Diana Aginanda yang kehilangan ingatan saat usia 4 tahun dan diasuh di tengah kemiskinan oleh orang yang telah menculiknya.
Di saat usianya akan menginjak 17 tahun, Diana mengalami banyak permasalahan yang menimpa hidupnya sampai dia bertemu dengan kakak, sahabat, dan cinta sejatinya.
Hari-hari biasa di tengah kemiskinan yang dilalui diana akan berubah saat dia telah menemukan kembali ingatannya yang hilang menjadi hari hari penuh tantangan dan mengancam nyawanya, namun Diana tidak sendiri.
Diana akan mengungkap dalang di balik semua permasalahan dan percobaan pembunuhan yang menimpanya dan seorang teman pertamanya selama ini, namun siapa sangka bahwa tersangka itu adalah orang terdekatnya!?
Cover by : Pinterest.
Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arti merah?
Setelah mendengar ocehanku tiba tiba wajah grisan menjadi memerah
Apa yang sebenarnya dirasakan grisan?menahan amarah atau perasaan malu?
Grisan langsung keluar dari ruang komite tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya itu,aku tidak tau apa yang dirasakan grisan karna saat ini emosiku masih tidak stabil
"dek...dek......"ujar kakak mencoba menyadarkanku
"hey!!"seru kak yulia
"eh...eh...maaf!!aku kelepasan!!!"seruku setelah sadar dengan ucapan ku tadi
"hahaha gak kok,baru kali ini ada yang bisa ngomong gitu ke grisan"ujar kak yulia
"iya dek,kamu keren banget!!"puji kakak
"sekarang gimana?"tanya kak dion yang tiba tiba mengagetkan kami
"eh oh iya,a...aku pamit dulu minta maaf sama grisan karna ucapan ku tadi kayaknya keterlaluan banget"
"gak kok,biarin aja dia nenangin dirinya dulu"ujar kak yulia
"ya udah deh,gue pulang ke asrama dulu!"ujar kak dion
"gue juga deh!!keknya klub sekarang lagi gak bener karna gak ada gue"ujar kak yulia
"kamu gimana diana?"tanya kakakku
"aku mau ke ruang musik dulu kak"
"kamu ikut klub musik?"
"oh enggak kok kak,aku mau liat teman ku dulu"
"oh gitu,kalo gitu kakak pamit dulu ya! tolong kamu kunci pintunya sekalian pegang kunci karna sudah tugas bendahara sebelumnya untuk mengunci ruangan,jadi saat rapat jangan telat lagi!"seru kakak sambil berlari segera meninggalkan ruangan
Setelah selesai beres beres aku langsung mengunci ruangan dan segera menyusul Nadia ke ruang musik
"mau keruang musik?"tanya kak dion yang tiba tiba mengagetkanku
"eh kak dion?!bukankah kakak tadi udah pulang?"tanyaku heran
"lagi gak mood sih,ya udah bareng yuk!"ajak kak dion
"kemana kak?"
"keruang musik lah"
"kakak anggota klub musik?"
"enggak"
"trus?"
"gak masalah kan?"
"jangan jangan mau nyari nadia ya??"godaku ke kak dion
"nadia siapa?"
"eh...gak jadi deh"
masa kak lion gak tau calon tunangannya sih? lagian udah dibatalin juga kok masih gak tau??(bathinku heran)
Kami pun segera menaiki tangga ke ruang musik,saat sampai kami melihat anak anak klub musik masih sibuk dengan permainan musiknya walaupun sebagian masih mendengar arahan dari beberapa kakak kelas termasuk nadia
"permisi"sapa kak dion pada anggota klub musik yang masuk tiba tiba tanpa ku ketahui
"hai"sapaku pada mereka refleks
"....."semuanya tampak diam dan tercengang termasuk nadia
"ehh li...dion?!ngapain disini??"tanya seorang kakak kelas yang terlihat jelas diwajahnya ekspresi kaget dan malu malu
"gue mau cari cewek"ujar kak dion tiba tiba yang malah mengemparkan klub musik
Semua cewek anggota klub musik tiba tiba merapikan penampilannya dan bahkan ada yang memperbaiki riasannya
"kak aku aja kak"seru seorang cewek
"a...aku a.. jaaa kak"seru cewek satu lagi
setelah banyak yang bilang "aku aja kak" akhirnya kakak kelas yang menanyakan tujuan kedatangan kak dion tadi mengangkat bicara
"hei dima semua! sekarang kalian fokus latihan kembali!!"seru kakak itu pada semua anggota klub musik
mereka akhirnya diam dan kembali memegang musik mereka tanpa memainkannya karna masih sibuk menunggu jawaban kak dion
"lalu Dion kamu pilih siapa?"tanya kakak itu tiba tiba
"apakah disini ada yang bernama belakang wildan?"tanya kak dion tiba tiba sehingga membuat semua pandangan anak anak menuju ke nadia
"saya"sahut nadia santai
"maukah kamu berbicara sebentar dengan saya diluar?"tanya kak dion tiba tiba kepada nadia
"oke"jawab nadia langsung keluar dari ruang klub musik dan berpamitan sebentar denganku
semua anak anak cewek klub musik tercengang sedangkan anak anak cowoknya yang sebelumnya berwajah suram akhirnya cerah kembali
Karna berdiri sendiri di depan pintu ruang musik dan nadia juga telah pergi bareng kak dion ke arah taman,aku memutuskan untuk kembali ke asrama,aku berjalan melewati gedung dibelakang sekolah agar mempercepat tujuan ku ke asrama namun aku bertemu dengan grisan
***
ditaman
"ada apa kak dion?"tanya nadia
"kenapa kamu membatalkan acara pertunangan?"tanya dion
"aku ingin mencari cinta sejatiku sendiri"
"kalo begitu maukah kamu memberi kesempatan padaku untuk membuatmu bisa jatuh cinta padaku?"
"tapi kakak bukan tipe cowok kesukaanku"
"aku memang bukan tipe cowok kesukaanmu,tapi aku ingin kamu bisa menerimaku apa adanya dan mencintaiku sepenuh hatimu"
"apa kakak suka denganku?"
"aku tidak tau ini rasa suka atau tidak,karna saat melihatmu dulu ditaman pada acara pesta pelantikan direktur baru diperusahaanku,aku melihatmu tersenyum tulus pada beberapa orang yang berada disekelilingmu,jadi entah kenapa saat itu aku berfikir ingin mengenalmu lebih dalam dan ingin menjagamu serta menjadikanmu milikku"
mendengar perkataan Dion tiba tiba wajah nadia memerah
"lalu kenapa baru sekarang kakak mengatakan itu padaku?"
"awalnya aku tidak terlalu memikirkan siapa yang akan dijodohkan denganku,lalu tiba tiba aku mendengar bahwa keluarga perempuan meminta pembatalan perjodohan,saat itu aku penasaran siapa yang dijodohkan denganku,lalu aku melihat fotomu entah kenapa setelah itu hatiku terasa tersakiti seperti telah ditolak oleh seseorang,saat itu aku mengetahui bahwa kamu sekolah disini namun aku tak pernah menemuimu"
"jadi kakak tidak tau siapa namaku?dan makanya tadi kakak hanya menanyakan nama belakangku?"
"iya,selain itu karna anggota musik terlalu banyak,aku tidak bisa mencarimu dengan cepat"
"dari mana kakak tau bahwa saya ada di klub musik?"
"awalnya aku tidak tau,namun saat mendengar seseorang mengatakan mau ke klub musik aku jadi ingat saat pesta dulu aku tidak sengaja mendengar kamu pernah mengatakan kepada lawan bicaramu bahwa kamu bisa memainkan piano dan saksofon,jadi saat itu hatiku langsung tergerak ke ruang musik untuk memastikan apakah kamu ada disana atau tidak"
"kenapa kakak bisa barengan dengan diana kesina?"
"karna saat itu yang ingin keruang musik adalah diana katanya dia ingin bertemu dengan temannya nadia dan aku menunggu diana sampai menutup ruang komite agar bisa pergi barengan"
"kakak anggota komite?"
"iya, aku adalah wakil ketua komite"
"owh,eh aku baru ingat diana!!!"
"jadi kamu nadia temannya diana itu?!"
"eh kakak gak tau namaku?!dan bilang suka sama aku?!"
"eh bukan...eh maksudnya... eh iya"jawab dion gelagapan
"ya udah deh,kau mau nyamperin diana dulu!"seru nadia dengan ekspresi marah pada dion
***
dibelakang sekolah tepat pada saat pembicaraan nadia dan dion
"ehh,hai grisan"sapaku pada grisan
"....."grisan hanya diam sambil meneruskan menghirup rokoknya
"maaf ya kata kataku tadi terlalu kasar"
"kenapa lo lewat sini?"tanya grisan yg tiba tiba membuatku kaget
"ehh...iya karna lewat sini mempercepat jalan ku ke asrama"
"owh ya udah sono,sebelum orang liat lu berdua disini sama gue"
"kamu ngapain sendiri disini?"
"gak liat apa gue lagi ngerokok?!"
"maksudku kenapa sendiri?dan merokok itu gak baik loh"
"gak usah sok pake aku kamu deh,tadi aja lo bentak gue keras keras pake gue elo"
"hehehe maaf tadi gue refleks"
"......"
"sekali lagi maaf,gue benar benar gak mikir sama omongan gue tadi"
"gak usah minta maaf lagian lo gak salah kok"seru grisan
"eh..beneran?!"
"jadi lo gak mau dimaafin?"
"eh gak kok,makasih ya udah maafin gue,dan gue boleh minta tolong gak?"
"apa?"
"bisa gak lo berhenti ngerokok?gue takut nanti lo sakit"
"......."grisan terdiam mendengar kata kataku
"hei,mau kan?"tanyaku sambil melambaikan tangan ke wajah grisan yang terdiam
"ehh ehh iya"jawab grisan dengan wajah memerah sambil meremukkan kotak rokoknya dan membuangnya ke tempat sampah
"makasih ya udah mau dengarin gue"
"ehhhh?!"kaget grisan tiba tiba
setelah itu grisan langsung berlari ke asrama biru dan memakai jaketnya agar tidak tercium bau rokok pada bajunya
Hehehehe