Bercerita tentang hubungan percintaan antara Galih dan Asmara. Sebuah kisah cinta yang dipenuhi dengan berbagai lika-liku kehidupan.
Senang, sedih, air mata serta trauma yang begitu kelam. Keduanya saling jatuh cinta secara instan, namun seiring berjalannya waktu kejadian tak diinginkan pun terjadi.
Hingga mereka dihadapkan pada suatu pilihan, BERTAHAN atau BERAKHIR.
Akankah Asmara dan Galih dapat mempertahankan hubungannya sampai akhir?
Atau Mala berakhir dengan tragis?
yuk baca dan simak kisahnya sampai akhir ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linsi putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkara 2
...☘️HAPPY READING☘️...
...----------------...
"Babee... uda dong ngambeknya."
"Gak usah deket-deket."
"Yakin ni, gak boleh deket?"
Dengan tangan bersedekap didada, gadis itu melirik sekilas kekasihnya lalu kembali membuang pandangannya kearah luar jendela kaca mobil mewah yang mereka tumpangi.
"Iya!" jawab Asmara ketus.
"Plis... jangan ngomong gitu dong Bee, kamu tahu kan klo aku paling gak bisa jauh dari kamu."
"Dih apaan sih!"
"Yakin ni?" Tanya Galih lagi memastikan sebelum pemuda itu benar-benar mengambil tindakan menurut logikanya.
"Iya" jawab Asmara masih dengan perasaan kesalnya.
"kenapa wanita serumit ini" Batin Galih.
"Yaudah kalo gitu aku keluar aja deh, mau cari taxi."
"Taxi?"
"Iya taxi, buat apa satu mobil tapi dicuekkin kaya gini." Ucap Galih mulai mendrama. "Sakitnya tu disini Bee..," Galih menepuk-nepuk dada bidangnya, membuat Asmara seketika memutar bola matanya.
"Dasar raja drama." Ucap Asmara namun hanya dalam hati. Membuat gadis itu mendadak jengah.
Melihat tidak adanya respon dari Asmara, membuat Galih mengambil ancang-ancang hendak keluar mobil.
"Eh mau kemana?" tanya Asmara cepat.
"Naik taxi lah, kamu kira aku becanda." Galih berucap dengan nada datar membuat Asmara seketika merasa gusar.
"Yaudah aku pergi ya Bee... Kamu hati-hati, kita ketemuan dirumah."
"Eh.. tunggu dulu." Cegah Asmara sembari menahan pergelangan tangan Galih yang hendak membuka pintu. "Kamu sensi banget sih, tumben-tumbennya?" Asmara mati-matian menurunkan egonya.
Galih tersenyum tipis, sangat tipis sampai-sampai Asmara pun tidak menyadarinya. Hati pemuda itu bersorak senang, ternyata caranya benar berhasil.
"Jadi kamu Udah gak marah kan?"
"Gak."
"Katanya gak marah, kok jawabnya singkat gitu?" tanya Galih. Pemuda itu memiringkan posisi duduknya demi bisa melihat jelas wajah Asmara yang sedari tadi duduk disampingnya namun selalu membuang pandangannya kearah lain.
"Liat sini dong Bee...,"
"Ih Galih kamu banyak mau nya deh!" Jawab Asmara ketus, membuat Galih merasa gemas. Ingin rasanya Galih menyumpal bibir ranum milik Asmara dengan bibirnya.
"Aku tu marah sama kamu tahu gak sih! kan tadi aku maunya makan mie ayam yang disitu, tapi gara-gara ulah kamu kita malah berakhir diusir dan gak jadi makan mie ayamnya!" Cerocos Asmara mengeluarkan unek-unek yang sebenarnya sudah ia tahan sedari tadi.
Galih hanya diam, membiarkan gadisnya berkicau tanpa jeda. Pemuda itu terus memandangi wajah kekasihnya yang mulai terlihat memerah akibat menahan amarah yang sebenarnya ia juga sudah tahu permasalahannya.
"Kamu tahu kan kalo aku pingin banget mie ayam itu Galih!" Bentak Asmara dengan penuh penekanan diujung kalimatnya.
Hati Galih mencelos, mendadak merasa bersalah. Galih bersumpah jika ia sungguh tidak tahu jika Asmara sangat menginginkan mie ayam gerobak yang diujung jalan itu.
Tangan Galih terulur menarik tubuh Asmara hingga berakhir didada bidangnya. Mengusap lembut kepala gadisnya dengan sayang.
"Maaf... tapi aku gak bermaksud kaya gitu tadi."
Mendengar ucapan Galih, membuat Asmara seketika terisak. Tangan Gadis itu reflek mencubiti apapun yang ada disana, tidak terkecuali tubuh Galih yang sedang mendekapnya. Sementara Galih hanya membiarkan gadisnya melakukan apapun dan pasrah saja saat tubuhnya merasakan perih, panas dan pedas akibat ulah dari gadisnya.
"Babee... jangan nangis ya, air mata kamu terlalu berharga hanya untuk menangisi semangkuk mie ayam." Ucap galih dengan lembut. Pemuda itu berhati-hati dalam setiap katanya.
"Ih kamu mah gitu, lagian siapa juga yang mau makan semangkuk." Ucap Asmara disela tangisnya. Galih Mengerutkan keningnya dengan penuh tanda tanya namun urung bersuara.
"Aku tu mau makan tiga mangkuk, tahu..." Asmara mendusel kepalanya dileher Galih dengan manja. Sementara Galih rasanya ingin terkikik saat mendengar ucapan dari gadisnya.
"pacarku kenapa lucu sekali." Batin Galih seakan meronta, Namun sebisa mungkin pemuda itu tahan demi menghargai gadisnya yang tengah bersedih.
"Yaudah nanti kita beli ditempat lain ya." Bujuk Galih.
Asmara menggeleng.
"Gak mau."
"Jadi kamu maunya apa Bee?"
"Aku maunya mie ayam yang disitu." Rengek Asmara manja. "Pokoknya aku maunya yang itu Galih, gak mau yang lain."
Sroooootttt...
Asmara mengelapkan cairan bening yang keluar dari hidungnya. Galih hanya pasrah saat baju bagian depan yang ia kenakan basah akibat ulah air mata serta ingus gadis tercintanya. Keduanya bercampur menjadi satu.
Butuh beberapa menit untuk Asmara kembali tenang.
Dirasa kondisi sudah terkendali, Galih pun menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukan kendaraannya. Membelah jalan raya dengan santainya.
Dalam perjalanan Galih menggelengkan kepalanya beberapa kali, sangat terasa lucu sekali saat mengingat kejadian hari ini mulai dari perkara cu pang hingga tragedi mie ayam hingga membuat gadisnya bercucuran air mata.
Sungguh mie ayam sialan. Lihat saja nanti, mie ayamnya akan ia borong jika perlu dengan gerobaknya sekalian, pikir Galih.
Setelah memakan Kurang dari lima belas menit akhirnya mobil BMW milik Galih terparkir didepan sebuah bangunan sederhana. Dengan berhati-hati pemuda itu membuka pintu mobilnya agar tidak menimbulkan suara dan membiarkan gadisnya terlelap dikursi penumpang.
Entah sejak kapan gadis itu tertidur, yang jelas Galih sangat merasa bersalah dengan kejadian satu jam lalu. Berawal dari Galih yang usil mencium bibir Asmara sampai membuat pengunjung lain histeris karena melihat langsung adegan yang menurut mereka kurang senonoh jika dilakukan ditempat umum, hingga berakhir mendapat pengusiran dari sang pemilik yang diketahui bernama mang Udin.
Ceklek
Galih masuk dan langsung disambut oleh sebuah timpukan minuman kaleng kosong dari seseorang yang ia yakini sepupunya.
"Gila Lo ya!" ucap Alex kesal. "Lama banget tahu gak!"
"Sorry... gue lupa klo kita ada janji." jawab Galih santai tanpa memperdulikan mata Alex yang terlihat sudah mau keluar.
"Lupa kepala lo peang."
"Mana pesenan gue?" tanya Galih sambil mengadahkan tangan kirinya.
"Yaelah buru-buru amat, mau kemana rupanya Lo!" Cerocos Alex tanpa memperdulikan tatapan tajam yang Galih berikan.
"Berisik banget sih lo, gue kesini gak sendiri jadi gak bisa lama. Mana barangnya buruan ah!" Galih yang tidak sabaran langsung membalik tubuh Alex menghadap meja kemudian meraba jaket kulit yang terpasang ditubuh sepupu laknatnya.
"Santai kali bro."
"Gak bisa Lex, buruan siniin! gue lagi gak mood buat ladenin candaan lo."
"Iya-iya, ini." Alex menyerahkan benda kecil persegi panjang dari saku celananya. Sebuah USB yang ia dapat dengan bersusah payah beberapa hari yang lalu.
"Gue harap lo bisa berfikir positif setelah melihat isi didalamnya, jangan bertindak gegabah karena bisa aja itu malah buat Lo semakin sulit kedepannya." Peringat Alex pada Galih. Pemuda berperawakan tinggi bak model itu menepuk bahu sepupunya lalu berjalan meninggalkan Galih yang masih berdiri mematung disana.
"Sialan! apa sebenarnya maksud bocah tengik itu berkata demikian." Batin Galih kepo maksimal.
Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan, Galih segera beranjak meninggalkan tempat itu.
Tanpa pemuda itu sadari sejak ia memasuki bangunan ini, seseorang sudah memperhatikan gerak-geriknya dengan tersenyum miring dan mendadak kepalanya sudah dipenuhi oleh beberapa rencana yang ia susun untuk kedepannya.
"Menarik."
semangat terus kak, salam dari ARCTURUS, jangan lupa mampir ya
kenapa di kasih keterangan perut bagian depan, kan perut emang cuma di depan😃
semoga asmara dan galih cepet pulih, ntar sama siapa lagi aku nitip pop ice😁🤭
🌹 untuk author,, semangat sllu kka🤗🤗