Anggi sama sekali tidak bisa menolak ia harus menikahi seorang pria tajir yang belum pernah dilihatnya sekalipun.
Rumah tangga yang ia jalani ternyata penuh lika-liku karena seorang wanita muda mengaku-ngaku telah hamil anak Agus Soeripto.
Bagaimana nasib Anggi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlakuan Yang Tidak Enak
Lama Agus menunggu hasil operasi Anggi hingga membuatnya semakin khawatir.
Berulang kali melihat pintu berharap dokter keluar menemuinya. Tiba-tiba yang diinginkan langsung terwujud perasaannya sedikit lega.
''Bagaimana hasil operasi istriku?" tanya Agus.
''Tuan, kami belum melakukan operasi karena sesuatu terjadi kepada Nona.'' Agus langsung terbelalak mendengar ucapan dokter.
''Apa? Apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Agus semakin khawatir keadaan Anggi.
''Nona kembali koma Tuan dan kami tidak bisa melakukan operasi,'' ucap dokter tersebut.
''Tidak mungkin itu terjadi kepada Anggi,'' ucapnya langsung jatuh ke bangku.
''Tuan kami minta maaf tidak bisa melakukan sesuai dengan keyakinan anda,'' tambah dokter tersebut merasa bersalah harus berbohong kepada Agus.
''Boleh saya masuk ke dalam?" tanya Agus.
''Silahkan Tuan!" Agus bergegas masuk ke dalam langsung berhambur memeluk Anggi.
''Sayang, aku minta maaf sudah membawamu ke dalam masalah ini,'' tangis Agus.
Anggi merasakan pelukan Agus yang begitu hangat namun tiba-tiba pikirannya teringat kejadian di hotel kemarin.
''Mas, kamu sudah menodai rumah tangga kita, mungkin kata maaf belum cukup untuk membuatmu menyadari kesalahanmu,'' ucap Anggi dalam hati sambil berusaha keras tidak terbawa suasana.
Agus melepaskan pelukannya melihat wajah Anggi terlihat pucat bahkan alat medis membuatnya semakin sakit.
''Apa yang harus kulakukan Anggi agar kamu mau memaafkanku?" bisik Agus tidak peduli dokter di sana terus memperhatikannya.
''Tuan Agus memang benar-benar mencintai Nona Anggi,'' batin dokter.
''Maaf Mas, sepertinya aku tidak bisa memaafkanmu,'' ucap Anggi dalam hati.
''Aku mohon Anggi bangunlah kasihan anak kita sebentar lagi akan lahir ke dunia ini,'' tambah Agus lalu dia mengusap perut itu.
Anggi bergetar merasakan tangan Agus mengenai kulit ya terlebih lagi ada gerakan membuatnya ingin membalas sentuhan itu.
''Kumohon, jangan membuatku semakin terluka mas,'' jerit Anggi.
Agus masih tetap melakukan ya bahkan dia tidak segan-segan memberikan sentuhan yang lebih dalam lagi.
''Tuan, waktu kunjung anda sudah selesai.'' Dokter tersebut dari tadi memperhatikan gerak-gerik Anggi takut penyamaran mereka berdua terbongkar.
''Aku tidak mau meninggalkan istriku, sampai kapanpun karena aku ingin masih menjelaskan yang terjadi itu tidak betul,'' balas Agus tetap kekeh.
''Tuan, kami harus melakukan sesuai dengan prosedur rumah sakit.'' Agus dengan berat hati langsung meninggalkan kamar inap Anggi.
Dia terus berharap kalau Anggi sadar sebelum dia keluar dari pintu itu.
''Sayang, aku ada di luar kalau ada sesuatu kabarin aku secepatnya ya,'' bisik Agus.
Siapapun yang mendengar kata-kata Agus mungkin sudah mengatakan kalau pria itu sudah gila bicara dengan orang yang tidak sadarkan diri.
''Mas Agus maafkan aku,'' batin Anggi setelah Agus sudah keluar dari pintu melihat pria itu sudah tidak ada lagi di sana.
Rumah tangga yang mereka jalani selama ini terlihat harmonis walaupun di awalnya tidak seperti saat ini.
Anggi mendapatkan perlakuan yang tidak enak dari Agus semenjak mereka menikah. Terpaksa adalah membuat Anggi menyetujui pernikahan Agus yang tergolong tidak enak.
Tidak ada yang spesial dalam pernikahan ini karena seseorang telah menjebaknya dan terjadi malam itu dia dan Agus telah tertangkap oleh orang-orang sekitar dalam keadaan yang polos.
Namun lambat laun Agus menyadari kalau Anggi adalah wanita yang baik bukan seperti yang lainnya mementingkan ego ya sendiri.
''Anggi, mulai besok persiapan semua perlengkapanku!" seru Agus.