NovelToon NovelToon
Pacarku Ternyata Adikku

Pacarku Ternyata Adikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Cinta Terlarang
Popularitas:2.2M
Nilai: 5
Nama Author: Noya Clarissa

Namaku Yuta Mayasaki, aku mempunyai seorang pacar bernama Giza, gadis cantik yang merupakan madona sekolah SMA Jayakarta.

Suatu hari saat aku pulang sekolah, Ayahku yang seorang duda membawa pacarnya dan juga seorang gadis yang merupakan anak dari pacarnya.

Namun saat aku melihat penampilannya... ya, benar sekali, anak dari pacar ayahku itu adalah Giza.

Bagaimana hubunganku dengan Giza seterusnya? Apakah masih boleh kita berpacaran walaupun kita kakak adik? Bukankah ini cinta terlarang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noya Clarissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.9 Menjenguk Adik yang Sakit

Aku gak salah dengar 'kan?

Dia bilang "Langsung ke mulutku saja." Bukankah itu aneh? Tidak, aku lebih penasaran kenapa dia meminta hal itu. Apalagi kata-kata itu ... terdengar ambigu.

"Apakah tidak bisa?"

"Bukan begitu ..."

Aku menghela nafas di dalam hatiku. Terlebih lagi aku selalu membayangkan wajah Giza yang marah jika aku berbuat seperti ini dengan cewek lain.

Tidak, perlakuan khusus ini—menyuapi makanan—hanya aku lakukan untuk Giza saja. Untuk hal ini aku akan menolaknya.

"Ah, lupakan saja itu, aku salah ngomong."

"Hah? Oke ..."

Dia ini cenayang 'kah? Setiap aku ingin menolaknya, dia selalu paham dan menarik perkataanya kembali.

Entah aku harus takut atau takjub dengan sikapnya itu.

***

Masih di waktu yang sama saat kami berdua—Aku dan Ayane-senpai—selesai memakan bekal kami.

Secara tiba-tiba Ayane-senpai menanyaiku tentang apa yang akan aku lakukan hari ini setelah pulang sekolah nanti.

"Eh, memangnya kenapa?" tanyaku.

"Aku penasaran saja."

Gadis ini selalu saja penasaran.

Jujur saja tidak ada hal yang ingin kulakukan setelah pulang sekolah nanti. Lebih tepatnya aku tidak ingin melakukan apa-apa kecuali satu hal yang sangat penting bagiku. Yaitu menjaga Giza yang sakit di kamarnya.

Mungkin aku bisa bilang ke Ayane-senpai kalau aku ingin menjenguk Giza.

"Etto ... aku ingin menjenguk Giza setelah pulang sekolah nanti."

"Hee ... bolehkah aku ikut?"

Tidak. Sumpah aku selalu saja tidak berpikir dua kali sebelum berbicara.

Kalau udah seperti ini aku harus jawab apa? Ini sangat membingungkan. Atau aku bilang saja kalau Giza hanya ingin aku yang menjenguknya?

Tidak, tidak, itu terlalu mencurigakan.

"Yuta-san?"

"Ah, iya, boleh 'kok."

Entahlah apa yang akan terjadi nantinya. Yang pasti aku harus mengabari Giza dulu setelah ini.

"Kalau begitu, kita ketemuan saja nanti di depan gerbang setelah pulang sekolah."

Ayane-senpai bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah pintu atap sekolah sambil melambaikan tangannya ke arahku.

"Baiklah, sampai ketemu nanti." aku membalas lambaian tangan Ayane-senpai.

Beberapa saat setelah aku memastikan bahwa Ayane-senpai sudah benar-benar pergi dari tempat ini, aku segera menghubungi Giza melalui chatnya. Aku harap dia melihatnya walaupun tidak menjawabnya.

***

Depan gerbang sekolah, saat jam pulang sekolah.

Aku sudah menunggu hampir 15 menit berdiri di tempat ini sendirian, menunggu kehadiran seseorang. Entah dia benar akan datang atau tidak, mungkin aku akan menunggunya sebentar lagi.

Baru saja setelah aku berpikir seperti itu, aku mendengar suara orang berlari—yang kemungkinan sambil membawa tasnya—ke arahku. Diikuti dengan suara orang tersebut yang memanggil namaku.

"Yuta-san!"

"Ah, itu dia orangnya." gumamku.

Aku reflek menoleh ke arah sumber suara, melihat Ayane-senpai yang kelihatannya kehabisan nafas karena berlari.

Dan juga ... tidak, tidak. Apa sih yang aku pikirkan?

"Haah ... maafkan ... aku ... Yuta-san ... haah ...."

"Tenang dulu, tenang. Tarik nafasmu dulu Ayane-san"

Kurasa dia benar-benar berlari.

Tanpa sadar aku langsung mengambil botol airku yang ada di tas dan menyuguhkannya ke Ayane-senpai. Sisa sedikit sih airnya, tapi kurasa itu cukup untuk menenangkan dirinya.

"Ayane-san, minum ini dulu."

"Haah ... terima kasih ...."

Dia langsung mengambil botol air yang kusuguhkan lalu meminumnya .... Eh?

Tunggu dulu, mulut dia langsung bersentuhan dengan botolku!

Ah ... bagaimana aku harus memberitahunya? Itukan sama saja dengan ciuman tidak langsung.

Terlebih lagi sepertinya dia tidak sadar akan hal itu dan tetap meminum airnya tanpa mengkhawatirkan apapun.

Aku hanya bisa terdiam melihatnya. Aku tidak berani mengganggu gadis yang terlihat sedang menikmati air itu.

"Fwah ... nikmatnya ...."

Ayane-senpai mengelap mulutnya menggunakan punggung tangannya. Tidak, aku malah salah fokus.

Bibir itu ....

"Terima kasih, Yuta-san!"

"Ah, sama-sama. Ngomong-ngomong apakah ada sesuatu?"

Entah itu karena pelajaran atau apa, aku harus tahu alasan dia telat.

"Aku harus membereskan beberapa dokumentasi dahulu tadi di ruangan osis. Maaf ya, apa aku membuatmu lama menunggu?"

"Oh, tidak apa-apa, aku juga belum lama 'kok"

Padahal sih udah 15 menit aku menunggu.

"Kalau begitu syukurlah."

Ayane-senpai mengembalikan botol airku yang sudah habis diminumnya. Tetapi aku masih kepikiran soal ciuman tidak langsung tadi, dia benar-benar tidak sadar ya?

"Yuta-san, bisakah kita mampir ke minimarket terdekat sebelum pergi ke rumah Giza?"

"Boleh 'kok, emangnya kenapa?"

"Eh? Bukannya sudah seharusnya orang yang menjenguk membawakan buah untuk orang yang sakit?"

'Seharusnya'? Pikiran gadis ini kenapa sih?

"Etto ... aku akan perjelas bahwa hal itu bukanlah sebuah keharusan, tetapi jika kamu memang berniat untuk memberinya itu tidak masalah."

"Ah, begitu ya." jawab Ayane-senpai sembari membenarkan kerah bajunya yang berantakan.

Aku mengangguk.

"Yasudah, ayo berangkat."

"Oke."

Kami berdua pun pergi ke minimarket terdekat untuk membeli buah-buahan untuk Giza.

***

Di depan rumah Giza—dan aku, saat hari mulai menjelang malam.

"Aku akan menekan belnya," celetuk Ayane-senpai sambil mengangkat jarinya ke arah tombol bel rumah.

Aku segara menepis dengan perlahan tangan Ayane-senpai. "Tidak usah."

"Eh?"

Ya ... seharusnya memang tidak usah sih, toh ini rumah aku juga. Tapi aku punya alasan lain agar Ayane-senpai tidak curiga.

"Giza memberitahuku untuk segera masuk setelah sampai di rumahnya, tenaganya masih belum pulih untuk bisa menyambut kita di depan rumahnya seperti ini."

"Begitu ya? Oke deh."

Kami berdua pun segera berjalan masuk ke dalam rumah Giza—yang sebenarnya adalah rumahku juga. Melepas sepatu kami, lalu menuju ke lantai 2 tempat kamar Giza berada.

"Permisi ...."

"Sepertinya orang tua Giza sedang tidak ada."

Orang tua Giza—yang juga orang tuaku—pasti belum pulang dari tempat kerja mereka. Biasanya mereka pulang jam 9 malam. Sekarang masih jam 6 malam.

Kami yang sudah sampai di depan pintu kamar Giza segera mengetuk pintu kamar itu.

*tok tok tok ....

"Giza-san, ini kami." Ayane-senpai mengetuk pintu kamar Giza.

"Ah, baik! T-tunggu sebentar."

Akhirnya ..., aku bisa mendengar suara imut Giza lagi! Walaupun belum ada satu hari aku sudah kangen banget sama suaranya itu. Ibarat kata orang sakit, aku harus mendengar suara Giza minimal 3 kali sehari.

"Yuta-san? Kok kamu senyum-senyum sendiri gitu?"

"Eh? Maaf, aku hanya sedang memikirkan hal lucu di kepalaku."

Tapi bohong, hehe .... Tapi seriusan deh, emang aku kelihatan sebegitu ngesimpnya 'kah?

Di saat aku sedang memikirkan hal-hal itu, pintu kamar Giza terbuka.Secara perlahan terlihat sosok Giza yang ... ah ... kayaknya aku bakal mati deh.

Haah ... tahan Yuta ... tahan ....

Gak bisa tahan.

GIZA YANG SEDANG PAKE PIYAMA ITU IMUT BANGET WOY!!!

***

1
kazuha
bags
Noya Clarissa: makasih udah baca~! /Smile/
total 1 replies
s e n j a✨
mampir di karyaku dong kakak....
diriku adalah masa depanku
setetes air diujung ranting
terjebak dalam masa lalu

happy Reading ❤️
Nurnazeerah: sanja menypa
total 1 replies
𝐈𝐜𝐡𝐢𝐧𝐨𝐬𝐞
ada ga sih novel kek gini, percintaan kakak dan adik
Nurnazeerah: YUNICHl
total 3 replies
@suara-pemimpi
cerita nya mirip banget sama anime "mamaha no tsurego ga moto kano" iya, gak si?
Rizki Amelia: aku tau apa
total 1 replies
ALBEDO
Hmm
lia: /Smile//Smile//Shame//Casual//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/e1
wq
eq
.
total 1 replies
ALBEDO
Menarik
Rizki Amelia: ajar dia utk dapat
total 1 replies
ALBEDO
Mantap
dewi ayu 12
kenapa adiknya sendiri aja gk tau
Ririn Danayanti
gak masalah bukan adek kandung
Keho
menjengkelkan gk pernah up lebih dari 6 bulan
Egib: rekomendasi cerita lain kak, Widan Den - Janji Musisi
total 1 replies
nurvaizatul karimah
😄😄😄
Hendra Hendra kepingoi
masa takut SM kecoak 🤣
Rizki Amelia: emang gak sempurna
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
hehehe😇
Rizki Amelia: korang dengar
total 1 replies
Hendra Hendra kepingoi
sblm knl knpa TDK bertanya asal ny .
kn kasian pacarin adik sendiri🥹
sweet❤️
Semangat thor
Noya Clarissa: Makasih~ tungguin terus update-nya yah :p
total 1 replies
aylyn
kok ngak disambung lagi sih
Noya Clarissa: sudah dilanjut ya~
total 1 replies
X_xlynn
bagus
CRYING_BOY
up dong thor
Asthrophile
up lagi dong thorr..
Bintang Ladys
hal yu takutkan, ialah bad/sad ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!