NovelToon NovelToon
Lilyana

Lilyana

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:130.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Seperti boneka, Lilyana merasa hidupnya diperalat keluarganya untuk kepentingan bisnis. Diminta bertunangan dengan Dave demi bisnis lalu tiba-tiba diminta putus karena tunangannya dituduh berkhianat terhadap perusahaan keluarganya.
Lily merasa inferior karena kelainan jantung bawaan yang dideritanya. Sejak orang tuanya meninggal, ia bersusah payah dengan segala keterbatasannya membangun kepercayaan diri, memperjuangkan cintanya dan membebaskan sengketa warisan dan perebutan kekuasaan di perusahaan keluarganya.
Akankah keberuntungan selalu berpihak padanya? Apakah ia mampu mengembalikan kedamaian dan kejayaan keluarganya? Bagaimana pula akhir kisah cinta segitiganya dengan seorang arsitek yang romantis dan petani sukses yang penuh semangat?

JANGAN LUPA DUKUNG LILY DENGAN LIKE dan VOTE yaa 😍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang dongeng putih salju

Mereka bertiga berjalan melihat-lihat situasi kebun, berdiskusi santai dengan para pekerja dan menggali semua informasi tentang pengelolaan kebun yang dilakukan selama ini termasuk pengelolaan pasca panen. Kebetulan sekali  saat kedatangan mereka  kali ini pohon kopi robusta sedang berbunga. Harumnya segar mirip wangi melati. Kumbang-kumbang berterbangan mengelilingi bunga - bunga kopi yang mulai bermekaran. Lily sempat mengabadikan momen cantik itu dengan memperbesar zoom di kameranya beberapa kali sejak ia tiba di vila ini. Dia tak pernah bosan menghirup wangi bunga-bunga kopi. Wangi yang begitu melenakan. Kumbang - kumbang pun tampak ceria, membantu penyerbukan bunga kopi dengan tulus. Suasana kebun kopi saat ini sangat nyaman serasa di surga.

Dari percakapan itu Lily baru tahu di kebunnya tertanam 2 jenis kopi. Di tempat yang landai dekat vila pohon kopi yang ditanam adalah jenis robusta. Sedangkan di  bukit sebelah utara vila datarannya lebih tinggi, kata pak Kalim ada sekitar 1,5 hektar kebun kopi jenis arabika. Pak Kalim, pak Jajang dan pak Nana yang selama ini mengelola kebun. Mereka tinggal di paviliun vila bersama isterinya yang bertugas sebagai mengurus vila sekaligus membantu di kebun bila dibutuhkan.

“Kopinya enak, mang,” puji Siska ketika pak Nana menyajikan kopi untuk mereka.

“Iya, sengaja kalau buat keluarga non Lily mah dipilihkan dari biji kopi terbaik yang sudah matang

sempurna. Kami olah sendiri secara tradisional.”

Kang Asep manggut-manggut.

“Selama ini panennya dijual kemana mang?”

“Ada juragan pengepul langganan yang datang memetik kopi sendiri di kebun, lalu kita timbang sama-sama dan langsung diangkut pick up. Tidak tahu dijual kemana. Kita hanya beritahu nyonya dapat berapa kilo dan berapa harga pasaran perkilonya lalu pembayarannya langsung ke nyonya. Setelah nyonya meninggal, bayarnya ke rekening non Lily.”

“Jadi dijual dalam bentuk biji basah?”

Para pekerja itu mengangguk.

“Berapa perkilonya?”

“Kalau Robusta 15.000, yang arabika 20.000 perkilonya”

“Murah banget ya.”

“Harga pasarannya memang segitu karena mereka metik sendiri, kang. Tenaga dari mereka. Kita terima bersih. Cuma kadang-kadang pekerja juragan pengepul itu suka serampangan. Barangkali karena kerja borongan, dahan kadang rusak dan biji-biji kopi yang belum matang ikut dipanen juga,” keluh pak Kalim dengan wajah kecewa.

Setelah sekitar sejam ngobrol dengan para pekerja kebun, kang Asep memberikan kesimpulan sementara atas kendala produktivitas kebun keluarga Lily. Pertama, proses pemeliharaannya masih tradisional sekali  hanya

berdasarkan pengetahuan para pekerja tersebut yang didapat keluarga secara turun temurun. Kedua, proses panen yang dilakukan secara serampangan oleh pihak lain cenderung merusak tanaman dan tidak ada proses sortir kualitas kematangan biji kopi. Otomatis kopi dihargai dengan nilai kualitas kopi terendah. Ketiga, tidak ada proses pengolahan pasca panen yang bisa memberi nilai tambah terhadap harga kopi. Padahal bisa saja kopi diolah dulu menjadi roasted been sehingga harganya lebih menjanjikan.

Sip. Lily akan menyampaikan pengetahuan baru ini segera pada papa. Pikiran liarnya penuh dengan rencana-rencana bagaimana merayu papa agar perkebunan ini dihibahkan untuknya. Lumayan. Agrobisnis yang satu ini sejalan dengan bisnis kafe yang dikembangkannya bersama Siska. Pikirannya sudah sedikit terbuka setelah mendengar penjelasan kang Asep tadi. Hal paling penting yang harus diperbaiki agar bisnis ini bisa berkembang, yaitu perbaikan cara pemeliharaan kebun, pengolahan pasca panen, packaging dan branding pemasaran.

Beberapa ide bisnis sudah bercokol di kepalanya. Agrobisnis sepertinya cocok untuknya. Ia tak perlu berhadapan dengan suap menyuap mafia proyek untuk dapat cuan seperti Satya. Mungkin ini petunjuk Tuhan, mengirimkan para pencinta kopi itu sebagai  jalan bagi tercetusnya ide yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam pikirannya sama sekali. Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, kang Asep. Senang sekali dapat ide dan pengetahuan baru yang membuat Lily lebih percaya diri.

Pada kesempatan yang sama, Asep tak berhenti kagum melihat sosok anak konglomerat yang baru saja dikenalnya. Ia berkali-kali menelan ludah setiap melihat paras Lily yang bahkan lebih indah daripada bunga Lily yang pernah ditemuinya. Belum pernah ia melihat dari jarak dekat perempuan dengan kulit putih bersinar seperti mutiara laut kelas A. Bibirnya seperti kelopak mawar yang hanya dengan polesan tipis pelembab bibir tampak segar merekah. Apalagi kalau dia tersenyum. Ya Tuhan, bumi rasanya bergetar. Hatinya meleleh.

Dalam perjalanan pulang ke rumah orang tuanya pun, Asep masih tetap terbayang-bayang kecantikan gadis yang mengingatkan tentang dongeng putih salju yang pernah dibacanya waktu kecil. Sumpah. Lily benar-benar mirip putri yang digambarkan memiliki kulit seputih salju, dongeng anak-anak yang mendunia itu. Sebenarnya bukan putri salju namanya, snow white dalam bahasa Indonesia berarti putih salju. Seharusnya ia dipanggil putri putih salju. Hanya saja penamaan itu terlalu panjang jadi Asep lebih suka nama yang telah dikenal umum oleh masyarakat Indonesia. Kita sebut saja putri salju.

Asep membayangkan lagi deskripsi puteri salju dalam buku-buku dongeng maupun film kartun dan membandingkannya dengan Lily. Semakin dibayangkan ia semakin yakin gadis yang baru dikenalnya itu sangat mirip puteri salju. Kulitnya sama-sama putih seperti salju. Rambut panjangnya sama-sama hitam. Bodynya sama-sama proporsional. Dan yang paling bikin takjub adalah senyumnya dingin tapi manis menyejukan seperti es krim. Nyess…  ada rasa damai yang menyusup di dadanya tiap kali melihat gadis itu tersenyum. Puas seperti habis menikmati semangkuk es krim super lezat. Ha ha ha Asep tertawa kecil dan senyum-senyum sendiri membayangkannya. Mungkin otaknya konslet. Hari ini ia benar-benar telah gila.

Mendengar cerita Siska, Asep agak trenyuh akan nasib puteri saljunya. Kata Siska, sejak ibunya meninggal kehidupannya berubah dari seorang puteri yang manja menjadi gadis pemurung yang cuek dan dingin. Siska menduga kalau ibu tirinya itu berniat jahat terhadapnya. Perempuan itu pasti berniat membunuhnya supaya bisa menguasai harta papanya juga iri dengan kecantikannya. Buktinya sekarang Lily dibuang ke vila yang letaknya sangat jauh dari Jakarta gara-gara masalah bisnis yang disulut oleh keluarga ibu tirinya. Aneh. Kenapa kisah hidupnya seperti puteri salju ya? Apa dia memang reinkarnasi putih salju?

Pertanyaan selanjutnya yang menggelayut di otaknya, kalau memang dia reinkarnasi puteri salju lalu Asep ini siapa? Bolehkah ia ambil peran sebagai pangeran berkuda putih yang menolong putri salju dan kemudian berjodoh dengannya? Rasanya tidak. Asep tidak punya kerajaan. Asep hanya anak petani kopi jampang yang sederhana. Kehidupannya tentu saja sangat jauh berbeda dengan kehidupan raja-raja.

Kalau bukan pangeran, berarti dia ditakdirkan jadi salah satu dari 7 kurcaci yang membantunya di hutan. Asep tertawa geli sendiri membayangkan perannya sebagai salah satu dari 7 kurcaci itu. Sepertinya memang benar dia ditakdirkan sebagai kurcaci karena dia bertemu sang puteri salju di hutan dengan para kurcaci lain seperti Siska, Dida, mbak Gea dan para pekerja vila itu. Dia bukan anak raja.

Kamu cuma kurcaci, Asep. Kamu hanya boleh mengagumi kecantikannya. Jangan mimpi jadi pangeran yang akan menikahi puteri salju. Ha ha ha….

Tiba-tiba pikiran liarnya muncul. Bukankah sekarang sudah jamannya modifikasi cerita. Bagaimana kalau ceritanya dimodifikasi saja, endingnya adalah pangeran tak pernah bertemu putri salju dan salah satu kurcaci menikahi puteri salju. Pasti ceritanya lebih keren. Moderat. Tidak ada pengkotakan jodoh harus berasal dari kasta yang sama.

“Dan aku mau jadi kurcaci beruntung itu. I will try hard to gain your heart, my lovely snow white” Asep masih senyum-senyum sendiri. Belum pernah ia seriang itu. Hari ini indah. Bunga-bunga tampak bermekaran di depan matanya.

Pagi-pagi sekali Asep sudah bersiap berangkat ke vila. Ia berangkat dengan semangat dan ceria. Diciumnya tangan emak yang sudah mulai keriput dengan takjub. Begitupun abah. Keduanya tampak saling berpandangan melihat raut wajah anaknya lebih ceria dari biasanya. Susu dihabiskan sekali tengguk. Ubi bakar dilahapnya sambil bersiul.

“Mau kemana, Sep? Tumben pagi-pagi sekali.”

“Biasa, Mak. Jalan lihat-lihat kebun dan monitor bumdes.”

Emaknya manggut-manggut. Memang sudah jadi kebiasaan Asep tiap kali pulang ke Jampang adalah meninjau kebun mitra dan memonitor beberapa bumdes yang didampinginya di kecamatan Surade dan Ciemas. Emak tahu Asep masih punya banyak rencana masa depan. Dia belum juga mau memutuskan menikah padahal banyak gadis desa yang tertarik padanya. Emak sebenarnya hanya mencemaskan itu saja dari anak lelaki yang dibanggakannya.

“Kamu kelihatan beda hari ini, Sep.”

“Masak sih, mak?”

“Iya. Lebih ceria dan bersemangat dari biasanya.”

“Mungkin karena Asep lagi jatuh cinta, Mak,” jawab Asep sekenanya sambil tersenyum tengil.

“Sama siapa?” Emak penasaran.

“Nanti kalau sudah jadian Asep kenalin sama mak”

Emak tersenyum bahagia. Entah apa yang ada di pikirannya. Asep tak peduli

Sampai di Vila, Asep hanya menunggu sebentar di temani Siska di kursi  teras. Mbak Gea dan Dida sibuk menaruh

perlengkapan fotografi, makanan, minuman dan entah apa lagi di bagasi Pajero dakkar warna hitam itu. Cuma perjalanan sehari saja, persiapannya macam mau pindah rumah saja. Begitu banyak barang bawaannya. Asep dan Siska sama-sama geleng-geleng kepala melihatnya.

“Hai, selamat pagi kang Asep”

Senyum dingin menyejukan itu muncul dari balik pintu. Asep menelan ludah lagi. Puteri saljunya telah muncul di hadapannya dengan kaus biru, celana jeans dan sneaker biru. Sweeter kuning terikat apik di pinggangnya. Biru dan kuning, seperti warna gaun yang dipakai puteri salju di gambar-gambar film kartun. Cantik dan fashionable paripurna.

“Selamat pagi, Non.” Asep menjawab sambil menganggukan kepala dengan sopan.

Ia berusaha menyembunyikan wajahnya, tak ingin terlihat gelagapan karena sempat beradu pandang dengan puteri saljunya. Semoga puteri salju tidak menganggap pandangannya tadi sebagai sikap kurang ajar seorang kurcaci.

“Aku akan bawa Dida, mbak Gea dan pak kalim ya, kang. Pak Kalim sekalian mau belajar dan sharing pengelolaan  perkebunan dari mitra binaan kang Asep.”

“Boleh.”

“Biar pak Kalim aja yang nyetir. Kang Asep jadi navigatornya di depan.”

Asep manggut-manggut macam kerbau dicocok hidungnya. Pesona puteri salju itu benar-benar membuatnya tak berkutik. Kali ini belum ada kesempatan untuk memodifikasi kisah perjuangan kurcaci yang jatuh cinta pada puteri salju. Terlalu banyak kurcaci di sekitarnya tak memungkinkannya untuk sekedar tebar pesona atau sedikit mencuri perhatian sang putri. Mungkin beginilah nasib kurcaci pada dongeng putih salju itu. Jangan harap bisa mencuri perhatian sang putri. Status kamu itu sama seperti kurcaci yang lain. Asep sibuk mengutuki dirinya sendiri dalam hati

“Kita berempat kayak calon TKW dong di belakang.”

Semua tertawa. Di wilayah ini memang banyak perempuan buruh migran yang mengadu nasib di luar negeri sebagai asisten rumah tangga atau buruh kasar. Pusat pelatihan tenaga kerja di sukabumi tak pernah sepi dari calon-calon buruh migran. Tak heran jika ada mobil yang di belakangnya banyak perempuan muda, orang pasti menyangka itu calon TKW yang akan pergi ke balai pelatihan tenaga kerja.

1
Titien Muliasari
author nya pintar, pengetahuan nya luas, Inspiratif banget cerita nya. Top dah
Titien Muliasari
keputusan yg tepat lily menikah dgn asep yg tidak cemburuan, nggak posesif dan segala tindak tanduk nya tidak membuat lily tertekan, bagus bukan utk kesehatan jantung nya
Titien Muliasari
Luar biasa
Roshana Purwanti
Walaupun novel pertama tapi sangat luar biasa, tulisannya rapi bahasanya bagus,dan yg paling top pengetahuan author nya mumpuni
Roshana Purwanti
Gaskeun Sep,nebeng ok bayar dewe ogah
Roshana Purwanti
Semoga kedepannya banyak yg baca ya Thor,bagus banget ini banyak ilmu yg didapat
Roshana Purwanti
Lily walaupun kaya sejak orok mulutnya gak pernah nyinyir,low profil
Mbak Dil
cerita sebagus ini kenapa yang baca cuma dikit ya ..... tetap semangat Thor, terbukti sekarang kalo banyaknya like, favorit, hadiah dan vote, bukan tolok ukur bagi bagus tidaknya sebuah karya, tetap semangat Thor 👍👍👍
Betty Nurbaini
GANTUNG 🤣
Betty Nurbaini
ada ya wanita bgini di dunia nyata? jelas2 jahat tpi dibepa trus dan seolah masa bodoh dgn kejahatan.... jdi apa ya dunia klw dipenuhi wanita bgini... huuu. funia jdi siurrrgaaa
Betty Nurbaini
hatiku m8ris bacanya... ingat wktu aq terpuruk ditinggal bpk ku... bpk sllu muncul di mimpiku menguatkan aq... jdi ikut mewek
Fa Rel
anak bram.kayaknya yg di kandung emak tirinya🙄😂
Fa Rel
sabar dave aq padamu
Fa Rel
kasian bgt dave
yulianisma
walaah..lha kok dah tamat aja..kirain ada apa antara bram sm rissa
yulianisma
ya ampuuunnn..authornya apa org minang ya..mendetail banget ttg padang bukittinggi nya..jd taragak kampuang saya nya..😄😄🤣
yulianisma
ceritanya bagus banget. serasa ikutan didalamnya....hebat authornya...pengetahuan bisnisnya luarbiasa...👍👍
unyuu_@
penjlasann apapun detail ya ka..
wawasann kerennnn, mantapp
unyuu_@
kerennn.... ka Author inii wawasannya luas tentang sejarahhh agamaa smpe mslh bisniss dtaill bgt.
sayangg yg bacaa nya msih sdkittt..
smangat kaa..
unyuu_@
wah kayanya ka athor org sukabumi. aslii nihh... jdi tauu sdkit sluk sukabumi kumahaa. 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!