NovelToon NovelToon
DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:548
Nilai: 5
Nama Author: WA_19019

Dunia ini gila? Mungkin benar. Tapi kalau sudah begini, aku mending ikutan gila saja daripada pusing sendiri. Ikuti kisah konyol Bima dan kawan-kawan yang hidupnya selalu diisi kejadian tak terduga dan kelakuan yang bikin ketawa terus!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WA_19019, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IKUT BANTU PANEN SINGKONG,HADILNYA MALAH PENUH LUMPUR

Beberapa hari setelah jadi penjaga sumur dadakan, cuaca berubah jadi agak mendung. Kadang gerimis turun sebentar-sebentar, bikin tanah di sawah dan kebun jadi lembek dan becek. Tapi buat petani, ini justru saat yang pas buat panen singkong tanahnya lunak, jadi lebih gampang dicabut akarnya.

Pagi itu, Pak Joko datang ke kantor sambil nyapa kami semua.

“Tadi lewat kebunnya Pak Wito, dia lagi sibuk sendiri mau angkat singkong. Katanya panennya lumayan banyak, tapi tangannya agak pegal-pegal, takut nggak selesai hari ini. Kalau ada yang nggak ada kerjaan, boleh bantu sebentar, nanti dapat bagian juga kok.”

Mendengar itu, Bima dan Ojak langsung angkat tangan semangat. “Kita aja Pak! Daripada duduk di sini bikin ngantuk, mending gerak badan. Lagian belum pernah juga panen singkong, penasaran juga rasanya.”

Sari dan Rara ikut menyusul. “Kami juga ikut, nanti yang ringan-ringan aja yang kami kerjakan, nggak usah yang berat-berat.”

Tanpa banyak tanya lagi, kami berempat langsung jalan menuju kebun Pak Wito. Letaknya nggak jauh, cuma sekitar sepuluh menit jalan kaki lewat jalan setapak yang agak berkelok. Begitu sampai di pinggir kebun, langsung terlihat tumpukan daun singkong yang rimbun, dan tanahnya kelihatan basah bekas hujan tadi malam.

Pak Wito melihat kami datang, langsung menyapa sambil tersenyum lebar. “Wah, makasih banyak ya mau bantu. Tanahnya agak lembek dan licin nih, hati-hati saja jalannya, jangan sampai terpeleset.”

“Siap Pak, kami hati-hati kok,” jawab Ojak sambil melangkah masuk pelan-pelan.

Pekerjaannya sederhana saja cabut batang singkongnya sampai akarnya keluar dari tanah, pukul-pukul sedikit supaya tanahnya rontok, terus kumpulkan jadi satu tumpukan biar gampang diangkut nanti.

Awalnya kami berjalan dengan hati-hati. Bima dan Ojak yang angkat batangnya, Sari dan Rara yang membersihkan tanahnya. Tapi lama-lama, karena asyik bekerja dan merasa sudah mulai terbiasa, kewaspadaan itu pelan-pelan hilang.

“Wah, gampang juga ternyata! Cuma tarik, langsung keluar,” kata Ojak sambil mencabut satu batang yang cukup besar, merasa bangga bisa melakukannya dengan mudah.

“Iya, apalagi tanahnya lunak begini, nggak perlu pakai tenaga berlebih,” timpal Bima sambil mengikuti langkah Ojak.

Tapi namanya juga tanah yang habis hujan, kelihatan kering di atasnya tapi di dalamnya penuh lumpur. Begitu melangkah lebih ke tengah kebun, kaki mulai terasa berat dan makin dalam terbenam.

“Lho, kok rasanya kaki makin berat ya? Seperti ada yang menarik ke bawah,” gumam Bima sambil berusaha mengangkat kakinya. Begitu terangkat, sepatunya sudah penuh lumpur tebal yang lengket.

Belum sempat dia membersihkannya, Ojak yang sedang menarik batang singkong agak kuat tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Karena tanahnya licin, dia terpeleset dan terjatuh duduk persis di atas tumpukan tanah basah.

“Waduhhh!” teriaknya kaget.

Begitu dia berdiri lagi, wajah dan badannya langsung berubah. Celananya sampai ke lutut penuh lumpur cokelat, baju bagian belakang kotor kena tanah, bahkan pipinya sedikit terkena cipratan lumpur.

Sari dan Rara yang melihatnya langsung menutup mulut sambil ketawa terbahak-bahak. “Hahaha! Itu badan apa lumpur?!”

Ojak hanya bisa garuk kepalanya sambil ikut ketawa malu. “Tadi licin banget! Rasanya kayak ditarik setan tanah nih!”

Bima yang tadinya ketawa melihat Ojak, nggak lama kemudian juga kena giliran. Saat dia mencabut batang singkong yang agak besar, dia melangkah mundur supaya lebih kuat menariknya. Tanpa sadar kakinya menginjak tempat yang lebih lembek, dan seketika itu juga kakinya terbenam sampai betis.

Dia berusaha menariknya, tapi lumpurnya lengket sekali. Semakin ditarik, semakin terasa berat. Akhirnya dia harus menopang badan pakai kedua tangan, dan saat berhasil keluar, kedua tangannya sudah penuh lumpur sampai ke siku.

“Ya ampun! Ini panen singkong atau panen lumpur sih?” keluh Bima sambil melihat tangannya yang nggak bisa dibersihkan cuma diusap-usap saja.

Sari dan Rara yang tadinya aman-aman saja, akhirnya ikut juga kena musibah. Saat mereka berjalan memindahkan singkong yang sudah dibersihkan, Rara terpeleset sedikit dan menabrak Sari. Akhirnya keduanya terhuyung-huyung, baju dan rok bagian bawah ikut kotor kena cipratan tanah basah.

Dalam waktu singkat, keempatnya sudah nggak ada yang bersih lagi. Wajah mereka ada yang kotor di dahi, ada yang di pipi, tangan dan kaki penuh lumpur, baju dan celana sudah berubah warna jadi cokelat merata. Kalau dilihat dari jauh, susah dibedakan mana orangnya mana tanahnya.

Pak Wito yang melihat kejadian itu malah ketawa terbahak-bahak sampai perutnya sakit. “Hahaha! Sudah dibilangin hati-hati, tetap saja terpeleset. Memang begini nasibnya kalau kerja di kebun pas tanahnya basah yang diambil singkongnya, yang dibawa pulang lumpurnya!”

Meskipun sudah kotor, kami tetap lanjut bekerja sampai selesai. Lagian sudah terlanjur kotor, nggak ada ruginya lagi kalau makin kotor dikit. Sambil bekerja, kami terus saling ledek dan bercanda.

“Lihat kita sekarang, kalau pulang lewat jalan raya, dikira baru gali sumur atau cari kerang di rawa!” kata Rara sambil mengusap wajahnya malah jadi makin kotor.

“Untung saja bajunya bukan yang baru, kalau nanti dicuci susah hilangnya,” tambah Sari sambil menggeleng-geleng kepala.

Ojak yang sudah pasrah saja malah santai. “Sudahlah, anggap saja ini lulur alami. Nanti kulit jadi halus dan lembab, lebih bagus dari krim mahal di toko!”

Bima hanya bisa mengangguk sambil tertawa. “Iya juga, yang penting singkongnya sudah terkumpul rapi. Kalau cuma lihat penampilan kita, orang nggak bakal percaya kalau kita tadi cuma bantu panen, bukan lagi main lumpur.”

Menjelang siang, semuanya sudah selesai. Singkongnya sudah ditumpuk rapi di pinggir kebun, siap diangkut ke rumah. Sebagai tanda terima kasih, Pak Wito memberi kami masing-masing sekarung kecil berisi singkong yang sudah dibersihkan tanahnya.

“Ini buat dibawa pulang, bisa dibuat keripik atau direbus buat camilan. Maaf ya tadi bikin kalian kotor semua,” kata Pak Wito sambil tersenyum.

“Nggak apa-apa Pak, malah jadi pengalaman seru. Sekali-sekali rasanya juga asyik,” jawab kami sambil berterima kasih.

Perjalanan pulang terasa agak lucu. Setiap orang yang lewat melihat kami, pasti menoleh sambil menahan ketawa. Ada yang menyapa, “Wah, dapat hasil panen banyak ya? Sampai dibawa di badan juga!”

Kami hanya bisa balas senyum sambil mengangkat karung singkong. Begitu sampai di kantor, kami langsung lari ke tempat air, mencuci tangan, kaki, wajah, dan baju yang kotor itu. Butuh waktu lumayan lama sampai bersih kembali, dan air bekas cucinya jadi keruh penuh lumpur.

Saat duduk istirahat sambil memakan singkong rebus yang sudah dimasak, Ojak berkata sambil tersenyum.

“Tadi rencananya cuma bantu panen singkong, eh pulangnya bawa cerita lucu dan badan penuh lumpur. Tapi rasanya puas juga lho, capeknya hilang kalau sudah ketawa-ketawa begini.”

Bima mengangguk setuju. “Betul. Kalau kerjaannya cuma rapi dan bersih terus, nggak ada cerita yang bisa diceritakan. Hari ini panennya berhasil, dan ceritanya juga dapat banyak.”

Begitulah hari itu berakhir. Penuh lumpur, penuh tawa, dan jadi salah satu pengalaman yang nggak akan mudah kami lupakan.

1
Ananda Anggit
bagus ceritanya 👍
Wulandari Ayuningtyas: makasih😁
total 1 replies
tazayaa
semangat kakk💪💪
Wulandari Ayuningtyas: kakak juga semangat y
total 1 replies
tazayaa
bima udah pesimis aja ni doanya ga dikabulkan🤣🤣
Wulandari Ayuningtyas: wkwk karna pasti ada aja kejadian konyol kak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!