=Chosen youth and destined love=
Seorang anak terlantar yg memakai kalung misterius bertuliskan ANDERSON. Terbuangnya bayi berumur 2 th ini disebabkan pemberontakkan internal keluarga.
Frans anderson adalah anak misterius. Anak bandel dan suka berkelahi yg diasuh oleh sepasang suami istri paruh baya, ketika ditemukan disebuah pinggir sungai desa mata angin kota C'.
Tumbuh dewasa adalah sesuatu yg sangat mempengaruhi takdirnya dimasa depan.
Dengan berbagai cara yg telah Frans lakukan untuk menerima setiap berbagai kiriman pembunuh dalam keluarganya. Beberapa teman dekatnya juga mengalami pembalasan yg panjang dari orang yg menginginkannya mati.
Siapa orang misterius yg menginginkannya mati? Dan bagaimana kelanjutannya? pantau terus cerita kelanjutannya.!
btw ini PENGALAMAN PERTAMA BUAT NOVEL,! HARAP DIMAKLUMIN YAH🙌😁selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang kate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.10 Alasan klasik
Frans yang melihat ketua gangster hendak kabur, melakukan gerakan menendang sebuah batu berukuran kepalan tangan dibawah kakinya.
Wushh...
Ctakkk!
Aduh!
Gangster itupun terjatuh sambil memegangi kepalanya yang terluka kembali, karena terkena batu.
"Baru saja luka ini diperban skrg sudah terluka lagi, shhh sangat sakit"
"Vins!! Tangkap dia! biar aku yang menangani orang itu."
Vins yang telah menyelesaikan pertarungannya, melihat ketua gangster yang terluka, segera mendekat seraya tersenyum smirk.
Tiba tiba ada angin yang mengarah ke dirinya.
Wushh..wushh...
2 pisau terbang Black Knife menyerang secara tiba tiba, dikala Frans berbicara.
Melihat itu, Frans lompat dengan gerakan berputar, tendangan menciptakan gelombang udara terlihat mata telanjang.
WHOSSHHHH..
Klang klang!!
Pisau terlempar ke segala arah.
BlackbKnife yang melihat itu berniat kabur. Dengan Segera Frans kembali menyerang secepat mungkin, dengan tinju kiri yang terlihat biasa.
Black Knife yang melihat itu tersenyum. Merasa ada kesempatan,
Berniat menangkis serangan itu lalu mengeluarkan serbuk racun dan menaburkan ke arah wajah.
Tapi naas, pukulan itu ternyata tipuan Frans, setelah berbarengan muncul tinju kanan mematikan, terlihat gelombang udara dari tinju itu.
Fukhhh...
BANG!!....
Krakk!...
Tinju mendarat di tenggorokan, pertama terkena tendangan keras di arah leher, sekarang terkena pukulan di tenggorokan lagi, sudah dipastikan tulang leher retak patah membengkok.
Seketika tubuh Black Knife terlempar jauh menabrak dinding dan terjatuh dengan tenang. Karena sudah dipastikan mati seketika.
Fm"huhh!"
Sesaat melihat sekeliling, pertarungan pun telah usai, dimana terdengar teriakan para gangster yang terkapar di tanah, beralih ke sebuah ruangan yang kelap, Frans berjalan kesana.
"Kalian semua jaga tempat ini. Alex ikut aku ke ruangan itu!" Perintah Frans.
"Baiklah."
Mereka pun berjalan ke ruang gelap, dengan hati hati mendobrak pintu yang ditutup rapat.
Brak!!
Stelah masuk, mereka mematung!!
"Sialan kita terlambat!"
Melihat kondisi Tony sangat mengenaskan, mata terpejam, mulut membuka, kondisi tubuh sudah mati, dan membiru, jelas skali dia sudah mati.
Sambil berlari mendekat.
"Apa yang kita lakukan sekarang?" Alex bertanya.
"Kita bawa jasad tony segera!!" Frans segera mengeluarkan perintah.
"Baik ketua."
Merekapun membawa jasad Tony keluar.
Keadaan diluar pun semakin mencekam, preman semua tidak ada yang bisa berdiri, mengingat mereka melawan orang orang terampil.
Ahh
"Ampunn saudara!"
Sret...crashh
Ahhh....
Terlihat seorang Vins yg sedang menyiksa ketua geng, dengan mengikat kaki dan tangannya ke tiang bangunan, tubuh bagian selangkanya berdarah, terlihat mengerikan.
"Apa yg terjadi jika pisau ini memotong itu?" Ujarnya sambil melihat kearah bagian bawah, daeran tengah s*******n.
"Jangan!! Ampun saudaraku!"
Crhashhh
Ahh..
"Anak ini memiliki kebiasaan yang mengerikan." Gumam bergidik ngeri. Reflex menutupi bagian bawahnya dengan tangan.
"Kau sangat kejam Vins." Hans tersenyum getir.
"Sial menjijikan sekali."
Lainnya pun menatap pasrah terhadap apa yang dilakukan Vins. Karena memang seperti itulah Vins melakukan terhadap musuh yang telah merugikan saudaranya.
Frans & Alex pun keluar sambil mengangkat tubuh Tony yang terbujur kaku.
Kawan kawan yang melihat itu seketika sedih, mengingat Tony seorang yatim piatu,
kehidupan apapun dilakukan semasa bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena Tony mantan seorang Tentara yang dipecat itu sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
"Semuanya keluar sekarang!! Vins tinggalkan tempat ini! Hans, Rodri, bakar tempat ini.
Semua orang pun bergegas keluar.
Setelah mematahkan leher preman satu per satu, sudah dipastikan tidak ada yang selamat semua gangster didalam pabrik stelah dibakar.
Tshhhhh....
Wooshhh...
Boomm
Pabrik terbakar, api membumbung tinggi setelah kepergian Frans dan lainnya.
.
.
Keesokan harinya, Di Makam Barat Kota C.
Disinilah beberapa orang memakamkan Tony. Semua orang menunduk, mendoakan yang terbaik.
"Tony, Aku sudah mencari keadilan untukmu, jad, semoga kau tenang di sana." Ucapnya pelan sambil menunduk, mata merah berkaca kaca, yang lain pun turut berduka.
Setelah selesai mereka segera bubar, melaksanakan kegiatan masing masing.
gawat!
"Aku terlambat ke kampus." Pikir Frans. Bergegas menuju kampus secepat mungkin.
Di kampus, sebuah ruangan.
"Dimana si Frans?"
"Mana aku tau?!"
"Pelajaran sudah dimulai, anak ini sering sekali terlambat!?"
"Apa dia tidak takut kena omelan dosen galak itu?"
Terdengar bisik bisik ramai dikelas, terlihat 1 sosok yang sedang menunggu Frans dengan tidak sabar, segera berkata kepada semua siswa :
"Semua harap tenang!! kita tunggu Frans 5 menit lagi."
Dosen Erika Sambil menunggu, melihat jam tangan, bergumam kesal "Lagi lagi anak ini!! Lihat bagaimana dia beralasan! Hm!"
Brughh..
Aduhh..
Seseorang menabrak pintu, Frans dengan cepat menuju bangku sebelum seseorang memanggilnya :
"Sudah jam berapa ini Frans?!"
"Eeeh ibu, ini..tadi ada keperluan mendesak maaf..hehee." Jawab seraya tersenyum canggung.
"Banyak alasan! Cepat duduk."
"Baiklah."
Tanpa terasa, waktu berjalan dengan cepat, dan bel pun berbunyi, menandakan jam kuliah sudah berakhir.
Kriinggg....
Semua siswa bergegas keluar, Frans yg sedari tadi tidak fokus pun tersadarkan. buru buru membereskan peralatannya meninggalkan kelas, sebelum suara dingin memanggilnya :
"Frans, ikut ke ruangan saya!"
"Bu Erika, apa ada masalah ?" Tanya heran.
"jangan banyak tanya, ini penting!"
"Baiklah." Jawab pasrah, berjalan mengikuti dosen dibelakang sambil berpikir,
"Ikut ke ruangan?? Penting?? Hehehe sepertinya menyenangkan." Sesaat aroma wangi pun tercium, " Dosenku selalu wangi haha gumam pelan."
"Apa kamu berkata sesuatu Frans?!"
"Ehh..tidak ada, iya benar tidak ada." Jawab sambil bersiul seraya memutar mata kearah lain.
Setelah tiba di ruangan dosen. Sebelum Frans duduk di kursi, suara dingin menegurnya :
"Kamu tetap berdiri!! Saya cuma sebentar memanggilmu!"
"Kenapa tidak berlama lama disini ? Hehe." Frans tersenyum konyol.
"Serius sedikit!!" Bentak dosen Erika.
"Baiklah." Gumam Frans dengan kecewa.
"Sekarang, kasih saya alasan yang jelas, mengapa terlambat lagi?!" Tanya dosen Erika.
"bukankah tadi sudah saya katakan?? Ada keperluan mendesak?!
"Keperluan apa!? Kamu sering skali terlambat, dan ini sangat mengganggu murid lain, kau tahu!" Dengus Dosen Erika.
"Bukan apa apa, itu juga alasan saya karena ibu. Jadi saya bisa terlambat. " Jawab Frans menjebak.
"Apa maksudmu ?" Tanya Dosen Erika bingung.
"Karena tidak bisa memberi kabar kepada ibu lewat telephone, jadi terpaksa tidak bisa izin." "Hehehe kali ini pasti kena!" Gumamnya.
Dosen Erika yang mendengar itu pun mengerutkan kening, heran. Tapi ada benarnya juga dipikir pikir. "Anak ini memang pintar mencari kesempatan."
"Tidak bisa!! Privasi!!...Beri alasan yg jelas!" Jawabnya dengan wajah datar.
"Ayolah buu, jika terlambat lagi bagaimana bisa meminta izin?! Jadi singkirkan dulu masalah privasi..oke?"
Dosen Erika yang mendengar ini, menilai baik baik jika tidak ada salahnya kedepannya biar bocah ini tidak membuat ulah lagi.
"Baiklah, ini nomor saya."
Setelah mendapatkan nomor dosen erika, Frans tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklaah."
"Oiiiyaa apa boleh mengirim kabar ketika malam ha..."
PAK!!..
"KELUAR!!" Teriak Murka dosen Erika.
"Aiih galak sekali."
Dengan buru buru Frans berlari keluar ruangan terbirit birit.
.
.
Di luar depan kampus.
Frans berjalan santai , sambil bersiul senang, seketika ada suara merdu yang memanggilnya.
Frans!!
Frans menoleh kebelakang, sesaat heran bergumam : "Kenapa dia belum pulang ? Apa dia menungguku?"
.
.
Siapa dia...??
.
.
.
BERSAMBUNG......NEXT🙌.