NovelToon NovelToon
Ice Cream Boy

Ice Cream Boy

Status: tamat
Genre:Persahabatan
Popularitas:254.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aulia Istik

Bagaimana jika manusia diibaratkan seperti es krim? Es krim itu dingin dan manis. Akan tetapi, itu adalah es krim dan es krim jelas berbeda dengan manusia yang memiliki hati dan emosi.

Bagaimana jika dingin dan manis, hati dan emosi itu dilebur menjadi satu? Kemudian dibumbui sedikit rasa traumatis yang begitu membekas hingga membuat kisahnya menjadi dramatis.

Ini adalah Ambar dan itu adalah Damar. Ambar adalah penikmat es krim yang sangat menyukai perpaduan manis dan dingin. Sedangkan Damar yang dingin tapi diam-diam manis dan dipenuhi emosi yang dramatis.

Ketika salah satu dari mereka menyadari keberadaan yang lain, itu hanya pertemuan singkat yang melibatkan sebuah kecelakaan kecil. Iya, itu hanya kecelakaan kecil. Namun, bagaimana jika selanjutnya mereka terlibat dalam serangan panik hingga percobaan bunuh diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Istik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1 0. E y e C o n t a c t

 "Ngambil buku aja lama banget, sih, Jamilah," ucap Lala begitu Ambar selesai membagikan buku baket dan membawa dua buku paket tersisa ke tempat duduknya.

Ambar mengerjapkan mata selama beberapa saat. "Jamilah siapa?" tanya Ambar.

Tidak, Lala tidak akan memaki. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa sebodoh apapun pertanyaan sahabatnya, dia tidak akan memaki kecuali dalam hati. "Gak, gak jadi. Gak penting banget. Udah duduk," ucap Lala kemudian menghela napas.

Setelah Ambar duduk dan pelajaran kembali berjalan selama beberpaa saat, barulah Lala kembali berbicara. "Tadi ngapain aja lama banget? Terus Marina kenapa balik-balik tampangnya ditekuk gitu?" tanya Lala.

"Kalau masalah Marina, nanti juga dia bakal cerita sendiri. Kalau masalah alasan aku lama ngambil buku ... sini, deh aku bisikin." Lala mendekatkan diri pada Ambar. Secara singkat Ambar menceritakan yang terjadi ditangga.

"Terus dia bantuin?" tanya Lala yang tidak sabar karena Ambar terlalu mendramatisir ceritanya.

Sambil mencebikkan bibir, Ambar menggelengkan kepala. "Kan udah gue bilang. Gak usah lah pake acara suka sama cowok kayak dia. Dingin banget gitu, lo gak akan tahan, Am. Makan ati doang tiap hari." Lala kembali melayangkan protesnya.

"Gak apa-apa, La. Lagian yang ngejalanin juga aku," bantah Ambar.

Lala berdecak kesal. "Su--"

"Lala, Ambar. Jangan bicara sendiri, perhatikan ke depan," tegur guru yang sedang mengajar. Ambar dan Lala kicep seketika.

 

🍒🍒🍒

Suara berderit terdengar samar di tengah keramaian kantin. Ambar mengatur kursinya untuk menyamankan posisi duduk. Tiga menit lalu Lala menarik paksa Ambar ke kantin. Sambil berlari, Lala menarik Ambar yang terseok-seok karena roknya tidak selebar rok yang dipakai Lala. Terengah-engah mereka sampai kantin, ternyata Lala hanya ingin duduk di dekat jendela dan dekat pintu masuk.

Sayangnya ketika sampai kantin tempat duduk yang diinginkan Lala sudah diisi oleh anak dari kelas lain. Lala hanya bisa mendesah kecewa sedangkan Ambar yang berjalan di belakanya masih sibuk mengatur napas. Dadanya sempat terasa sesak, sedikit kecemasan muncul ketika lala melihat Ambar menekan dadanya kuat. Takut jika sahabatnya yang mudah kelelahan itu tiba-tiba sesak napas.

Lala segera mencari tempat duduk agar Ambar bisa duduk. Kemudian Ambar duduk untuk setidaknya menenangkan deru napas. Setelah Ambar terlihat nyaman di tempat duduknya, barulah Lala bertanya, "Lo gak apa-apa?" tanya Lala sambil menggeser sebotol air mineral yang sudah dia bukakan ke hadapan Ambar.

Ambar meminum air yang diberikan Lala sebanyak dua tegukkan, kemudian mengangguk untuk menjawab pertanyaan Lala. "Yaudah, mau makan apa? Biar gue aja yang pesen."

"Minum aja, aku masih kenyang. Tolong, es jeruk, ya." Lala tersenyum sambil mengangguk lalu perlahan menghilang diantara kerumunan orang yang berdiri di depan stan-stan makanan serta minuman.

Beberapa saat setelah Lala pergi memesan, Ambar tersadar akan sesuatu yang membuat gadis itu langsung merogoh-rogoh semua sakunya. Kemudian dia teringat, jika ponselnya masih berada di laci mejanya. Ambar menghela napas. Yang bisa dia lakukan sembari menunggu Lala hanya memperhatikan orang yang berlalu lalang keluar dan masuk kantin.

Diantara orang-orang yang berlalu lalang, mata Ambar menangkap keberadaan seseorang yang baru saja melangkahkan kaki memasuki kantin. Seperti biasa, kaca mata ber-frame hitam bertengger manis di hidung mancungnya. Sambil membawa buku tebal ditanggannya, lelaki itu berjalan menuju meja paling sudut yang cukup terhindar dari keributan.

Mata Ambar mengikuti lelaki itu hingga yang diamati tersadar. Beberapa saat mereka saling tatap, tetapi Ambar buru-buru mengalihkan pandangan. Ambar sedikit tersipu karena ketahuan mengamati seseorang. Kemudian beberapa saat sebelum Lala kembali, Ambar melihat lelaki itu melewatinya lagi. Dengan langkah lebarnya, Damar berjalan ke salah satu stan makanan.

"Ngelihatin apa, Am?" tanya Lala yang tidak disadari Ambar telah kembali di hadapannya. Ambar menggelengkan kepala kemudian menerima gelas berisi es jeruk yang disodorkan Lala.

"Angga jadi terbang Sabtu sore?" tanya Ambar memastikan. Lala menganggukkan kepala sambil mengunyah makanan yang sudah berada di dalam mulutnya.

Ambar kembali diam dan membiarkan Lala melanjutkan makannya dengan tenang. Sesekali gadis itu menyeruput es jeruknya. Tetapi entah kenapa, duduk di tempatnya lama-lama membuat Ambar merasa di awasi dari kejauhan. Kemudian Ambar menolehkan kepala ke belakang untuk memastikan firasatntya. Setelah menolehkan kepala, tepat diarah jam lima, Ambar mendapati Damar sedang memperhatikannya. Di masing-masing tangan lelaki itu terdapat pulpen dan gelas minuman, sedangkan di depannya terdapat buku tebal yang tadi dia bawa kini dalam keadaan terbuka.

Tapi bukan apa-apa yang berada di genggaman atau hadapan Damar yang menjadi fokusnya, melainkan kenapa Damar beberapa kali seolah dengan sengaja melakukan kontak mata dengannya. Dan sekarang kadapatan memperhatikan diam-diam.

 

1
Esih Mulyasih
semangat Ambar..💪😁 semoga Damar bs mjd teman akrab mu 😉
Ani Nur
Thor ko kty mau bkin cerita Angga SMA lala ko ga ada cerita,klw bsa sih ada judul Bru trs Ambar SMA damar ending nikah jg dceritay🤭
Bee Pen Wibu
otw baca dari awal
Rinna Al Malik
marathon baca nya inih maaa,, bagus banget soalnya
Rinna Al Malik
baru baca novel kakak...
bagus banget sumpah 😍😍
Neno
ini g ada sequelnya gitu,pdhal ceritanya seru,aku aza maraton bc nya
Anis🦕
semangat kak😍😍,jangan lupa mampir jg yuk ke ceritaku dan jangan lupa like dan komennya trimakasih🤗
Umi Sholihah
boleh banget, sekalian sisipin hubungan ambar ma damar, biar ada manis2nya gitu.
secara mereka LDR jd bisa buat pemanis cerita angga Nova n lala
Puput Tiara andreani
awalx aku bingung dgn crtax makin kesini terxata makin seru aq jdi ikut mewek
asna
ceritanya bagus
asna
pengen gue kasih sianida bapaknya damar
asna
mama nya ambar sakit apa y jadi deg degan
asna
kok gue geregetan
asna
berasa nonton drama jepang
asna
ditolong jangan ?
asna
kayaknya damar emang sering dimarahin ama dipukul singkatnya dianiaya orang terdekat kayak di drakor
asna
jangan jangan di gebugin babenya kayak aku dulu di getok sendok nasi sama emak gegara nilai mtk ku 3.5😁
asna
aku selalu gemes ama cowok pake kacamata
asna
gue ngakak pas baru loading abis maret april jadilah indoapril 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
girl_N.J
Cerita nya bagus aku suka👍😃
Rate-5 ku juga sudah mendarat ya🛬
Jangan lupa feedback ke karyaku 🥰🥰
❤"Meisya & Randi "❤
Kisah sahabat kecil jadi cinta 💕

Terima kasih🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!