Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.
Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.
Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!
Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.
Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi
Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!
"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Menuju Awan Merah, Penyamaran Muka Tebal
Wusss—!
Garis-garis pasir Gurun Barat Daya yang gersang perlahan memudar, berganti dengan hamparan padang rumput hijau yang membelah rute perdagangan barat Kekaisaran Awan Merah. Di atas langit pagi yang cerah, sesosok bayangan emas membelah udara dengan kecepatan konstan, meninggalkan riak gelombang angin yang halus.
Itu adalah Lin Huang. Setelah berhasil menerobos ke Ranah Fondasi Jiwa Tingkat 1 dan membangkitkan Fisik Dewa Kuno (Fase Awal), kapasitas Qi murni di dalam tubuhnya telah melonjak sepuluh kali lipat. Kini, dia tidak perlu lagi melompat-lompat di tanah seperti belalang; cukup dengan mengalirkan sedikit Qi emasnya ke telapak kaki, dia mampu melayang statis setinggi beberapa meter di udara dan melesat cepat.
Di sampingnya, Ye Qingyue melayang dengan anggun. Matanya yang keperakan sesekali melirik ke arah tangan kiri Lin Huang yang digenggamnya sepanjang perjalanan—sebuah konsekuensi dari status Ikatan Jiwa Sejati yang baru saja diperbarui oleh sistem, memaksa aliran energi mereka untuk tetap selaras agar tidak memicu gejolak segel.
"Kita sudah memasuki wilayah administrasi Provinsi Barat, Lin Huang," Ye Qingyue membuka suara, nadanya kembali datar dan dingin, meski matanya tidak bisa berbohong bahwa dia merasa jauh lebih tenang setelah melihat Lin Huang hidup kembali. "Di depan adalah Kota Wu, kota transit perbatasan terbesar sebelum menuju Ibu Kota Kekaisaran. Pengawasan di sana pasti berkali-kali lipat lebih ketat daripada Kota Gales."
Lin Huang menurunkan kecepatannya, mendarat di atas jalan setapak berbatu yang mulai ramai oleh kereta kuda para pedagang. Dia menatap jubah hitamnya yang sudah compang-camping dan tubuh atasnya yang setengah telanjang. Kulit emas transparannya terlalu mencolok, memancarkan aura keagungan yang bisa memicu kecurigaan para tetua ranah tinggi kekaisaran. Begitu pula dengan Ye Qingyue; gaun biru langitnya yang suci dan rambut peraknya yang berkilau bagai rembulan terlalu surgawi untuk ukuran dunia fana.
BZZZZT!
Tepat saat mereka berdiri di bawah bayangan pohon besar di tepi gerbang kota, tato jam pasir hitam di tangan Lin Huang bergetar lembut, memuntahkan teks digital hijau.
[00:59:59]
[00:59:58]
[Misi Harian Diaktifkan!]
[Deskripsi: Aura dan penampilan Anda serta Dewi Ye Qingyue terlalu mencolok untuk sistem pelacakan Formasi Mata Langit Kekaisaran.]
[Tugas: Ciptakan penyamaran sempurna untuk Anda berdua dalam waktu 1 jam dan masuklah ke Kota Wu tanpa memicu alarm formasi!]
[Hadiah Keberhasilan: Teknik Ilusi Wajah Seribu Topeng (Tingkat Bumi).]
[Hukuman: Gagal \= Identitas bocor, Kekaisaran mengerahkan tiga ahli Ranah Inti Emas untuk mengepung Anda!]
"Hanya satu jam, dan hadiahnya adalah teknik ilusi wajah. Baguslah, tato sialan ini akhirnya memberikan sesuatu yang berguna untuk otak, bukan cuma untuk otot," Lin Huang menyeringai tebal.
Dia menoleh ke arah Ye Qingyue, memandangi wajah surgawi sang Dewi dari atas sampai bawah dengan tatapan menilai yang sangat lancang, membuat Ye Qingyue seketika menyipitkan mata peraknya dengan waspada.
"Apa yang kau lihat, manusia fana?"
"Dewi Ye, demi keselamatan jiwamu yang berharga, kita harus mengubah peran kita untuk sementara waktu," Lin Huang terkekeh pelan. Dia memejamkan mata sejenak, memicu kontrol otot murni dari Fisik Dewa Kuno-nya.
KREK! KREK!
Di depan mata Ye Qingyue, struktur wajah Lin Huang perlahan-lahan bergeser. Rahangnya menjadi lebih tegas, matanya berubah menjadi sedikit sipit dengan binar yang malas namun memikat, dan rambut hitamnya memanjang secara instan. Tubuh tegapnya yang semula memancarkan aura prajurit liar kini bertransformasi menjadi sosok tuan muda bangsawan yang flamboyan, kaya, dan sedikit nakal. Dengan beberapa potong pakaian sutra mewah berwarna merah marun yang dia ambil dari sisa penyimpanan jiwa miliknya, Lin Huang menjelma menjadi "Tuan Muda Lin" dari klan pedagang besar.
"Bagaimana? Tampan, bukan?" Lin Huang mengedipkan matanya pada Ye Qingyue, lalu mengeluarkan selembar kain cadar sutra putih tipis dari sakunya. "Nah, sekarang giliranmu, istriku."
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu!" Ye Qingyue mendengus dingin, namun dia tidak menolak saat Lin Huang melangkah mendekat dan memasangkan cadar sutra tersebut ke wajah cantiknya, menyembunyikan hidung mancung dan bibir merah porselennya dari pandangan dunia luar.
"Rambut perakmu ini terlalu indah," Lin Huang menyentuh helai rambut Ye Qingyue dengan lembut, memicu sisa Qi emasnya untuk menyelimuti rambut sang Dewi dengan ilusi optik sederhana, mengubah warnanya menjadi hitam legam bagai malam. "Mulai sekarang, di depan umum, kau adalah pelayan pribadi bawaanku. Namamu... Yue'er."
Ye Qingyue mengerutkan keningnya yang indah di balik cadar. Menjadi pelayan dari seorang pemuda fana bermuka tebal adalah penghinaan terbesar bagi martabatnya sebagai penguasa Alam Atas. Namun, merasakan kehangatan jemari Lin Huang yang merapikan cadarnya, degup jantungnya kembali berdenyut aneh.
"Jika kau berani memanfaatkan situasi ini untuk memerintahku yang tidak-tidak, Lin Huang... aku bersumpah akan membekukan seluruh kultivasi barumu itu," ancam Ye Qingyue dengan nada dingin yang agung.
"Hahaha, tentu saja tidak, Yue'er-ku yang manis. Ayo masuk," Lin Huang tertawa bebas, melangkah maju dengan gaya berjalan seorang tuan muda manja yang sombong, diikuti oleh Ye Qingyue yang berjalan setengah langkah di belakangnya dengan langkah kaki yang teramat anggun namun memancarkan aura membunuh yang tersembunyi.
Zuum...
Saat mereka melewati gerbang batu Kota Wu, sebuah tirai cahaya tak kasat mata dari Formasi Mata Langit menyapu tubuh mereka. Berkat penyamaran fisik murni Lin Huang dan cadar sutra yang telah dilapisi pelindung jiwa, tirai cahaya itu tidak mendeteksi adanya kejanggalan. Alarm tetap hening.
[Misi Harian Selesai Sempurna!]
[Hadiah disinkronkan: Menguasai 'Teknik Ilusi Wajah Seribu Topeng (Tingkat Bumi)'!]
Lin Huang tersenyum puas di dalam hatinya saat sebuah pemahaman mistis tentang manipulasi wajah meresap ke dalam otaknya. Mereka berjalan menyusuri jalanan Kota Wu yang ramai, menuju penginapan termewah di pusat kota, Paviliun Awan Melayang.
"Pelayan, beri aku satu kamar terbaik di lantai teratas. Hanya satu kamar," Lin Huang melemparkan sekeping emas murni ke atas meja resepsionis dengan gaya sombong yang sangat meyakinkan.
"Satu kamar?!" Ye Qingyue yang berdiri di belakangnya seketika mentransmisikan suaranya langsung ke dalam otak Lin Huang dengan nada yang dipenuhi amarah tersembunyi. "Lin Huang! Apa maksudmu?! Penginapan ini memiliki ratusan kamar kosong!"
"Yue'er, ingat peranmu," Lin Huang membalas lewat transmisi suara, wajah penyamarannya tetap menampilkan senyuman flamboyan yang santai. "Kita adalah buronan tingkat tinggi. Jika kita memesan dua kamar, itu akan meningkatkan risiko pengintaian. Berada di dalam satu kamar yang sama membuatku bisa melindungimu setiap detik jika ada keadaan darurat. Ini semua demi keselamatan... dan efisiensi takdir kita."
Ye Qingyue mengepalkan tangannya di balik jubah sutranya, giginya gemeretak. Dia tahu pemuda bermuka tebal ini sedang menggunakan alasan takdir untuk mengambil keuntungan, namun di sisi lain, argumen Lin Huang tidak sepenuhnya salah. Dengan ikatan jiwa mereka yang sekarang, jarak yang terlalu jauh memang bisa memicu fluktuasi energi yang berbahaya.
"Hanya untuk malam ini," bisik Ye Qingyue sedingin es di balik cadarnya.
Setelah masuk ke dalam kamar mewah yang dipenuhi oleh perabotan kayu cendana, Lin Huang berjalan ke arah jendela, menatap ke arah luar. Di bawah sana, di aula utama penginapan yang ramai, puluhan kultivator lokal sedang berkumpul sambil mendiskusikan sebuah berita besar yang sedang gempar.
"Apakah kau sudah dengar? Putri Sulung Kekaisaran, Putri Zhao Linger, baru saja tiba di Kota Wu pagi ini!"
"Benar! Kudengar beliau sedang mengadakan turnamen seleksi terbuka untuk mencari pengawal pribadi dalam yang baru. Siapa pun yang berhasil lolos, tidak hanya mendapatkan sumber daya kultivasi yang melimpah dari istana, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendekati Sang Putri yang kecantikannya terkenal sanggup meruntuhkan kota!"
Mendengar nama "Putri Zhao Linger", tato di tangan Lin Huang tiba-tiba berdenyut hangat, memancarkan pendaran cahaya hitam yang samar seolah memberi petunjuk.
Lin Huang menyipitkan matanya yang menyala merah keemasan di balik ilusi. "Seleksi pengawal pribadi Putri Kekaisaran... Sepertinya, tiket emas kita untuk menyusup ke jantung kekaisaran baru saja diantarkan ke depan pintu, Yue'er."