King Re Ryushiki, seorang pemuda berumur delapan belas tahun yang selamat dari tragedi pembantaian yang dilakukan oleh Clan Kyoutetsu.
Ryushiki berhasil selamat karena secara misterius dirinya terlempar seratus tahun ke masa depan. Setelah itu, ia bertekad untuk mencari Aliansi demi mengalahkan Clan Kyoutetsu yang telah mengambil ahli Kerajaan Dragon dari Clannya yang bernama King Re.
Apakah Ryushiki berhasil mengumpulkan Aliansi dan mengalahkan Clan Kyoutetsu? Ataukah sebaliknya? Dan, apakah Ryushiki bisa mengungkap penyebab dirinya bisa terlempar seratus tahun ke masa depan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hi Smile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10 : Konferensi Kerajaan Dragon
Keesokan harinya, hari dimana Konferensi atau pertemuan yang diadakan Raja Higuarashi pun akan dimulai..
Terlihat ribuan orang berdiri di sekitar area gerbang luar istana kerajaan. Ribuan orang tersebut juga telah menunggu hari dimana para Daimyou akan berkumpul di istana Kerajaan.
Disaat konferensi ini diadakan, ribuan orang sedang melancarkan aksi demo di depan luar area istana Kerajaan.
Terlihat, beberapa orang menuntut Raja Higuarashi agar menurunkan pajak yang diberikan kepada masyarakat Monomure.
"Raja!! Tolong jangan diskriminasi kami!!"
"Kami kelaparan!! Jangan siksa kami!!"
"Tolong turunkan harga pajak, raja!!"
Disisi lain, beberapa wanita menuntut untuk membebaskan suami dan putranya yang dipaksa untuk kerja paksa di pabrik senjata.
"Raja, kumohon lepaskan putra saya!!"
"Kenapa suami saya harus kerja paksa?!!"
"Kami menuntut keadilan, raja!!!"
Orang-orang terus berdatangan untuk melaksanakan demo ini, karena mereka merasa tidak ada keadilan di wilayah Monomure, Matsunaga, bahkan Lumina.
Kemudian, rombongan Daimyou Lumina pun tiba di sekitar area luar istana kerajaan. Mereka terkejut karena banyaknya ribuan massa yang datang di depan luar gerbang istana.
Dari rombongan Daimyou Lumina, yaitu Kyoutetsu Yomuragashi. Ia merasa jijik pada masyarakat yang telah melakukan aksi demo tersebut.
"Kenapa ada sampah-sampah diluar gerbang istana?! Mereka hanya orang-orang miskin yang terus merengek pada pemerintah kerajaan.." ucap Yomuragashi.
Kyoutetsu Yomuragashi yang juga merupakan adik dari Kyoutetsu Higuarashi yaitu Raja Kerajaan Dragon.
Beberapa saat kemudian, pasukan kerajaan langsung memaksa minggir massa yang sedang melakukan aksi demo di depan luar gerbang istana Kerajaan.
"Kalian para sampah minggirlah!!"
"Enyahlah, sampah!!"
"Kalian orang-orang rendahan minggir!!"
Ratusan pasukan kerajaan langsung memaksa minggir massa yang berada di depan luar gerbang.
Kemudian, pasukan kerajaan langsung memasang karpet merah yang mengarah langsung menuju gerbang istana kerajaan.
"Baiklah, karpet merah sudah siap!!"
"Untuk para Daimyou, silahkan lewat dan berjalan menuju gerbang kerajaan!!"
Rombongan Daimyou Lumina yaitu Kyoutetsu Yomuragashi pun langsung melangkahkan kakinya ke karpet merah yang sudah disiapkan dan berjalan menuju gerbang istana kerajaan.
Yomuragashi mendengar teriakan para pendemo tersebut, ia merasa risih dengan mereka."Kenapa sampah seperti mereka tidak dihabisi saja.."
Dibelakang Kyoutetsu Yomuragashi, terlihat putranya yang berjalan menyusulnya, ia bernama Kyoutetsu Kiyoshi.
Kyoutetsu Kiyoshi juga merasakan hal yang sama dengan ayahnya."Benar katamu ayah, kenapa mereka tidak dihabisi saja. Kita tidak butuh sampah.."
Disamping Kiyoshi terlihat putri dari Kyoutetsu Yomuragashi yaitu Umeko Reina. Reina merasa kata-kata dari kakak dan ayahnya terlalu berlebihan."Kata-kata kalian terlalu kasar, mereka masyarakat yang seharusnya kita ayomi.."
Gerbang Istana Kerajaan pun terbuka, rombongan dari Daimyou Lumina pun telah masuk ke dalam area istana kerajaan.
Kemudian, dari belakang terlihat rombongan Daimyou Matsunaga yaitu Kyoutetsu Fugiarashi.
Kyoutetsu Fugiarashi curiga dengan adanya demo di saat bertepatan konferensi besar ini."Dalang dibalik demo ini seharusnya ditangkap saja, membuat rusuh saja mereka.."
Dibelakang Kyoutetsu Fugiarashi terlihat Kyoutetsu Kagane berjalan menyusul ayahnya. Ia merasa sangat benci pada orang-orang yang melakukan demo."Mereka semua, kalau aku diberi kesempatan untuk membereskan sampah seperti mereka, maka akan kulakukan sekarang.."
Mendengar perkataan yang keji dari mulut Kagane, Kyoutetsu Hikaru langsung membantah kata-kata Kagane."Kak, mereka cuma masyarakat biasa yang membutuhkan keadilan. Kenapa kau sangat ingin membunuh mereka semua, itu tindakan yang tidak manusiawi.."
"Berisik!!" tegas Kagane.
Rombongan Daimyou Matsunaga pun telah memasuki gerbang istana kerajaan, lalu dari belakang disusul dengan rombongan dari Daimyou Hiroyuki yang sudah melangkah ke karpet merah dan berjalan menuju gerbang istana.
Mendengar masyarakat yang butuh keadilan, Hiroyuki Rangetsu pun tersentuh kepada mereka para pendemo, astaga, mereka menuntut keadilan. Aku tidak bisa melihat mereka dalam kesedihan.. Kata Rangetsu dalam benaknya.
Ryushiki yang berjalan dibelakang Rangetsu pun merasa kasihan pada mereka yang menuntut keadilan pada pemerintah Kerajaan Dragon."Y-yang benar saja, mereka semua sampai melakukan hal ini. Selama ini mereka memberi keadilan pada masyarakat!! Clan Kyoutetsu...." Ryushiki merasa muak dengan perilaku Clan Kyoutetsu.
Misha pun melihat Ryushiki yang sedikit emosi saat melihat para pendemo, Misha langsung bertanya kepada Ryushiki."Kak Ryushiki, apa kau tidak apa-apa?"
"Ya, Misha. Aku tidak apa-apa.." ucap Ryushiki dengan raut wajah serius, ia pun mengepalkan kedua telapak tangannya.
Dibelakang Ryushiki dan Misha, terlihat dua pengawal dari Rangetsu yaitu Ranmaru dan Takeshi.
Lalu, Rombongan dari Daimyou Hiroyuki pun telah memasuki gerbang istana kerajaan. Lalu, di belakang mereka terlihat seseorang yang sangat familiar.
Christopher James, dia adalah Presiden World Economic Journal. Orang yang berperan penting dalam perilisan koran berita besar di seluruh dunia."Gyuohohohoho, menarik sekali. Banyak aksi demo disini, apakah ini akan menjadi berita besar? Gyuohohohoho!!!"
Christopher James salah satu penguasa dunia bawah yang terkenal karena koran berita besarnya. Selain itu, ia juga mempunyai bisnis senjata. Christopher James pun memasuki gerbang istana.
Lalu, dibelakang Christopher James terlihat seorang pemuda dengan memakai syal di lehernya, dimana raut wajahnya juga terlihat membosankan. Dia juga membawa sebuah pedang di pinggangnya, ia adalah Dante Masamune perwakilan dari Organisasi terlarang, ia juga salah satu dari Seven't Inferno, pasukan Elite milik Kaitomaru.
"Kenapa aku yang disuruh ke dalam Konferensi membosankan ini, kenapa tuan Kaitomaru tidak menyuruh para Commander mereka.." ucap Dante Masamune dengan nada malas.
Kemudian, dibelakang Dante Masamune, terlihat Profesor Jimmy melangkahkan kakinya pada karpet merah dan berjalan menuju gerbang Istana Kerajaan.
"Konferensi yang sangat menarik, aku merasakan suatu hal yang tak terduga akan terjadi.." batin Profesor Jimmy sambil tersenyum licik.
Dante Masamune dan Profesor Jimmy pun sudah memasuki gerbang istana kerajaan. Setelah para rombongan Daimyou dan para tamu undangan sudah memasuki gerbang istana kerajaan, pasukan kerajaan langsung menutup gerbang istana kerajaan.
Beberapa saat kemudian, di sebuah ruangan yang cukup luas dengan sebuah meja yang yang cukup lebar dan panjang.
Lalu, semua rombongan Daimyou dan tamu undangan sudah berada di dalam ruangan rapat. Konferensi pun dimulai...
Kyoutetsu Kazuto, anak dari Raja Kerajaan Dragon pun membuka konferensi tersebut."Baiklah, karena semua rombongan dari Daimyou sudah hadir dan tamu undangan kita sudah hadir, maka dengan ini Konferensi Kerajaan Dragon telah dibuka!!"
Saat berada di dalam ruangan rapat, Ryushiki merasakan Ki yang sangat kuat. Sekilas, Ryushiki langsung melihat ke arah Dante Masamune."Aku merasakan Ki yang sangat hebat darinya.."
Kemudian, Ryushiki melihat semua orang yang berada di dalam ruangan rapat secara bertahap. Setelah itu, ia menyimpulkan sesuatu."Memang benar, aku merasakan Ki semua orang yang berada di ruangan ini sangat kuat, tapi beda dengan orang itu, aku harus waspada padanya. Mungkin levelnya berada diatasku.." batin Ryushiki sambil menatap Dante Masamune.
BERSAMBUNG