Lea, adalah wanita muda yang berperan menjadi wanita penghibur. kerasnya kehidupan membuat gadis dengan paras cantik nan Ayu tersebut mengambil jalan pintas demi memenuhi kebutuhan nya. Lea hidup sebatang kara kedua orang tua nya telah meninggal karna sakit. "MOHON AMPUN YA ALLAH" ucap Lea kala ia mendapat sebuah hidayah untuk merubah jalan hidupnya. Namun perjalanan yang ia tempuh tidak lah mudah. Lea mendapat beberapa penekanan bahkan ancaman yang membahayakan hidupnya. Jika ia sampai bertaubat dan berhenti menjadi wanita penghibur. Akan kah Lea berhasil terbebas dari dunia malam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Gemilang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"MENEMUI MBAK NURMA"
Mbak Nurma kini telah berdiri di hadapan ku, nafas nya nampak Ter senggal.
"Mbak kira kamu tadi bakal pergi dan gak dengerin ucapan mbak" ucapnya.
"Nggak lah mbak, kan mbak nyuruh aku nunggu. ya aku tungguin" jawabku.
"Ini, di dalam nya ada beberapa pakaian mbak yang sudah kecil. ada sabun juga shampo kamu jangan lupa pakai. dan ini.." ucap mbak Nurma seraya merogoh saku daster panjang nya.
"Ini, buat apa mbak?" jawabku karna mbak Nurma memberikan sejumblah uang berwarna merah padaku.
"Ini buat kamu makan selama seminggu, jangan mungut lagi. ingat mandi tiga kali sehari. kamu keramas tiap hari. itu rambut mu kaya gak pernah nyium bau shampo" ucapnya seraya memegang rambutku.
Aku tertegun di buat wanita di hadapan ku ini, mengapa dia melakukan ini padaku?
"Tapi, ini uang nya banyak bgt mbak? dari pada mbak pake buat ngasih aku mending mbak kirim aja buat anak mbak" jawabku makin tak enak hati.
"Mbak udah kirim uang ke kampung, itu uang pegangan mbak. kamu pake aja gak apa apa" ucapnya
"Kalau uang ini mbak kasih ke aku, mbak gimana? kan mbak juga butuh keperluan selama disini" jawabku
"Dengar, mbak gak mau kamu terus mulung. kamu tuh anak gadis kalau ada yang jahat gimana? kalau kamu kerja jadi pembantu kan. kamu ada tempat tinggal dan gak perlu mikirin buat makan, karna sudah ada di rumah majikan" ucapnya.
"Kenapa mbak melakukan ini padaku? aku kan bukan siapa siapa mbak" jawabku
"Mbak kasihan sama kamu Lea, kamu masih muda kamu harus bisa merubah jalan hidupmu" ucapnya yang membuatku tak percaya akan apa yang aku dengar.
Ku kira, di dunia ini sudah hilang manusia baik. rupanya tidak!
"Mbak, Lea gak tau harus bilang apa? tapi aku banyak banyak terima kasih ke mbak" jawabku seraya memegang kaki mbak Nurma.
"aduh aduh, udah Lea kamu bangun. nanti di kira ada apa sama yang lewat" ucapnya seraya memaksaku bangun.
"Makasih banyak ya mbak" jawabku tak kuasa menahan tangis.
"Iya sama sama, sekarang kamu pulang, nanti seminggu lagi kamu kesini bawa baju baju kamu ya, dan jangan lupa apa yang mbak bilang" ucapnya memastikan.
"Iya mbak," jawabku.
"Ya sudah mbak balik lagi mau masak" ucapnya seraya berjalan kembali ke rumah majikan nya.
Aku pun pulang ke rumah dengan membawa sebuah plastik hitam besar, dan karung yang berisikan botol botol plastik bekas. sebelum pulang ku jual hasil mulung ku ke pengepul. dan aku berhasil mendapatkan 15 ribu.
Sesampai nya aku di rumah, lekas ku buka bingkisan dari Mbak Nurma.
mataku tertegun kala melihat ada shampo di botol besar, ada sabun mandi cair. ada sikat dan pasta gigi, ada hand and body, deodoran dan pelembab wajah,
aku tertegun kala melihat semua perlengkapan mandi dan tubuh yang tidak pernah ku pakai sebelumnya. aku hanya bisa melihat di etalase etalase toko dan warung.
tidak terbayang sebelumnya kalau aku akan menggunakan nya.
ku ambil lagi yang ada di dalam plastik, ada handuk, celana jeans rok dan beberapa daster dan kaos yang menurut ku masih sangat bagus. tidak ada lubang sama sekali di antara baju baju ini?
air mata mulai membanjiri selaput mataku,
ku ambil uang dalam saku celana kumuh ku,
total nya 300 ribu,
kini air mata ku benar benar menetes, tangan ku bergetar hebat, kala memegang uang di tangan. tak pernah aku memegang uang sebanyak ini?
Ku cium beberapa kali uang yang ku pegang, ku peluk pakaian di hadapan ku.
"Ayah, Ibu. Doakan Lea. semoga ini jalan terbaik untuk Lea, Lea mendapat kerjaan yang bagus dan memiliki gaji. Lea akan kembalikan nama baik Ayah dan Ibu, itu janji Lea"
*********
Semenjak hari itu aku terus mengikuti ucapan Mbak Nurma. aku tidak keluar rumah sama sekali. hanya keluar untuk membeli makan saja. aku mandi tiga kali sehari. dan keramas dua kali dalam sehari, awalnya rambut ku tidak mau berbusa walau aku sudah memakai banyak sekali shampo.
mungkin karna teramat kotor. jadi daki nya melebihi shampo nya.. namun sekarang rambutku sudah mulai rapih, tiap sehabis mandi ku sisir rambut ku. dan memakai pelembab wajah dan badan yang di berikan mbak Nurma.
Rupanya benar, beberapa hari tidak keluar rumah dan merawat diri, kulit ku tidak lagi kusam, rambutku sudah rapih dan penampilan ku sudah tidak seperti gelandangan.
*****
Hari ini aku akan menemui mbak Nurma sesuai yang dia perintahkan. ku masukan semua pakaian ke dalam tas besar yang pernah ku pungut dari tempat sampah, karna masih bagus tas tersebut ku gunakan sebagai tempat baju ku.
ku masukan semua barang barang ku. dan hendak pergi meninggalkan gubuk ini, gubuk yang ku bangun dari sisa puing puing di tempat sampah.
Setelah mandi ku kenakan celana jeans dan kaos berwarna hitam. dan lekas keluar gubuk yang ku sebut rumah.
ku tarik nafas kala telah keluar gubuk. semoga ini keputusan dan jalan terbaik untuk ku.
ku langkahkan kaki berjalan ke arah perumahan di mana mbak Nurma bekerja. sepanjang perjalanan ku lihat banyak orang orang melihat ke arahku, apa penampilan ku berubah. sampai banyak sekali yang memandangku dalam waktu yang lama.
Sesampainya aku di sebuah perumahan besar, aku berdiri di depan sebuah pagar yang tinggi menjulang. ku lihat sekeliling. mbak Nurma belum juga keluar, akhirnya aku pun duduk di depan tembok rumah tersebut.
beberapa lama aku duduk, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah ini. lekas seorang lelaki menggunakan seragam supir keluar dan membuka gerbang. mobil itupun telah memasuki garasi.
Lelaki tadi pun kembali ke depan, dan menutup gerbang. namun tak sengaja aku mendengar percakapan antara majikan dan sopir nya. yang heran akan keberadaan ku.
Saat tengah duduk, sepasang kaki putih bersih. yang mengenakan sepatu tinggi berdiri di hadapan ku.
ku lihat ke atas. rupanya seorang wanita paruh baya. namun teramat cantik dan modis berdiri di hadapanku.
"Kamu siapa? kenapa duduk di depan rumah saya?" tanya nya padaku.
"Maaf Bu, saya Lea. saya menunggu mbak Nurma yang kerja disini" jawabku sambil menunduk.
Wanita di depan ku memiliki aura yang tegas. dia sangat cantik. namun aura tegas nya begitu menonjol kala aku melihat bola matanya.
"Nurma? sebentar" ucapnya seraya berjalan masuk.
tak lama ku dengar wanita tadi berteriak memanggil nama Mbak Nurma.
dan tak lama kemudian mbak Nurma keluar menemui ku.
"Lea" ucap mbak Nurma sambil menatapku lekat. .
"Iya mbak" jawabku.
"Ya ampun, ini benar benar kamu Lea?" ucapnya seraya memutar tubuhku.
"Iya mbak, ini Lea" jawabku .
"Ya ampun, mbak gak nyangka kamu aslinya cantik banget. kulitmu juga ternyata putih?" ucapnya seraya memegang tanganku. .
"Ah, mbak Nurma bisa saja. aku tuh cuma gadis gelandangan mbak" jawabku
"Nggak, nggak. mbak sampai pangling melihat kamu. dengar ucapan mbak baik baik, nanti kamu kenalkan sebagai ponakan mbak. jangan sampai ada yang tahu kalau kamu itu pernah jadi pemulung, dan bilang aja kamu satu kampung dengan mbak ya!" ucapnya panjang lebar.
"Iya mbak" jawabku
"Ayo masuk" ucapnya mengajak ku masuk ke rumah majikan nya.
Kala kaki ku melangkah masuk, ada rasa aneh sekali. tidak pernah ku rasakan dapat menginjakan kaki di sebuah rumah se mewah ini?
ku pandangi sekeliling. ini bukan rumah tapi istana. pilar pilar tinggi menjulang. jendela kaca yang tinggi dan besar menambah keagungan rumah ini.....
"
aku ksh secangkir ☕ nieh kak
dah aku ksh vote y kak
aku yakin ini pasti kisah nyata.,