NovelToon NovelToon
Rasa Yang Tak Tepat

Rasa Yang Tak Tepat

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Romansa / Tamat
Popularitas:133.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenita wati

Dia terlihat seperti batu kerikil di mata suaminya. Namun di mataku, dia adalah berlian yang tak ternilai harganya.

Sepertinya rasa ini tak tepat, karena aku jatuh cinta pada istri sabahatku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Tetangga baru

"Sudah semuanya, Pak," ucap seorang supir pick up padaku saat menurunkan barang terakhir.

"Terima kasih, ini ongkosnya." Aku memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada supir pick up itu.

Setelah ia pergi, aku pun mulai berbenah. Menyusun semua barang-barang milikku. Tadinya aku ingin melihat Linda dulu, namun ternyata dia sedang mencuci di rumah tetangga. Itu kata orang suruhanku. Membayangkannya saja aku tidak tega. Bagaimana dia mencuci sambil menjaga dua orang anak yang masih kecil? Dasar Roby, awas saja kamu.

Aku menata pakaianku di lemari. Di dalam kamar yang pas-pasan itu, ada sebuah jendela berbentuk horizontal yang tampak gelap dari luar, namun aku dapat melihat keluar dengan jelas. Orang tidak akan tahu jika aku melihat Linda sepanjang dari dari jendela ini.

Begitu juga dengan kamar di sebelah. Aku dapat melihat dan mendengar aktivitas di kamar Linda. Astaga, aku sudah seperti seorang maniak.

Di dapur, terdapat pintu belakang yang menuju ke taman kecil dan bangku taman rumah itu. Sehingga, aku dapat melihat dan mendengar apa yang terjadi di dapurnya.

Tunggu hingga saat aku menyadap rumah itu dengan CCTV. Jika aku menemukan tindak kekerasan, maka aku akan melaporkannya. Namun aku masih belum menemukan waktu yang tepat. Tidak mungkin 'kan aku masuk ke dalam rumahnya dan memasang CCTV.

Satu jam, aku sudah selesai membereskan semua barang-barangku. Karena bawaanku sedikit, tidak perlu waktu lama untukku menyelesaikannya.

Samar-samar ku dengar suara rengekan anak kecil di samping rumah. Ku lihat melalui jendela ternyata itu Dion yang sedang merengek pada Linda.

"Bu, Dion mau itu." Dion terlihat menunjuk seorang tukang es krim keliling yang diperkirakan harganya hanya dua ribu rupiah.

"Sabar ya, Nak. Ibu nggak punya uang. Uang belanja bulan ini dikurangin sama Ayah."

Apa dikurangi? Kenapa? Apa karena sembako yang kirim pada Linda? Jadi Roby memotong uang belanja Linda karena sembako itu? Keterlaluan kamu, Roby!

Aku melihat mereka sudah masuk ke rumah. Diam-diam aku pergi lewat arah lain menuju tukang es krim itu. Aku memberikannya uang untuk sebuah eskrim yang paling enak. Ya, memang ada takaran dan rupa untuk setiap harga.

"Ini, Bang. Tolong kasih sama anak yang di rumah itu, ya." Aku menunjuk rumah Linda. "Jangan bilang dari saya. Bilang aja traktiran dari pelangan Abang,' ujarku.

"Oke, Bang." Si tukang es krim pun pergi ke rumah Dion dan memberikan sebuah eskrim berukuran besar dengan banyak toping dan cup yang cantik.

Ku lihat betapa senangnya hati Dion menerima es krim itu. Ia sampai melompat kegirangan. Linda langsung mempertanyakan soal es krim itu. Si Abang es krim menjawab seperti yang aku suruh. Dan itu membuat Linda percaya.

Setelah kepergiannya, Linda menemani Dion makan es krim di depan teras. Ku lihat dia menyeka sudut matanya yang berair. Aku tahu pasti dia merasa sedih karena hidup serba kekurangan seperti ini.

Sore menjelang, aku sengaja duduk di depan teras rumah kontrakan ku sembari menunggu Roby pulang bekerja. Aku ingin melihat apakah dia berani mengajakku ke rumahnya atau mengajak istrinya ke rumahku?

Yang ku tunggu akhirnya tiba, Roby baru saja pulang kerja. Aku berpura-pura memainkan ponselku. Padahal, aku sedang menunggunya menghampiriku.

Benar saja, dia langsung datang menghampiriku.

"Hei, Mas," sapanya.

Aku mendongak dan melihat ia tersenyum padaku. Cih, senyuman palsu.

"Hei, Rob. Baru pulang?" tanyaku basa-basi.

"Iya, lo udah beberes? Mau gue bantuin?" tawarnya.

Tidak perlu membantuku, kamu bantu saja istrimu sendiri. Dasar suami tidak berguna. Rutukku dalam hati.

"Udah, barang gue sedikit kok."

"Ya udah gue balik dulu, ya." Roby hendak melangkah pergi namun aku menahannya.

"Rob, tadi gue lihat ada perempuan bawa dua anak ke rumah lo. Mukanya mirip Linda tapi ini lebih kurus. Beneran dia Linda?" tanyaku ingin melihat ekspresinya.

"Iya, dia Linda. Dia itu lagi menyusui, makanya bandannya habis."

"Oh, kok beda banget sekarang, ya."

"Bedalah, dia itu kan nggak mau dandan."

"Oh, lo nggak mau ketemuin gue sama Linda? Udah lama banget loh gue nggak ketemu dia. Tiba-tiba jadi tetangganya."

Roby tampak bingung. Ia menggaruk belakang kepalanya seperti orang yang kehabisan ide.

"Nanti malem gue ajak dia ke rumah lo ya. Menyambut tetangga baru," ujarnya seraya tersenyum.

"Oke, gue tunggu ya. Jangan baw apa-apa. Gue mau pesen banyak makanan. Biar kita makan malem bareng," ujarku.

Roby mengangguk lalu pamit pulang ke rumahnya. Aku tersenyum puas, usahaku untuk bertemu Linda berjalan lancar. Malam nanti, aku akan menjamu mereka dengan makanan yang enak. Akhirnya aku punya cara menyenangkan Linda dan Dion tanpa harus melalui tangan orang lain.

Linda, Linda. Kenapa kamu bernasib seperti ini. Menikah dengan pria bermodal tampang saja. Jika kamu bersamaku, pasti sekarang kita tengah bahagia. Mengajak anak kita jalan-jalan setiap akhir pekan, memberi makanan dan pakaian yang layak, memberi waktu perawatan di salon. Ah Linda, andai saja waktu itu aku lebih berani mengatakan isi hatiku.

1
Fi Fin
sudah ku duga pasti ortunya Dimas keberatan anaknya nikah dengan janda anak dua
Fi Fin
bagus linda akhirnya kamu berani bercerai
Fi Fin
bagus Dimas niat baik harus di segerakan
Fi Fin
tinggal pergi linda jangan lemah jadi wanita
Fi Fin
gimana caranya supaya linda pisah sama Roby ..sdh ga tahan liat kebiadapan Roby dan kakak nya
Fi Fin
kali ini gw dukung pebinor ..ayo semangat buat linda bahsgia
Dewi Dama
mana ada yg seperti ini..mamang sihhh..cmn cerita..tapi jangan seperti..ini..cerita nya...jadi malas baca nya...
Bimzz
bagus
Desyi Alawiyah
kami para pembaca juga ingin muntah...😏
Desyi Alawiyah
aku sih pengennya Roby merasakan apa yg Yulia rasakan sekarang yah...🙈😅👌
Desyi Alawiyah
meskipun Yulia jahat tp aku ga tega sama Yulia...kasian,dia hanya dimanfaatkan oleh Roby...dia tega menjual istrinya sendiri...
Desyi Alawiyah
gila tuh si Roby...ternyata kegilaan Roby makin parah...😩 kasian Yulia,dia sedang hamil pula
Desyi Alawiyah
tendang aja Lin suami kaya gitu...klo perlu buang ke laut...(aduh aku ikut emosi kan jadinya 😑😑😑)
Desyi Alawiyah
suami kamu dong suruh kerja...Genta kan anak kamu Rin,bukan anaknya Linda
Desyi Alawiyah
cerai aja sama Roby,Lin,,,trus kamu nikah deh sama Dimas....ga ada untungnya juga kamu bertahan dengan Roby,dia udh selingkuh dibelakang kamu dan perlakuan dia juga kasar ke kamu dan anak" kamu...😏
Desyi Alawiyah
oooohhhh jadi Roby punya selingkuhan...🤔🤔🤔
Desyi Alawiyah
yg tak berguna tuh sebenernya kamu Roby bukan Linda...kan kamu seorang suami,trus kmu juga pekerja kantoran...sudah kewajiban kamu menafkahi istri dan anak kamu,apalagi anak kamu masih kecil-kecil


ih aku kok gregetan yah 🤭
Desyi Alawiyah
Bukannya Linda yg tidak berguna,kamunya aja yg gak bersyukur memiliki istri seperti Linda...Linda istrimu juga pasti cantik klo di dandanin...hadeeehhhh Roby...Roby...😏😏😏
Isna mansur
seru ceritanya thor ..bikin greget saja...👍👍👍
AwanMendung26: Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih 🌻
total 1 replies
Nur Afiyah
semoga bahagia..saaken linda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!