Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
"Akh... Kenyang banget" gumam Alya sembari mengelus perutnya
"Kamu makan kaya gak makan 1 bulan aja" sindir Lisa
"Ish! Makanan mamah terlalu enak jadi aku terus nambah" balas Alya
"Kalo udah kenyang gini, enaknya tidur sore kan mantep" ujar Alya
"Ey jangan tidur. Kan nanti ada tamu yang mau Dateng, masa mau tidur sih" omel mamah Rumi
"Akhh... Aku di kamar aja lah ya, aku ngantuk mah. toh ini kan bukan tamu aku juga" balas Alya
"iya juga. Tapi kan kamu juga harus ketemu sama mereka Al. Nanti setelah tamu Dateng kamu sapa, setelah itu kamu boleh ke kamar" ujar mamah Rumi
"Oke deh" setuju Alya
"Kalo aku mah?" tanya Lisa
"Kalo kakak beda, Kakak harus barang sama mamah papah sampe tamunya pulang" jawab mamah Rumi
"Akh kenapa?" protes Lisa
"Nanti juga kakak pasti tau" balas singkat mamah Rumi
Lisa hanya diam dengan perasan campur aduk, entah apa yang akan terjadi nanti membuat hatinya tidak tenang.
Lisa dan Alya pun membantu mamah Rumi membereskan meja makan dan dapur, setelah itu mereka menuju ke ruang tamu untuk membersihkan barang - barang yang ada di ruang tamu agar lebih bersih.
"Siapa sih yang mau Dateng? Ko mamah ekstra bersih - bersihnya" gerutu Lisa
"Mungkin calon besannya kak" kekeh Alya
"Ey gak mungkin lah. Kan kakak masih kuliah, kerja juga belum masa langsung nikah" balas Lisa
"Iya juga sih" ucap Alya tidak ingin membuat Lisa curiga lebih lanjut.
30 Menit Mereka Berdua Membereskan Ruang Tamu
Lisa yang kembali ke dapur untuk membantu mamah Rumi, sedangkan Alya dengan alasan ada tugas dari sekolah dia kembali ke kamar untuk tidur karena sudah kelelahan.
Jam 8 Malam
Lisa yang sudah siap dengan baju yang di berikan mamah Rumi, Dress yang sangat cantik namun tidak terlalu Glamor membuat Lisa terlihat lebih muda dan lebih cantik.
"Perasaan gue gak enak nih" gerutu Lisa
"Kak udah siap?" tanya mamah Rumi, tiba - tiba muncul
"Udah mah. Mah sebenernya ini ada apa sih? Aku masih bingung" tanya balik Lisa dengan nada suara bingung
"Nanti papah yang akan jelasin sama kakak, nanti juga kakak pasti ngerti" jawab ambigu mamah Rumi
Membuat Lisa semakin penasaran dan gugup.
"Kita keluar sekarang ya, tamu nya udah di jalan sebentar lagi sampe" ajak mamah Rumi
Lisa pun mengangguk dan keluar dari dalam kamar.
"Adek kamu masih belum kerjain tugas juga?" tanya mamah Rumi
"Aku gak tau mah. aku belum ke kamar Al lagi" jawab Lisa
"Yaudah sekalian kita ajak Al turun juga" ucap mamah Rumi
Lisa hanya mengangguk.
Tok!
"Dek ngerjain tugasnya udah selesai belum?" tanya mamah Rumi dari luar kamar
Walupun Lisa dan Alya adalah anak dari mamah Rumi, mamah Rumi masih menghargai area privasi anak - anak mereka dan jadi dia tidak sembarangan masuk ke dalam kamar anaknya karena mereka sudah dewasa.
Tadi saat Lisa ada di kamar, mamah Rumi langsung masuk karena pintu kamar Lisa terbuka jadi mamah Rumi bisa melihat Lisa sedang apa di dalam kamar nya.
"Gak ada jawaban mah, apa Al ketiduran kali" ucap Lisa
"Kita cek aja ya. Dek mamah masuk ya" balas mamah Rumi
Cklek
Saat pintu terbuka, tidak ada Alya yang sedang duduk di depan komputer mengerjakan tugas, namun mereka melihat Alya yang sedang tidur dengan pulas di ranjangnya dengan masker penutup mata membuat tidurnya semakin lelap.
"Pantesan gak nyau tidur mah" ucap Lisa
"Anak ini, dia malah tidur" ujar mamah Rumi
Mereka berdua langsung berjalan mendekati ranjang Alya.
"Adek bangun" ucap mamah Rumi
Namun terlihat tidak ada pergerakan dari Alya yang sedang tidur pulas ini.
"Dek bangun" ucap mamah Rumi lagi sembari menggoyangkan tubuh Alya
Ugh...
Lenguh Alya
"Bangun dek.. Kenapa tidur? Bukanya tadi mau bikin tugas sekolah?" tanya mamah Rumi
Ugh...
"tugasnya udah di kerjain mah, terus aku ketiduran deh. Maaf ya" ucap Alya masih di alam tidurnya.
"Yaudah kalo gitu bangun. takutnya tamunya udah Dateng" ujar mamah Rumi
"Kenapa aku harus ikut juga sih mah, kan ini tamu Kakak" ucap Alya
"Ya walupun ini tamu buat kakak, kamu juga harus ikut ketemu sama mereka. Ayo dek, bajunya udah mamah siapin itu ayo" perintah mamah Rumi
Alya pun bangun dengan malas, sedangkan Lisa bingung dengan ucapan Alya dan ibunya jika tamu ini khusus untuk dirinya.
"Ada apa sih ini? apa bener kata Alya gue mau di jodohin?" bingung Lisa
1 jam kemudian
Andreas sudah pulang dan sudah bersiap, Alya pun sama.
Mereka berempat sudah menunggu di ruang tamu, menunggu tamu kehormatan yang akan datang ke rumah mereka.
"Ayah dimsum aku mana?" tanya Alya yang sudah menitipkan dimsum kesukaan kepada sang ayah.
"Ada itu di dapur. Tapi makanya nanti kalo tamunya udah pulang" jawab Andreas
"Oke oke" balas Alya
Saat mereka sedang berbincang dan kadang tertawa tiba - tiba bel berbunyi
Ting! Tong!
"Itu udah Dateng pah" ujar mamah Rumi
Papah Andreas pun mengangguk dan langsung menuju pintu utama untuk membukakan pintu.
"Selamat datang, tuan Vincent... Silahkan masuk, jangan sungkan" ucap papah Andreas dengan ramah
"Terima kasih Andreas. Maaf kamu terlambat. hari ini jalanan cukup padat. Semoga tidak merepotkan" balas tuan Vincent dengan ramah
"Tidak sama sekali tuan. kamu justru senang bisa menyambut" ucap mamah Rumi
Keluarga tuan Vincent pun masuk ke dalam rumah, tuan Vincent datang bersama anaknya Niko, dan nyonya Vivi.
Mereka langsung duduk di sofa berhadapan dengan Tempat duduk keluarga Lisa, Lisa yang duduk berhadapan dengan Niko merasa gugup.
Beberapa menit mereka berbincang santai sembari memakan hidangan yang sudah di siapkan mamah Rumi.
Niko duduk di tengah kedua orang tuanya, dia sesekali melirik ke arah Lisa tuan Vincent yang melihat anaknya terus menerus melirik ke arah Lisa berdehem pelan dan membuat Niko salah tingkah
"Andreas... Sebenarnya tujuan kami datang hari ini ingin menyampaikan niat baik" ucap tuan Vincent
Papah Andreas mengangguk
"Dengan segala hormat. Saya dan keluarga ingin melamar Lisa untuk anak kami, Niko" lanjut tuan Vincent
Suasana hening seketika, Lisa menunduk jemarinya saling menggenggam.
"Lisa, kamu dengar apa ayang di ucapkan tuan Vincent?" tanya mamah Rumi sembari menatap Lisa dengan lembut
Lisa hanya diam, tidak membuka mulut sedikit pun
Papah yang mengerti kegundahan anak pertamanya itu langsung berbicara, gara dia tidak merasa ini menjadi beban.
"Tuan Vincent, ini suatu kehormatan bagi kami, namun saya dan istri saya sebagai orangtua dari Lisa, tidak akan mengambil keputusan apapun, keputusan hanya ada di tangan Lisa" ujar papah Andreas
"Saya tentu mengerti dengan hal itu, karena ini kebahagiaan mereka jadi mereka lah yang harus memutuskan nya. Jadi bagaimana, Lisa? Tak perlu terburu buru.." ucap tuan Vincent.
Lisa masih terdiam, tangannya saling menggenggam ia tidak langsung menjawab, justru melirik ke arah Alya duduk di samping mamah Rumi.
dsr ppb.....🤮🤮🤮
tapi kayaknya aku bakalan nabung bab nya soalnya kalo baca per update nya kan cuma 1bab jadi mendingan di tabung bab nya. makasih thor aku suka ceritanya, sehat selalu ya author yang baik. ❤❤❤
s neng blm sdar sm kkuatannya sndri....pdhl,slain jd holang kaya dia jg jd sakti mndragunawati.....🤣🤣🤣
kl holang kaya mh gt ya....pas dngr btuh apa,sat set beli....tau2 udh nmpuk aja....tp indah bruntung bgt ktmu alya,jd dia bs bbas dr kluarga gila...trs prgi jauh....