NovelToon NovelToon
Cursed Throne

Cursed Throne

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Penyeberangan Dunia Lain / Iblis / Perperangan / Barat
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cordius Satya

Brian, seorang pegawai kantoran biasa yang hidup dalam keseharian yang membosankan.

Seringkali ia berharap agar kehidupannya yang membosankan ini berubah. Menjadi sesuatu yang lebih menarik.

Tapi apa jadinya jika harapannya itu benar-benar terkabul dan justru menempatkannya pada situasi yang sangat sulit dengan menjadi seorang Raja Iblis? Terlebih lagi di dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cordius Satya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9 - Mata Hecate?

"Jadi.... Tak ada kekuatannya?" tanya Brian dengan wajah yang sedikit kecewa.

"Tidak mungkin! Pasti ada!" teriak Cecilia sambil terus meraba-raba mata kanannya sendiri. Ia berusaha untuk mengeluarkan kekuatan apapun yang berasal dari mata itu.

Tapi nampaknya, usahanya sama sekali tak membuahkan hasil.

Mata itu seakan-akan tak memiliki kekuatan apapun. Tak sama seperti darah Hecate yang sebelumnya.

"Aaarrrgghh! Keluar lah! Kekuatan kegelapan!"

Di saat Cecilia masih berusaha dengan keras untuk mengeluarkan kekuatan dari matanya, Brian telah berjalan menjauh. Pergi ke arah rumah sementara mereka.

"Aku akan pergi dari sini. Ku tunggu kau di gerbang Selatan." ucap Brian dari kejauhan.

......***......

Dari balik gerbang yang telah runtuh itu, sosok Cecilia terlihat berjalan dengan wajah yang begitu lesu. Ia terlihat sama sekali tak memiliki semangat dalam hidupnya.

Brian yang memahami apa yang menyebabkan hal itu berusaha untuk menenangkannya.

"Sudah lah, lupakan hal itu. Mungkin saja memang mata Hecate tak memiliki kemampuan yang istimewa." jelas Brian.

Cecilia hanya terdiam sambil menganggukkan kepalanya. Berjalan secara perlahan mengikuti langkah kaki Brian.

Keduanya memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka. Tapi kali ini bukan untuk mencari kekuatan Hecate yang tersisa.

Melainkan kembali ke arah pegunungan di perbatasan Frostbite. Berusaha untuk memulai kembali kehidupan yang tenang dalam gelapnya hutan.

Karena bagi Iblis, satu-satunya tempat yang aman adalah tempat yang dijauhi oleh manusia.

Tapi saat dalam perjalanan....

"Hmm? Brian, ada apa dengan tangan kiri mu?" tanya Cecilia kebingungan.

Dalam pandangannya, tangan kiri Brian terlihat terdapat aliran darah yang menetes secara perlahan ke tanah.

Hanya saja saat Cecilia berusaha untuk menyentuh darah itu, tangannya seakan menembusnya begitu saja.

"Ada apa? Ku rasa tak ada apapun yang terjadi pada tangan kiri ku?" balas Brian sambil melihat ke sekujur lengan kirinya.

Baru beberapa detik setelah Brian membalas pertanyaan Cecilia....

'Syuuutt! Jleebb!!!'

Sebuah anak panah melesat tepat mengenai pergelangan tangan kiri Brian.

"Kugghh!!" teriak Brian kesakitan.

Dengan segera, Brian melompat menjauh dan memperhatikan arah dari anak panah itu.

Di kejauhan, tepatnya dari arah hutan. Beberapa sosok manusia terlihat sedang bersembunyi di balik gelapnya hutan di wilayah manusia itu.

Brian segera menarik pedang di pinggangnya dengan tangan kanannya. Bersiap untuk menghadapi sekelompok pemburu yang ada di kejauhan itu.

"Cecilia! Bersiap lah untuk kabur dan...."

Sosok Cecilia, bukannya bersiap untuk bertarung atau pun kabur. Tapi Ia justru terdiam di tempat dengan mulut yang menganga lebar.

'Ti-tidak mungkin.... Barusan aku lihat dengan jelas bahwa....' pikir Cecilia dalam hatinya.

"Cecilia!"

'Syuuuttt!!!'

Anak panah kembali melesat, kini ke arah Cecilia. Brian yang menyadari hal itu segera berlari ke arah Cecilia. Menyelamatkan dari anak panah itu.

'Braaakk!!'

Keduanya pun tersungkur di tanah.

"Apa yang kau lakukan?! Jangan diam saja dan ayo kabur!" teriak Brian sambil menarik Cecilia untuk kembali berdiri.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, keduanya segera berlari menjauh. Kembali ke arah reruntuhan kota Baltimore itu.

Dari hutan itu, terlihat 6 orang pemuda berlari keluar. Mereka terlihat mengenakan perlengkapan zirah kulit yang sederhana, dengan persenjataan yang apa adanya.

'Sruuug! Srruugg!!'

Sambil bersembunyi di balik reruntuhan gerbang Kota Baltimore, Brian melirik ke arah kelompok pemuda itu.

"Mereka prajurit kerajaan?" tanya Brian.

Cecilia hanya terus terdiam. Memikirkan apa yang baru saja dialaminya barusan. Ia masih tak bisa memahami apa yang baru saja terjadi sebelumnya.

"Cih, baiklah. Melihat mereka hanya berenam...."

Brian memutuskan untuk merasakan sebagian kecil dari dunia fantasi ini. Dengan perlengkapan lawan mereka yang biasa saja, serta jumlah yang hanya sedikit, Ia merasa cukup percaya diri.

Terlebih lagi, Ia memiliki sesuatu yang disebut sebagai sisa kekuatan dari Raja Iblis.

"Kalau begitu...."

Dengan penuh percaya diri, Brian akhirnya memutuskan untuk berlari keluar dinding. Menghadapi keenam pemburu itu sendirian.

Meninggalkan sosok Cecilia yang masih terdiam hingga saat ini.

"Bunuh dia, Guild akan memberi komisi yang besar untuk iblis." ucap salah seorang pemuda itu di kejauhan.

'Zraaaattt!'

Pergerakan Brian yang lebih cepat serta lebih lincah mampu memperpendek jarak antara mereka dalam sekejap.

Ia mengayunkan pedang tua itu ke arah salah seorang pemuda yang membawa busur dan panah. Tapi....

'Klaaangg!!!'

Seorang pemuda yang membawa perisai kayu itu segera menghentikan ayunan pedang Brian.

'Swuuushh!'

Dari sisi yang lain, sebuah tombak segera mengarah tepat ke tubuh Brian.

'Jleebb!!'

"Uugghh!!'

Dengan mudahnya, tombak itu menancap tepat di perut Brian. Menembus kain tipis yang melindunginya.

'Na-nampaknya.... Aku bukan lah tokoh utama seperti cerita-cerita fantasi yang ku baca....'

Brian mulai menyadarinya. Bahwa dirinya memang tidak memiliki kemampuan atau pun keahlian dalam bertarung.

Melihat darah saja sudah cukup jarang. Apalagi mengayunkan pedang untuk menghadapi 6 orang sekaligus.

Sekalipun kemampuan fisiknya cukup meningkat akibat darah dari Hecate, keahliannya dalam bertarung belum mendukung sama sekali.

"Apa ini? Lemah sekali."

"Mungkin hanya rank-E?"

"Tak masalah. Kita masih bisa memperoleh beberapa keping emas dengan menyerahkan iblis itu kepada Guild."

'Jleeebb! Sraaaasshh!'

Untuk memastikan hasil buruan mereka, beberapa pemuda itu kembali menghunuskan dan juga mengayunkan pedang mereka ke arah Brian.

Melukainya lebih jauh lagi.

'Bodoh.... Apa yang ku pikirkan maju ke sini?! Apakah aku berniat untuk menjadi pahlawan atau semacamnya? Tidak.... Ini buruk.... Pandanganku....'

Pandangan Brian mulai menjadi semakin buram secara perlahan.

Tubuhnya tak lagi merasakan rasa sakit dari tusukan itu. Tapi justru merasakan hawa dingin yang menggerogoti tubuhnya.

Badannya lemas, kakinya pun tak lagi mampu menopang tubuhnya. Membuatnya segera tersungkur ke tanah.

"Angkut dia. Jika masih hidup akan sedikit lebih berharga." ucap salah seorang pemuda itu.

'Ini kah.... Yang dirasakan oleh para monster yang diburu manusia? Hahaha.... Jadi seperti ini....'

Brian tak lagi mampu melawan. Dengan tubuh yang penuh luka itu, Ia hanya bisa terdiam.

"Benar juga, bukankah dia bersama seorang wanita sebelumnya?"

"Dia pasti telah menyembunyikannya. Oi! Katakan dimana wanita itu bersembunyi?!"

"Kau tahu, kita bisa me....'

'Jleebb!'

Sebelum menyelesaikan perkataannya, sebuah anak panah menancap tepat di kening pemuda itu. Membunuhnya seketika.

"Eh?"

'Jleebbb!!!'

Baru saja menoleh, anak panah itu menembus tepat melalui telinga kiri pemuda itu. Membuatnya terbunuh seketika.

"Apa-apaan ini?! Sia...."

'Jleeebb!!!'

Sekali lagi, anak panah mengenai tepat di kening pemuda yang baru saja berbicara. Tembakan panah itu sangat akurat hingga membuat Brian yang masih setengah sadar keheranan.

'Apa yang terjadi? Apakah Cecilia yang melakukannya?'

"Lupakan! Ayo ka...."

Belum sempat berlari meninggalkan tempat ini, anak panah kembali melesat menembus kepala pemuda itu dari belakang.

"Ini gila! Kena...."

'Jleeeb!!!'

Dan akhirnya....

Kini hanya tersisa satu orang saja. Sosok yang membawa Brian, kini menyandranya dan menggunakannya sebagai perisai.

"Jangan tembak! Atau kau akan membunuh rekanmu sendiri!" teriak pemuda itu sambil berlindung di balik tubuh Brian yang terluka.

Pemuda itu terus berjalan mundur secara perlahan, sambil menggunakan badan Brian sebagai perisai dari anak panah misterius itu.

"Bagus.... Jika terus seperti ini maka...."

'Jleeebb!!!'

Hanya sedetik saja pemuda itu menunjukkan wajahnya diluar perisai tubuh Brian, anak panah itu telah menancap tepat di mata kanannya.

Sebuah tembakan yang seharusnya tak mungkin bisa dilakukan, karena untuk mencapainya....

Penembak itu harus bisa tahu dengan pasti kapan pemuda itu akan memperlihatkan celah. Yaitu memperlihatkan wajahnya keluar dari perisainya.

Di atas gerbang yang telah runtuh itu, sosok Cecilia yang membawa busur dan panah nampak berdiri dengan tegap.

Wajahnya terlihat seakan-akan tak bisa percaya atas apa yang baru saja dicapainya.

"Ini.... Jauh lebih kuat dari yang ku bayangkan. Jadi karena mata ini lah, Raja Iblis Hecate selalu bisa menghindari serangan fatal para pahlawan?"

Pandangan Cecilia terlihat tercampur aduk. Bukan karena penglihatannya kurang jelas, atau terdapat luka pada matanya.

Melainkan pada pandangan itu, Cecilia bisa melihat bayangan masa depan yang akan terjadi. Membuat tembakan panahnya tak mungkin meleset dari targetnya.

"Brian! Bertahan lah! Aku akan segera menyelamatkanmu!" teriak Cecilia yang segera melompat turun dari gerbang dan berlari ke arah Brian.

1
Abiyyu Sultan
Bau2nya cerita ini akan putus di tengah jalan.. waspadalah.. waspadalah 🤣🤣🤣
Abiyyu Sultan
mantap.. sayang putus di jalan udh lama ga update2.. ini yg bikin malas baca
Kila
Alurnya menarik dan unik, pas buat isi waktu luang
Yorfinn
gaya bahasa nya enak, entah kenapa yang baca sepi
zuyoka
sedekat apapun seseorang dengan orang yg berpangkat lebih tinggi dari orang tersebut, harusnya tetep formal. apalagi ini bicara dengan kaisar san di singgasana pula. ada etika nya.
zuyoka: jadi, si cassandra ini tetep panggil dirinya sendiri "saya" bukan "aku"
total 1 replies
setianto67
Karya Thor ini memang selalu memiliki alur cerita yang menarik dan tidak mudah ditebak
『Gres Ier』
setiap ada tulisan Frost Elf, selalu kebaca Frost fire wkwkw🤣
『Gres Ier』
Cursed Throne... apakah Brian akan menjadi raja iblis selanjutnya? menggunakan darah raja iblis Hecate. Menggeser kekuasan Hecate dan menggunakan takhta Hecate yang dulu. tapi kayaknya gak kayak gitu :v
☬Wil-kun
lebih tepatnya di tipu🗿
☬Wil-kun
kalo dari China harusnya Lin Cheng atau Xia Cheng atau A Thong
☬Wil-kun
Krestine kupikir lebih cocok untuk nama cewek 🗿
☬Wil-kun
gw punya firasat buruk kalo Cecilia bakalan mati🗿 kuharap cuma perasaanku saja
John Singgih
kayaknya bakal butuh bantuan Arlog lagi ya
Goe Soka Cara Loe
mantap lanjutkan 🧐
zuyoka
hella, itu buku dapet dari mana wei?! astaga keknya ada masa lalu hella belum terungkap, yg sebelum ketemu ronald hmmm
Blue
Mc nya bodoh bikin jijik dan lemah ga tau diri
MILLERA: namanya juga cerita zero to Hero bos
total 1 replies
Phoenix
Brian bertahan di dunia ini hanya krn keberadaan Cecillia,, apa jadinya jika suatu saat, Cecillia tiada & Brian (Orlog) tak bisa mengulang waktu ?
Blue
Makin jijik ngeliat tingkah mc
Blue
Mc nya kebnyakan nanya dan agak bodoh
John Singgih
hella tak jadi pergi, tujuannya belum pasti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!