NovelToon NovelToon
Kita (Bukan) Anak SMA

Kita (Bukan) Anak SMA

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Masalah Pertumbuhan / Cintapertama / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Mencintaimu,...
seumur hidupku...
Selamanya, setia menanti.
Walau di hati saja,
seluruh hidupku.
Selamanya, kau tetap milikku...

Cinta pada pandangan pertama, cinta pertama, dan dia juga yang pertama mencium bibir ini hingga membawaku pada perbuatan yang dilarang agama.

Tapi setelah itu, dia mencampakkanku. Lalu kembali lagi ketika ada pria lain yang mengaku begitu mencintaiku setulus hati.

Mana yang harus kupilih? Dirimu atau dirinya? Yang pertama? Ataukah berharap yang terakhir?

-Sheila Herfiza-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBAS 9

"Nek, Kek..."

"Iya, Sheila!?"

"Tolong jangan bilang sama Papa Mama kalau Sheila punya teman laki-laki sebangku! Ya? Please..."

"Tapi Sheila juga harus janji pada kami berdua."

"Janji apa, Nek?"

"Jangan lakukan hal seperti yang lalu-lalu!"

Seketika Sheila diam membisu. Matanya menatap Sang Nenek dengan hati sedih.

"Nek, dia cuma teman. Bukan teman akrab apalagi kekasih. Sheila janji, gak akan seperti dulu lagi! Ga ada cinta sebelum Sheila berhasil meraih cita-cita seperti yang diharapkan Papa Mama! Cukup sekali saja Sheila salah dalam melangkah. Tolong..., tolong jangan pandang Sheila seperti itu lagi!"

Nenek dan Kakeknya langsung memeluk Sheila. Mereka meminta maaf karena telah menuduh cucu kesayangannya seperti itu.

Sheila juga tidak marah.

Ia memang bersalah. Seolah tidak belajar dari pengalaman.

Kisah cintanya yang pahit bersama Zein, seolah terlupakan ketika sedang bersama Anggara.

Hubungan mereka memang bukanlah hubungan kasih sayang cinta-cintaan. Melainkan lebih kepada persahabatan yang bisa bercerita jujur apapun tentang semua hal yang sedang dirasa. Bukan hubungan yang menjurus ke hal-hal seperti Sheila dengan Zeinul dulu.

Sheila pun langsung menceritakan tentang ketidaksukaan Kakek Nenek nya.

"Ga..."

"Hm?"

"Sebenarnya kemarin kakek nenekku mengatakan hal yang,"

"Kamu tidak boleh pacaran, kan?"

Sheila menoleh. Ia mengangguk dan menunduk.

"Nenek dan Mamaku juga mengatakan hal yang sama. Mereka benar. Kita masih terlalu muda untuk cinta-cintaan. Mereka tidak salah, karena kita belum tahu kejamnya dunia."

Sheila dan Anggara termenung.

"Sebaiknya kita belajar yang rajin. Kita tunjukkan pada dunia, kita bisa bertahan dan saling menguatkan untuk hal yang positif. Kita tidak akan mengecewakan orang-orang yang sudah berjuang untuk kita. Bagaimana, Sheila?"

Mata Sheila beriak. Ada bias keharuan ketika suara Anggara yang lembut mencoba membeberkan semuanya.

Mereka saling tatap. Lalu saling lempar senyuman.

"Kita hanya berteman saja ya?" tutur Sheila.

"Kita bersahabat. Kita akan jadi orang hebat setelah sepuluh tahun kemudian!'

Sheila mengangguk.

Zein, Papa, Mama, Kak Abell, Kak Fiko, Kakek Nenek, tunggu Aku sepuluh tahun kemudian. Aku akan jadi orang hebat yang kalian banggakan!

Tekad itu telah Sheila gaungkan dalam lubuk hatinya yang terdalam.

...🌹🌹🌹🌹🌹...

Waktu berlalu, dan musim berganti.

Bersama Anggara, murni tanpa sayang-sayangan, Sheila berhasil lulus dan meraih nilai lima besar di kelasnya.

Sungguh akhir SMA yang menggembirakan seluruh anggota keluarga, terlebih Kakek dan Nenek yang menjaganya dalam kurun waktu sepuluh bulan ini.

Berkat bimbingan Anggara yang terus mem-push Sheila untuk rajin belajar dan selalu berusaha mendapat nilai lebih baik lagi.

Tamat SMA, Sheila akan kembali pindah ke Ibukota. Ia ingin pamitan singkat dan jalan berduaan dengan Anggara sebelum esok hari menjelang Ia kembali terbang ke Jakarta.

Benar-benar berjalan di pinggiran trotoar kota kecil yang penuh dengan harapan bahagia.

"Kamu besok kembali ke Ibukota?"

"Iya."

Anggara diam. Sheila juga.

Hanya hati mereka yang bergaduh dengan pemikiran masing-masing.

"Semangat ya?"

"Kamu juga."

"Kamu mau lanjutin kuliah di mana?"

"Entah. Aku hanya pasrah pada keinginan orang tua saja."

"Keinginanmu? Apa?"

"Ingin kedua orang tuaku bahagia. Karena selama ini, aku sudah menghancurkan harapannya."

Sheila menunduk. Entah mengapa, perpisahan ini membuat hatinya begitu sedih. Padahal, tidak ada komitmen diantara mereka berdua.

Meskipun Anggara sempat menyatakan rasa suka dihadapan Mama serta Neneknya tempo hari, tapi itu tidak ada kelanjutannya.

Mereka hanya dekat sekedar sahabat.

Memang sering saling curhat.

Kadang juga saling debat.

Tapi itu hanya untuk urusan mata pelajaran dan tugas-tugas sekolah. Bukan soal perasaan.

Kini Sheila harus tinggalkan kota kecil yang begitu bersahabat ini untuk pergi melangkah menuju masa depan.

"Ingat, janji kita?" tanya Anggara tiba-tiba.

"Janji apa?" Sheila mengernyitkan dahi, lupa kalau mereka pernah berjanji.

"Sepuluh tahun kemudian, kita akan jadi orang hebat!"

Mata Sheila mulai berkaca-kaca. Ia mengatupkan bibirnya rapat. Dengan emosi yang tertahan, Sheila mengangguk. Namun pertahanannya seketika rapuh dan ambruk.

Jatuh berderai air matanya.

Anggara juga seperti sedang berusaha menekan emosinya. Ia terlihat tegang meskipun bibirnya menyunggingkan senyuman.

Puk puk

Tangan Anggara menepuk pelan pucuk rambut Sheila dua kali.

"Semangat terus ya? Kita tunjukkan pada dunia. Kita bisa jadi orang hebat."

Sheila semakin merasakan kesedihan yang mendalam. Ia mengangguk berkali-kali.

"Aku, kamu... akan jadi orang hebat sepuluh tahun kemudian."

Anggara menghapus beberapa butir air mata di pipi Sheila.

"Mari kita pulang. Jalanan sudah semakin sepi, khawatir ada orang jahat yang melihat kita masih berseliweran di sini. Kakek Nenek kamu juga pasti menunggu kamu pulang!"

Sheila lagi-lagi mengangguk.

Ia teramat suka dengan ketegasan dan keteguhan hati Anggara. Bahkan sampai akhir, mereka sama-sama tidak saling mengucapkan kalimat janji cinta. Bahkan sekedar pegangan tangan pun tidak. Apalagi pelukan perpisahan layaknya dua insan yang saling dekat satu sama lain.

Anggara mengantarkan Sheila tepat sampai di depan pintu pagar rumah Kakek Nenek.

"Masuklah, Aku melihatmu dari sini!"

Sheila diam.

Dia ingin menatap wajah Anggara lama untuk yang terakhir kali.

"Ga..."

"Ya?"

"Apakah kita bisa bertemu lagi dilain waktu?"

"Jika Tuhan mengizinkan, pasti. Pasti kita akan bertemu lagi."

Kini hati Sheila jauh lebih tegar.

Jawaban Anggara berhasil menguatkan kembali jiwanya yang tadi rapuh.

"Terima kasih banyak ya? Kamu sudah menjadi bagian dalam hidupku. Membantuku untuk mendapatkan nilai terbaik yang pernah ada dalam hidupku. Aku, sangat terbantu olehmu!"

"Hehehe..., apa itu? Pujian? Rayuan?"

Puk

Sheila menepuk bahu Anggara. dan Anggara tertawa lebar.

"Sudah, masuk sana. Aku mau pulang!"

"Pulanglah duluan. Aku akan lihat kamu sampai menghilang!"

"Aku yang akan lakukan itu. Sampai kamu menghilang di balik pintu. Dan Aku akan tenang pulang ke rumah dan tidur tanpa beban!"

"Ehh?!?"

"Hehehe... Sampai bertemu lagi di lain waktu, Sheila Herfiza!"

"Sampai bertemu lagi di lain kesempatan, Anggara!"

Itulah kalimat terakhir yang bisa mereka lontarkan.

Dengan senyuman kesedihan tapi penuh doa dan harapan, suatu saat kelak mereka akan kembali berjumpa.

BERSAMBUNG

1
Siti Car qori
suka
Mom La - La
akhir yg bahagia...
ExNiceBoy
akhir cerita yg indah. novel pendek tapi lumayan bdrbobot isinya👍
Mom La - La
semangt up lgi kk ..
Mom La - La
waah syukurlah...
Mom La - La
owh... jdi gitu. pnts saja ku merasa da yg gnjl.

next lgi...
Mom La - La: masama kk..
total 2 replies
Mom La - La
wah... da org baru
Mom La - La
menuju bahagia mampir lagi kk..

buat nyicil.
Mom La - La
sabar sheila..
Mom La - La
hadir thorr
salam dari novel terbaruku yg berjudul menuju bahagia
Embun Kesiangan: wah, karya baru y thor. semangat✍💪😍
total 1 replies
TiArA OliVia
Zein makin matang makin tampan thor. Ayo jodohkan kembali mereka thor. kesian liat zein
Latifa
lanjut
Mom La - La
aamiin...
Mom La - La
akh... shela dalam pilihan yg rumit. siapakah yg akn mnjdi pemenangnya???
Mom La - La
Anggara apa othornya nih??!!
Mom La - La
horee 1 koment.
cinta 3 serangkai hadir kk...
Mom La - La
wkwkwk, ku juga ingin menertawai dirinya. bolehkan thorr??
Mom La - La
OMG. nggak nyangka ternyata...
Kabayan S
aamiin
Kabayan S
amiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!