NovelToon NovelToon
ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

ELKAN: Menaklukkan Hati Sedingin Es

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / Mafia / Tamat
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Kabur dari rumah demi menghindari perjodohan gila yang direncanakan oleh pamannya membawa Kelaya sampai disebuah desa yang sangat jauh dari rumahnya, hingga ia berakhir pingsan di sebuah rumah di tengah hutan yang ternyata adalah milik seorang lelaki.

Ide gila muncul saat mengetahui lelaki itu masih melajang dengan wajah yang cukup menarik sebagai seorang peternak juga pengrajin kayu, dan minim bicara, membuat Kelaya mengajaknya menikah dan nekat menjebak lelaki itu agar mereka dinikahkan secara paksa oleh masyarakat setempat.

Ide itu muncul sebagai upaya mencegah pamannya untuk menjodohkannya kembali dan lagi pula Kelaya menyukai lelaki itu.

Masalahnya, lelaki itu bagaikan musim dingin yang panjang dan terlalu misterius. Rasanya Kelaya ingin menyerah saja untuk meluluhkan hati dingin lelaki itu.

Apakah Kelaya akan benar-benar menyerah apa lagi setelah mengetahui sebuah rahasia yang disembunyikan lelaki itu? Atau bertahan sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10. Pikiran Ilegal

Kelaya dan Elkan berdiri di depan pintu rumah, mengantar Haru dan Sena yang pergi bersama dengan jeep mereka. Tidak seperti Kelaya yang melambaikan tangan mengantar kepergian dua orang yang sudah mengantarnya pulang, Elkan hanya berdiri disana dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku celana olahraganya, matanya tidak memperhatikan mobil yang semakin menjauh di balik pepohonan, tapi malah memperhatikan wajah Kelaya yang tidak lagi sepucat saat dia menemuinya di tepi sunga tadi siang. Bibir gadis itu tidak lagi memperlihatkan darah kering, namun tetap terlihat sisa bekas lukanya.

Kenapa bibirnya bisa berdarah? Apa dia terjatuh? Tapi kenapa bibirnya yang berdarah? Elkan sibuk dengan pertanyaan yang berputar di dalam kepalanya sampai tidak menyadari bahwa Kelaya kini tengah menatapnya dengan tatapan heran. Sampai tepukan ringan pada lengannya akhirnya menyadarkan Elkan.

"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Kelaya.

Bukannya menjawab pertanyaan itu, Elkan malah melengos masuk ke dalam rumah sambil memaki dirinya sendiri di dalam hati.

Kelaya menutup pintu di belakang Elkan, dia membantu Elkan membereskan piring-piring bekas makan mereka dari depan perapian.

"Omong-omong, kenapa tadi Haru bilang tugas mereka sudah selesai, ya? Apa kau tahu apa maksudnya?" Kelaya bertanya.

"Tidak." jawab Elkan singkat seperti keahliannya. Dia bangkit dengan beberapa piring di atas tangannya, sementara Kelaya membawa gelas-gelas, mereka sama-sama menuju dapur.

"Biar aku saja yang mencuci piringnya." kata Kelaya santai mengambil alih posisi Elkan yang sudah berdiri di depan wastafel cucian piring.

Elkan pun menyingkir tanpa perlawanan, dia langsung menuju bengkel yang berada tepat di samping dapur, dia butuh pengalihan issue dari pikirannya yang ilegal. Dia memulai pekerjaannya dengan mengecek surel pesanan yang dia dapatkan untuk membuat lemari buku, cara ini rupanya cukup efektif mengalihkan ingatannya dari Kelaya yang memakai tank top dan hot pants, Kelaya yang dihujani sinar matahari, atau pun dari manik mata milik Kelaya yang unik dan cantik. Elkan terus fokus menuliskan apa yang perlu dia catat untuk membuat pesanan yang diterimanya, sampai sebuah suara merdu dan manis bagaikan madu yang kental memanggil namanya.

Seketika jantungnya berdebar cepat, hingga tangannya yang sedang menggerakkan pensil bergerak diluar perintah otaknya dan menghasilkan garis lurus yang mencoret catatannya. Elkan menggerakkan kepalanya, melihat ke arah datangnya suara yang berasal dari arah pintu yang menghubungkan dapur dan bengkel. Matanya melebar kaget melihat Kelaya disana berdiri dengan tank top merah jambu dan hot pants dengan warna yang senada, rambutnya yang digelung asal ke atas menunjukkan leher hingga tulang selangkanya dengan sangat jelas, betisnya yang ramping dan telapak kakinya yang polos.

Glek!

"Mau kubuatkan kopi?" Suara Kelaya yang mendayu-dayu manja seperti usapan lembut yang membangunkan sesuatu yang berbahaya.

"Ap-apa yang kau pakai itu?" Suara Elkan gugup. Mungkin ini adalah kegugupan pertama kali setelah bertahun-tahun lamanya dia hidup menyendiri.

Disisi lain, Kelaya mengerutkan kening, ia menunduk melihat daster sepanjang mata kaki dengan cardigan besar menutupi lengan hingga lehernya. Ia tidak merasa ada yang salah dengan pakaiannya, kecuali kaos kaki tebal dengan motif polkadot yang dipilihkan Sena atau Haru terlihat sangat kekanak-kanakan, tapi dalam cuaca dingin, kaos kaki itu sangat nyaman dan membuat telapak kakinya tetap hangat.

"Apa? Memangnya kenapa dengan pakaianku?" tanya Kelaya heran.

Tapi pikiran Elkan yang sedang berselancar ke tempat-tempat terlarang justru menangkap nada yang berbeda dari suara Kelaya yang merdu dan mendayu-dayu.

"Kau kenapa pucat begitu?" Kelaya maju selangkah.

Tapi hal itu malah membuat Elkan bergerak panik hingga membuatnya terjatuh ke belakang dari posisi duduknya di atas kursi.

"Ya ampun! Kau kenapa? Kau nggak apa-apa?"

"Jangan mendekat! Berhenti!" Larang Elkan dengan setengah berteriak, setengah membentak.

Kaki Kelaya pun berhenti seketika. Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Elkan, dirinya hanya ingin berbuat baik untuk membuatkan pria itu kopi sebagai teman untuk bekerja. Apakah hal itu juga dilarang? Apakah hal itu juga membuat Elkan merasa terganggu? Kelaya mendengus!

"Wah! Kau memang sangat ahli membuat orang lain tersinggung." kata Kelaya dengan nada sinisnya.

Elkan mengerjapkan kelopak matanya, buru-buru dia mengangkat tubuhnya dan menyadari kebodohannya begitu melihat Kelaya disana dengan daster, cardigan dan kaos kaki yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Tidak ada tank top dan hot pants merah jambu.

"Aku hanya ingin membuatkanmu kopi dengan niat hati yang sangat mulia. Tapi kau membuatku seolah ingin memberikanmu racun." Kelaya menggelengkan kepalanya.

Elkan berdiri ditempatnya dengan canggung, dalam hati dia mengutuk dirinya sendiri.

"Baiklah, terserah kau saja!" Kelaya berbalik dan meninggalkan tempatnya dengan perasaan jengkel yang luar biasa, dia hanya tidak tahu saja bagaimana ributnya debaran jantung Elkan yang menghentak-hentak di dalam dadanya saat ini.

* * *

Kelaya menyelimuti dirinya di atas kursi, bibirnya maju satu meter saking kesalnya dengan sikap Elkan yang sangat berlebihan. Huh, padahal sejak di hutan saat tahu Elkan membawakannya makanan dan minuman, Kelaya sudah memutuskan untuk memaklumi sikap dingin pria itu. Namun, setiap kali Kelaya memaklumi dan meyakini bahwa Elkan perduli kepadanya, pria itu akan kembali menghempaskannya jauh hingga ke dasar kerak bumi.

Sebegitu bencinya kah Elkan padanya? Atau kah bagi Elkan, Kelaya sangat menjijikan?

Ah, kenapa hatinya terasa perih? Setetes air mata mengalir pada salah satu sudut matanya.

"Dasar gunung es menyebalkan!" Runtuk Kelaya dengan suara pelan seraya mengusap asal air matanya.

Suara langkah kaki yang berat di atas lantai kayu dari arah dapur membuat Kelaya memilih untuk memejamkan matanya, berpura-pura tidur dari pada harus melihat ekspresi dingin Elkan yang memandangnya dengan sorot tidak suka. Entah kenapa, itu menyakitkan hatinya.

Dug! Dug! Dug!

Suara langkah kaki itu semakin dekat, semakin jelas dan berhenti tepat di samping kursi yang ditempati Kelaya. Tak lama kemudian terdengar suara Elkan yang berdeham pelan, lalu sebuah tarikan napas dan helaan napas yang panjang terdengar, sebelum suara lirih dan nyaris seperti bisikan melayang di udara, "Maaf."

Kemudian langkah kaki itu kembali menjauh dari tempat Kelaya berbaring dan berpura-pura tidur. Tangannya mencengkram ujung selimut kelewat erat, takut Elkan tiba-tiba melakukan sesuatu yang anarkis terhadapnya. Tapi, apa barusan yang terjadi? Maaf? Apakah Kelaya sedang berhalusinasi? Gunung es itu menggumamkan kata 'maaf'?

Wah!

Kelaya membuka matanya sedikit, dia masih bisa menangkap punggung lebar Elkan yang masuk ke dalam dapur dan kemudian hilang dari pandangan. Saat itu lah, Kelaya menghela napasnya perlahan. Ia menyentuh jantungnya. Apa ini? Kenapa seperti ada yang sedang menyetel orkes dangdutan di dalam sana?

Dan malam itu, Kelaya tidur dengan senyuman, ia melupakan begitu saja sikap Elkan di bengkel sebelumnya.

Pagi menyapa dengan udaranya yang masih dingin menggigit, sambil bergidik kedinginan dan merapatkan cardigannya, Kelaya mengisi teko untuk memasak air panas. Beberapa hari tinggal bersama seorang pria yang tidak terlalu banyak bicara dan kebiasaan yang sederhana, Kelaya jadi cukup mudah mengetahui kebiasaan-kebiasaan pria itu. Sambil menunggu air mendidih, Kelaya mengecek bahan makanan yang ada di dalam kulkas dan mengeluarkan beberapa kotak penyimpan sayuran.

"Pagi." Sapa Kelaya begitu melihat Elkan yang masuk ke dalam dapur dengan wajah bantalnya dan rambut pendeknya yang berantakan. Tanpa sadar bibir Kelaya menyunggingkan senyuman, karena melihat wajah bantal Elkan menyadarkan Kelaya bahwa gunung es di depannya itu juga masih manusia.

"Kenapa?" tanya Elkan kembali dengan nada datarnya.

Kelaya hanya menggeleng, kemudian beralih ke kompor dimana air dalam teko sudah mendidih.

"Aku tidak tahu takaran kopi yang kau suka, jadi aku hanya bisa bantu masak air panasnya saja."

"Aku tidak minta bantuanmu." Sahut Elkan sambil berjalan melewati Kelaya untuk mengambil cangkir.

Ugh! Mulai lagi. Apakah seharusnya Kelaya tidak perlu berharap apa-apa pada bongkahan gunung es itu?

.

.

.

Bersambung~~>>

1
Mrs. Ketawang
Dio itu Zeon
Mrs. Ketawang
kaaannn Dio itu penjahat😡
Mrs. Ketawang
keren ceritanya..👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
jurigen bgt kalo Dio musuh dlm selimut
Mrs. Ketawang
Dio nih misterius
Mrs. Ketawang
siapa sbnarnya si Dio ini,sok knal sok dekat bgt sama Kelaya😏
Mrs. Ketawang
mau di peluk jg sama bang Elkan😍😍
Mrs. Ketawang
lagi sweet"nya😍
Dio ganggu aja😁
Mrs. Ketawang
Bagus ceritanya...
pemilihan kata"nya jg indah...
knp baru nemu cerita sbagus ini😁👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
WOUW....baru pertama ketemu lgsung ngajak nikah aja nih Kelaya🙈
Nelita Nopitasari
penuh teka teki🤔
Youleannaa
bagus ,,,
Desty Winianti
padahal ceritanya bagus..tp yg.baca cuma sedikit....mungkin blum pada Nemu. ini novel
Lovely Shihab
Tegang, seru, romantis n keren, dikemas apik ma author. Keren kamu thor, the best 👍👍👍👍
Lovely Shihab
Paling benci lihat orang keras kepala. Disuruh dirumah aja tetep keluar
apajalah
👌👌🍂👌🍂🍁
apajalah
bravo🍂🍁🍂🍁🍂👌👌👌
Yustika PAMBUDI
sepertinya cinta segitiga Dio, elkan dan pacarnya yg meninggal ya... ?
Siska Febriana
Dio itu ya Zeon
Lastri Naila
ceritanya bagus sekali...untungnya aq senang dgn novel yg tamat jd gak nunggu nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!