NovelToon NovelToon
Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Mafia / CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:628.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ratna Jumillah

Baca THE DEAD CINDERELLA, untuk mengikuti kisah ini dari awal..
___________________

Jatuh dari helikopter pribadinya hingga tidak di temukan oleh keluarganya, Justin Xander Edward rupanya di temukan oleh seorang gadis berambut perak bernama Qilin di tepian hutan.

Justin menjadi idiot dan hilang ingatan setelah mengalami kecelakaan, dan karena hal itu.. Qilin kesulitan mencari asal usul Justin.

Lambat laun, Qilin justru jatuh cinta pada pria idiot yang dia selamatkan. Akankah Justin ingat kembali dengan siapa dirinya dan memberi tahu identitas dirinya pada Qilin?

Dan akankah Qilin menerima Justin yang ternyata adalah seorang pemimpin MAFIA??

Ikuti kisah SERU mereka di sini, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 10. Terlambat satu langkah.

Qilin sudah berangkat ke cafe tempatnya bekerja. Di cafe itu, Qilin bertugas sebagai pramu saji yang membawa pesanan milik pelanggan.

" Qilin, bagaimana dengan rumahnya? Apakah kamu suka tingga l di sana?" Tanya teman kerja Qilin yang merupakan pemilik rumah itu, Rena.

" Aku suka, Ren. Rumahnya nyaman." Ujar Qilin pada Rena.

" Sukurlah, katakan saja padaku jika kamu butuh sesuatu. Oh, ya.. maaf tv di rumah itu mati, aku belum menggantinya dengan yang baru." Ujar Rena.

" Tidak apa apa, aku juga bukan orang yang suka menonton tv." Ujar Qilin tersenyum.

" Sebenarnya aku ingin bertanya padamu sejak tadi, rambutmu ini.. apakah di warnai?" Tanya Rena.

" Oh, ini.. tidak, aku lahir dengan rambut seperti ini. Aneh, ya?" Ujar Qilin sambil terkekeh.

" Tidak, justru itu sangat indah. Kamu tidak perlu ke salon untuk mewarnai rambutmu, kamu sudah memilikinya." Ujar Rena.

Seumur hidup, baru kali ini Qilin mendengar seseorang memuji rambutnya, biasanya orang orang di tempatnya dulu selalu mengejek Qilin dan mengatai bahwa Qilin seperti nenek nenek.

" Terimakasih." Ujar Qilin tersenyum manis.

" Qilin, kenapa kamu tidak jadi beauty vlogger saja? Kamu sangat cantik, make up apa yang kamu gunakan?" Tanya Rena.

" Aku tidak pakai make up, Ren. Juga, aku tidak sesenggang itu untuk menjadi Beauty flogger. " Ujar Qilin terkekeh.

" Ha! Sungguh? Kamu tidak pakai make up?" Ujar Rena terkejut, dan Qilin mengangguk.

" Wah... Kecantikan dari lahir, baru kali ini aku menemukannya." Ujar Rena terpukau.

" Pesanan untuk meja no delapan dan dua belas." Ujar Barista laki - laki sambil tersenyum manis.

" Oke." Ujar Rena.

Qilin membawa pesanan milik meja no delapan, dan Rena membawa pesanan meja nomor dua belas.

" Americano les sugar? " Ujar Qilin.

" Ya." Sahut pria yang sedang memainkan ponselnya.

Qilin menaruh kopi itu di meja, lalu pergi. Setelah Qilin pergi pria itu meletakan ponselnya dan membuka maskernya.

Dustin, adalah pria yang duduk di meja nomor delapan itu. Dustin melirik sekilas pada Qilin yang sudah pergi, dan akhirnya kembali memainkan ponselnya.

Dustin sedang menunggu Malvin, karena Malvin mendapat info dari bawahannya yang ia sebar untuk mencari keberadaan supir taksi yang membawa Justin.

Dan tak lama Malvin pun sampai di sana. Malvin duduk, dan Dustin langsung menyodorkan kopinya pada Malvin.

" Kopi, paman." Ujar Dustin.

" Bukankah ini kopimu?" Ujar Malvin.

" Yang membawa ini, seorang perempuan." Ujar Dustin, dan Malvin terkekeh mendengarnya.

" Kamu, kakakmu dan daddymu, sama saja." Ujar Malvin.

" Mana ada, aku tidak begitu seperti daddy dan kakak." Ujar Dustin.

" Mengelak saja.. kalau begitu paman minum." Ujar Malvin, dan akhirnya.

" Dimana kost kostan yang paman maksud? Aku tidak menemukannya." Ujar Dustin.

" Sedikit masuk ke dalam gang, kalau begitu ayo kita ke sana. Apakah ini sudah di bayar?" Tanya Malvin.

" Sudah." Ujar Dustin.

" Kalau begitu ayo kita pergi." Ujar Malvin.

Akhirnya keduanya pergi dari sana. Dustin masuk ke dalam mobil Malvin, sementara mobil sportnya di tinggal di depan cafe itu.

Mereka memasuki gang, sambil melihat ke kanan dan kekiri untuk mencari nama kost an yang sedang mereka cari.

" Nah, itu di depan." Ujar Malvin.

" Kakak, akhirnya kita menemukanmu." Ujar Dustin senang.

Keduanya pun turun, dan seperti biasa.. saat siang di kostan itu sepi penghuni.

" Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya penjaga kost.

" Sore pak, saya sedang mencari dua orang yang kemungkinan dua hari lalu menginap di sini. Mereka laki laki dan perempuan, datang tengah malam dengan taksi." Ujar Malvin.

Penjaga kostan itu tentu langsung ingat dengan Qilin dan Justin yang datang tengah malam dengan taksi.

" Mm.. apakah gadis itu berambut putih, dan yang pria.. maaf, autis?" Tanya penjaga kostan.

Malvin dan Dustin pun saling pandang, autis?? Justin adalah pria sempurna yang sehat jasmani dan rohaninya, kenapa jadi di katakan pria autis?

" Apakah pria ini maksud anda?" Tanya Malvin menunjukan foto Justin yang di ambil oleh pria di halte.

" Iya, dia.. dia selalu menempel pada adiknya, dan bertingkah seperti anak kecil." Ujar penjaga kostan.

" Adiknya?? Saya adalah adiknya, dia tidak punya adik lain." Ujar Dustin marah.

" Dustin, tenang.." Ujar Malvin.

" Tapi gadis itu mengatakan bahwa pria itu adalah kakaknya, dan mereka pendatang baru dari Bogor menurut supir taksi yang membawa mereka." Ujar penjaga Kostan.

" Dimana mereka sekarang?" Ujar Dustin.

" Kakak, aku datang menjemputmu, ayo kita pulang." Teriak Dustin.

" Dustin, tenang dulu.." Ujar Malvin.

" Di mana mereka, pak?" Tanya Malvin.

" Mereka sudah pergi kemaein sore, gadis itu mengatakan telah mendapatkan pekerjaan, dan dia akan tinggal di dekat tempat kerjanya." Ujar penjaga Kostan.

" Dimana itu?" Tanya Malvin.

" Saya kurang tahu, pak." Ujar penjGa kostan.

Malvin menghela nafasnya kembali, lagi lagi dia terlambat selangkah.

" Baiklah, terimakasih untuk informasinya, ini untuk bapak." Ujar Malvin sembari memberikan amplop tebal berisi uang.

Penjaga kostan itu pun kebingungan, hingga tidak bisa berkata kata. Sementara Malvin dan Dustin, mereka pergi dari sana.

" Gadis s*alan itu! jika sampai aku menemukannya, aku pastikan aku akan menghukum dia. Beraninya dia menculik kakak." Ujar Dustin.

" Sekarang kita akan lebih sulit menemukan kakakmu, jika menurut penjaga kostan tadi mengatakan bahwa kakakmu autis, kemungkinan kakakmu mengalami hilang ingatan." Ujar Malvin.

"Buktinya dia selamat, dan berada di sekitar kita, tapi dia tidak pulang. Bisa jadi gadis itu adalah yang menyelamatkan kakakmu." Ujar Malvin.

" Tapi kan kita memasang banyak iklan sejak kakak di nyatakan hilang, dan baru hari ini kita mencopot semua iklan kakak. Masa gadis itu tidak melihat sama sekali iklan yang terpampang di jalanan." Ujar Dustin.

" Juga, kita memasang iklan di semua media elektronik, dia bisa melihat kakak saat melihat layar ponselnya. Aku yakin gadis itu menculik kakak, karena dia tahu kakak adalah putra daddy, keluarga Edward." Ujar Dustin lagi.

Malvin pun menjadi semakin bingung, yang di katakan oleh Dustin ada benarnya juga, mereka memasang banyak iklan Justin yang hilang, tidak mungkin gadis itu tidak melihat iklan.

Walau kenyataan nya Qilin memang tidak melihat iklan itu sama sekali. Di tambah lagi, Qilin tidak memiliki ponsel sama sekali, jadi Qilin tidak tahu berita heboh yang sedang viral.

Dustin kembali turun di cafe tempat Qilin bekerja, dan langsung menyalakan mobil sportnya, lalu pergi dari sana. Dustin tidak melihat Qilin yang kebetulan sedang menghadap ke arah luar.

Setelah seharian kerja, akhirnya Qilin selesai, ia sedang bersiap untuk pulang, dan akan di gantikan oleh rekannya yang lain. Jam kerja Qilin adalah pukul 7 pagi sampai 7 malam, dan rekannya akan menggantikannya hingga pagi, karena cafe itu adalah cafe 24 jam.

" Astaga, Justin pasti kelaparan, ini sudah malam." Ujar Qilin panik.

" Kak, aku pulang, ya.." Teriak Qilin pada Barista, Rena sudah lebih dulu pulang di jemput calon suaminya.

" Oke, hati - hati." sahut barista itu sambil tersenyum manis.

Qilin pun berlari, dia panik takut Justin kelaparan. Hingga akhirnya Qilin sampai di rumah dengan nafas terengah engah.

" Jus- justin.." Panggil Qilin, karena Justin tidak terlihat.

" Qilin.." Ujar Justin yang rupanya bersembunyi di balik hordeng.

Qilin tersenyum, ketika melihat Justin baik baik saja.

" Kamu baik - baik saja? sukurlah.." Ujar Qilin.

" Qilin lelah? " Tanya Justin, dan Qilin menggeleng.

" Kamu lapar? Aku beli makanan dulu, ya?" Ujar Qilin, hendak lari.

Namun tangan nya di cekal oleh Justin hingga Qilin berbalik dan menabrak dada Justin.

" Jangan lari, Qilin.. Nanti jatuh." Ujar Justin, sangat dekat dengan wajah Qilin.

" DEG.. DEG.. DEG.. "

TO BE CONTINUED..

1
love sick
gg
novita setya
mbulet ra kelar2
Little Fox🦊_wdyrskwt
aku mampir jangan lupa mampir juga iya/Determined//Determined//Determined/
Little Fox🦊_wdyrskwt: done iyaa🤗
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ceritanya kerennnnnnnn 👍👍👍👏👏👏😘😘😘💖💖💖
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kirain twins babynya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
lama" Dustin jg akan takluk sama Jade
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa bakal jd turun temurun ya 🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus J kamu hrs lbh tegas dan jngn mau kalah sama Dustin 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata hanya Justin yg bertindak Clins lngsng ketangkap 🤦🏻‍♀️😒
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nanti bisa"nya Dustin yg bucin ke J
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
pantes Clins psikopat karna ayahnya saja penjahat kelamin
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
lolos lg capek deh
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
masa Justin meninggal
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
heran masa mafia sekelas Titanes bisa dipermainkan oleh Clins yg dr dulu gak bisa ngalahin Titanes 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata ada pengkhianat
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
masa sistem di bobol dh lama gak ketahuan sih emang gak punya anak buah yg ahli dlm dunia hacker 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Justin dlm bahaya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
makin tegang saja
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa ayahnya Clins itu Carol ya 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
masa gak nyadar sih kl ada pengkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!