NovelToon NovelToon
Pulang Untuk Membalas Dendam

Pulang Untuk Membalas Dendam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: nita kinanti

Dira, gadis yang dulu menjadi korban bully dari teman sekolahnya akhirnya berubah menjadi sosok yang kuat dan berkuasa. Selama bertahun-tahun dia tinggal di luar kota. Dia berusaha mengubur dalam-dalam kenangan pahitnya sewaktu menjadi korban bully dan ingin melanjutkan hidupnya dengan tenang karena yakin karma akan bekerja dengan sendirinya.

Tetapi kemudian, Dira mendengar jika ternyata orang-orang yang dulu membullynya sekarang hidup bahagia, Dira merasa tidak terima. Kepulangannya ke kota kelahirannya yang tadinya hanya demi karier berubah menjadi keinginan untuk membalas dendam. Dira bertekad jika karma belum menghampiri mereka maka dia yang akan menghantarkannya.

Akankah Dira berhasil membalas dendamnya atau justru memaafkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Insomnia

Zaki mengajak Selvi pulang dan membatalkan makan malam mereka. "Kamu kenapa sih Sel? Tidak biasanya kamu seperti ini dengan rekan bisnis wanitaku." Zaki tidak memanggil Selvi dengan panggilan sayang seperti biasanya karena sedang kesal.

"Kamu yang kenapa?! Kenapa kamu sangat perhatian pada perempuan itu? Kamu menyukainya?!" balas Selvi tak mau kalah.

"Aku tidak menyukainya! Lagipula, bukankah dia temanmu jadi aku pikir wajar jika aku bersikap baik padanya?!"

Eh ... Iya juga. Zaki bisa curiga.

"Aku kekasihmu dan sebentar lagi kita akan bertunangan. Aku takut kamu jatuh cinta kepada perempuan itu lalu meninggalkan aku," ucap Selvi dengan mata yang tiba-tiba berkaca-kaca. Tentu saja ini hanya aktingnya agar Zaki tidak curiga dengan hubungannya dan Dira yang ternyata tidak seperti yang Zaki pikirkan.

"Astaga ... Sayang, kamu berpikiran terlalu jauh. Aku tidak akan meninggalkan kamu demi siapapun," ucap Zaki melunak. Bagaimana pun juga dia tidak tega melihat kekasihnya itu menangis.

"Tetapi aku tidak suka kamu bertemu dengannya! Kalau kamu masih ingin bertemu dengannya lebih baik pertunangan kita dibatalkan!"

"Jangan seperti itu Sel ... " Zaki paling tidak bisa kalau Selvi sudah mengancam seperti ini karena dia sangat mencintai Selvi dan tidak ingin berpisah darinya. "Aku janji aku tidak akan pernah meninggalkan kamu tetapi kamu juga harus berjanji tidak akan cemburu kepada rekan bisnisku. Perusahaannya adalah sumber uangku Sayang, kalau kerja sama ini gagal maka perusahaanku akan rugi. Aku mohon mengertilah."

Selvi diam tidak menanggapi.

"Jangan menangis, oke? Aku profesional dalam bekerja, kamu tahu itu."

Selvi mengangguk setelah Zaki berhasil meyakinkannya. Lalu dia pura-pura menghapus air matanya yang belum sempat menetes. Dia menunjukkan wajah sedih di depan Zaki padahal batinnya tertawa.

Tidak akan semudah itu kamu merebut Zaki dariku!

*

Dira sudah membaringkan tubuhnya di tempat tidur selama beberapa saat. Tetapi pertemuannya dengan Selvi membuat Dira tidak bisa memejamkan matanya. Dia takut mimpi buruk itu datang lagi. Biasanya Dira menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya dan membiarkan tubuhnya tertidur karena kelelahan. Dengan begitu, mimpi buruk itu tidak datang.

Kali ini pun demikian. Dira memutuskan untuk membuka laptopnya. Lebih baik dia melihat-lihat akun jual beli properti, mencari bangunan yang akan dia gunakan untuk membuka restoran.

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari tetapi Dira masih belum mengantuk. Tidak ada yang dia temukan di internet dan tidak ada lagi yang bisa dia kerjakan. Dira menutup laptopnya lalu keluar menuju balkon kamarnya, menatap langit malam yang selalu menemaninya ketika dia tidak bisa tidur.

Sebenarnya Dira merasa kesepian karena hidupnya hanya dia isi dengan bekerja dan bekerja. Dulu sewaktu sekolah, tidak ada satu laki-laki pun yang mendekatinya karena tidak ada yang tertarik melihat penampilannya. Sekarang setelah dia berubah menjadi sosok cantik dan kaya, banyak pria yang mendekatinya dan ingin menjalin hubungan dengannya. Tetapi Dira justru menolak mereka semua. Dira membentengi dirinya dari laki-laki manapun karena masa lalunya membuatnya merasa tidak percaya diri untuk menjalin sebuah hubungan.

Soal Zaki, Dira sama sekali tidak berniat ingin merebut hati Zaki. Yang dia inginkan hanyalah membuka mata Zaki agar laki-laki itu mengetahui seperti apa Selvi sebenarnya lalu meninggalkannya. Caranya adalah dengan mendekati Zaki dan membuat laki-laki itu percaya padanya. Kalau Dira tiba-tiba datang dan menceritakan apa yang dilakukan Selvi kepadanya dulu, tentu Zaki tidak akan percaya melihat betapa bucin laki-laki itu kepada Selvi, ditambah Dira juga tidak punya bukti apa-apa.

Suara dering telepon membuat Dira tersadar dari lamunannya.

Dia melihat handphone-nya yang tergeletak di atas nakas terus menyala. Dengan langkah malas Dira berjalan masuk untuk mengambil handphone-nya. "Pasti dia! Kenapa dia senang sekali menelepon tengah malam begini?!" gerutunya.

"Halo ... " sapa Dira dengan suara malas seolah-olah dia sengaja bangun dari tidurnya untuk menjawab telepon itu.

"Come on baby, aku tahu kamu belum tidur," ucap suara di seberang telepon.

Dira sadar, percuma dia berakting untuk mengelabuhi laki-laki ini karena akan ketahuan pada akhirnya.

"Ada apa? Sekarang jam satu malam di sini!" ucap Dira dingin. Memang pada dasarnya Dira bersikap dingin kepada semua laki-laki. Hanya kepada Zaki saja dia bersikap manis, itupun karena dia punya maksud di baliknya.

"Kamu tidak kangen padaku Baby? Sudah berapa bulan kita tidak bertemu?"

"Belum ada sebulan Jeff! Nggak usah lebay! Kita bertemu saat terakhir rapat direksi. Kamu, juga Tante Elisa memaksaku untuk memegang perusahaan kalian di sini! Kamu ingat itu?!"

"Benarkah? Rasanya seperti sudah setahun bagiku," balas laki-laki yang bernama Jeffrey Vinson itu sambil terkekeh. "Bagaimana? Kamu suka perusahaan itu Baby? Itu akan menjadi milikmu jika kamu mau," ucap Jeff dengan entengnya.

"Kalau kamu memberikan perusahaan itu untukku, namanya harus diganti dengan namaku, bukan lagi Vinson Corp!" jawab Dira tanpa basa basi.

Dira memang menjabat sebagai Presdir di perusahaan itu, tetapi keluarga Jeff lah pemiliknya karena mereka memiliki hampir sembilan puluh persen saham di perusahaan itu. Dan itu baru di satu perusahaan, belum di perusahaan-perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri yang dikelola oleh keluarga Jeff sendiri.

"Tentu saja, semua akan berubah menjadi namamu kalau kamu sudah menjadi istriku. Bagaimana?"

"Kalau tidak ada yang penting yang ingin kamu bicarakan, aku akan menutup teleponnya. Aku ingin tidur!"

"Sekarang baru jam delapan malam di Irlandia, aku baru mau makan malam. Temani aku, please ... " pintanya.

"Apa kamu akan menarik jabatanku kembali jika aku tidak mau?"

"Mungkin saja." Jeff kembali terkekeh. "Aku alihkan ke panggilan video," ucap Jeff. Lalu panggilan pun beralih ke panggilan video. Sekarang baik Dira maupun Jeff bisa melihat wajah satu sama lain. Dira tidak bisa menolak keinginan Jeff yang suka seenaknya itu mengingat keluarga Jeff sudah sangat baik kepadanya.

Jeff tersenyum begitu melihat wajah Dira di layar handphone-nya, berbanding terbalik dengan Dira yang menunjukkan ekspresi datar saja. Meskipun begitu, di dalam hatinya Dira mengagumi ketampanan Jeff yang diatas rata-rata karena wajah blasterannya.

"Kamu sudah makan?" tanya Jeffrey.

"Ini sudah hampir pagi Jeff, tentu aku sudah makan."

"Maaf Baby, aku lupa." Lalu Jeff pun bicara panjang lebar, menceritakan kesibukannya selama di Irlandia.

Dira hanya diam mendengarkan Jeff mengoceh sambil sesekali berkomentar singkat. Terlintas di pikirannya untuk meminta bantuan Jeff untuk mendapatkan lokasi restoran yang akan dia buka. Keluarga Jeff kaya raya dan punya banyak koneksi. Tentu hal yang mudah bagi mereka jika hanya membeli sebuah bangunan meskipun bangunan itu tidak di jual. Tetapi Dira tidak berani mengatakannya sekarang, mungkin nanti jika mereka bertemu secara langsung.

Dira hanya diam mendengarkan hingga lama-lama dia mengantuk dan menutup matanya. Dia seperti mendengar Jeff sedang membacakan dongeng untuknya.

Jeff tahu insomnia yang dialami Dira dari Tia, dia sengaja meneleponnya tengah malam begini untuk menemaninya tetapi Dira tidak menyadari itu. Yang dia tahu, Jeff adalah pria kaya kurang kerjaan yang hanya ingin mengganggunya.

Melihat Dira sudah tertidur Jeff pun tersenyum. "Sleep well Baby, see you soon," ucap Jeff menutup teleponnya.

1
Isabela Devi
Silvi kamu yang mau tidur sama Alex sekarang salahin Dira, sadar diri dikit ke
Isabela Devi
semoga Zaki ga lulus sama si Selvi itu
Isabela Devi
thor salah sebut itu, bukan Dira tapi alex
Whatea Sala
Ayoo Dira kamu kan direktur,masak kalah sama mokondo uupsh maaf..
Whatea Sala
Dira minta tolong geh sama jeff,sebelum terlalu jauh..alex orang gila klu di turuti terus sulit lepasnya.
berharap bangetlah Dira pintar dan bisa menghancurkan alex.
Whatea Sala
Aneh banget si ibu...gak ada filing gitu,apa yang terjadi selama ini dengan Dira,polos si polos tapi naluri seorang ibu tidak bekerja,menyebalkan...klu marah entar dosa tapi kenapa Dira tidak pernah cerita.
Derma S
bagus
Madun Haikal
Luar biasa
Naomy
dira mau balas dendam tp bodoh tdk py kekuatan cm duit sj
Naomy
seharusny dira kasi tau jeff soal alex yg memperalat dira
Dwi Setyaningrum
trus nasibnya Zaki td gmn tuh ditinggal nikah sama Dira🤔
Siti solikah
kasihan sekali oliv
Siti solikah
karmamu banyak sekali
Siti solikah
lihatlah karmamu sudah datang
Siti solikah
cuih dasar orang tidak tahu diri
Siti solikah
manusia tidak bermoral
Siti solikah
rasain kau selvi
Siti solikah
mampus keluarga kalian
Siti solikah
jalang kok dipelihara
Siti solikah
yang ada di Alex uang ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!