NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pilihan Hati

Bukan Pengantin Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Bukan Pengantin Pilihan Hati

"Dua hati yang terikat wasiat, dua masa lalu yang belum usai. Sanggupkah pernikahan tanpa cinta ini bertahan?"

Dunia Naura runtuh seketika. Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa sang ayah memaksanya mengubur mimpi indah bersama Rama, kekasihnya. Demi wasiat terakhir, Naura terpaksa menikah dengan Arka,pria asing pilihan sang ayah.

Luka Naura kian menganga saat mengetahui Arka pun sebenarnya sudah memiliki kekasih. Mereka hanyalah dua orang asing yang terjebak dalam sangkar pernikahan tanpa cinta.

Namun, hari-hari di bawah satu atap perlahan mengubah segalanya. Di balik ketampanannya, Arka ternyata sosok suami yang sangat sopan, bertanggung jawab, dan penuh perhatian. Kelembutan dan sikap penyayang Arka pelan-pelan mulai meruntuhkan dinding pertahanan hati Naura.

Saat benih-benih cinta tulus mulai tumbuh di antara mereka, akankah masa lalu merelakan mereka bahagia? Ataukah mereka akan selamanya menjadi pengantin yang salah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Yang Tak Diiginkan

Satu minggu telah berlalu sejak Valen menginjakkan kakinya kembali di Jakarta. Selama tujuh hari itu pula, Arka memilih untuk menutup rapat-rapat rahasia tentang pesan singkat tersebut dari Naura.

Di mata Arka, pesan itu hanyalah sampah masa lalu yang tidak berhak mengusik ketenangan sang istri, terutama di saat usia kandungan Naura yang masih sangat muda dan rentan.

Setiap pagi, Arka tetap menjadi sosok suami yang penuh perhatian,memastikan susu khusus ibu hamil tersedia di meja makan, mencium kening Naura sebelum berangkat kerja, dan merapikan selimut istrinya dengan kelembutan yang tak pernah berkurang.

Namun, takdir tampaknya memiliki cara tersendiri untuk menguji sepasang anak manusia ini. Sebuah pameran bisnis tahunan berskala internasional yang mempertemukan para pengusaha papan atas, investor asing, dan perancang busana terkemuka diadakan di salah satu hotel bintang lima paling megah di kawasan Segitiga Emas Jakarta.

Sebagai pemimpin tertinggi Arka Group, kehadiran Arka dalam acara tersebut adalah sebuah kewajiban mutlak. Dan malam itu, Arka memilih untuk tidak datang sendiri. Ia ingin dunia tahu siapa wanita yang kini bertahta di hidupnya.

Di dalam kamar rias mereka, Naura sedang berdiri di depan cermin besar, mematut penampilannya dengan sedikit rasa gugup. Ia mengenakan sebuah gaun malam berpotongan longgar namun tetap memancarkan kesan elegan yang mewah.

Gaun berbahan sutra satin berwarna hijau zamrud itu adalah rancangannya sendiri, yang sengaja didesain untuk menyamarkan perutnya yang perlahan akan mulai membuncit, sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi tubuhnya yang kini mudah merasa lelah.

"Kamu tampak sangat cantik, Sayang," bisik Arka tiba-tiba, muncul dari belakang dan langsung melingkarkan kedua lengannya di pinggang Naura. Pria itu sudah mengenakan setelan tuksedo hitam formal pesanan khusus yang membuatnya terlihat berkali-kali lipat lebih gagah dan berwibawa.

Naura tersenyum, menyandarkan kepalanya sejenak pada bahu Arka yang kokoh. "Aku hanya takut tidak bisa mengimbangi Kak Arka di acara besar seperti ini. Ini pertama kalinya aku menghadiri pameran bisnis berskala internasional sebagai istrimu."

Arka membalikkan tubuh Naura perlahan, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya yang jernih dengan pandangan yang begitu dalam. "Dengarkan Aku, Naura. Kamu tidak perlu mengimbangi siapa pun. Cukup berdiri di sampingku, genggam tanganku, dan biarkan seluruh dunia tahu bahwa kamu adalah satu-satunya wanita yang berhasil memenangkan hatiku. Pernikahan kita mungkin dimulai dari selembar wasiat, tetapi posisimu di hatiku saat ini adalah mutlak atas kemauanku sendiri."

Kata-kata Arka malam itu bertindak bagai penawar racun yang paling mujarab, mengusir semua rasa tidak percaya diri yang sempat hinggap di hati Naura.

Dengan langkah pasti dan tangan yang saling bertautan erat, keduanya melangkah keluar dari kediaman mereka menuju mobil Rolls-Royce hitam yang sudah menunggu di lobi depan.

Suasana di dalam aula utama hotel bintang lima itu begitu megah dan berkilauan. Lampu gantung kristal berukuran raksasa memantulkan cahaya keemasan ke segala penjuru ruangan, menerangi ratusan tamu undangan dari kalangan kelas atas yang saling berbincang hangat dengan gelas sampanye atau jus di tangan mereka.

Musik klasik yang dimainkan secara langsung oleh sebuah kelompok orkestra mini mengalun lembut, menciptakan atmosfer yang sangat formal namun tetap berkelas.

Begitu Arka dan Naura melangkah masuk melewati pintu utama, perhatian sebagian besar tamu undangan langsung tersedot ke arah mereka. Bisik-bisik kekaguman mulai terdengar di antara para kolega bisnis Arka. Mereka memuji keserasian pasangan muda tersebut; sang CEO yang terkenal dingin kini tampak begitu protektif membimbing istrinya, sementara Naura berjalan dengan keanggunan alami yang tidak dibuat-buat.

Arka dengan sabar memperkenalkan Naura kepada beberapa rekan bisnis senior dan investor asing. Sepanjang percakapan tersebut, tangan kiri Arka tidak pernah lepas dari punggung bawah Naura, sesekali memberikan usapan lembut untuk memastikan bahwa istrinya tidak merasa terlalu lelah atau tertekan oleh keramaian.

Naura sendiri menanggapi setiap sapaan dengan senyuman ramah dan tutur kata yang santun, mencerminkan citra seorang istri pengusaha yang sempurna.

Namun, di tengah-tengah kemeriahan dan tawa kecil yang sedang berlangsung, atmosfer di sekitar mereka mendadak berubah secara drastis. Langkah kaki Arka terhenti seketika saat matanya menangkap siluet seorang wanita yang sedang berjalan menghampiri arah mereka dari sudut ruangan.

Wanita itu melangkah dengan penuh percaya diri, seolah-olah karpet merah aula malam itu adalah panggung peragaan busana pribadinya. Ia mengenakan gaun malam backless berwarna merah menyala yang sangat berani, mengekspos lekuk tubuhnya yang tinggi semampai khas seorang model internasional. Rambut cokelat madunya dibiarkan tergerai indah, dan sepasang matanya yang tajam langsung mengunci pandangan pada sosok Arka.

"Arka, sudah lama sekali tidak bertemu," sapa wanita itu dengan suara yang terdengar begitu merdu, namun sarat akan nada keintiman masa lalu yang sengaja dipamerkan.

Arka merasakan rahangnya mengeras dalam sekejap. Seluruh otot di tubuhnya menegang, dan cengkeraman tangannya di punggung bawah Naura refleks mengerat, sebuah gerakan spontan yang langsung disadari oleh Naura.

"Valen," ucap Arka dengan suara yang begitu dingin, nyaris seperti embusan angin musim dingin yang membekukan. Tidak ada sedikit pun binar kebahagiaan atau keterkejutan yang menyenangkan di matanya; yang ada hanyalah tatapan datar yang penuh dengan ketidaksukaan.

Valen mengabaikan nada dingin Arka. Ia mengembangkan senyum menawan yang tampak sangat alami di depan publik, lalu mengalihkan pandangannya kepada wanita yang berdiri di samping Arka. Ia menatap Naura dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan yang disembunyikan dengan sangat rapi di balik kedipan matanya yang ramah.

"Oh, jadi ini wanita yang sangat beruntung itu?" tanya Valen, suaranya terdengar sedikit mendayu saat ia mengulurkan tangan kanannya ke arah Naura. "Halo, Naura. Aku Valen. Masa lalu ... dan mungkin bagian dari cerita Arka yang belum benar-benar selesai."

Kalimat itu diucapkan dengan penekanan yang sangat halus pada kata belum benar-benar selesai, sebuah umpan beracun yang sengaja dilemparkan Valen untuk memancing reaksi. Naura merasakan dadanya berdenyut nyeri seketika. Jantungnya berdegup lebih kencang, bukan karena pesona wanita di hadapannya, melainkan karena getaran aneh yang ia tangkap dari perubahan sikap suaminya.

Meskipun hatinya mendadak diliputi oleh rasa tidak nyaman yang luar biasa, Naura tetap berusaha mempertahankan harga dirinya sebagai istri sah Arka. Ia mengulurkan tangannya, menjabat tangan Valen dengan genggaman yang mantap namun sopan. "Halo, Mbak Valen. Saya Naura, istri Arka. Senang bertemu dengan salah satu rekan masa lalu suami saya."

Jawaban Naura yang tenang dan langsung menekankan statusnya sebagai istri membuat senyum di bibir Valen sedikit membeku selama satu detik, sebelum akhirnya wanita itu tertawa kecil yang terdengar meremehkan.

"Panggilan yang sangat formal, Naura," sahut Valen dengan nada merayu, matanya kembali melirik ke arah Arka yang masih menatapnya dengan pandangan membunuh. "Arka, kamu tidak pernah menceritakan tentang pernikahanmu kepadaku secara langsung. Padahal, kita dulu berjanji untuk selalu berbagi kabar, bukan? Aku cukup terkejut saat mendengar di Paris bahwa kamu menikahi seorang wanita hanya karena selembar kertas wasiat dari mendiang ayah Naura . Aku tidak menyangka seleramu sudah banyak berubah sejak aku pergi."

"Valen, jaga ucapanmu," potong Arka dengan suara baritonnya yang rendah namun sangat menekan. Aura dominan dan berbahaya terpancar kuat dari tubuh tegapnya, membuat beberapa orang di sekitar mereka yang sempat mencuri dengar langsung memalingkan wajah karena takut. "Pernikahanku bukan urusanku denganmu. Siapa pun wanita yang bersamaku saat ini, dialah satu-satunya yang berhak atas seluruh hidupku. Masa lalu tetaplah masa lalu, dan aku tidak suka jika ada orang asing yang mencoba mencampuri urusan domestik keluargaku."

Kata "orang asing" yang keluar dari bibir Arka bagai sebuah tamparan keras bagi ego Valen yang setinggi langit. Namun, sebagai seorang wanita yang licik, ia tidak membiarkan kemarahannya terlihat di permukaan. Ia justru tersenyum semakin lebar, menatap Naura dengan pandangan penuh simpati yang dibuat-buat.

"Tentu saja, Arka. Aku mengerti kamu harus bersikap protektif di depan istrimu yang ... manis ini," ujar Valen dengan nada menyindir. Ia kemudian melangkah satu langkah lebih dekat ke arah Naura, berbisik dengan volume yang cukup keras untuk didengar oleh Arka. "Naura, jika suatu saat kamu ingin mendengar cerita tentang bagaimana Arka yang sebenarnya,Arka yang tidak kaku, Arka yang penuh gairah, dan bagaimana ia memohon padaku untuk tidak pergi ke Paris dulu,kamu bisa menghubungiku kapan saja. Senang bertemu dengan kalian malam ini."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Valerie berbalik dengan gerakan anggun, membiarkan gaun merahnya melambai tertiup angin saat ia berjalan menjauh, meninggalkan sepasang suami istri itu dalam keheningan yang mendadak terasa mencekik.

Sepanjang sisa acara malam itu, Naura tidak lagi bisa menikmati suasana. Pikirannya benar-benar kacau. Kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh Valen terus berputar di kepalanya bagai kaset rusak yang menyakitkan. Fakta bahwa Arka pernah memohon agar Valen tidak pergi ke Paris membuktikan seberapa besar rasa cinta yang pernah dimiliki suaminya untuk wanita itu di masa lalu.

Arka yang menyadari perubahan drastis pada raut wajah dan bahasa tubuh istrinya segera berpamitan kepada penyelenggara acara lebih awal. Ia menuntun Naura keluar menuju mobil dengan tergesa-gesa, mengabaikan beberapa kolega yang masih ingin berbincang dengannya.

Di dalam kabin mobil Rolls-Royce yang mewah dan kedap suara, keheningan melanda mereka sepanjang perjalanan pulang membelah jalanan Jakarta yang mulai sepi.

Naura memilih untuk memalingkan wajahnya ke arah jendela samping, menatap deretan lampu jalan yang kabur karena air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya.

Tangan kanannya turun ke bawah, mengusap perutnya yang masih rata dengan gerakan perlahan, mencari kekuatan dari janin yang dikandungnya.

Arka menatap istrinya dengan perasaan campur aduk antara bersalah, cemas, dan marah pada kelancangan Valen. Ia mengulurkan tangan kirinya, mencoba meraih jemari Naura yang berada di atas pangkuannya.

"Naura," panggil Arka dengan nada suara yang teramat lembut dan penuh penyesalan. "Tolong, jangan dengarkan apa yang dikatakan wanita itu tadi. Dia sengaja melakukan itu semua hanya untuk memprovokasi kita. Dia hanya masa lalu yang tidak memiliki arti apa-apa lagi di hidupku saat ini."

Naura tidak menarik tangannya dari genggaman Arka, namun ia juga tidak membalas genggaman tersebut. Ia tetap menatap keluar jendela, membiarkan sebutir air mata lolos membasahi pipi halusnya.

"Apakah Kakak dulu benar-benar sangat mencintainya?" tanya Naura pelan, suaranya terdengar begitu rapuh dan bergetar di tengah kesunyian mobil. "Sampai Kakak memohon agar dia tidak pergi?"

Arka menghela napas panjang, dadanya terasa sesak melihat kerapuhan istrinya. Ia membawa punggung tangan Naura ke bibirnya, mengecupnya dengan lama dan dalam. "Dulu aku bodoh, Naura. Aku mengira apa yang kumiliki bersamanya adalah cinta, sampai akhirnya dia membuktikan bahwa ego dan kariernya jauh lebih penting daripada hubungan kami. Namun, demi Tuhan, setelah aku mengenalmu, setelah aku merasakan ketulusan dan kehangatan yang kamu berikan, aku sadar bahwa apa yang kurasakan di masa lalu hanyalah obsesi semata. Cinta yang sesungguhnya, cinta yang membuatku ingin menjadi pria yang lebih baik, hanya ada bersamamu, Naura. Tolong, percayalah pada suamimu ini."

Naura membalikkan kepalanya perlahan, menatap mata Arka yang memancarkan kejujuran yang mendalam. Ia mengangguk pelan, mencoba mempercayai setiap untaian kata yang diucapkan suaminya. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, benih-benih keraguan dan rasa tidak aman telah berhasil ditanamkan oleh Valen. Ditambah dengan ketidakstabilan hormon kehamilannya, Naura merasa ada sebuah ketakutan besar yang perlahan mulai menggerogoti kebahagiaan rumah tangga mereka.

Pertemuan malam itu bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari sebuah badai kesalahpahaman yang siap menguji ikatan suci mereka.

1
Gadis Scorpio
lanjut thor💪
MayAyunda: siap kak ,terimkasih
total 1 replies
Gadis Scorpio
semangat thor💪
MayAyunda: terimkasih kak
total 1 replies
Gadis Scorpio
lanjut thor💪
MayAyunda: siap kak
total 1 replies
SANG
Semangat ya thor👍💪
SANG
Lanjuy👍💪
SANG
Sembilan belas bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
MayAyunda: terimkasih kak
total 1 replies
SANG
Idih, akhirnya
MayAyunda: he he
total 1 replies
SANG
Ceritanya seru banget thor👍💪
SANG
Mungkin ini tipo Thor/CoolGuy/
MayAyunda: he he
total 1 replies
異世界
/Applaud//Applaud/
MayAyunda: emotnya lucu ..terimkasih sudah hadir
total 1 replies
Gadis Scorpio
lanjut up nya thor💪
MayAyunda: siap kak .terimkasih
total 1 replies
Gadis Scorpio
lanjut thor💪
MayAyunda: siap kak,terimkasih
total 1 replies
Gadis Scorpio
lanjut thor👍
MayAyunda: siap kak 🙏
total 1 replies
Gadis Scorpio
bagus cerita👍
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
Mutia Kim🍑
Gimana hancurnya Rama melihat kekasih hatinya menikah dengan pria lain. Padahal dia udah mau ngelamar lho😭
MayAyunda: ya ..namanya jodoh kita nggk tahu kak 😄
total 1 replies
Mutia Kim🍑
Dilema banget jadi Naura. Kalau berat, jangan pilih dua-duanya aja😭
MayAyunda: pilih salah satu aja kak😁
total 1 replies
falea sezi
kenapa g jujur
MayAyunda: belum waktunya kak 😁🫢
total 1 replies
꧁༺ѕαѕмαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
suami idaman
MayAyunda: jadi pengen ya kak 😁😁
total 1 replies
꧁༺ѕαѕмαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
sekalian nyindir ga sih 😂
MayAyunda: ha..ha ..bisa jadi
total 1 replies
꧁༺ѕαѕмαуα_(๑•͈ᴗ•͈)
apa keinget Rama 🫣
MayAyunda: he ..he
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!