Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#10 KEADAAN BAPAK DAN EMAK
Sementara itu di Desa...
Pak Badrun tampak sedang duduk bersantai di depan rumahnya, ditemani istri-istrinya.
"Maaf Bos! Kami belum berhasil menemukan Nona Yuki." Ucap salah satu anak buah Pak Badrun, takut-takut.
"BODOH!!!" Bentak Pak Badrun.
"Susahnya karena kita tidak tau jejaknya Nona Yuki Bos, jadinya bingung mau cari kemana."
"KURANG AJAR! INI SEMUA SALAH RAMLAN!"
Pak Badrun berdiri dari duduknya, dan berjalan menuju penjara bawah tanah rumahnya diikuti anak buahnya, yang mana di sana ada Pak Ramlan dan Bu Ana yang dikurung dalam penjara.
"Ada apa Tuan kemari?" Tanya Bu Ana.
"Katakan!!! Dimana kalian menyembunyikan Yuki!" Bentak pak Badrun.
"Syukurlah. Kalau begitu Tuan Badrun tidak berhasil menemukan Yuki." Ucap Bu Ana dalam hati.
"Kami tidak tahu, Tuan." Jawab pak Ramlan.
"Jangan berbohong kalian!!! Katakan cepat!"
"Tapi sumpah demi Tuhan, Tuan. Kami benar-benar tidak tahu," Pak Ramlan berterus terang, karena apa yang dikatakannya itu memang apa adanya. Dia tidak tau putrinya sekarang berada di mana. Karena terakhir dia bersama Yuki pada saat berada di Perbatasan Desa.
"TIDAK BERGUNA!"
"Kalian akan terus berada di sini sampai Yuki ditemukan!"
"Kami rela disini Tuan, bagus Yuki tidak ditemukan, dari pada anak kami menikah dengan orang biadab sepertimu!" Ucap Pak Ramlan, yang membuat Pak Badrun naik darah.
"Kurang ajar!!!!"
Pak Badrun membuka pintu penjara dan masuk ke dalamnya. Kemudian dia mencekik leher Pak Ramlan.
"Jahanam kau!"
"Akh!"
"Jangan Tuan! Tolong hentikan!" Bu Ana mencoba menghentikan Pak Badrun.
Suasana di penjara menjadi ribut, membuat Pak Bastian, adiknya Pak Badrun datang ke sana.
Pak Bastian masuk kedalam penjara dan menarik tangan Pak Badrun dari leher Pak Ramlan.
"Apa yang kau lakukan?! Kau bisa membuatnya mati!" Ucap Pak Bastian pada pak Badrun.
Pak Badrun masih terlihat emosi.
"Kalau dia mati, maka hutang-hutang dia bisa hangus, mau kamu kehilangan uangmu?!" Lanjut Pak Bastian.
Pak Badrun melepaskan tangannya dari leher Pak Ramlan, dan sudah terlihat lumayan tenang.
"Uhuk! Uhuk!" Pak Ramlan terjatuh di pelukan Bu Ana.
"Jangan biarkan mereka mati, kita bisa gunakan mereka untuk membuat Yuki pulang kesini!"
"Kamu benar juga Bas, aku hanya geram melihat orang ini, berani sekali dia melawanku!"
"Tenanglah Kakak... Sabar, Yuki pasti bisa kamu miliki."
Pak Badrun dan Pak Bastian keluar dari penjara, dan kembali mengunci Pak Ramlan dan Bu Ana di dalam sana. Kemudian mereka semua meninggalkan Pak Ramlan dan Bu Ana.
"Sabar ya, Pak e." Tangis Bu Ana sambil memeluk suaminya.
"Tidak apa-apa Buk e. Bapak senang dan sedikit tenang karena Yuki tidak ditemukan oleh mereka."
"Iya Pak e, kita harus terus mendoakan Yuki. Semoga dimana saja dia berada, Tuhan selalu melindunginya, terutama dari Tuan Badrun dan anak buahnya."
"Semoga saja, Buk e."
__________
"Benar katamu Bas, aku tidak boleh membunuh orang tua Yuki, ya buat pancingan biar Yuki kembali ke Desa ini. Pintar kamu!"
"Makanya Kak, otak itu dipakai! Jangan yang ada di otakmu itu cuma wanita dan wanita." Pak Bastian menertawakan Pak Badrun, di ikuti anak buahnya.
"Diam kalian semua!!!"
.....
__________
Sementara itu, di rumahnya Kanza.
"Aku pamit ya, mak!" Kanza berpamitan pada Emaknya, karena hari ini dia harus berangkat ke sebuah Kota untuk bekerja.
"Hati-hati ya, Nak. Jaga dirimu baik-baik di sana."
"Iya Mak, doain Kanza berhasil, ya."
"Pasti, Nak!"
Kanza bersalaman pada Emaknya, dan mencium punggung tangan wanita yang disayanginya itu.
Sesaat kemudian, Kanza menaiki mobil yang akan membawanya ke Kota, dan mobil pun berangkat meninggalkan Desa.
"Beruntung anakku tidak bernasib seperti Yuki." Ucap Emaknya Kanza dalam hati.
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""