"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Taring sang Pemimpin
Malam semakin larut, namun kegelapan di luar kastil *Silver Moon* tidak lagi sunyi. Jauh di dalam kerapatan pohon pinus, bayang-bayang bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia. Bau anyir dan hawa permusuhan yang pekat menguar dari tanah basah perbatasan.
Yudha berdiri di garis depan, dikelilingi oleh belasan prajurit terbaiknya. Kemeja hitam yang dikenakannya bergerak pelan ditiup angin malam yang kencang. Sepasang matanya telah berubah sepenuhnya menjadi emas cair yang menyala di kegelapan, memancarkan aura pembunuh yang begitu pekat hingga membuat makhluk-makhluk di sekitarnya menunduk gemetar.
"Mereka mengira bisa memancingku keluar dan merebut wilayah ini dengan menggunakan belahan jiwaku sebagai umpan," suara Yudha terdengar seperti geraman rendah dari perut bumi. Rahangnya mengeras, dan kuku-kuku tangannya perlahan memanjang, menajam menjadi cakar yang siap merobek mangsa.
"Malam ini, kita tunjukkan pada bajingan-bajingan tanpa kawanan itu apa artinya menantang seorang Alpha."
*Auuuww—!*
Sebuah lolongan panjang memecah keheningan malam. Dari balik semak-semak berkabut, lima ekor serigala berukuran raksasa dengan bulu kusut dan mata merah menyala melompat keluar. Kaum *Rogue*. Air liur mereka menetes, membawa aroma busuk kedengkian yang telah lama mereka simpan.
Tanpa menunggu komando kedua, Yudha bergerak. Kecepatannya melampaui angin.
*Brak!*
Sebelum salah satu *Rogue* sempat mendarat di tanah, Yudha sudah menerjangnya dalam wujud manusianya yang sarat akan kekuatan magis serigala purba. Tangan kekarnya mencengkeram rahang serigala liar itu dengan sangat kuat, lalu dengan satu sentakan kejam, dia menghempaskan tubuh monster tersebut ke batang pohon ek hingga terdengar suara retakan tulang yang mengerikan. Serigala itu melengking kesakitan sebelum akhirnya terkapar tak bergerak.
Empat *Rogue* lainnya yang melihat kengerian itu sempat ragu sejenak, namun rasa lapar akan takhta dan darah mengalahkan ketakutan mereka. Dua di antaranya maju bersamaan, mengincar leher Yudha dengan taring-taring tajam yang berkilau di bawah sinar bulan.
Yudha tidak menghindar. Dia justru menyeringai tipis, sebuah senyuman dingin yang sangat mengerikan.
Saat jarak mereka hanya tinggal satu meter, tubuh Yudha mendadak diselimuti oleh cahaya keperakan yang menyilaukan. Dalam kedipan mata, wujud manusianya lenyap, digantikan oleh seekor serigala raksasa berbulu seputih perak dengan ukuran dua kali lipat lebih besar dari serigala biasa. Inilah wujud sang Alpha sejati.
*Grrr...*
Yudha dalam wujud serigalanya melompat tinggi. Cakar peraknya menyabet udara, merobek dada salah satu *Rogue* hingga darah segar menyembur membasahi rumput liar. Bersamaan dengan itu, rahang kokohnya mengatup kuat di tenggorokan *Rogue* kedua, mematahkan leher makhluk itu dalam satu gigitan maut yang fatal.
Prajurit *Silver Moon* yang melihat keperkasaan pemimpin mereka langsung melolong keras, mengobarkan semangat bertempur yang membara. Mereka ikut merangsek maju, memburu sisa-sisa penyusup yang mulai panik dan mencoba melarikan diri kembali ke dalam kegelapan kabut.
Pertempuran itu berlangsung singkat namun brutal. Di bawah dominasi mutlak Yudha, kaum *Rogue* sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melawan. Tanah perbatasan kini dipenuhi oleh sisa-sisa kekalahan para pemberontak yang salah memilih lawan.
Yudha perlahan kembali merubah wujudnya menjadi manusia. Dia berdiri di tengah-tengah medan pertempuran, napasnya naik-turun dengan teratur. Ada beberapa cipratan darah musuh di wajah tampan dan kemeja hitamnya yang kini robek di bagian bahu, membuat penampilannya terlihat sangat liar dan berbahaya.
Dia menatap ke arah kegelapan hutan yang lebih dalam, tahu betul bahwa ini barulah permulaan. Pemimpin *Rogue* yang sesungguhnya pasti sedang bersembunyi, menunggu waktu yang tepat.
"Bersihkan tempat ini," perintah Yudha dingin kepada para prajuritnya yang tersisa.
"Dan pastikan tidak ada satu pun jejak bau mereka yang tertinggal hingga mendekati kastil."
Yudha membalikkan badan, melangkah kembali menuju kastil dengan tergesa-gesa. Pikirannya sama sekali tidak tertuju pada kemenangan yang baru saja dia raih, melainkan pada sesosok gadis manusia berpakaian merah muda yang sedang menunggunya dengan cemas di atas ranjang kamar tidurnya. Dia harus memastikan sendiri bahwa belahan jiwanya tetap aman dan utuh di dalam jangkauan dekapannya.
---