Jatuh cinta memanglah hal yang membahagiakan. Tapi, jika jatuh cinta tanpa dicintai, apakah masih dikatakan hal yang membahagiakan?
Itulah yang dirasakan oleh seorang wanita yang bernama Mita Yuriko. Jatuh cinta kepada seorang dokter bedah nan tampan yang banyak disukai oleh wanita cantik, merupakan tantangan bagi dirinya.
Ia terus menunjukan rasa sukanya kepada pria itu, namun pria tersebut tak pernah menanggapinya. Sampai pada akhirnya sebuah insiden yang seharusnya tak terjadi kepada mereka berdua, membuat keduanya menjadi terikat. Dan membuat mereka menyandang sebagai suami istri yang dirahasiakan dari orang-orang sekitar.
Apakah Mita masih memperjuangkan rasa cintanya itu? Apakah ia memilih menyerah saat mengetahui jika pria itu masih belum menyukainya?
——————
Info dulu. Cerita ini kelanjutan dari 'Perjuangan Cinta Si Gadis Desa' jadi, jika kalian penasaran awalan cerita mereka bisa baca dulu karya Author yang itu✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wndanaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 0010. Hal Yang Seharusnya Tidak Terjadi
🍄🍄🍄
-
-
“A-apa? Apa yang anda lakukan dokter Fadli?” ucap Mita gugup. Mita pun mencoba mengerakan tubuhnya kembali, namun sekali lagi tak bisa karena Fadli sudah lebih dulu menindih dirinya dari atas.
“Tolong lepaskan saya dokter... sepertinya ini tak benar....” ujar Mita sedikit melemah.
Namun sepertinya lelaki itu tak mendengarkan Mita, lelaki itu malah mengelus pipi Mita dengan gerakan halus nan pasti. Tatapan matanya pun begitu dalam ketika menatap wajah Mita. Seperti tatapan yang haus sentuhan.
Tak ingin terhanyut oleh perlakuan itu, Mita pun segera mencekal tangan Fadli dan sejenak membalas tatapan itu.
Setelah beberapa menit, Mita pun langsung bangkit dari baringnya dengan menggunakan seluruh tenaganya. Dan berhasil, dirinya langsung lepas dari kungkungan itu.
Saat ia sudah berdiri dari kasur tersebut, Mita pun segera melangkah dan berniat untuk segera pergi dari ruangan itu. Ia memiliki firasat tak bagus jika ia terus berlama-lama disana.
Namun hanya beberapa langkah lagi ia mencapai pintu. Tangannya kembali dicekal oleh Fadli, namun cekalan tersebut terasa sangat kasar ditangannya, dan tak lupa dirinya ditarik dengan paksa sehingga tubuh Mita limbung kebelakang yang menyebabkan wanita itu kembali terbaring dikasur.
“Mau kemana lagi hem? Kau tak akan ku lepaskan lagi kali ini.”
'Lagi...? Apa maksudnya?' batin Mita.
“Aku mohon dokter Fadli, sepertinya ini tak benar....” Mita mulai memohon karena tak tahu harus berbuat apa lagi. “Jika kita melakukan kesalahan maka–”
Mita langsung membisu saat bibirnya dikecup tiba-tiba oleh Fadli. Bahkan matanya langsung membola saat melihat begitu jelas wajah pria itu.
“Uhmm....” Mita mencoba melepaskan bibirnya yang dikecup oleh Fadli. Namun karena gerakannya itu malah menambah aksi Fadli dengan memperdalam ciumannya.
Nafas Mita tercekat, pasokan udaranya pun tiba-tiba terhenti. Dan hanya terdengar suara decapan dari ciuman itu.
Tak berapa lama Mita mencoba memukul dada Fadli, karena nafasnya sudah sesak dan tak bisa ditahan lagi. Akhirnya setelah berusaha. Ciuman itu pun terlepas, yang mana membuat Mita bernafas lega dan menghirup udara dengan sedalam-dalamnya.
Tapi hanya beberapa menit saja ia merasakan kelegaan, sebab Fadli kembali menciumnya namun ciuman itu tak seperti tadi. Ciuman tersebut menjadi sangat dalam dan sedikit kasar, sehingga membuat udara diantara mereka menjadi semakin panas. Bahkan tubuh keduanya merasakan geli nan aneh saat mereka meneruskan ciuman dalam itu.
“Sssh....” satu suara aneh keluar dari mulut Mita, saat wanita itu mendapati kecupan dileher. Kecupan itu begitu lama seperti seseorang yang sedang menyedot.
Mita pun sampai mencengkram dengan erat rambut pria itu. Sehingga membuat rambut pria itu menjadi berantakan.
Saat Fadli melepas kecupan itu, lelaki itu sejenak memandang wajah Mita dengan pandangan yang sayu serta wajah yang memerah.
Sebelumnya, tubuh pria itu sempat memanas saat pria itu selesai mandi. Bahkan rasa panas tersebut tak bisa dihentikan hanya dengan air dingin saja, sehingga membuat pria itu berniat mencari pelampiasan yang akan membuat ia terlepas dari rasa panas itu.
Sehingga saat pikirannya tak terkontrol, ia melihat sosok wanita dikamarnya. Yang ia kira bukanlah Mita, melainkan wanita lain yang selalu menghantui pikirannya.
Itu sebabnya tanpa pikir panjang, ia membawa Mita dan membaringkannya diatas kasur. Dan tak ada niatan untuk melepaskannya.
Seperti saat ini, lelaki itu kembali melanjutkan aksinya dengan mengelus perut Mita dan sesekali mengecupnya secara bergantian atau berpindah tempat.
Mita sampai dibuat kehilangan akal saat mendapati hal tersebut. Bahkan Mita terus meracau tak jelas sambil mengeluarkan suara-suara aneh yang keluar dari mulutnya.
Hal itu tentu dapat menambah semangat pria yang tengah mengerayainya.
Yang bahkan Mita sampai tak tahu jika baju yang ia kenakan itu, terlepas dan hanya menyisakan baju ********** saja.
Tentu Fadli dapat dengan mudah melepaskan baju itu dikarenakan Mita hanya mengenakan baju dres malam, untuk ia kenakan dipesta saat bersama dengan sahabatnya itu.
“Ah... Dokter Fadli....” desis Mita disela-sela racaunya.
Fadli menyerigai saat mendengar namanya disebut. “Kau pasti menikmatinya kan sayang?”
Tanpa disadari, Mita menganggukan kepalanya. Sepertinya wanita itu sepenuhnya terbuai dengan permainan Fadli.
Fadli kembali tersenyum saat mendapati tanggapan itu.
Ia pun langsung kembali melanjutkan aksinya, dengan mengangkat kedua kaki Mita dan meletakkan kaki itu pada bahunya.
Merasakan kakinya melayang, hal itu membuat Mita tersadar. Dan langsung melotot saat melihat posisi itu.
“Aaa...!! Jangan lakukan itu dokter!!” teriak Mita yang langsung menyentak kakinya, kemudian menurunkan kakinya dari bahu Fadli.
Wanita itu pun langsung terduduk dari baringnya, dan tak lupa menutup tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya. Ia baru saja menyadari jika ia tak mengenakan pakaian.
Sungguh malu sekali saat ia menunjukkan tubuhnya yang setengah telanjang pada pria yang ada didepannya itu.
“Mengapa jangan?” tanya Fadli, yang sedikit-sedikit mendekatkan dirinya pada Mita.
Mita mengeleng keras dengan menatap Fadli, ketakutan.
“Jangan... lebih baik kita tak melanjutkannya... saya tak ingin yang seperti ini....” ungkap Mita dengan nada melemah.
Fadli yang mendengar hal itu menjadi sedikit marah, emosinya tiba-tiba saja datang yang disebabkan oleh Mita, yang kembali menolak dirinya.
Lelaki itu jadi teringat masa lalu, masa lalu saat ia mengutaran niat untuk menikahi wanita pujaannya. Namun wanita tersebut menolak dirinya, dikarenakan wanita itu sudah menikah. Hal itu tentu membuat emosi Fadli membeludak.
“Jangan menolakku!!” bentak Fadli, yang membuat Mita terkejut.
Fadli lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Mita. Ia lalu menatap wanita itu dengan tatapan sendu.
“Jangan menolakku lagi Yuna... aku, aku tak bisa lagi menerima penolakan ini....”
“Yuna?” gumam Mita yang kembali terkejut. Dirinya pun langsung sadar, jika dimata pria itu bukanlah dirinya. Melainkan wanita lain yang ada pada mata pria itu.
“Akss....” Mita meringis saat merasakan pipinya diremas oleh Fadli.
“Sekarang aku tak akan melepaskanmu lagi. Kau dengar itu?” ucap Fadli menatap Mita dengan tatapan tajam. Bahkan cengkramannya itu, sampai membuat pipi Mita memerah.
Hal itu kembali membuat Mita takut, karena ia baru melihat sosok Fadli yang seperti itu. Karena biasanya yang ia lihat dari sosok pria itu adalah sosok yang selalu tersenyum ramah kepada orang-orang disekitarnya. Bahkan karena sifatnya itu membuat orang-orang betah berlama-lama didekatnya.
“Dokter Fadli... sadarlah! Saya bukan orang yang anda sebut–”
Sekaan menulikan pendengarannya, Fadli kembali menerjang Mita. Dan kali ini pria itu tak memberi cela sedikutpun pada wanita itu.
Mita sampai berteriak histeris saat Fadli menarik pakaian dalamnya dengan sangat paksa. Sehingga membuat pakaian itu robek dengan naasnya. Dan membuat tubuh Mita tak lagi mengenakan apapun.
Tak hanya itu, Mita sampai menjerit kesakitan saat dengan tiba-tiba Fadli memasukkan benda kerasnya pada Mita yang baru pertama kali melakukan hal itu.
Tentu saja Mita menangis, apalagi yang dilakukan oleh pria itu sangatlah kasar. Dan tak ada jeda saat melakukannya.
Pria itu terus mengerakkan tubuhnya, bahkan sampai hentakan demi hentakan dengan melakukan beberapa gaya, ia akan menghentikannya jika ia sudah puas melakukannya.
“Sekarang, kau adalah milikku sepenuhnya, sayang....” ucap Fadli sambil menyerigai.
Sedangkan Mita hanya menangis dan tak menikmati apa yang dilakukan oleh pria itu.
-
-
🍄🍄🍄
untung aja lo selamat dri rayuan si dikta bejat filda
yg lain juga dilanjut donk 😆😆😆
semangat author 💪💪💪