Reyhan yang awalnya benci kepada raisa kini mulai mencintainya, tapi semua sudah terlambat, raisa sudah pergi meninggalkannya, tapi setelah beberapa tahun kemudian mereka pun bertemu kembali, apakah raisa akan memaafkan Reyhan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eva zain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berbohong lagi
Keesokan pagi nya reyhan pun terbangun karna alarm sudah berbunyi, ia segera bergegas pergi untuk mandi besar lalu solat subuh, melihat raisa yang sedang tertidur pulas, ia pun tak tega untuk membangun kan nya.
"Maaf ya raisa untuk saat ini aku masih belum bisa mencintai kamu sepenuhnya, tapi aku bakal berusaha untuk selalu menyayangi, dan melindungi kamu," gumam reyhan sambil memandangi wajah raisa yang terlelap.
Setelah solat subuh reyhan pun pergi ke dapur dan membuat sandwich untuk sarapan mereka berdua, setelah meletakkannya di meja makan ia pun pergi ke kamar untuk membangunkan raisa.
"Raisa bangun yuk udah jam 05:30 ,"
"Hem," raisa mengucek matanya lalu duduk di tepi kasur.
"kamu capek ya?" tanya reyhan yang merasa agak bersalah karna semalam ia tak memberi ampun kepada raisa.
"Aku lemes kak, aku mau izin dulu deh hari ini," lirih raisa.
"Oh yaudah kalo gitu hari ini istirahat di rumah aja ya," ucap reyhan sambil merapikan rambut raisa yang berantakan.
"Kakak gak mau izin juga?," tanya raisa .
"Em aku belum bisa izin karna anak anak basket minta aku yang ngelatih hari ini, gak enak kan kalo tiba tiba dibatalin" jelas reyhan. Padahal itu hanya alasan belaka sebenarnya dia sudah ada janji hari ini sama bela, kalo dia jujur ke raisa ia takut membuat raisa kecewa lagi.
"Oh yaudah kalo gitu, aku mandi dulu ya takut keburu terbit fajar nanti keburu abis waktu subuh nya," ucap raisa sambil beranjak dari tempat tidurnya.
Reyhan hanya terdiam, ia merasa bersalah karna sudah membohongi istrinya.
"Aku berangkat dulu ya," Pamit reyhan sambil mencium kening raisa, hal itu membuat raisa semakin jatuh hati kepada suaminya itu.
"Ia hati hati, kalo udah selesai langsung pulang ya," ucap raisa sambil mencium tangan suaminya. melihat raisa yang patuh seperti itu membuat reyhan jadi semakin merasa bersalah karna sudah membohonginya.
"Iya, assalamualaikum .."
"waalaikum salam,,"
Reyhan pun melajukan mobil nya, ketika raisa mau memasuki rumahnya tiba tiba Jordy memanggil nya dari luar pagar.
"Raisa kamu gak kuliah hari ini," tanya Jordy.
"Em enggak kak aku lagi gak enak badan jadi izin dulu," jelas raisa sambil tersenyum tipis kepada Jordy.
"Gak usah manggil kakak juga raisa, usia kita kan hanya beda 1 tahun, panggil aja Jordy, oke." ucap Jordy
"I iya , yaudah kalo gitu aku masuk dulu ya," pamit raisa.
"Oh oke selamat beristirahat raisa," Jordy pun melanjutkan aktifitasnya yang sedang jalan pagi di sekitaran komplek.
Di tempat lain, Reyhan pun telah tiba di kampus nya, ia langsung memasuki kelas seperti biasa, hari ini Jordy izin tidak hadir karna ada urusan keluarga.
"Sayang," teriak bela sambil berlari kecil menghampiri reyhan.
"Loh kamu katanya gak ada kelas hari ini," Tanya reyhan.
"Ia aku bosen di rumah , jadi mending kesini deh buat nemenin kamu,"
"Setelah selesai kelas, temenin aku ke salon yuk," rengek bela sambil meraih tangan reyhan.
"Aku kayak nya gak bisa, soalnya raisa minta aku pulang cepet," Jelas reyhan sambil melepaskan genggaman tangan bela.
"Raisa ? katanya kamu gak suka sama dia, kenapa sekarang kamu malah perduli sama perintah nya?," ketus bela sambil mengerutkan alis nya.
"sayang dia istri aku, sesekali buat dia bahagia kan gak ada salah nya, lagian kita kan udah sering bersama terus, kasih dia kesempatan buat ngerasain kebahagiaan itu ya," jelas reyhan sambil mengelus rambut bela..
"Terserah kamu deh," ketus bela.
ia sebal karna kejadian kemarin malah membuat reyhan perduli dengan raisa.
"Ya udah kalo gitu aku pergi ke salon sendiri aja deh," Timpalnya lagi sambil berjalan meninggalkan reyhan.
"Hem kebiasaan kalo marah suka pergi gitu aja," gumam reyhan sambil menggelengkan kepalanya. ia pun tak menghiraukan bela lagi dan melanjutkan langkahnya menuju kelas.
Bela menoleh ke belakang ia berharap reyhan mengikutinya, lalu membujuknya agar tidak marah lagi, tapi ketika bela menoleh ke belakang reyhan sudah tidak ada di tempat mereka ketemu tadi.
"Ih nyebelin banget sih, biasanya kalo gue marah dia suka ngebujuk, kenapa ini malah pergi gitu aja sih, ini semua karna si Raisa , awas aja lo raisa tunggu pembalasan dari gue!, " Ucap raisa sambil mengepalkan tangannya.
Di dalam kelas Boby dan Yongki sudah menunggu kedatangan reyhan, mereka memasang wajah serius dan menghampiri reyhan.
"Bro elu punya hutang penjelasan sama kita kita," Ucap Boby sambil menepuk pundak reyhan.
"Utang penjelasan apaan sih, kalo ngomong langsung ke intinya aja deh," ketus reyhan.
"Kemaren pas lo makan siang sama bela, ada perempuan yang ngaku ngaku istri lo, itu gimana sih bener apa bohong," Tanya Boby penasaran.
"Emang dia istri gue," jawab reyhan, malas.
"What ??? lo yang bener aja , Raisa Zian Malik, dia anak satu satunya dari pak Malik Ibrahim salah satu pemegang saham terbesar di European Grup, masa iya mau nikah sama lo?" Tanya Yongki seolah tak percaya atas penjelasan reyhan.
"Lah kalo ga percaya tanya aja sama orang nya, ikut ntar siang balik ke rumah gue," Ucap reyhan sambil mengeluarkan kan gawai nya
Ia mengerutkan alisnya ketika melihat banyak chat masuk dari bela, Kedua temannya itu saling bertatapan seolah masih tak percaya atas apa yang barusan mereka ketahui.
Akhirnya reyhan pun selesai kelas ia langsung bergegas ke parkiran dan menjemput bela yang masih ada di salon, Yongki dan Boby masih heran dengan reyhan udah nikah sama anak konglomerat tapi masih juga belum mutusin bela.
"Aku kira kamu gak mau jemput aku," Ucap bela saat reyhan sudah sampai.
" Makanya jangan suka mikir yang aneh aneh," ucap reyhan sambil menjetikan jarinya ke hidung bela.
" Hem iya deh iya, yaudah kita makan yuk, jangan mikirin raisa dulu deh, bisa kan masakannya buat dimakan nanti malam," rengek bela sambil meraih tangan reyhan, reyhan pun akhirnya menyetujui ajakan bela.
Di tempat lain, Raisa sedang menunggu reyhan di meja makan ia sudah memasak banyak menu makanan, ia ingin mempererat hubungannya dengan reyhan, karna sekarang reyhan sudah mulai mau membuka hati nya untuk raisa ya walaupun baru sedikit tapi raisa masih belum menyerah, ia yakin bisa membuat reyhan benar benar jatuh cinta.
"Ko belum pulang juga sih, katanya kalo udah selesai mau langsung pulang" gumam raisa sambil melihat jam di gawai nya
Akhirnya ia pun memutuskan untuk menelfon reyhan karna sudah 3 jam ia menunggu.
Ketika reyhan sedang ke toilet, gawai nya Berbunyi, bela pun langsung melihat ingin tahu siapa yg menelfon reyhan, dan ternyata itu raisa, bela akhirnya langsung memiliki ide untuk mengelabui raisa, ia pun menerima telfon raisa.
"Halo kak Rey, pulang jam berapa? aku udah nunggu sampe 3 jam makanannya udah pada dingin nih," ucap raisa kesal.
"Halo sepertinya kamu harus membuang semua makanan itu deh raisa, Rey udah makan sama gue, dan sekarang dia lagi ada di apartemen gue, dia lagi mandi, lo tau kan perempuan dan laki laki kalo udah berada di satu kamar itu ngapain, haha miris banget sih hidup lo, dinikahin tapi gak di hargai," ucap bela sambil memanasi raisa.
"Cihh jadi Pelakor kok bangga sih, Rey mana mau nyentuh perempuan yang bukan muhrim nya, oh iya sekarang dia lagi sama lo ya, udah liat belum tanda merah di dada nya, itu semua hasil karya gue loh dan asal lo tau tadi malam dia bilang ke gue, kalo dia baru pertama kali berhubungan intim loh," Timpal raisa balik memanas manasi bela.
Bela pun terdiam kesal saat raisa malah ikut memanasi nya balik.
"Sialan!!," teriak bela sambil mematikan telfon.
"Kenapa reyhan mau menyentuh perempuan yang gak dia cintai?, sedangkan gue 4 tahun pacaran sama dia dan udah berkali kali mencoba menggoda dia tapi dia selalu nolak, kenapa sama raisa dia mau!!?," gumamnya dalam hati.
Reyhan sudah kembali dan bela berpura pura tenang seolah tidak ada yang terjadi.
yg raisa nurut ap kta bpak ny gk usah kmbli ma reyhan, pdahal yg mau berumah tangga klian, yg mnjalani klian, pernikahan gk ada pendirian gk ada pondasi sndri yg gini hancur
bukan tampang korea...