NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kondisi Ivanka

Di rumah sakit

‎Ivanka mulai membuka matanya setelah satu minggu di nyatakan koma, perawat yang menjaganya langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Ivanka karena Ivanka terlihat gelisah.

‎"Apa yang anda rasakan?" Tanya Harlan

‎"Perut saya sakit, kepala saya pusing dan kaki saya tidak bisa di gerakkan" jawab Ivanka

‎"Anda ingat apa yang terjadi pada anda?" Tanya Harlan sambil memeriksa kondisi kaki Ivanka

‎"Apa yang terjadi pada saya?" Tanya Ivanka kebingungan

‎"Ingat nama Anda?" Tanya Harlan lagi tapi Ivanka terlihat semakin kebingungan

‎"Tidak perlu di paksakan, ingat perlahan saja, saya akan keluar untuk memeriksa pasien lain, kamu bisa mengatakan apa yang kamu butuhkan pada perawat penjaga disini" ucap Harlan yang akan kembali memeriksa hasil laporan kesehatan Ivanka.

‎"Apa keluarganya tidak ada yang datang?" Tanya Harlan saat keluar dan bertanya pada polisi yang berjaga di luar

‎"Tidak ada satupun pak, menurut pak Brandon mereka sudah di hubungi, tapi tidak ada yang merespon" jawab anggota tersebut

‎"Terima kasih, saya akan telepon Lucas kalau begitu" jawab harlan, dia berjalan kembali menuju ke ruangannya sambil mengecek ulang hasil Rontgen Ivanka, tidak ada hal yang serius di perutnya, tapi Harlan heran kenapa dia sakit si area perutnya, bahkan ingatannya seperti hilang.

‎"Apa yang terjadi padanya sampai ingatannya menolak untuk mengingat kejadian itu? Jika di lihat disini, luka di kepalanya harusnya tidak sampai membuatnya kehilangan ingatannya" gumam Harlan

‎Tok. Tok. Tok.

‎"Masuk"

‎Ceklek.

‎Langit masuk ke ruangan Harlan untuk memeriksa jahitan di tangannya dan mengatakan kalau Aurora ingin pulang besok, tapi Harlan masih belum mengijinkan karena kondisi janin Aurora masih dalam pantauan dokter kandungan di Smith hospital.

‎"Opa Abraham bilang akan bawa alat alat medisnya ke rumah Om, tolonglah, Ola nggak betah disini katanya sering ada kuntilanak yang minta mata anak kami" bujuk Langit

‎"Bawa bawa hal mistis, kamu mau nakut nakutin saya!" Kesal Harlan

‎"Saya serius Om, kan Om juga tahu kalau istri saya itu selain cantik, imut, menggemaskan dia juga istimewa" bangga Langit

‎"Astagfirullah... Keluar sana! Besok siang akan saya siapkan surat kepulangan kalian" ketus Harlan

‎"Hehe.. terima kasih dokter, saya mau ke ruangan Ola lagi, tadi kata Ola kalau pasien yang jadi korban pelecehan itu sudah membaik, sebaiknya di bawa ke rumah Om Lucas saja, dia tidak diinginkan keluarganya karena hanya seorang anak di luar nikah" bisik Langit membuat Harlan terkejut bahkan mengepalkan tangannya

‎"Jadi dia di buang?" Tanya Harlan dan Langit mengangguk

‎"Sekarang Om yakin, keluarganya pasti terlibat" ungkap Harlan

‎"Akan sulit di buktikan Om, mereka orang terpandang, dan juga banyak koneksi, berurusan dengan mereka itu berarti juga akan menyulitkan orang yang membatu korban, itu yang di katakan Aurora" ungkap Langit

‎"Om akan telepon Lucas untuk kesini kalau begitu, dia kan mengurus anjing perempuan itu" ucap Harlan

‎"Iya Om, Langit yakin Om Lucas bisa jaga dia dengan baik, karena saat ini yang di butuhkan perempuan itu adalah sebuah keluarga" ucap Langit serius

‎#####

‎Meski Lucas sibuk di kantornya, dia menyempatkan diri untuk datang setelah di telepon Harlan, apalagi James mengatakan kalau Ivanka sama sekali tidak di jenguk satupun keluarganya, dan kepolisian sudah menemukan titik terang dari kasus yang menimpa Ivanka.

‎Ceklek.

‎Lucas masuk bersama Harlan ke ruangan Ivanka, bisa mereka lihat Ivanka yang sedang merenung sendiri, seperti sedang kebingungan dan juga berusaha mengingat apa yang terjadi padanya.

‎"Selamat sore Ivanka, ada yang ingin mengunjungi mu" ucap Harlan

‎"Mengunjungi, apa kamu keluargaku?" Tanya Ivanka terlihat berbinar.

‎"Iya, saya keluargamu, tepatnya temanmu, namaku Lucas" jawab Lucas tersenyum

‎"Lucas, nama itu ada di kepalaku dan ternyata itu kamu" balas Ivanka merasa senang.

‎"Ada dua Lucas, yang satu adalah ini" ucap Lucas memberikan rekaman Lucas yang ada di handphone miliknya, Lucas yang sedang di ajak jalan jalan oleh Michael dan bermain bersama Arjuna, Altair dan Andromeda, bahkan para anak anak Dark Dragon juga ikut bermain dengannya.

‎"Seekor anjing?"

‎"Iya namanya Lucas juga mungkin itu sebabnya namanya ada di kepalamu, dia anjing milikmu" jawab Lucas

‎"Aku ingin melihatnya, apa kamu tahu apa yang terjadi padaku?" Tanya Ivanka

‎"Apa yang kamu rasakan sekarang?" Tanya Lucas

‎"Tubuhku terasa sakit, dan kepalaku terus merasa pusing kalau bergerak, dan juga bagian bawahku terasa ngilu, kakiku sudah bisa di gerakkan tapi hanya sedikit" jawab Ivanka membuat Lucas merasa marah dengan pelaku yang begitu sadis memperlakukan Ivanka.

‎"Kamu di temukan di sebuah lahan kosong, dalam keadaan terkubur, anjingmu menemukan kamu dan aku ikut membantu mengeluarkan kamu dalam lubang itu bersama supirku, apa kamu tidak ingat kejadian saat kamu terakhir kali sadar?" Tanya Lucas dan Ivanka menggelengkan kepalanya.

‎"Aku tidak tahu apa karena pengaruh pukulan atau benturan, tapi sepertinya Ivanka kehilangan ingatannya, mungkin juga karena trauma" ungkap Harlan setelah memeriksa kaki dan juga kepala Ivanka.

‎Ivanka menatap bingung Harlan dan Lucas, dia tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan keduanya, karena dia benar benar tidak ingat apapun.

‎"Aku haus" ucapnya tiba tiba

‎"Maaf, aku tidak peka, ini minumlah" ucap Lucas memberikan air pada Ivanka, terlihat bercak merah di leher Ivanka sudah mulai menghilang dan juga luka sayatan di tangan dan bahunya masih terlihat di perban, bukan hanya disana sepertinya sekujur tubuh Ivanka di perban karena luka sayatan itu ada di sekujur tubuhnya seperti si pelaku yang ingin Ivanka mati karena kehabisan darah.

‎"Apa kamu sudah makan?" Tanya Lucas

‎"Pasien tidak mau makan, padahal makanan sudah di antar satu jam yang lalu oleh petugas rumah sakit" jawab perawat yang menjaga Ivanka.

‎"Aku tidak lapar"

‎"Kamu harus makan, apa kamu tidak mau sembuh? Dan kamu juga harus minum obat, nanti setelah kamu sembuh, kita bertemu Lucas" ucap Lucas

‎"Iya aku ingin melihat Lucas, aku akan makan" jawab Ivanka

‎Lucas menyuapi Ivanka, meski awalnya merasa ragu, tapi Ivanka tidak menolak suapan itu, dia bahkan makan dengan lahap, dengan mata masih terus mengingat ingat mungkin atau tidak dia mengenal sosok Lucas yang namanya ada di kepalanya itu, tanpa dia tahu kalau Lucas yang ada di kepalanya itu hanya seekor anjing Siberian Husky miliknya.

‎"Sekarang kamu istirahat, aku akan pulang sebentar, untuk melihat Lucas, dia akan tinggal sementara di rumahku, di sana ada pak Burhan yang akan menjaganya" ucap Lucas.

‎"Apa kamu akan kesini lagi? Disini tidak ada yang mengunjungi ku, setiap melihat pintu hanya perawat dan dokter saja yang masuk" tanya Ivanka ragu ragu

‎"Iya, aku akan kesini lagi, sekalian bawa pakaian untukmu dan juga beberapa berkas yang akan aku kerjakan disini" jawab Lucas

‎Setelah kepergian Lucas, Ivanka membaringkan tubuhnya dan rasa ngantuk dari efek obat yang dia minum mulai terasa, hingga dia tertidur.

‎Guk. Guk. Guk.

‎"Lepaskan Lucas!" Teriak Ivanka menerjang beberapa orang yang mengikat Lucas di atas pohon padahal dia sendiri sudah berlumuran darah di sekujur tubuhnya akibat di sayat oleh empat laki laki yang berdiri di hadapannya dengan memegang pisau di tangan mereka .

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!