Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.
Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Pekerjaan tetap Pekerjaan. Pagi ini Dominic ada meeting penting pagi ini yang tidak bisa di tunda. Selama ini Dominic gila kerja, tapi pagi ini ia sangat marah kenapa harus ada meeting di dunia ini.
Padahal dirinya sedang dalam pengantin baru. Jeremy si sialan itu memang tidak bisa di harapkan.
Setelah sarapan, Dominic langsung menuju ke kantor bersama Jeremy. Begitu pula dengan Dante.
Tapi Biangca dan si kembar masih tetap tinggal di rumah Dominic. Ia masih mau melepaskan kerinduan nya bersama Isabella sahabat nya.
Kalau Adrian sudah pergi ke sekolah bersama Dante tadi. Tapi habis pulang sekolah ia akan kembali lagi ke sini.
"Mereka lucu banget Bi" Gemes Isabella. Terutama melihat si Alexa cantik. Pipinya yang tembem membuat Isabella ingin memakan nya.
"Tentu saja anak ku sangat menggemaskan, ini hasil keringat kami setiap malam untuk menghasilkan bayi yang menggemaskan." Jawab Biangca dengan bangga.
"Tapi omong-omong, kamu selama ini tinggal dimana Sa. Kamu bersembunyi nya rapi banget. Suamiku bahkan menginap satu tahun untuk menjaga suami mu yang hampir gila waktu itu" Jelas Biangca masih ingat bagaimana suaminya harus terpaksa tinggal disini untuk menjaga Dominic.
Bahkan Dante yang menghandel perusahaan Dominic. Suaminya pulang ke rumah hanya ketika ia rindu dengan nya dan juga Adrian.
Isabella jadi terdiam mendengar ceritanya Biangca. Ia jadi berpikir, apa Dominic semenderita itu saat kepergian nya atau mungkin lebih parah.
Tapi ia juga waktu itu tidak bisa berpikir kemana mana selain menjauh dari hidupnya Dominic.
"Aku tinggal di Asterrar Bi" jawab Isabella sambil memangku si Alex yang kalem.
"Tapi kenapa Dominic gak bisa menemukan kamu?" Asterrar adalah desa yang indah. Tempat wisata yang banyak di kunjungi oleh para turis atau wisatawan.
"Aku tinggal di desa paling terpencil nya. Jalan juga belum bisa di akses kendaraan sepenuhnya." Biangca mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
Waktu Isabella kabur, anak buah Dominic sebenarnya sudah bergerak. Tapi waktu itu juga saat ia tergesa gesa berlari, tanpa sadar Isabella tidak melihat mobil. Untung saja mobil itu sampai tidak menabrak Isabella.
Mereka adalah Aaron dan Shopia. Sepasang lansia.
Kenapa kepergiannya tidak terdeteksi, karena pas kejadiannya, tidak ada cctv di sekitarnya. Sedangkan Dominic fokus ke bandara, terminal atau transportasi lainya.
"Tapi aku senang kamu sudah kembali balik lagi kesini Sa. Tidak menyangka lagi kalau kamu melahirkan anak Dominic." Ucap Biangca tertawa lucu.
"Aku pun tidak menyangka aku kembali kesini. Dan sudah menjadi seorang istri."
"Tidak apa-apa Sa, terima saja nasib baik mu menjadi istri dari seorang konglomerat." Tawa biangca lagi.
"Aku akan mencoba nya" jawab Isabella dengan tersenyum.
Sepanjang hari itu, Biangca dan Isabella menghabiskan waktu bersama. Kalau Damian masih sibuk dengan pencarian nya tentang apa hubungannya tanda merah di leher sama di gigit nyamuk di tambah pembuatan bayi.
Adrian telah pulang di antar oleh sopir nya. Sedangkan Biangca dan Isabella bersama si kembar sedang berada di taman belakang belakang hanya untuk sekedar menikmati waktu sore.
"Tuan Muda Adrian" Sapa Elena yang melihat kedatangan Adrian.
"Elena, dimana Mommy?" tanya Adrian heran. Karena ia sama sekali tidak melihat mereka.
"Ibu Anda berada di taman belakang Tuan Muda, bersama dengan Nyonya Isabella dan si kembar"
"Ohhh..." mengerti Adrian. "Kalau Damian dimana? aku juga tidak melihatnya" tanya Adrian lanjut.
"Tuan Muda Damian berada di perpustakaan seharian ini Tuan muda" Jawab Elena dengan sopan.
"Tolong antar Tas ku ke kamar Damian. Aku ingin melihat Damian dulu" Adrian langsung menyerahkan tas sekolah nya kepada Elena.
"Baik Tuan muda. Sekalian saya akan mengantar cemilan untuk kalian." Adrian hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Adrian langsung menuju ke perpustakaan.
Adrian yang selama ini tidak mempunyai teman sebaya merasa sangat senang dengan kehadiran Damian. Apalagi Adrian merasa cocok dengan Damian.
Adrian melihat Damian yang sedang fokus membaca. Adrian lebih kaget dengan tumpukan buku yang sudah di baca oleh Damian yang begitu banyak.
Anak itu benar-benar sangat tahan membaca.
"Damian" Panggil Adrian. Ia langsung duduk di samping Damian. Damian tidak menjawab karena ia masih fokus dengan bacaan buku nya. Tapi tentu Damian tahu bahwa Adrian datang.
"Damian, kamu membaca buku sebanyak ini untuk apa?" Tentu Adrian merasa heran.
"Hmm...aku masih belum menemukan jawaban yang kamu katakan kemarin." Jawab Damian tanpa melihat ke arah lawan bicara.
Adrian mengerti dengan mengangguk-anggukan kepalanya.
"Sebentar lagi akan mau pulang. Ayo kita bermain dulu."
"Bermain apa?" Barulah Damian melihat ke arah lawan bicara nya.
Sejenak Adrian berpikir.
"Main bola saja di taman. Mommyku dan yang lainnya sedang di taman. Kita ikut bergabung saja. Kamu jangan terlalu fokus membaca. Kata Elena kamu seharian ini berada di perpustakaan. Jadi ayo bermain dulu" Jelas Adrian.
"Yaudah ayo" Setuju Damian tanpa basa-basi. Pria yang mirip dengan Dominic itu langsung menutup buku nya.
"Tuan Muda, ini cemilan nya" seorang pelayan datang membawakan cemilan atas permintaan Elena tadi.
"Bawa saja ke taman belakang. Kami mau kesana." Ucap Adrian. Ia langsung menarik tangan Damian. Adrian sudah tidak sabar bermain bola bersama dengan Damian.
"Baik Tuan muda." Pelayan itu langsung mengikuti Kedua anak bocah menggemaskan ke taman belakang yang di maksud oleh Adrian.
"Mommy..."Teriak Adrian. Damian langsung mendengus tidak suka. Damian juga segera melepaskan tangan nya yang di gandeng oleh Adrian.
"Adrian sayang" Biangca tersenyum melihat kedatangan putra nya.
Adrian langsung berlari untuk memeluk Biangca.
"Anak Mommy sudah pulang. Sejak kapan kamu Pulang?" Tanya Biangca sambil mencubit pipi Adrian dengan gemas.
Damian juga ikut mendekat, tapi Adrian memilih berhenti di depan si kembar yang berada di stroller bayi untuk menyapa mereka.
"Sudah lama Mom. tapi Adrian melihat Dami dulu yang sedang di perpustakaan tadi." Jawab Adrian dengan semangat. "Halo Aunty Isabella. Selamat sore. Aku dan Damian mau bermain bola. Apa boleh Aunty." Adrian Tentu menyapa Isabella.
"Tentu saja Adrian. Kamu sangat menggemaskan." Senyum Isabella. Anak Biangca sangat aktif dan banyak bicara. Yah tapi kedua orang tua nya juga begitu sihh jadi wajar kalau Adrian terlihat aktif juga.
Beda dengan Damian yang lebih kalem dan dingin.
"Yeyyy....ayo Dami" Senang Adrian. Damian pun hanya tersenyum saja.
"Tolong ambil kan kami bola" pinta Damian kepada salah satu penjaga yang menjaga di sekitar.
Pengawal itu mengerti, dan segera melakukan apa yang di pinta oleh Tuan muda nya.