NovelToon NovelToon
Ujian Cinta

Ujian Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Caroline Gie White

Ini merupakan sequel dari Pembalap Idola. Masih bercerita tentang Nicken yang harus LDRan Jakarta - Jogjakarta bersama Satria tapi tidak mengurangi rasa kepercayaan satu sama lain. Sampai pada akhirnya banyak pihak ketiga yang semakin menguji kekuatan cinta mereka berdua.

Munculnya Danise agak menggoyahkan hubungan Nicken dan Satria. Namun Danise melakukan itu karena diimingi impiannya menjadi fotografer terkenal oleh Deandra yang pada akhirnya diketahui motif Deandra ingin membalas dendam kepada Nicken dan semua kakaknya dan juga kepada.. Satria.

Bantuan dari Adam yang berpura-pura pacaran dengan Nicken membuat Nicken dan Satria berhasil membongkar rencana Deandra. Perlahan Adam dan Nicken pun ikut larut dalam perannya sebagai pacar gadungan. Akankah cinta Satria dan Nicken berakhir akibat Deandra dan Danise? Ataukah Nicken benar-benar terlibat cinta sesaat oleh Adam? Atau mungkin cinta Nicken dan Satria semakin mendalam dan mereka tidak terpisahkan?

Inget yaa.. Apabila ada kesamaan nama karakter atau tempat, itu hanya kebetulan. Karena semuanya fiktif belaka. Enjoy!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PETUNJUK BARU

JAKARTA.

Di Gudang kebanggaan Keamanan tampak Marvel dan Nicken lagi serius sama kerjaannya di laptop masing-masing. Marvel serius mengomentarin akun twitternya-tanpa sepengetahuan Nicken tentunya- dan Nicken beneran serius bikin laporan bulanan yang mesti dia kebut karena Kepseknya sudah tidak sabar mau meriksain.

“The last offer, Sist, do you need my help?" (Penawaran terakhir, lo butuh bantuan gue?) Tanya Marvel tapi matanya tidak berpaling dari laptopnya.

“Shut up. I can handle this." (Diam. Gue bisa selesaiin ini). Sahut Nicken judes.

Marvel tersenyum. Sebenarnya dia atau yang lainnya sudah hafal banget kalau Nicken lagi serius, dia paling tidak suka diganggu, sama kaya kakak-kakaknya kalau lagi mengerjakan sesuatu, jadi dia iseng menggoda ketuanya itu.

Tidak berapa lama, seorang cowok yang berpin merah yang berarti salah satu Punggawa Randy masuk. Ketika melihat Nicken sibuk, dia hanya bisa garuk-garuk kepala.

“What’s wrong?” (Ada apaan?)

“I wanna tell ‘bout.. So Urgent." (Gue mau bilang tentang.. Darurat banget.) Sahutnya sambil menoleh ke Nicken yang sama sekali tidak terpengaruh sama kedatangannya.

“About what?" (Tentang apa?)

Akhirnya si Punggawa itu duduk di hadapan Marvel, “Romi is fighting with Ivan. Randy and Nila can’t handle them. And I think, she can." (Romi lagi berkelahi sama Ivan. Randy dan Nila enggak bisa mengatasi mereka. Dan gue rasa, dia bisa.) Sahutnya sambil menoleh ke Nicken.

Marvel menghela nafas. Lalu berpaling ke Nicken. “Cken..”

Nicken tidak merespon dan terus mengetik.

“Cken, please.” Marvel sedikit meninggikan suaranya.

“Apa sih, Vel!” Hardik Nicken karena kesal tapi itu berhasil membuat dia menatap Marvel.

“Romi and Ivan are fighting now, please.”

“You can call the other! And you.." (Lo bisa panggil yang lain! Dan lo..) Nicken menunjuk cowok yang duduk di hadapan Marvel. “Lo tahu gue paling enggak suka diganggu kalau lagi kerja!”

“*Stop complaining, just go now*!" (Enggak usah komplain, pergi sekarang!)

Nicken dengan makin kesal bangun dari singgasananya lalu berjalan keluar. Marvel memberi isyarat Punggawa Randy tadi buat ikut mengawal Nicken biarpun sudah ada cewek yang langsung mengekor kemanapun Nicken pergi.

Nicken berjalan dengan angkuh karena bete gara-gara kasus perkelahian ini laporannya mesti ke pending.

Lagian ada apaan sih mereka? Tumben banget sampai berantem segala. Di kantin pula, bikin malu saja. Sungutnya dalam hati.

Di koridor kantin sudah terdengar sayup-sayup keriuhan yang ada di dalam kantin. Banyak anak yang lagi menonton dari pintu masuk sampai ke separuh dalam kantin lalu langsung menyingkir waktu tahu Nicken datang dan karena Punggawanya juga yang membuka jalan buat dia.

Nila menggelengkan kepalanya ke arah Nicken yang menghampiri mereka. Randy keliatan tidak bisa berbuat apa-apa melihat Ivan dan Romi masih bergelut satu sama lain.

“Suruh mereka bubar.” Perintah Nicken pelan tapi kedengeran tegas banget.

Beberapa Punggawa yang dikasih isyarat dari masing-masing ‘Bos’ mereka langsung beranjak dan memaksa anak-anak yang ada di kantin buat pergi dari sana. Tidak berapa lama hanya terdengar suara Ivan dan Romi saja.

Nicken pun duduk di salah satu bangku kantin sambil terus menonton tayangan yang belum pernah ada. Randy dan Nila hanya saling pandang dan bingung juga mesti gimana.

Tidak berapa lama, Nicken memberi isyarat kedua orang Punggawanya buat melerai Ivan dan Romi. Setelah berhasil dipisahkan, mereka dipaksa duduk di kursi terpisah dengan penjagaan khusus.

“Sebelum kalian gue biarkan saling membunuh, gue mau tanya dan gue mau jawabannya masuk akal buat gue.”

Randy duduk di samping Nicken dan Nila berdiri di belakang Ivan dan Romi.

“Apa alasan kalian mengganggu waktu anak-anak buat istirahat?”

Ivan dan Romi terdiam sambil memegang rahang pipi mereka masing-masing.

“Ada yang bisa jawab dia?” Tanya Randy masih dengan nada ramah. Tapi beberapa detik berlalu mereka masih terdiam, Randy pun menggebrak meja yang membuat Ivan dan Romi kaget. “Jawab dia sekarang!!”

“Dia kayanya ada dibalik masalah lo sama Satria, Cken.” Jawab Romi.

“Lo jangan asal ngomong, Rom!!”

Seorang Punggawa cowok menahan Ivan buat tidak memukul Romi.

“Stop, Van!!” Ivan pun diam. “Maksud lo apa, Rom? Kenapa lo bisa ngomong kaya gitu? Apa buktinya?”

“Tadi gue enggak sengaja dengar dia lagi nelepon di taman belakang, dan gue dengar jelas banget dia menyebut nama Danise. Itu cewek yang lagi digosipin sama Satriakan? Enggak mungkin ada Danise lain dalam waktu yang bersamaan.”

Nicken berpaling ke Ivan. “Lo ada hubungan apa sama cewek yang namanya Danise? Apa itu emang cewek yang lagi digosipin dekat sama Satria?”

Ivan masih diam.

“Jawab gue, Van!!”

“Dia sepupu gue, tapi gue enggak..”

“Oke. Itu sudah bisa menjawab semua pertanyaan gue. Thanks.” Nicken berdiri.

“Lo dengerin gue dulu, Cken! It doesn’t like what you’re thinking!!" (Ini enggak seperti yang lo pikirkan!!)

“Silahkan kalau mau diterusin berantemnya, gue enggak peduli kalau salah satu dari kalian ada yang kenapa-napa.”

Nicken berbalik pergi diikuti Nila dan beberapa Punggawa mereka tanpa menghiraukan teriakan Ivan yang memanggil namanya.

Randy pun bangun lalu menghampiri Romi dan merangkulnya berdiri. “Bawa dia ke UKS.” Randy pun sedikit memapah Romi berjalan pergi.

Seorang Punggawa Randy ingin membantu Ivan tapi ditolaknya. “I can take care myself." (Gue bisa urus diri gue sendiri.) Akhirnya dia pun ditinggal sendirian lalu tertunduk diam sambil menahan sakit.

“Jadi Ivan sepupunya Danise?”

“Dia bilang sendiri tapi untuk masalah dia yang ada di belakang kasus kamu sama cewek itu benar apa enggak belum bisa aku pastiin.”

“Kita enggak bisa nuduh dia tanpa bukti yang kuat, Sayang, ntar malah kita fitnah.”

“Iya kamu benar, Kak. Biar ntar aku cari tahu sama orangnya.”

“Maaf ya, Sayang, gara-gara aku, kamu jadi ikutan ribet.”

“Aku mau ini cepat selesai, Kak. Biar kamu digosipinnya sama aku saja, bukan sama cewek lain.”

Satria ketawa. “Love you, Honey. Bye. Assalamualaikum.”

“Bye, Honey. Waalaikumsalam.”

Nicken meletakkan ponselnya sambil menghela nafas lalu menatap Romi yang masih mengurus memar yang ada di mukanya bersama Nila.

“Kalau gue boleh ngomong ya, Cken..” Nicken berpaling ke Lika yang duduk di kursi yang ada di depan meja Randy. “Mungkin Romi enggak salah nuduh Ivan ada dibalik masalah lo sama Satria, apalagi itu cewek yang emang lagi dibahas. Tapi biarpun ternyata cewek itu sepupunya Ivan, bukan berarti juga dia yang menyuruh itu cewek buat merusak hubungan lo sama Satria. Benar enggak?”

“Gue setuju sama Lika.”

“Ya sudah, gue cari Ivan.” Nicken bangun dari duduknya. “And Vel, finish my work. Jangan twitteran saja lo.”

Marvel mendongak dari laptopnya lalu menatap semuanya yang lagi menatap ke arahnya. Merasa jadi tersangka. Randy pun menunjuk ke arahnya lalu ke laptop Nicken.

“Oke, oke.” Marvel pun berpindah dari mejanya ke meja Nicken yang sebelumnya mengacak rambut Nicken sebelum dia pergi dari Gudang.

“Jangan geer karena gue nelepon lo. Gue mau ngomong, lo dimana?” Beberapa detik kemudian Nicken mematikan ponselnya lalu mempercepat langkahnya.

“Perlu gue kosongin, Cken?” Tanya Punggawa cowoknya waktu melihat ada beberapa anak lagi duduk di sekitar taman belakang.

“Enggak perlu, Kak. Kalian boleh pergi.”

“Are you sure?” (Lo yakin?) Tanya Punggawa ceweknya tidak percaya.

Nicken tersenyum. “Yup, just take your time to relax, I’ll be fine.” (Iya, lo istirahat saja ya, gue bakal baik-baik saja.)

Nicken lalu berjalan menghampiri Ivan. Dan setelah memastikan Nicken bakal baik-baik saja, Punggawanya pun pergi.

“Sudah mau percaya sama gue sampai-sampai lo mau ngomong sama gue?”

“Bukan berarti gue sudah mau percaya sama apapun yang keluar dari mulut lo nanti.”

“So, you just waste your time here." (Jadi lo cuma buang-buang waktu lo.)

Nicken menghela nafas sambil memandang pemandangan di depannya. “Benar bukan lo dibalik masalah gue sama Satria?”

“Lo sendiri yang bilang kalau lo enggak bakal percaya sama gue, jadi gue mesti gimana menjawab pertanyaan lo?”

“Just answer me. It will be my problem to trust you or not." (Jawab gue. Itu bakal jadi urusan gue buat percaya sama lo apa enggak.)

Ivan menghela nafas. “Dia emang sepupu gue. Jujur gue belum dapat informasi yang mungkin lo butuhkan. Tapi gue benar-benar enggak ada sedikitpun terlibat dari masalah kalian.”

“Kata Satria dia diperalat buat merusak hubungan gue sama Satria.”

“Dan gue enggak punya pikiran atau rencana jahat itu. Perasaan gue ke lo emang belum berubah, Cken, tapi gue enggak akan mungkin melakukan itu.”

“Well, oke then. Thanks for your time.”

Nicken berdiri dan ingin berjalan tapi Ivan menangkap lengannya. Nicken menatapnya.

“Kapan lo mau maafin gue, Cken? Kapan lo mau berhenti bersikap kaya gini ke gue? Sampai kapan lo mau menghukum gue? Dan kapan kita bisa kaya dulu lagi?”

Nicken menarik tangannya. “Gue sudah maafin lo, Van, tapi maaf gue enggak yakin kita masih bisa kaya dulu apa enggak karena gue enggak tahu kapan bisa percaya sama lo lagi.”

Nicken lalu pergi dan Ivan terdiam.

Kalau bukan Ivan terus siapa? Nicken berjalan sambil terlihat berpikir.

“Gue percaya kok, De, kalau bukan Ivan pelakunya.” Sahut Nico sambil menyetir.

“Kalau bukan dia siapa?”

“Mungkin Nathan?”

Muka Nicken langsung berubah. “Iya juga ya? Kenapa enggak kepikiran dari awal?”

“Tapi lo cari bukti dulu ya. Karena ini masih asumsi.”

Nicken lalu terdiam.

Enggak mungkin banget gue cari dia. Enggak akan pernah.

To be continued......

1
Flora
hai kak Caroline 🤗
yuppy datang lagi bawa 8 like buat KK
terus semangat berkarya ya 💐
Càröliné Gie White: Makasih kk
total 1 replies
Susi Ana
like, mampir ya
IG||Rezhazulfa
aku dah mampir kak, mampir juga dong :) Ga maksa kok
Riana Nazwa
ceritanya bagus kak aku suka

bdw mampir juga ya kak di novelku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
rahima humaira(bundae rizky)
next
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Flora
Like ku terbang untuk author tersayang
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan

Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
Càröliné Gie White: Makasih ka selalu hadir..
total 1 replies
rahima humaira(bundae rizky)
next
Flora
2 like sudah mendarat
dikaryamu yang hebat
Tetap semangat

salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
Flora
2 Like ku hadir mendukungmu
Maaf lama baru mampir
Ditunggu kelanjutannya

Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
ANAA K
ooh adam adam.. semangat thor! jangan lupa mampir yaaah
ANAA K
huhu semangat yaa!
ANAA K
semangat!
ANAA K
usaha yang keras akan membuahkan hasil? terbaik thor!
ANAA K
aku kembali dengan like dan comentku thorr!
ANAA K
semangat! semangat!
ANAA K
semangat thorr.. mampi yaa..
ANAA K
Like like like! jangan lupa mampur ya thorr!
ANAA K
semangat!
ANAA K
semangat thorr!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!