NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Pengembara

Pendekar Naga Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Tian Shan, pendekar terkuat yang pernah ada, memilih mengorbankan dunia demi satu tujuan—memutar balik waktu.

Ia terlahir kembali di keluarga bangsawan. Namun karena sifatnya yang dianggap aneh dan tubuhnya yang tak mampu berkultivasi, ia dipandang sebagai sampah.

Saat waktunya tiba, ia memilih pergi—bertekad membuktikan dirinya dan membalas segalanya dengan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

Mampukah sang legenda menggapai impiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Sungguh menyedihkan

Tian Shan melangkah masuk kembali ke gerbang Kota Giok saat fajar menyingsing, mewarnai langit dengan semburat merah darah yang selaras dengan bercak keringat dan debu pada jubahnya.

Namun, ada yang berbeda. Tekanan udara di sekitar tubuhnya kini lebih padat, lebih dingin—sebuah pertanda bahwa ia telah menginjakkan kaki di ranah Pendekar Inti.

​Di punggungnya, Kecapi tua itu tampak mengalami perubahan pasca menyerap esensi dari teknik Resonansi Naga.

Kayunya yang semula kusam kini menampakkan urat-urat keemasan redup, dan senarnya mengeluarkan dengungan rendah yang stabil.

Ini bukan lagi sekadar alat musik; ini telah berevolusi menjadi Artefak Perunggu Kuno.

​Saat melewati alun-alun kota yang mulai ramai, langkah Tian Shan terhenti.

Di depan sebuah kediaman mewah yang kini dipasangi segel penyitaan, seorang pemuda terduduk bersimpuh.

Pakaian sutranya robek, wajahnya kotor oleh air mata dan debu. Di hadapannya, dua gundukan tanah segar menandakan tragedi yang baru saja terjadi.

​Pemuda itu, meski terlihat hancur, memancarkan aura Pendekar Inti tahap awal—sama dengan Tian Shan. Namun, energinya kacau, bergejolak antara amarah dan keputusasaan.

​"Pergi! Jangan lihat aku!" teriak pemuda itu saat menyadari kehadiran Tian Shan. Suaranya serak, penuh kebencian pada dunia.

​Tian Shan tidak pergi. Ia justru menurunkan kecapinya, meletakkannya di atas meja batu yang retak di pinggir jalan. Tanpa memandang pemuda itu, jemarinya mulai menari di atas senar.

​TING—

​Nada yang dihasilkan kali ini berbeda. Karena statusnya sebagai artefak Perunggu Kuno, suara kecapi itu memiliki bobot fisik.

Setiap dentuman nada terasa seperti hantaman palu yang mengetuk sanubari.

Tian Shan memainkan melodi yang hampa, melodi tentang kehancuran yang pernah ia saksikan saat membantai alam abadi.

​"Berhenti! Hentikan musik terkutuk itu!" Pemuda itu bangkit, matanya merah. Ia menghantamkan tinjunya ke arah Tian Shan, melepaskan gelombang Qi yang mampu menghancurkan tembok.

​JREEENG!

​Tian Shan memetik satu senar dengan sentakan kuat. Gelombang suara berbentuk cakram perak melesat, menghancurkan serangan pemuda itu di udara sebelum sempat mendekat.

Getaran suara itu bahkan memaksa si pemuda mundur tiga langkah hingga punggungnya menghantam nisan kayu orang tuanya.

​"Kemarahanmu adalah sampah," ucap Tian Shan datar. Suaranya memotong kebisingan pasar. "Kau memiliki kekuatan, tapi jiwamu bahkan lebih rapuh dari pengemis yang kuberi koin kemarin."

​"Kau tidak tahu apa-apa!" raung pemuda itu, air matanya jatuh lagi. "Mereka membunuh ayah dan ibuku hanya karena sebuah gulungan rahasia! Mereka mengkhianati keluarga kami! Aku ... aku sendirian!"

​Tian Shan menatap pemuda itu dengan mata perak yang tidak menunjukkan simpati sedikit pun. "Semua orang sendirian pada akhirnya. Jika aku jadi kau, aku rela membantai seluruh dunia fana hanya untuk sebuah peluang. Sedangkan kau ... kehilangan dua nyawa dan merasa duniamu berakhir? Betapa piciknya."

​Pemuda itu tertegun. Tekanan aura dari kecapi Perunggu Kuno milik Tian Shan mulai menyelimuti area itu, menciptakan isolasi suara yang membuat orang-orang di pasar tidak bisa mendengar percakapan mereka.

​"Siapa kau?" bisik pemuda itu, merasakan kengerian yang mendalam dari sosok di depannya.

​"Seseorang yang memilih untuk lewat di sini," jawab Tian Shan. Ia memetik nada rendah yang menenangkan, memaksa aliran Qi pemuda itu yang tadinya liar menjadi stabil kembali secara paksa. "Siapa nama pembunuh mereka?"

​"Klan Bai ... pemimpin cabang Kota Giok. Mereka merampas segalanya," jawab pemuda itu dengan gigi terkatup.

​Tian Shan berdiri, menyampirkan kembali kecapi Perunggu Kuno-nya ke punggung. Ia tidak menawarkan kata-kata penghiburan. Bagi Tian Shan, emosi adalah beban, tapi informasi adalah komoditas.

​"Klan Bai memiliki akses ke pelelangan dan sumber daya besar. Aku butuh tempat tinggal sementara dan informasi tentang pergerakan mereka," Tian Shan menatap pemuda itu. "Kau memiliki dendam. Aku memiliki tujuan. Jika kau ingin membalas mereka, berdirilah. Jika kau ingin mati di depan makam ini, maka aku akan memastikan namamu tidak akan diingat siapa pun besok pagi."

​Pemuda itu menatap tangan Tian Shan yang bersih dari noda, lalu menatap nisan orang tuanya.

Perlahan, ia menghapus air matanya. Kekacauan di matanya berganti menjadi fokus yang gelap. Ia berdiri, meski tubuhnya masih gemetar.

​"Namaku Lin Feng," ucapnya dengan suara yang kini lebih berat. "Jika kau bisa membantuku menghancurkan mereka, aku akan memberikan apa pun yang tersisa dari rahasia keluargaku. Termasuk lokasi gudang senjata rahasia klan kami."

​Tian Shan berbalik, mulai melangkah pergi. "Pilihan yang masuk akal. Ikuti aku. Jangan bicara kecuali aku bertanya. Dan jangan pernah berharap aku akan melindungimu saat kau dalam bahaya."

​Lin Feng mengikuti di belakang, menatap punggung pemuda berambut putih yang membawa instrumen musik mematikan itu.

Di Kota Giok yang penuh intrik ini, sebuah aliansi yang lahir dari kedinginan dan dendam baru saja terbentuk.

Tian Shan tidak peduli pada Lin Feng, tapi ia tahu, untuk mengguncang klan lumayan karena memiliki beberapa pendekar ranah ke 3, ia butuh bidak yang memiliki motif yang kuat.

​Langkah kaki mereka bergema di jalanan batu, menandakan bahwa kedamaian palsu di Kota Giok tidak akan bertahan lama.

1
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aisyah Suyuti
bagus
Nanik S
NEXT 💪💪💪
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Mengenang mas lalu Lewat Kua
✞👁️👁️✞
lanjit thor💪
Nanik S
Satu satunya orang yang tidak dibunuh oleh Tian Shan di Alam Abadi
✞👁️👁️✞
/Pray/
✞👁️👁️✞
pecahan jiwa
✞👁️👁️✞
lanjut💪
Nanik S
cuuuuuuust👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor🙏🙏
Nanik S
Bai Yaoju bukankah dulu kekasih Tian Shan dimasa lalu sebelum rekarnasi
Kenaya: Iya/Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
pendekar tersantuy tian shen🔥
Kenaya: /Ok//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
apa trio Tian akan berkelana bersama?
✞👁️👁️✞
🔥🔥
✞👁️👁️✞
mantap
lanjut thor💪
✞👁️👁️✞
🐬🐬semangat
✞👁️👁️✞
tian shan!! kau pergi tanpa berpamitan😁
Kenaya: ketemu lagi kok nanti/Grievance//Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!