bahkan tidak tahu cara mencari makan karena otaknya telah 'dikosongkan'? Komen pendapat kalian!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!