Perjalan cinta seorang Elsa yang sangat rumit, berawal dari dendam orang tua angkatnya, Elsa yang harus jadi umpan untuk membalas dendam kepada keluarga Ayu, Elsa di paksa untuk mendekati anak Ayu dan di paksa pura pura mencintai anak Ayu yang bernama Leo, tapi sayang Elsa terjebak dengan cinta palsunya, ia benar benar mencintai Leo, di saat hari pernikahan Elsa dengan Leo, Elsa di paksa pergi meninggalkan Leo, hal itu membuat Leo marah dan membenci Elsa, tapi mereka di pertemukan kembali di saat Leo sudah menikah dan Elsa melamar kerja jadi pembantu di rumah Leo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Setelah Elsa pulang dari mengambil uang itu ia segera menyerahkannya kepada Mawar, karena Mawar langsung memintanya.
"Nek, aku minta uang lamaranku sedikit! untuk membeli keperluanku."
"Keperluanmu biar Nenek yang membeli, kamu tidak perlu pikiran itu, kamu tinggal terima bersih." ujar Mawar. Elsa menganggukkan kepalanya, lalu pergi ke kamarnya. sesampainya di kamar Elsa merebahkan badannya yang terasa capek seharian berkerja, tapi suara ponselnya berbunyi, lalu mengangkat telepon dari Leo.
"Halo, Kak,"
"Lagi apa sayang?" tanya Leo.
"Aku lagi rebahan, badanku capek, aku belum ada istirahat seharian."
"Ya sudah, mulai besok kamu tidak usah masuk kerja sampai kita menikah!"
"Aku tidak mungkin libur, kalau aku libur gajiku nanti dipotong." kata Elsa dengan polosnya. Leo tidak bisa menahan tawanya mendengar perkataan Elsa.
"Kenapa Kakak tertawa? Apa perkataanku lucu?" tanya Elsa.
"Kamu sangat lucu sayang."
Elsa semakin bingun mendengar jawaban Leo. Elsa lama terdiam, membuat Leo merasa bersalah telah menertawakan Elsa.
"Maaf, kamu marah ya?" tanya Leo.
"Tidak."
"Tapi kenapa kamu diam?"
"Terserah Kakak saja."
"Jangan marah dong, Kakak cuma bercanda, ya sudah kamu istirahat! besok kamu tidak usah masuk kerja! lusa kita sudah menikah, nanti kamu kecapean kalau besok masih kerja, masalah gaji tidak usah kamu pikirkan, gajimu tidak akan di potong."
"Ya sudah, aku tutup dulu teleponnya." jawab Elsa.
"Iya sayang, selamat istirahat! semoga mimpi indah!" telepon pun terputus, setelah mematikan sambungan teleponnya, Elsa memejamkan matanya, ia senyum senyum sendiri mengingat dirinya dan Leo lusa akan menjadi pasangan suami istri.
"Semoga pernikahan kami tidak ada halangan." gumam Elsa.
Tidak jauh dari Elsa, Leo juga tersenyum mengingat sebentar lagi ia akan menikah dengan perempuan yang ia cintai.
**
Hari ini adalah hari pernikahan Elsa dan Leo, semua persiapan sudah rampung, tamu juga sudah berdatangan, Leo mencoba menghubungi Elsa namun tidak diangkat, ia penasaran karena mulai tadi malam ponsel Elsa tidak aktif.
"Kemana dia? kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi mulai semalam?" kata Leo bertanya-tanya dalam hati. Leo semakin gelisah karena orang sudah dari tadi bertanya dimana Elsa dan keluarganya.
**
Sementara itu, Elsa membuka matanya karena mendengar suara neneknya marah, setelah ia membuka matanya, ia terkejut melihat tubuhnya yang tidak memakai baju sehelai benang pun.
"Ayo kita pergi dari sini! kamu itu bisanya buat Nenek malu," kata Mawar. Ia sengaja meninggikan suaranya agar Elsa takut. Elsa masih bingung dengan situasi saat ini.
"Ayo cepat! malah melamun lagi." kata Mawar sambil menarik Elsa agar bangun dari tidurnya.
"Aku dimana Nek?" tanya Elsa. Karena ia merasa bingung, apalagi tempatnya saat ini terasa asing baginya.
"Tidak usah banyak tanya! kita harus pergi sejauh mungkin! agar Leo tidak bisa menemukan kita." kata Mawar. Elsa terkejut mendengar perkataan neneknya. Elsa baru ingat kalau hari ini ia akan menikah dengan Leo. Lalu Elsa melihat jam dinding kamar itu, ia melihat sudah jam sebelas siang. Seketika Elsa bangun dari tidurnya.
"Aku harus segera bersiap, mereka pasti sedang menungguku, kenapa Nenek tidak membangunkan aku? hari ini kan aku dan kak Leo menikah." kata Elsa. Ia buru-buru turun dari tempat tidur, tapi langkah kakinya terhenti saat neneknya bicara.
"Kamu tidak jadi menikah dengan Leo." dada Elsa sesak mendengar perkataan neneknya.
"Kenapa Nek?"
"Apa kamu tidak sadar, Leo tadi sudah menangkap basah kamu sedang bersama laki laki di kamar ini." Kaki Elsa gemetar mendengar perkataan neneknya.
"Tidak mungkin Nek, aku tidak pernah tidur dengan laki-laki manapun."
"Coba kamu lihat ini!" kata Mawar. Lalu ia memberikan foto Elsa berpelukan tanpa busana bersama seorang pria di ponsel Mawar.
Elsa shock melihat foto dirinya berpelukan dengan seorang pria yang tidak ia kenali, Elsa terduduk lemas tidak berdaya.
"Kita harus pergi cepat dari sini! Sebelum polisi menangkap kita, Leo sudah melaporkan kejadian ini ke polisi, Leo sangat marah melihatmu tidur bersama pria lain, ia juga menyuruh kita mengembalikan uang yang ia beri kemarin, karena itu kita harus pergi sejauh mungkin! agar Leo tidak bisa menemukan kita."
"Pria yang ada di foto itu kemana Nek? Aku harus bertemu dengannya."
"Dia sudah kabur saat Leo tadi ada disini, polisi saat ini sedang mencarinya."
Dengan terpaksa Elsa menurut, mereka pergi meninggalkan kota tempatnya tinggal, sepanjang perjalanan air mata Elsa tidak berhenti mengalir, ia sangat sedih meninggalkan orang yang ia cintai.
"Selamat tinggal Kak, maafkan aku yang sudah membuatmu kecewa." gumam Elsa. Mawar dan Fikri tidak perduli perasaan Elsa. Walau Elsa menangis terus menerus sepanjang perjalanan, tetap saja mereka tidak simpati. Mawar dan Fikri bahagia karena sudah membuat keluarga Ayu malu, mereka sedang membayangkan wajah Leo yang panik karena calon istrinya kabur.
**
Sedangkan di keluarga Ayu saat ini semua orang mulai panik. Leo mondar mandir di depan pintu rumahnya.
"Kemana dia, apa Elsa menipuku?" gumam Leo.
"Coba kamu susul kerumahnya!" kata Ayu, ia sangat kasihan melihat anaknya.
"Biar aku saya yang menyusul kerumahnya, kakak kasih alamatnya!" kata Rizki. Lalu Rizki pergi kerumah kontrakkan Elsa.
Sesampainya di kontrakan Fikri, Rizki mengetuk pintu rumah mereka.
Tok,, Tok,,Tok!
"Permisi." kata Rizki. Tapi tidak ada sahutan dari dalam. Salah satu tetangga Fikri menyapa Rizki.
"Cari siapa Dek?" tanya ibu tetangga Fikri.
"Yang punya rumah ini kemana Bu?"
"Mereka sudah pindah." Rizki terkejut mendengar perkataan tetang ibu itu.
"Kapan pindahnya?"
"Tadi sekitar jam sebes."
"Ya sudah, saya permisi dulu, terimakasih ibu sudah memberitahu saya." kata Rizki. Ibu itu menganggukkan kepalanya. Lalu Riski pulang, sepanjang perjalanan Rizki gelisah, ia tidak tega melihat kesedihan kakaknya.
"Semoga Kakak kuat menerima kenyataan ini, aku tidak menyangka calon istri Kak Leo ternyata penipu." kata Rizki dalam hati. Selang beberapa saat Rizki pun sampai. Leo segera menghampiri Rizki.
"Dimana Elsa?" tanya Leo sambil melihat kebelakang Rizki, ia tapi melihat Elsa.
"Elsa sudah pindah, ternyata selama ini Kakak di tipunya."kata Rizki. Dada Leo sesak mendengar kenyataan kalau orang yang ia cintai selama ini menghubunginya.
"Kakak harus ikhlas! lupakan Elsa! dia bukan perempuan baik baik." kata Rizki sambil menepuk bahu Leo.
Ayu segera memeluk Leo setelah mendengar cerita Rizki.
"Sabar Nak! mungkin Tuhan sayang padamu, karena itu ia memberikan ujian ini padamu, Mama yakin, kamu pasti dapat perempuan lebih baik dari Elsa." ujar Ayu menasehati Leo.
Leo tidak menjawab, ia mengeratkan pelukannya kepada mamanya, Ayu mengelus kepala Leo. Semua orang yang ada di situ ikut merasakan kesedihan melihat Leo.
"Ya Allah kenapa kau berikan cobaan seperti ini kepada anakku." kata Ayu dalam hati.
Radit juga sangat sedih melihat kesedihan anaknya.
"Ya Allah apa Leo juga harus menanggung karma karena perbuatanku dimasa lalu? tidak cukupkah hanya Diba yang menderita, apa semua anakku akan menderita karena kesalahanku dimasa lalu." kata Radit dalam hati.
padahal PP y Elsa adalah PP sambung Elsa
kesian nasib mu Elsa, seperti y sulit mendapatkan jodoh dirimu Elsa
ingat leo km dah Puy anak & istri 🤭
yakinlah klo yg km ambil adalah jodoh yg terbaik untukmu