NovelToon NovelToon
Dosen Kelas Malam

Dosen Kelas Malam

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Faustina Maretta

Perjodohan antara Arjuna dan Bella berjalan lancar di mata kedua orang tua mereka.
Namun, kenyataannya Arjuna yang berprofesi sebagai dosen di universitas tempat Bella menempuh pendidikan sudah memiliki seorang kekasih sebelum dirinya menikah dengan Bella.
Bella gadis yang baru beranjak dewasa yang awalnya sangat membenci Arjuna kini sangst terobsesi kepada lelaki itu, gadis itu mengejar cinta suaminya dan membuktikan bahwa hanya dia satu-satunya wanita di hidup Arjuna.
Namun, Bella harus menelan kenyataan pahit saat melihat suaminya bersama dengan mantan kekasihnya sedang berpelukan dengan erat!

Apakah Bella akan tetap bersikeras memperjuangkan rumah tangganya? Atau gadis itu menyerah dengan kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita dari masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan cemburu

"Terima kasih,"

Arjuna sudah mendapatkan perawatan di tangannya yang terluka. Untung saja luka di tangannya tidak terlalu dalam, jadi tidak perlu tindakan jahitan dan hanya di perban saja. Arjuna kembali ke ruang tunggu di depan ruang gawat darurat. Ponsel lelaki itu tiba-tiba berdering, dia merogoh saku celananya dan melihat nama Ganesh di layar ponselnya.

"Iya Ganesh?" ucap Arjuna. Lelaki itu beranjak dari tempat duduknya saat melihat sesosok wanita di ujung lorong dengan posisi yang sam, yaitu menempelkan ponselnya di telinga.

"Bagaimana kamu tahu aku di sini?" tanya Arjuna bingung saat wanita itu menghampirinya.

Ganesh melihat kondisi Arjuna yang berantakan, terlebih luka di tangannya membuatnya sedih. "Aku lihat status Siska dan kebetulan aku berada di dekat sini," ungkap wanita itu sembari menggenggam tangan Arjuna.

Arjuna mengajak Ganesh untuk duduk di ruang tunggu bersama. Lelaki itu menjelaskan kepada mantan kekasihnya itu, bahwa dia baik-baik saja.

"Ganesh, maafkan aku. Sebaiknya kamu pergi sekarang karena keluargaku akan datang," lirih Arjuna.

Wanita itu menghela napasnya lalu bangkit berdiri. "Baiklah, telepon aku jika terjadi sesuatu," ucap wanita yang memakai baju santai itu.

Arjuna mengangguk pelan. Ganesh baru saja melangkahkan kakinya beberapa langkah saat keluarga Arjuna dan Bella sampai. Ganesh terpaku menatap kedua orang tua Arjuna, sedangkan Nita dan Anton melewati wanita itu begitu saja.

"Arjuna, bagaimana keadaan Bella?" tanya Nita, mata ibu mertua Arjuna itu bengkak dan kemerahan. Sepertinya wanita itu menangis terus menerus.

"Maafkan Arjuna, Ma. Ini semua salah Arjuna," lirih Arjuna.

Anton menepuk bahu menantunya pelan memberikan dukungan moral, sedangkan Nita mengangguk lalu meneteskan air matanya lagi.

Ganesh yang mendengar percakapan mantan kekasih dan mertuanya itu hanya bisa terdiam membisu, dia melangkahkan kakinya lalu menyapa orang tua Arjuna. Tentu saja reaksi dari orang tua Arjuna sangat dingin kepada Ganesh, mereka mengabaikan sapaan dari mantan kekasih putranya dan melewatinya begitu saja.

"Arjuna?" panggil Usi kepada putra sulungnya itu, wanita paruh baya itu langsung memeluk putranya. "Bagaimana keadaan Bella, Juna?" tanya Usi yang juga terlihat cemas.

"Masih dalam tanganan dokter, Ma," jawab Arjuna pelan. Sesekali lelaki itu melirik Ganesh yang sudah pergi menjauh.

Tidak lama kemudian, dokter yang menangani Bella keluar dari ruang tindakan. Semua berdiri dan langsung menghampiri dokter tersebut.

"Pasien mengalami patang tulang, pergelangan kakinya juga retak. Untung saja tidak ada pendarahan di organ dalam," dokter itu menjelaskan.

"Dokter bolehkah kami memindahkan perawatan untuk menantu kami ke rumah sakit di kota?" tanya Didik, mengingat rumah sakit sekarang adalah rumah, sakit daerah. Mereka ingin Bella mendapatkan perawatan yang terbaik.

"Tentu saja boleh, Pak. Silakan saja diskusi dengan pihak administrasi untuk memakai mobil ambulance," sahut Dokter itu dengan ramah dan sopan.

"Baik, Dok. Terima kasih banyak," ucap Didik.

Didik langsung menyuruh Arjuna untuk menemaninya mengurus semuanya agar malam ini juga Bella bisa di pindahkan ke rumah sakit yang lebih baik.

"Kenapa wanita itu bisa berada di sini?" tanya Didik tiba-tiba. Yang dia tahu, anaknya sudah putus hubungan dengan wanita yang bernama Ganesh itu.

"Dia kebetulan berada di sini, Pa," sahut Arjuna sedikit berbohong. Dia tidak ingin beradu argumen dengan ayahnya sekarang.

"Aku tidak ingin melihatmu dekat dengannya lagi! Apalagi sekarang sudah ada Bella, istrimu yang sah!" Didik berceramah.

Arjuna hanya menghembuskan napas panjangnya. Dia sudah sangat lelah sekali untuk beragumen, jadi dia hanya diam saja dan mengiyakan semua perkataan sang ayah.

Administrasi sudah beres, malam ini juga Bella akan di pindah ke rumah sakit di kota. Semua keluarga juga ikut serta mengantar kepindahan Bella. Kondisi gadis itu juga masih lemas. Setibanya di rumah sakit besar, Bella langsung masuk ke ruang vvip. Kedua orang tuanya dan juga mertuanya menemani gadis itu sampai pagi menjelang.

Sekitar jam sepuluh pagi, Siska datang membawakan baju untuk Arjuna karena lelaki itu tidak sempat membawa tas gunungnya setelah evakuasi semalam. Arjuna sedang mengirim pesan singkat kepada para panitia penyambutan mahasiswa baru saat Bella membuka matanya. Nita dan Usi langsung menghampiri gadis yang sedang merintih kesakitan.

"Nak, mau apa? Minum?" tanya Usi dengan sigap mengambil minuman yang berada di meja samping ranjang. Wanita itu membantu Bella untuk minum melalui sedotan yang telah di sediakan.

"Kenapa kamu bisa tersesat di hutan sih Bella?" tanya Nita sembari merapikan rambut putrinya.

Bella melirik suaminya yang sedang duduk di sofa panjang bersama dengan ayahnya lalu menatap ibunya dan ibu mertuanya. Mata gadis itu berkaca-kaca menahan tangisnya, semua menjadi panik ketika gadis cantik itu mulai menangis.

"Bella ngga sengaja menghilangkan cincin nikah, jadi Bella pergi ke dalam hutan lagi untuk mencari cincin nikah," ucap Bella di sela tangisnya.

Arjuna yang mendengar cerita Bella langsung bangkit berdiri, dia melangkah mendekati istrinya. Lelaki itu merogoh sakunya dan memberikan cincin emas itu kepada Bella. Gadis itu melongo sembari mengusap air matanya dan menerima cincin itu.

"Saya tidak sengaja menemukannya sewaktu mencarimu semalam," ucap Arjuna datar.

Siska melangkah mendekati kakaknya. "Dari sekian banyaknya orang yang mencari Kak Bella, Mas Arjun yang menemukannya. Kalian memang benar-benar berjodoh! Di tambah lagi dengan Mas Juna yang menemukan cincin itu," goda Siska, yang lain ikut menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Siska.

Bella tersenyum lega, perasaan takutnya sudah menghilang. Dia tersenyum sembari memakai cincin itu lagi di jemari manisnya. Dia melihat suaminya yang juga tersenyum. Senyum yang menurut Bella sangat manis sekali.

"Makasih, Mas Arjuna," ucap Bella malu.

Arjuna melangkah mendekati Bella lalu memeluk gadis itu yang membuat semua orang di dalam ruangan senang melihat keromantisan pasangan suami istri itu. Bella sendiri juga malu karena ini pertama kalinya ada lelaki yang memeluk tubuhnya.

Sore hari menjelang, orang tua Bella berpamitan pulang ke rumah begitu juga dengan orang tua Arjuna dan sang adik. Kini tinggal Arjuna yang menemani Bella di rumah sakit.

"Mas? Boleh bertanya?" Bella meminta izin untuk bertanya. Gadis itu ragu-ragu apakah ingin menanyakan perihal Ganesh atau tidak.

"Hmmm? Apa?" sahut Arjuna sembari menyiapkan materi yang akan dia berikan untuk kelas besok.

"Ganesh ..." ucap Bella ragu-ragu. Bella melihat suaminya yang menghentikan gerakannya saat nama wanita itu dia sebut. "Ganesh itu siapa, Mas?" tanya Bella.

Arjuna menatap Bella yang duduk di ranjang. "Dia, mantan kekasihku. Jangan khawatir, dia hanya masa laluku," sahut Arjuna sembari melanjutkan pekerjaannya.

Bella hanya mengangguk, bagaimana dia tidak khawatir padahal jelas-jelas Bella melihat sendiri mereka berciuman. Gadis itu sadar pernikahan mereka hanya sandiwara, tapi gadis itu seperti merasa cemburu.

1
@Al**
Bagus ceritanya /Good/
Eni Riswanti Veronika
bagus
Elen Gunarti
g salh jg sih ganesh nmya jg udh pcran lama tp slh juga dianya 🤭🤭tp keren certnya👌
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih sudah mampir🥰
total 1 replies
Sabilla Maulidia
suka Thor sama ending ceritanya walaupun sempet enneg sama karakter ganesh🤭👍
Sabilla Maulidia: ditunggu karya nya lagi😁
total 2 replies
Verawaty
baru ketemu masa iya kecelakaan Thor.. tragis amat
Verawaty
Thor.... next
IG: faustinretta: siap kak 😍
total 1 replies
Verawaty
udah bener bel, tinggalin aja si junjun
Messi Lailla
ceritanya bagus, ya walaupun ada typonya tapi menurutku ceritanya sangat menarik
Verawaty
iya mending sama Yudha
Afrion Siallagan
bagus bella jangan mau kalah
Afrion Siallagan
junaaa junaaaa
Afrion Siallagan
kenapa sih ini bella
Afrion Siallagan
aduuuhhh arjuna
Afrion Siallagan
seruu bgt kak
Afrion Siallagan
kerennnn bgt kak... suka
Herman Lim
bagus Bella hajar aja cew ga tau diri kyk gitu
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih karena telah setia membaca karya saya🥰
total 1 replies
Herman Lim
apa Juna sama mantan nya juga
Herman Lim
kamu egois juna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!