NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:409.8k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Memang sakit rasanya, saat dulu kita sedekat Nadi, namun kini akhirnya harus sejauh Matahari, bahkan Matahari yang sudah tenggelam tergantikan dengan terangnya sinar Rembulan malam.

Sebagian orang bilang, sangat menyakitkan ketika menunggu seseorang, namun sebagian lagi bilang, menyakitkan itu ketika kita harus melupakan, tapi yang paling sakit sebenarnya adalah ketika kau tidak tahu, apakah harus menunggu atau melupakan.

"Niar... kamu tahu kan kalau seorang dokter itu paling ahli masalah suntik menyuntik, jika biasanya suntikan itu menyembuhkan penyakit pasien, tapi suntikan dariku, pasti akan menorehkan luka dalam hubungan kalian, cukup sekian dan terima kasih sudah menjadikan aku sang mantan, walau tidak kamu akui."

Walau pedih namun dokter Marvin harus bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya tidak menjadi pilihan dari seorang Niar, dia tetap saja menerima lamaran dari Dito kekasih hatinya yang memang sudah berhubungan bertahun-tah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10.Nasip Yoyo

...Happy Reading...

Menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan memang salah, namun Marvin merasa Niar akan lebih bahagia jika bersamanya, menurutnya Dito hanya beruntung karena datang lebih awal didalam kehidupan Niar.

"Ckk... dimana-mana wanita memang tidak pernah mau mengalah!" Dan Marvin langsung melengos saat mendengarnya.

"Sudahlah.. Yoyo kamu mau kakak belikan es krim nggak?" Niar langsung mengalihkan topik pembicaraan ini, sebelum wajah Marvin kembali sendu.

"No! aku sudah tidak lagi suka yang manis-manis, karena yang manis cuma Yoyo seorang!" Ucap Yoyo sambil meniup poni keritingnya yang menjuntai karena tiupan angin sepoi-sepoi di tempat itu.

"Pfffth... nie anak lama-lama narsisnya kayak bapak sama emaknya!" Marvin menatap takjub wajah bocah yang masih bau kencur itu.

"Kalau begitu kamu maunya apa sayang." Tanya Niar kembali dengan lembutnya.

"Aku maunya kamu seorang!" Dan Marvin langsung sontak menjawabnya.

"Bukan kamu dokter, tapi Yoyo!" Sebenarnya Niar ingin tertawa, namun dia tidak mau kembali berdebat dengan Marvin, dia kasihan dengan Yoyo yang jadi dicuekin, padahal tujuan utama mereka kesana adalah untuk mengajak Yoyo bermain.

"Ckk... emang paling enak jadi anak kecil, selalu bisa mendapatkan apa yang dia mau." Celetuk Marvin sambil membuang arah.

"Aku mau hotdog aja Aunty, tapi nggak pake micin ya, soalnya nggak baik buat kesehatan!" Celoteh Yoyo kembali saat melihat ada seorang anak yang memakan cemilan itu didekatnya.

"Luar biasa bocah yang satu ini, kamu tunggu disini sebentar ya, kakak beli dulu disana." Niar langsung bergegas pergi membeli makanan yang Yoyo mau agar tidak terus beradu mulut dengan Marvin.

Wing!

Namun tiba-tiba ada bola yang terbang mengarah ke tubuh Niar.

Dugh!

Dan bola itu melesat dan mengenai tepat dikepala Niar dengan hantaman kerasnya, karena tempat penjual makanan itu ada didekat gawang lapangan sepak bola yang ada di Alun-Alun itu.

"Aw... aduh!"

Karena tendangan bola itu sangat kuat dan bahan dari bola itu bukan hanya dari plastik, keseimbangan Niar mulai Oleng dan tanpa sengaja kepalanya terbentur batu besar ditaman itu.

Bruk!

"Niaaaarrrrr!"

"Aunty!"

"Yoyo kamu tunggu disini ya, nanti Uncle kembali." Marvin langsung berlari menuju kearah Niar yang terjatuh dan tidak sadarkan diri.

"Astaga sayang, are you okey?" Marvin langsung membawa kepala Niar kedalam pangkuannya dan langsung memeriksa keadaannya.

"Maaf mas kami tidak sengaja, mari mas kami bantu untuk mengangkat tubuh mbaknya?" Anak-anak muda berpakaian seragam olah raga itu berlari berdatangan mengerumuni mereka.

"Tidak usah aku bisa sendiri!"

Marvin memilih menggendong Niar sendiri menuju ke mobil, dia tidak mau dibantu, karena yang menawarkan diri untuk membantu tadi semuanya adalah pria, tentu saja dia tidak rela jika Niar tersentuh oleh mereka.

"Sekali lagi maaf ya mas, kami tidak menyangka tendangannya akan meleset jauh kesana." Sang pelaku langsung membungkukan tubuhnya untuk meminta maaf.

"Ya sudah, lain kali lebih hati-hati ya, apalagi banyak anak kecil juga disini." Marvin tidak memperpanjang urusan itu, karena keadaan Niar sepertinya tidak begitu parah, mungkin dia hanya terkejut saja, karena darah yang keluar dari benturan batu tadi juga tidak terlalu banyak.

Setelah memasukkan Niar ke dalam mobil, Marvin langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan tanpa sadar melupakan Yoyo yang masih tertinggal di Alun-Alun kota.

"Hei ada anak Tampan, sendirian aja dek? kemana orang tuamu?"

Sapa dua orang pria kepada Yoyo, yang masih setia duduk dibangku tempat awalnya tadi.

Yoyo kira tadi Unclenya ingin membawa pergi Auntynya itu terlebih dahulu untuk memberikan pertolongan, baru kembali menjemput dirinya, jadi Yoyo masih diam disana, setia menunggu Marvin kembali menjemputnya.

"Entahlah, tadi uncle bilang aku disuruh menunggu disini." Jawab Yoyo dengan wajah kusutnya, karena dia juga merasa bosan hanya duduk disana saja, dia sebenarnya ingin bermain namun tidak berani, takut Marvin susah mencari keberadaan dirinya nanti.

"Owh... uncle tadi berpesan agar kamu, kami antarkan pulang, ayok Om antar kamu pulang saja, daripada kamu sendirian disini?" Ucap Pria itu yang langsung berjongkok dihadapan Yoyo.

"Iya dek, nanti Om kasih permen!" Ucap Pria yang satunya lagi.

"Aku tidak suka permen, nanti gigiku ompong dan aku jadi tidak tampan lagi" Jawab Yoyo dengan santainya, tanpa rasa takut sama sekali.

"Kalau begitu kamun mau jajan nggak, nanti Om kasih uang berwarna biru, yang lima puluh ribuan, kamu bisa jajan sesuka hatimu, yuk ikut Om ke mobil, tuh... Mobil Om bagus banget loh, nyaman lagi, nanti sekalian Om anterin kamu pulang?" Rayu pria itu kembali dengan senyum riangnya.

"Cih... jangan kan uang yang berwarna biru, uang yang berwarna merah gambar dua bapak saja aku tidak mau, karena aku punya kartu ajaib yang bisa membeli semuanya, bahkan Om dan mobil Om yang katanya bagus itu, bisa aku beli semua, huh!" Yoyo bersidekap sambil memalingkan wajahnya dengan gayanya yang sudah seperti orang dewasa, yang berlimpahan harta dan tidak kepincut dengan iming-iming uang yang tidak seberapa.

"Aish... menyebalkan sekali bocah ini, tangkap saja dia!" Karena terlalu kesal dengan kesombongan Yoyo, pria itu langsung mengisyaratkan kepada temannya untuk menangkap Yoyo saja.

"Sepertinya anak ini dari keluarga kaya raya!" Kedua pria itu saling berbisik.

"Hmm... kita bisa kuras dulu harta kekayaan orang tuanya, baru kita jual dia!" Jawab temannya yang sudah tersenyum licik membayangkan uang yang akan mereka dapatkan nanti.

Karena dari pakaian Yoyo dan semua yang melekat ditubuh Yoyo bermerk semua, sangat meyakinkan bahwa anak itu berasal dari keluarga konglomerat.

"Sip, kita urus dia sekarang!" Mereka langsung kembali mendekat kearah Yoyo dengan senyum kepalsuan mereka.

"Eh.. Ada pak Polisi Patroli, pak Polisi tolong temani aku disini!" Tiba-tiba Yoyo menoleh dan berteriak sekuat-kuatnya.

"Aish... Bocah ini, kita kabur saja kalau ada polisi!" Umpat Pria itu yang langsung terlihat panik.

"Jam segini mereka memang sering patroli!" Pria yang satunya pun mengakui.

"Kabur!"

Tanpa melihat keadaan sekitar, dua pria dewasa itu langsung berlari tunggang langgang menuju ke mobil mereka, mereka berfikir anak-anak tidak akan berbohong, dan berkata-kata sesuai kenyataan yang dia lihat disana. Jadi daripada mereka tertangkap lebih baik mereka mencari amannya saja.

"Hihihi... jadi penculik kok Bodoh, masak sama anak kecil aja kalah, aku kibulin kalian Om, hehe... Yoyo dilawan!"

Yoyo langsung menggendong tas ransel kecil miliknya dan segera melenggang pergi keluar dari Alun-alun kota itu dengan berjalan kaki menelusuri trotoar jalan dengan wajah yang sulit dilukiskan.

Terkadang dia tendang kerikil-kerikil kecil yang menghalangi langkahnya dengan pandangan menunduk kejalanan dan terkadang dia menghela nafas berat saat kedua kakinya terasa lelah dengan nasipnya yang tiba-tiba terasa menyedihkan.

Mau tidak mau Yoyo terpaksa harus pergi, karena sepertinya keadaan disana tidak aman, karena Mommynya selalu berpesan panjang lebar tentang gosip penculikan anak yang terjadi dalam waktu dekat ini, namun saat ini dia tidak membawa ponsel untuk menghubungi Marvin, ataupun kedua orang tua angkatnya, akhirnya Yoyo memilih pulang sendirian.

Okey Bestie hari ini cukup ya? Besok pagi Author kembali CRAZY UP langsung 10 episode lagi.

Terima kasih sudah membaca, luph sekebon buat kalian pembaca setiaku😘

1
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
aku wong mbatak thor
masih anak aayam aja dah digoreng, sudah menetas dimasukkan kurungan, eh udah besar dipotong

jadi jgn terlalu ngeluh sama hidupmu
penderitaanmu gak ada apa²nya sana deritanya ayam
Rustan Sarny Apul Sinaga
nasib thor bukan nasip, cobaa buka kamus...he he he
As3
suka
Abimanyu Rara Mpuzz
seaat🤣🤣🤣
Abimanyu Rara Mpuzz
gak mau rugi🤣
Irni Yusnita
👍
Sugianto
selalu suka karyamu
pdm
a
pdm
aku suka karya thor. dan maaf di karya ini aku sengaja nunggu end dl baru baca, biar maraton bacanya dan ga bosan nunggu up nya lg
Noeyfen Chabhy
Alhamdulillah aku nunggu2 eh tau tau udah beres aja ni kisah Niar sama Marvin makasih Thor
Sugianto
karma terbalas dengan cara yg berbeda..suka kalimatnya
Rita Prastuti
👍👍..kasih jempol dua..
cerita Nya bagus thor
Juli_etz
aduh mommy...kok ya...gimana ya..

sdh mengiris kalbu rasane....
Diank
Otw meluncurrrt 👌
alexa
gassssasss
ria sufi
aduh blm baca udh ngeri2 sedap
jova jovi
gaskeuuun👍👍...paporiiittt pokoke
Anik Trisubekti
oteweh sat set langsung favorit😍
Yuen
Keluarga aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!