NovelToon NovelToon
Tak Ada Lagi Kesempatan

Tak Ada Lagi Kesempatan

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alrumi

"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."

Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.

Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.

Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.

Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.


Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Alasan

"Oh gitu ya." ucap Claudia.

"Hem... iya." ucap Rijal.

Mereka pun berbicara sudah lebih dari satu jam. Banyak hal yang mereka bicarakan kala itu. Dari hal biasa sampai hal random pun mereka bicarakan.

Sampai tak terasa jam sudah menunjukkan tepat jam 7 pagi. Itu artinya mereka berbicara sudah 2 jam.

Claudia yang merasa bosan pun mulai mencari alasan untuk mengakhiri telpon yang berlangsung ini.

Dari tanya hal tentang kesibukan lagi sampai pada akhirnya ada momen yang membuat telpon itu berhenti.

"Em... udah jam 7 loh ini, kamu nggak mau lakuin kesibukan kamu?" ucap Claudia berhati-hati dalam berucap tak kala ia memberitahu Rijal akan waktu saat ini dan tak lupa bertanya juga pada Rijal.

Kenapa Claudia berhati-hati akan ucapan nya, karena ia tak mau membuat Rijal terbawa suasana, hingga akhirnya ia akan merasa tersinggung dengan ucapan dari dirinya.

Sehingga kata-kata pun harus Claudia jaga agar hal itu tak terjadi.

"Em... nanti aja, lagian belum sibuk kok aku. Kamu mau kemana emangnya?" ucap Rijal yang mulai curiga dengan ucapan Claudia barusan.

"Aku... aku... mau keluar kamar sih, udah jam 7 kaya gini. Nggak ada pembicaraan lagi kan?" ucap Claudia yang awalnya ragu untuk berkata jujur, namun karena dia juga udah bosan mengobrol, pada akhirnya ia pun mengucapkan rasa bosannya itu.

"Kenapa nggak bilang dari tadi kalau mau keluar." ucap Rijal.

"Hehehe... nggak enak aja bilangnya. Udah dulu ya, aku mau keluar dulu." ucap Claudia.

"Hem... ya udah keluar aja." ucap Rijal.

"Aku matiin telponnya ya, dah... assalamualaikum." ucap Claudia.

"Iya, dah juga. Wa'alaikumsalam." ucap Rijal.

Setelah itu, Claudia pun langsung mematikan telpon itu. Sebelum ia mematikan data handphone milik nya. Terlihat di notif atas, tertulis sedang mengetik. Itu artinya Rijal sedang mengetik pesan untuk Claudia.

"Data handphone nya matiin." inilah chat yang di kirim oleh Rijal untuk Claudia setelah beberapa detik Claudia mematikan telpon yang berlangsung barusan.

"Iya ini juga mau di matiin kok." jawaban chat yang Claudia kirim.

"Ya udah sok matiin." jawaban cepat yang dikirim Rijal untuk Claudia.

"Hem... iya, iya." jawaban dari Claudia.

Claudia pun mulai ingin mematikan data handphone nya, namun ia kembali melihat notif dari Rijal.

"Katanya mau di matiin datanya, ini kok masih aktif sih." jawaban yang terlihat oleh Claudia.

Claudia sudah melihat notif itu, tetapi ia tak menjawabnya. Melainkan langsung mematikan data handphone milik nya.

"Ck... menyebalkan sih, kok bisa ya ada orang ngatur-ngatur. Mau dimatiin atau pun nggak juga kan suka-suka aku. Ck... sudahlah daripada terus ngomel-ngomel kaya gini mending keluar aja dari kamar, terus handphone aku carjer deh. Mana udah sisa 5% lagi batrei nya. Lebih baik aku carjer dulu aja." ucap Claudia di dalam hatinya ketika ia telah mematikan data Handphone miliknya.

Sementara Rijal sendiri tak beda jauh dengan Claudia ia pun berkata di dalam hatinya.

"Ck... kenapa harus diingetin waktu sih. Nggak tau apa masih mau telpon. Ini malah di matiin. Hem... sabar Rijal sabar, dia itu target lo selanjutnya." ucap Rijal di dalam hatinya.

Kemudian Rijal pun mulai pergi ke aplikasi putih, di sana ia scroll-scroll postingan yang terlihat dalam beranda aplikasi putih.

Dua jam berlalu, ia pun mulai bosan. Hingga akhirnya ia beralih ke aplikasi game. Di sana ia terus bermain game.

Sampai tak terasa waktu sudah jam satu siang.

Ia pun mulai mengecek notif lagi di aplikasi yang telah ia kirim pesan untuk Claudia tadi.

Namun yang ia lihat, belum ada jawaban dari Claudia untuknya. Bahkan notif aktifnya pun masih di jam tujuh.

"Ck... kemana sih, kok belum aktif juga. Padahal kan udah jam 1, ini malah belum aktif." ucap Rijal yang mulai kesal karena chat yang ia kirim tak kunjung ada jawaban.

Setengah jam Rijal menunggu, tapi belum ada notif sama sekali sampai akhirnya ia memutuskan untuk tidur.

Namun sebelum ia tidur, tiba-tiba ada jawaban dari Claudia.

"Udah aku matiin kok tadi datanya." isi chat yang di kirim Claudia sebagai jawaban.

"Hem... kenapa baru aktif?" ucap Rijal yang mulai mengintrogasi Claudia.

"Nggak papa, soalnya baru aku aktifin lagi data Handphone nya. Tadi handphone nya aku carjer dulu, terus nggak aku pegang lagi handphone nya." ucap Claudia menjelaskan.

"Hem... sekarang udah penuh batrei nya?" ucap Rijal.

"Udah, makannya aku jawab chat kamu juga." ucap Claudia.

"Penuhnya kapan?" ucap Rijal.

"Aku lupa jam berapa, kalau nggak salah sekitar jam sepuluh atau jam setengah sebelas deh kayanya." ucap Claudia.

"Kok lama ya?" ucap Rijal yang mulai curiga.

"Nggak tau aku juga, kalau carjer handphone ini suka lama." ucap Claudia.

"Gitu ya, hem... terus kamu kemana waktu handphone kamu di carjer?" ucap Rijal yang penasaran.

"Aku ada di rumah nggak kemana-mana." ucap Claudia.

"Hem... yakin di rumah?" ucap Rijal semakin menunjukan kecurigaan nya.

"Iya beneran, aku sedari tadi di rumah." ucap Claudia jujur.

"Sama siapa di rumah nya?" ucap Rijal.

"Sama mamah, sama saudara, terus sama kakak aku." ucap Claudia.

"Oh gitu, terus sekarang lagi di mana?" ucap Rijal lagi.

"Di kamar, kenapa?" ucap Claudia.

"Aku mau telpon lagi, tapi kalau kamu mau itu juga." ucap Rijal.

"Em... nanti aja ya." ucap Claudia.

"Kenapa nanti? kamu lagi sibuk?" ucap Rijal.

"Em... iya, masih ada saudara aku di luar." ucap Claudia.

"Cowok atau cewek saudara kamunya?" ucap Rijal semakin penasaran.

"Cewek." ucap Claudia.

"Berapa orang?" ucap Rijal.

"Satu, udah dulu ya. Aku mau keluar lagi." ucap Claudia.

"Kamu ini gimana coba, malah mau pergi lagi. Telpon aja, aku mau denger itu beneran ada saudara kamu atau nggak." ucap Rijal yang mulai kepanasan karena rasa curiga nya itu.

"Hem... ya udah, tapi kamu jangan bicara pas telponnya. Dengerin aja." ucap Claudia memberikan syarat terlebih dahulu sebelum ia setuju dengan permintaan Rijal.

"Iya aku nggak akan ngomong. Pengen tau aja." ucap Rijal.

Dalam hati Rijal pun sempat berbicara dalam hatinya.

"Ck... mau coba-coba bohongin aku ya, em... aku nggak akan mempan di bohongi." ucap Rijal yang sudah berpikiran negatif.

Kenapa bilang seperti itu, karena dalam pikiran Rijal. Kini ia berpikiran bahwa Claudia sedang berbohong kepada nya mengenai saudara yang Claudia bilang itu. Ia pikir Claudia sedang mempermainkan diri nya tetapi pada kenyataannya bukan Claudia lah yang mempermainkan Rijal.

Namun Rijal lah yang sedang bermain peran. Sungguh miris bukan, orang yang jujur saja di sangka bohong sama pemain.

Bersambung...

1
falea sezi
MC oon
falea sezi
cewek oon
Rahmat Hidayatullah: jaga bicaramu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!