NovelToon NovelToon
KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Neng Neng

Kau tahu??? Ketika aku bersikap sesuai dengan yang di inginkan banyak orang, maka mereka akan dengan lantang mengatakan "aku menyukaimu". Lalu mereka heboh mendekatkan diri mereka padaku.



Dan ketika aku bersikap tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, maka dengan terang-terangan mereka akan mengatakan "aku tidak menyukaimu", lalu mereka pergi dari hidupku dengan teganya.


Yah, hanya sebatas itulah cinta mereka, menyukai ketika apa yang kita lakukan sesuai dengan keinginan mereka.


Tapi, tak apa, cinta itu adalah ujian, semakin aku mencintai mereka, maka akan semakin besar pula ujian yang akan mereka berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karyawan baru part 5

Setelah beberapa drama terjadi, karena kedatangan Anwar ke kantor, tak ayal membuat pekerjaanku semakin bertumpuk tumpuk karena terabaikan.

Direktur perusahaan berjanji padaku akan segera mengirim karyawaty baru untuk bisa membantuku, menyelesaikan seluruh pekerjaanku. Tentu saja, direktur sangat berterimakasih padaku, karena dia berfikir, berkat aku yang bisa membujuk Anwar pulang, direktur jadi tidak di omeli oleh pemilik perusahaan yang nota benenya adalah ayah Anwar. Anwar pulang dengan selamat dan baik baik saja, saking berterimakasihnya padaku, bahkan direktur menjanjikan akan memberikan hadiah pada ku, namun tentu saja aku menolaknya.

"Anjani, terimakasih banyak atas bantuanmu, sekarang Anwar sudah pulang ke rumahnya dalam ke adaan baik baik saja, ibunya Anwar sangat berterimakasih juga padamu, karena semenjak bertemu denganmu, sekarang Anwar menjadi lebih ceria, dan mulai bisa di ajak bicara," jelas direktur.

"Iya, sama sama bapak, saya senang jika Anwar sekarang berubah menjadi lebih baik," jawabku, tak bisa di pungkiri, hatiku bahagia karena bisa membuat orang lain bahagia.

"Anjani, kamu mungkin mau di belikan sesuatu dari saya??" tawar pak direktur yang membuatku agak sedikit kaget.

"Maaf, maksudnya apa ya pak??" tanyaku menunjukkan keherananku.

"Iya mungkin kamu mau hadiah dari saya, karena kamu sudah banyak membantu saya untuk urusan Anwar" jelasnya.

"Ah ... tidak bapak, terimakasih banyak sebelumnya, saya ikhlas ko bantuin bapak, semoga ke depannya, saya bisa bantuin bapak untuk urusan yang lainnya," Aku menolak tawaran direktur dengan sangat hati hati, takut direktur tersinggung.

"Terimakasih banyak ya Anjani, saya tau kok, kamu memang anak yang baik" tutur direktur seraya tersenyum kepadaku.

"Ah ... bapak bisa aja, tidak juga ko pak, mungkin hanya kebetulan saja, ketika saya yang berbicara, kebetulan Anwar sudah ingin pulang" aku mencoba merendah di hadapan direktur.

"Bisa aja kamu, oh iya, untuk karyawaty baru yang bisa bantuin kamu, secepatnya akan saya kirim ya Anjani, nunggu dulu acc dari direksi yang lain, soalnya kasus Ely pun belum di tutup sepenuhnya, kamu bekerja semampu kamu dulu aja, jangan terlalu di porsier,"

"Baik bapak, terimakasih banyak sebelumnya, untuk seluruh perhatian bapak, kalau tidak ada yang di bicarakan lagi, saya permisi dulu pak, mau melanjutkan pekerjaan saya." Aku buru buru berpamitan, sungguh tidak nyaman berada di ruangan ini, hanya berdua dengan boss, dalam ke adaan pintu tertutup.

"Oh iya Anjani, sekali lagi terimakasih banyak untuk seluruh bantuan kamu,"

"Iya bapak, sama sama." aku berjalan keluar dari ruangan direktur setelah mendapat anggukannya.

Dan akhirnya beberapa hari kemudian datang lah pengganti Ely atau pengganti senior ke duaku.

Ku lihat, setelah keluar dari ruangan bu Novi, dia menghampiri mejanya yang berdampingan dengan mejaku.

Dia sangat cantik, badannya tinggi, langsing, kulitnya putih dengan rambut sebahu, dia sungguh modis, dia menggunakan rok kerja selutut, dengan atasan kemeja putih di balut blazer hitam, dia juga menggunakan sepatu hak tinggi, dan menenteng tas branded keluaran terbaru, menyempurnakan penampilannya. Mungkin usianya tidak akan jauh dariku, dan kelihatannya, dia sudah berpengalaman di tempat kerja yang lain.

Dia tersenyum padaku, mengulurkan tangannya, lalu menyapaku dengan sopan,

"hai, aku Sintia, senang berkenalan denganmu, mohon bimbingannya yaaa ..."

Aku tersenyum lalu membalas juluran tangan dan sapaannya,

"Aku Anjani, senang juga bisa berkenalan denganmu, iya sama sama, kita sama sama belajar aja yah, saya juga baru kok di sini," Aku mencoba untuk bisa bersahabat dengan Sintia di awal pertemuanku, berharap Sintia bisa membantuku menyelesaikan segala kemelut pekerjaanku yang terbengkalai, juga pekerjaan yang di wariskan Ely yang sekarang raib entah ke mana.

Rupanya Sintia datang ke kantor tidak sendirian, dia datang di antar oleh seorang pria, pria itu berbadan tinggi, tegap, kulitnya putih, matanya belo, hidungnya mancung, bisa di bilang dia cukup tampan. Dia menganggukan kepalanya kepadaku, dan aku pun membalas anggukannya, tidak lama kemudian, dia pergi sambil melambai lambaikan tangannya pada Sintia, aku tersenyum tipis melihat tingkah mereka.

"Dia pacarku, namanya Faisal Aditia" tiba tiba perkataan Sintia mengalihkan pandanganku,

"Oh, iya" jawabku sambil mangut mangut.

Aku tidak ingin kepo dengan segala urusan pribadi orang lain, aku hanya ingin fokus pada pekerjaanku saja.

Sudah hampir satu bulan aku bekerja sama dengan Sintia, dia sudah menjadi temanku di kantor, tapi hanya sebatas untuk pekerjaan saja, meskipun Sintia ikut pindah kosan di dekat kosanku, tapi tak berarti aku bisa membuka hati, untuk sekedar bercerita masalah pribadi kepadanya.

Aku bercerita hanya seputar masalah pekerjaan saja, aku melihat Sintia gadis yang baik, karena dia bekerja dengan tidak terlalu merepotkanku, dan itu bagiku sudah lebih dari membantuku, dia orang yang cukup santai, kalem, dan kadang suka lucu, aku menyukai Sintia yang tidak terlalu suka menggangguku, kami hanya fokus pada pekerjaan kami masing masing. Ya walaupun meja kami sangat berdekatan.

Tapi untuk hubungan Sintia dengan Faisal, entah kenapa aku kurang menyukainya, jika di perhatikan hubungan mereka sudah lebih dari kata "pacaran normal" menurutku, entah karena aku yang kuno, entah karena aku belum pernah berpacaran, tapi aku sungguh tidak suka dengan gaya pacaran mereka.

Aku juga tidak suka dengan panggilan sayang mereka yang kata nya kekinian "Mamah, Papah" apa itu??? kayak panggilan suami istri.

Aku memang agak sedikit fanatik untuk urusan semacam itu, apalagi untuk urusan pasangan yang belum halal, tapi sudah berlebihan, mungkin itulah salah satu kekuranganku.

Mungkin juga karena aku terlalu lama menjomblo, aku agak sedikit bergidik ngeri dengan pergaulan dunia luar, atau mungkin selama ini aku hanya menghabiskan waktuku untuk belajar, dan juga aku yang selalu di kekang ibu untuk tidak melakukan ini dan itu, mungkin itu sebabnya aku jadi terlihat kuno di dunia gaul.

Aku sungguh tidak menyukai gaya pacaran yang aneh menurut pandangan mataku, mereka memanggil pasangannya dengan sebutan yang agak nyeleneh di pendengaran ku, layaknya suami istri, mereka memanggil pasangannya dengan sebutan mamah, papah, umi, abi, dan lain sebagainya.

Sungguh aku bingung, jika hubungan mereka putus sebelum di sahkan, lalu mereka akan saling memanggil dengan sebutan apa ya????hehheee ... aku jadi geli sendiri membayangkannya.

Aku pernah membaca buku, yang isinya kurang lebih, "jangan memanggil pasangan mu yang belum halal, dengan sebutan suami istri, karena itu termasuk zinah, dan zinah itu dosakan??" yah intinya begitu saja, karena waktu itu aku baca buku nya sambil ngantuk jadi gak terlalu faham, tapi aku faham maksudnya.

Tapi, aku juga tidak ingin terlalu banyak berkomentar, toh mereka juga sudah dewasa, dan faham hukum, aku hanya menyimpan semua hal yang tidak kusukai di dalam hati saja, dan menjadikannya pelajaran, agar suatu hari nanti aku pun tidak melakukan hal yang tidak baik, menurut pandangan mata orang lain.

Iya, aku ingin begitu saja, bolehkah???

Bersambung .....

Jangan lupa like,komen, bintang lima dan vote sebanyak banyak nya yaaa..............

di tunggu....makasih

1
Pipit Pipit
Buruk
Pipit Pipit
banyak sekali ilmunya...makasih author neng neng
kriwil
lahian juga bego tau faisal bekas pacar temenya dah berbagi peluh masih mau aja si jani kayanya trauma sama laki² di rayu gitu aja udah luluh😀
kriwil
kalau ga mampu ngapain adik nya di manjain dengan barang tak berguna
Syaakira Cantik
ahir nya cerita nya benar2 berakhir bahagia.nivel ini menurutku wajib di baca karna banyak pelajaran yg bisa kita petik di dalam nya.tentang sebuah ujian yg bertubi tentang kesabaran tentang ketulusan dan kepercayaan dan tentang bagaimana cara menjaga keutuhan rumah tangga.satu pesan yg sangat jelas jangan pernah memasukan org lain dalam rumah tanggamu jika kamu tidak ingin menyesal seumpama jangan memasukan duri sekecil apapun dlm hidupmu jika tidak ingin kau tertusuk pada ahir nya./Pray//Good//Rose/
Syaakira Cantik
hemmmm susah di ungkapkan dgn kata2 agak rumit rupa nya.
Syaakira Cantik
ahir nya Jani bahagia sama Anwar kalo ada bonchap nya aku mau usul kalo mereka punya anak anak nya nama nya Januar singkatan dari Jani dan Anwar wkwkwk
Syaakira Cantik
boleh gak Thor aku panggil si indah ini adik yg gak tau diri.
Syaakira Cantik
awal baca,masih bertanya akankah di part selanjut nya mengandung banyak bawang.
♡Anna_lovers♡
novel ini, seperti cerita ku😌
Vry Sihite
sangat terkesan
Awalia
Lumayan
Wiwin Wintarsih
kenapa ini author dendam banget sama peran utamanya. disakitin melulu. 😭
Neulis Saja
happiness for you two
Neulis Saja
have a nice day
Neulis Saja
Jani, egomu tinggi juga setelah tahu kebenaran tapi resfect terhadap suamimu kayanya hambar apakah kamu malu Krn terlanjur menuduhnya negatif ?
Neulis Saja
how about after finding out what actually happened? still doubt or trust your husband
Neulis Saja
sebaiknya h ketika memastikan kebenaran keduanya hrs ada dalam satu tempat kalau terpisah bisa2 si tiwi mengelak dan memojokkan Anwar namanya org jahat bisa memutarbalikkan fakta yg sebenarnya
Neulis Saja
ok make peace with your heart... what you see is no the same as what actually happened 🙏
Neulis Saja
someday Jani... you Will know who is wrong, Anwar or Tiwi? other people can commit crimes in any way so that their desires are ache ived
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!