NovelToon NovelToon
Rahasia Dua Tubuh

Rahasia Dua Tubuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:824
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

Bagaimana rasanya terbangun di pagi hari dan mendapati dirimu memiliki dua kehidupan yang sepenuhnya berbeda?
Selama ini, hidup 'Bara' adalah sebuah komedi pahit. Bertubuh gemuk, pendek, dan selalu dilingkupi rasa tidak percaya diri, ia menjadi sosok tak kasat mata yang selalu diremehkan di lingkungan sosialnya. "Aku ini siapa?" menjadi pertanyaan retoris yang terus menghantui hari-harinya di kamar yang berantakan.
Namun, takdir memainkan lelucon yang teramat gila.

Tanpa ada penjelasan ilmiah maupun magis, Bara mendadak terbangun dengan dua tubuh yang terhubung pada satu jiwa yang sama.

Saat tubuh aslinya tertidur, kesadarannya berpindah ke tubuh seorang pria lain: sosok yang sempurna, tinggi, tampan, atletis, dan berbalut setelan jas mewah dengan latar belakang gemerlap kota metropolitan. Di satu sisi, ia adalah pria malang yang terpinggirkan; di sisi lain, ia adalah pangeran sempurna yang dipuja semua orang.

"ketika takdir memberikan mu dua tubuh, mana yg akan kamu pilih?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana untuk Festival

Para siswa siswi melihat beberapa siswa berkumpul di tengah lapangan pandangan mereka langsung tertuju pada kedua pemuda yang sedang melakukan push up.

"ehh mel itu kan si Bara sama Zian, mereka ngapain dah push up begitu?" tanya Bella

"ya gue mana ngerti bel, udah yuk samperin aja" ucap Melani

Akhirnya Melani dan teman-temannya Bella, cindy, dan Ani menghampiri ke tengah lapangan.

hitungan push up sudah mulai menyentuh angka 200 tinggal beberapa lagi.

"kalian berdua semngat dong tinggal beberapa kali lagi nih" ucap Arif yang tengah menghitung total push up Bara dan Zian

"197.."

"198.."

"199.."

"200.."

"udah berhenti, udah 200 nih" ucap Arif lagi

"yauda sekarang sit up, Lo itu yang bener Rif jangan sampe kelewat" ucap Zian memperingatkan Arif

"iyaa iyaa bawel lu ahh" jawab Arif

Bara hanya terdiam ia memilih mengikuti permainan Zian. Tak lama rombongan Melani dan teman-temannya sampai di tengah lapangan.

"Zian Bara" panggil Melani

"kalian berdua ngapain si pake push up segala, emang ada yang ngehukum kalian?"

mendengar pertanyaan Melani, vannesa langsung menyambar menjawab pertanyaan Melani.

"tuh cowok-cowok lagi rebutan lu tau ga" jawab vannesa

"HAH?! Rebutan gue?" ucap Melani yang kaget mendengar jawaban dari vannesa.

"iyaa nih mel gatau tuh Bara sama Zian pake acara taruhan segala" timpal Arif

melihat perkataan yang keluar dari mulut Arif membuat Zian panik karna ia tau jika Melani sampai mengetahui taruhan antara dirinya dan Bara maka Melani akan marah.

'bangsat si Arif malah comber tuh mulutnya' gumam Zian dalam hati

'bisa mati gue kalo Melani marah, bisa-bisa dia ilfeel nih'

Melani yang mendengar jawaban dari Arif seketika ekspresi berubah menjadi marah, wajah nya merah padam, tatapan nya tertuju pada kedua pria yang tengah mengatur nafas sehabis push up 200x.

"ZIANN BARAA!" teriak Melani

"kalian tuh apa apaan si pake taruhan segala?"

"gue ga suka yaa jadi bahan taruhan kalian berdua, stop ga ngelakuin hal yang gaperlu kek gini" ucap Melani yang marah pada Bara dan Zian

Bara yang sedari tadi terdiam kali ini mulai berbicara.

"Mel sorry, gue ga bermaksud buat jadiin Lo bahan taruhan" jawab Bara. "gue cuman terima tantangan Zian aja dan kalo gue menang Zian ga bakal ganggu gue lagi" sambung Bara

Zian yang mengetahui jawaban Bara ekspresi seketika berubah, ia kaget karna dia ternyata selama ini salah paham dengan Bara. Ia menganggap Bara akan berusaha bersaing dengan nya untuk mendapatkan Melani.

'ternyata gue salah sangka ternyata bara sama sekali ga berniat buat bersaing sama gue buat dapetin melani'

Susana menjadi tegang Melani marah, Zian panik melihat Melani marah, Bara berusaha tenang dan menguasai keadaan. Namun dari kejauhan sosok Victor mengamati beberapa murid yang berkumpul di tengah lapangan.

'ho.. Menarik Zian vs Bara'

Beberapa detik kemudian pak Budi berjalan dari arah ruang guru menghampiri para siswa yang berkumpul di tengah lapangan tersebut.

"heiii kalian, ngapain disana?, ayoo balik ke kelas, setelah ini bel pulang akan segera bunyi!" teriak pak Budi

Teriakan pak Budi memecah keheningan suasana diantara para murid yang tengah berkumpul tersebut.

"ehh iyaa pak kita mau balik kok ini" saut Zian

"Mel Lo jangan marah ini cuman salah paham aja, nanti sepulang sekolah gue jelasin semua ke Lo yaa" ucap Zian

melihat tatapan Zian, Melani hanya bisa menghela nafas panjang kemudian ia berbalik badan dan pergi meninggalkan lapangan.

"balik guys, kita prepare buat pulang"ucap Melani

Kemudian teman-temannya mengikuti nya dari belakang. dan akhirnya semua orang yg berkumpul tadi ikut membubarkan diri mereka kecuali Bara dan Zian.

"gimana? Mau di lanjut lain hari aja?" tanya Bara

"nggak!" jawab Zian

"sorry gue salah paham sama Lo, gue anggap taruhan kita selesai, gue ga bakal ganggu Lo lagi" sambung Zian

Zian berbalik berjalan menuju kelas sedangkan bara masih berdiri melihat punggung Zian yang mulai menjauh darinya.

'baguslah setidaknya gue gaada musuh di kelas' gumam bara

Bara pun memutuskan untuk mengikuti teman-temannya kembali menuju kelas namun saya hendak menuju kembali ke kelas langkah bara terhenti.

Di hadapannya sekarang sudah berdiri Victor ketua dari tech warriors.

"seru juga tadi gue liat lo lawan Zian" ucap Victor

Bara yang melihat Victor berusaha menghindar dari hadapan Victor.

"bukan urusan lo" jawab Bara

Kemudian ia melangkah melewati Victor saat ia berjalan melewati Victor bahu mereka bersenggolan membuat tubuh victor sedikit bergeser mundur satu langkah.

Victor hanya terdiam tapi ia tersenyum tipis melihat punggung Bara yang mulai menjauh.

"KRINGGGG KRINGGGG!!"

Bel pulang pun berbunyi. Para murid berhamburan keluar kelas menuju gerbang sekolah, satu per satu teman-temannya bara mulai meninggalkan kelas.

"bar duluan yakk" ucap Toni pada Bara

"iyaa ton hati-hati Lo" jawab Bara

Bara menyusuri koridor kelas yang sudah sepi. Semua murid sudah meninggal kelas secara bersamaan namun ketika ia berjalan ia tak sengaja mendengar seseorang tengah bernyanyi di dalam sebuah ruangan kelas. Suaranya bergema.

'anjirrr siapa tuh yang nyanyi?, kerenn juga suaranya' gumam Bara

Bara pun melangkahkan mendekati sumber suara hingga langkahnya terhenti di sebuah kelas kosong. Kelas itu milik anak-anak musik.

Bara mengintip dari jendela kelas, ia melihat seseorang tengah melafalkan rap dengan sangat terstruktur rapi.

'gilaa siapa tuh!?, ngerap nya jago bener' gumam bara dalam hati

'anjirr itu kan si Udin'

kemudian Bara mulai berani lebih dekat hingga ia membuka pintu kelas. Lalu saat pintu kelas itu terbuka suara Udin pun ikut berhenti.

"prokk prokk prokk" suara tepuk tangan

Bara memberikan tepuk tangan untuk rap Udin yang baru saja ia dengar.

"gilaa Din kelaszz banget rap Lo tadi" puji Bara

"e-eh Lo bar, kok Lo bisa ada disini?" tanya Udin yang bingung melihat Bara berdiri di ambang pintu.

"gue ga sengaja lewat dan gue denger suara orang nyanyi" ucap Bara

"dan pas gue samperin ternyata itu Lo" sambung Bara

"a-ah itu yaa..."

"gue lagi iseng aja sih, tadi gue tulis lirik lagu dan gue cuman iseng buat coba nyanyiin" jawab Udin

Bara melangkah mendekat ke meja dimana Udin berdiri. Tangan nya langsung menyambar kertas yang tergeletak diatas meja.

Bara diam sejenak lalu membaca tulisan di selembar kertas tersebut.

"din, ini Lo nulis sendiri?" tanya Bara

"ehh bar jangan di liat", ucap udin sambil menarik kertas yang saat ini di pegang oleh Bara.

Udin lantas buru-buru untuk menyembunyikan kertas tersebut.

"gue malu bar jangan di liatin" ucap udin

"din bentar gue mau liat lagi"

"i-itu kerenn banget dinn" ucap Bara sambil mengacungkan dua jari jempol nya.

"apanya yg keren?, ini mah jelek bar" jawab Udin cepat

melihat jawaban Udin, bara tau bahwa Udin merasa tidak percaya diri.

"din dengerin gue, itu lirik yg Lo tulis beneran keren tau"

"coba deh lo try lagi ngerap Lo yang tadi, dan coba gue yang nyanyi sebelum Lo masuk ke bagian rap" ucap Bara

Udin yang mendengar perkataan Bara pun terkejut karna selama ini tidak ada yang memuji dirinya tentang karya yang ia ciptakan. Tak hanya itu Udin jug merasa insecure dengan bentuk tubuh nya yang gendut itu. Ia sering kali mendapatkan cacian dari orang-orang di sekitarnya.

"engga deh bar gue malu, toh ini gue cuman iseng aja kok" ucap udin

"yeee elu itu cuman kagak pede din, coba deh sekarang kita try bareng-bareng"

"gue yg nyanyi Lo yg ngerap" ucap Bara yang berusaha meyakinkan Udin

"l-lo yakin bar mau coba?" tanya Udin

"yakin gue, sini kertas nya ajarin gue gimana tadi nada nya"

Udin akhirnya menjelaskan pada Bara tentang lirik yang ia tulis. Pelan-pelan Bara mulai paham dengan penjelasan Udin.

Beberapa menit kemudian mereka berdua mencoba untuk menyanyikan lirik lagu yang Udin ciptakan.

Udin sempat kaget melihat suara Bara yang ternyata bagus dan saat itu ia tersadar bahwa Bara mampu membuat lirik itu seakan-akan hidup.

'ga nyangka gue ternyata suara Bara bagus juga, lirik yang gue tulis jadi lebih hidup kena suara dia' gumam Udin

Sampai pada akhirnya mereka berdua selesai menyanyikan lagu yang Udin ciptakan itu sampai akhir.

"gila Din kerenn bangett ini mahh" ucap Bara yang sumringah

"gue juga ga nyangka bar ternyata suara Lo bagus banget dan bisa nyatu ama ni lagu" ucap udin

"eh din, gimana kalo kita duet aja yukk, kolaborasi gituu"

"gimana menurut Lo okey nggak?"

"kolaborasi?, emang kita mau tampil dimana bar?, di acar festival tahunan selesai ujian akhir semester besok?" tanya Udin

"sebentar din, Lo bilang tadi apa?, acara festival?" tanya bara pada Udin karna ia tak mengerti akan acara festival tersebut.

"iya festival, biasanya diadakan selepas ujian akhir semester, Lo gatau yaa?"

"e-engga tau tuh, kan gue siswa pindahan Din"jawab Bara

"iyaa juga sih Lo kan anak baru yaa disini"

"jadi nanti bakal ada festival Din habis UAS?" tanya bara

"biasanya gitu si bar kalo habis uas mah ada acara festival"

"wahh seruu si ini din kalo kita bisa tampil pas festival nanti" ucap Bara

"kagak kagak sembarang aja Lo kalo ngomong, kagak mau gue"jawab Udin yang langsung menolak rencana Bara.

Bara yang mendengar itu berusaha untuk meyakinkan Udin bahwa jika meraka beneran tampil suasana bakal pecah karna lirik yang Udin tulis sangat indah.

"din jangan langsung nolak gitu dong, dengerin gue dulu" ucap Bara

"nih yaa kalo kita latihan terus, dan kita bakal berhasil bawain nih lagu, dan semua orang bakal ngeliat ke arah Lo" sambung Bara

"maksud lo ngeliat ke arah gue apa?" tanya Udin yang bingung

"semua orang bakal ga mandang remeh Lo lagi, semua orang bakal ngeliat bakat lo ini yang terpendam, dan lo gabakal dapet hinaan dan cacian itu lagi" jelas Bara

Udin terdiam untuk beberapa saat pikiran nya berusaha mencerna apa yang barusan Bara katakan.

'apa iya setelah nanti gue tampil semua orang ga bakal bully gue lagi termasuk si Raka?'

Raka adalah salah satu murid dari jurusan musik. Ia cukup tampan dan memiliki suara yang bagus namun dibalik itu semua ia selalu merundung Udin ketika berada di sekolah, bahkan tak sekali dua kali Udin mendapatkan pukulan dari Raka.

"kebanyakan mikir Lo, udah gas aja percaya sama gue" ucap Bara

"oke deh gue mau ikut ajakan Lo" jawab Udin

"berarti kita deal nih yaa!?" kata Bara sambil mengulurkan tangan nya

"deal!"

1
Ilham Rachmatullah
ahaha pika pikaa🤣
Jian Fitriana
jangan lama’ thor update nya 🤭
rey
semangat thor 🔥🔥
RR
halo teman-teman sekalian. tolong bantu berikan ulasan yaa agar saya lebih semangat untuk memberikan tulisan-tulisan terbaik. jangan lupa like nya terimakasih
rey: semangat thor 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!