NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Hidup Mandiri

 Hari ini kami sudah pindah ke rumah kontrakan sederhana milik salah satu sahabat ibuku yang lokasinya tidak jauh, dirumah itu terdapat satu kamar tidur ,ruang tamu, dapur dan juga kamar mandi cukup untuk pasangan suami istri seperti kami.

 Kini yang biasanya kami hanya tinggal makan dirumah ibuku namun sekarang aku harus terbiasa memasak sendiri setiap hari dan membuat bekal untuk Mas Bram.

"Sayang....aku punya kabar bagus untuk kamu!"ucapnya dengan sumringah.

"apa Mas?"."Aku diterima kerja di salah satu perusahaan tv cable sebagai supervisor!"sahutnya dengan semangat memelukku.

"Alhamdulilah akhirnya kamu dapet kerja juga...!"seruku berlonjak kesenangan.

"Iya...gajinya juga besar dan aku enggak harus narik ojol lagi!"ucapnya lagi.

"Semangat sayang...semoga kamu betah di tempat baru dan sukses"ucapku.

"akhirnya doa doaku terkabul agar Mas Bram mendapat pekerjaan lagi" gumamku dalam hati.

    Beberapa hari kemudian badanku terasa sakit dan kaku,jari jariku terasa perih terkena detergent jika mencuci pakaian menggunakan tangan karena aku tidak terbiasa untuk bekerja.

Semenjak mengontrak semua pekerjaan rumah kulakukan sendiri dari mencuci pakaian,mengepel,menyapu,memasak semua kulakukan sendiri dan terasa sangat melelahkan tapi aku menjalaninya dengan ikhlas dan aku juga tidak mau saat pulang nanti mas Bram tidak nyaman dengan rumah yang masih kotor atau ada cucian yang menumpuk karena aku yang tidak mau membersihkan.

"Assalamualaikum...!"terlihat Mas Bram yang baru saja pulang memasukkan motornya ke dalam rumah dan mengunci pintu.

"waalaikumussalam".

Aku yang sedang merasa kelelahan dan tidak bisa bangun dari tempat tidur sedari tadi hanya menjawab salamnya dari dalam kamar .

"Vay...kamu kenapa..sakit..tumben di kamar aja aku pulang?"tanyanya menghampiriku.

"iya mas badanku terasa kaku dan sakit,sepertinya karena belum terbiasa mencuci baju pakai tangan jadinya begini!"sahutku pelan.

"Yaudah kamu istirahat aja kalau gitu enggak usah dicuci biar aku loundry aja semua bajunya nanti!"seru Mas Bram.

"kalau loundry bukannya jadi boros mas...kenapa kita enggak beli mesin cuci aja nanti,kayaknya aku enggak sanggup lagi kalau harus cuci pake tangan"seruku merengek padanya.

"Mesin cuci itu mahal sayang...yang ada gajiku habis hanya untuk beli mesin cuci dan keperluan rumah...lagipula bulan ini kita banyak pengeluaran dan juga uang sisa BPJS kamu sudah habis kan".

"Yasudah kamu sabar aja dulu...nanti kita beli kalau sudah ada uang ya!"serunya lagi.

Aku hanya mengangguk pelan dan mencoba untuk bersabar.

Setelah mandi Mas Bram mengambil nasi dan lauk yang sudah kumasak di dapur dan menyantapnya diruang tamu.

Ia sangat mengerti dan memaklumi dengan keadaanku yang masih sakit dan harus beristirahat dikamar.

Keesokan harinya dimana Mas Bram mendapat gaji pertamanya,aku yang sangat bersemangat menunggunya sambil menonton televisi.

Tiba tiba terdengar suara bunyi motornya dari kejauhan,aku segera mengintip dari balik jendela .

"Assalamualaikum..!!",

"Waalaikumussalam ...kamu udah pulang mas?"ucapku sambil mengambil tas kerjanya yang terasa berat.

"Ia pun segera masuk kedalam kamar mandi untuk bersih bersih dan mengganti pakaian.

diruang tamu kami makan bersama dengan lauk apa kadarnya.

"Mas hari ini gajian dong!"seruku dengan sumringah.

"hmm...!"

"Uang gajiannya mana ?"tanyaku menadahkan tangan meminta jatah untuk kebutuhan rumah padanya .

"aku yg saja yang pegang,aku belum service motor ganti oli dan juga aku harus punya pegangan kalau dijalan khawatir aku kenapa kenapa apalagi tempat kerjaku jauh dari sini,kamu aku kasih untuk jajan saja tiap harinya!"serunya.

Mendengar itu aku hanya menurut,ku pikir mungkin Mas Bram lebih baik mengatur keuangan.

Pagi ini aku diberikan uang darinya untuk berbelanja di warung,Mas Bram yang sudah mandi dan bersiap siap akan berangkat menunggu ku diluar untuk kubawakan bekal .

"Ini untuk jajanmu hari ini!"serunya memberikan aku selembar uang sepuluh ribuan.

"kita harus berhemat,pengeluaran bulan ini cukup banyak jadi kamu harus bersyukur aku kasih segitu!"serunya .

"yaudah mas gak papa!"sahutku mengantongi uang sepuluh ribu itu ke saku celanaku.

Ia pun segera pergi meninggalkanku dengan motor maticnya setelah itu aku segera mencuci pakaian dan merapikan rumah seperti biasanya .

Cuaca matahari yang semakin terik membuatku ingin sekali meneguk es karena kami belum memiliki lemari es akupun keluar rumah untuk membeli minuman segar di dekat kontrakan dan juga beberapa cemilan untuk ku makan dirumah .

Tok..Tokk!!

Sebuah suara mengejutkanku saat aku sedang bersantai sambil menonton televisi.

Kubuka pintu dan tampak Pak RT datang membawa catatan buku bersama rekannya .

"assalamualaikum ..mbak ,kami kesini mau menagih uang iuran bulanan RT!"ucap mereka dengan sopan kepadaku .

"Berapa pak bulanannya?".

"10 ribu saja mbak...!"."duh...aku tidak memegang uang sama sekali..uang yang dikasih untuk jajan dari mas Bram sudah kupakai tadi".gumamku dalam hati.

"maaf pak RT,besok apa bisa soalnya suami saya lagi bekerja!"ucapku merasa tidak enak kepada mereka.

"Owh baik kalau begitu besok kami kesini lagi!".ucap mereka meninggalkan rumah.

"Ya Allah untuk uang 10 rb saja aku tidak punya...nanti malam aku harus bicarakan dengan mas Bram,aku malu kalau tidak ada uang saat ada tagihan dadakan atau ada apa apa sedangkan aku yang dirumah"ucapku pelan.

Sore ini mas Bram pulang lebih cepat dari biasanya,aku menunggunya berganti pakaian dan beristirahat .

"gimana kerjaan kamu mas!"tanyaku pelan membuka obrolan.

"lumayan...tadi salesku berjualan lumayan ,mudah mudahan akhir bulan bisa capai target agar posisiku aman "sahutnya sambil menyuap nasi kedalam mulutnya.

"Mas..tadi pak RT kesini nagih uang bulanan kita kan sudah tinggal di lingkungan sini jadi wajib bayar setiap bulannya 10 rb tapi aku enggak pegang uang aku malu mas masa uang segitu aku sampe enggak ada!"ucapku berbicara dengan hati hati.

"suruh aja balik lagi nanti gitu..!".sahutnya dengan cuek.

"bukan begitu mas...setidaknya aku pegang uang kalau ada apa apa jadi kan enggak nunggu mas dulu ".

Mas Bram hanya terdiam tanpa berbicara kepadaku dan masuk kedalam kamar untuk tidur,aku yang melihatnya seperti itu hanya bisa bersabar."mungkin dia sedang lelah".gumamku pelan.

"besok aku kasih uang untuk pak RT dan uang jajanmu seperti biasanya,kamu tau kan kita ini banyak pengeluaran jadi kamu harusnya mengerti jangan kebanyakan ngeluh ini itu,aku tuh pusing tau gak!"ucapnya memelukku.

"iya mas...!".sahutku datar.

***

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!