NovelToon NovelToon
Ruang Dan Waktu

Ruang Dan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:51.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: WK Rowling

Sebuah tembok besar menghalangi kehidupan dua insan yang saling jatuh cinta satu sama lain.

Mereka dihadapkan oleh keadaan yang hampir tidak mungkin bisa dilewati.

Mereka hanya memiliki dua pilihan, terus melangkah maju tapi menghancurkan semua orang, atau bergerak mundur namun mereka sendiri yang akan hancur.

Akankah kebahagiaan dan cinta akan berpihak pada mereka yang berjuang, ataukah perpisahan yang akan mereka dapatkan?

Dan mungkinkan ruang dan waktu dapan mempersatukan mereka?

Terus ikuti kisahnya di novel "Ruang dan Waktu" sebuah novel terusan dari novel "Keluarga Yang Tak Dirindukan" karya author Weka Hatake~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emosi Kaisar

"Kalau begitu, saya pergi dulu masih banyak barang yang harus saya antar." Pamit Rendra kepada Anika.

"Silahkan." Jawab Anika singkat.

Dipintu gerbang, Rendra berpapasan dengan Kaisar yang merupakan anak semata wayangnya, pemuda itu seketika memberhentikan motornya saat melihat pria paruh baya yang sudah lima tahun ini tidak pernah terdengar namanya.

"Papa!" Kaisar berkata dari balik helm yang dikenakannya, dia membelalakkan matanya karena sangat terkejut.

Sedangkan Rendra, dia belum tahu bahwa pemuda yang berpapasan dengannya adalah Kaisar, mengingat wajah Kaisar yang masih tertutup oleh helm yang berkaca hitam tersebut. Rendra melihat Kaisar sejenak kemudian melihat ke arah Anika yang masih berdiri di teras rumah secara bergantian.

"Mungkinkah... Dia suami baru Anika?" Gumamnya dalam hati. Rendra tak punya keberanian untuk bertanya hal selancang itu kepada Anika, mengingat ini adalah kali pertama mereka bertemu setelah berpisah sekian tahun, dia hanya menyapa Kaisar dengan tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya kemudian pergi dengan motor bututnya.

Kaisar masih diam memandangi Rendra yang sudah pergi, hingga ia hilang dari pandangan, barulah pemuda itu memasukkan motornya ke garasi rumah. Pemuda itu lekas melepaskan helm dan hanya diletakkan distang motor begitu saja, lalu pemuda itu segera menghampiri Anika yang sedang tersenyum ke arahnya.

"Tadi Kai nggak salah lihat kan, Ma?" Kaisar langsung melontarkan pertanyaan tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

Senyuman yang sedari tadi menghiasi bibir Anika seketika memudar, wanita paruh baya itu menjawab dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak, "Iya, dia Papamu."

"****!!! Mau apa lagi laki-laki itu datang kemari? Tau dari mana kalau kita ada disini Ma?!" Kaisar tak berhenti mengumpat, emosi yang sudah dikuburnya dalam-dalam kini mengobarkan baranya kembali.

"Kai... Kamu nggak boleh seperti itu, Mama sering bilang apa sama kamu? Kamu boleh benci tapi dia tetap orang tua kamu." Anika menasehati Kaisar dengan wajah dan nada suara yang tegas.

"Tolong Ma, jawab! Dia ngapain Mama tadi?" Kali ini nada suara Kaisar bergetar, pemuda itu terlihat begitu mengkhawatirkan Anika, bagaimana tidak, ketakutan kehilangan satu-satunya orang yang paling berharga begitu memenuhi dadanya.

Kaisar memeriksa tubuh Anika, dari atas sampai bawah, dia begitu takut Rendra telah berlaku buruk pada wanita paruh baya tersebut.

"Kai, Mama nggak kenapa-kenapa nak, tadi Papamu mengantarkan paket pesanan Mama. Dia sekarang bekerja sebagai kurir paket." Anika berusaha menjelaskan disela-sela kecemasan Kaisar.

Dan benar saja, penjelasan Anika membuat pemuda tampan itu menghentikan gerakannya saat memeriksa tangan Anika.

"Kurir paket?" Tanyanya pelan.

"Iya, dia sempat bilang kalau dia baru pindah ke kota ini setelah sebelumnya bekerja di kota asalnya dulu, di kota nenek kamu. Tapi karena ada satu dan lain hal, akhirnya dia pindah ke kota ini dan mungkin suatu kebetulan bahwa kita akan bertemu lagi."

Kaisar tertawa pelan, tawa yang terdengar menakutkan, "Baru pindah? Suatu kebetulan? Mama percaya gitu aja sama dia? Come on Ma! Kita tahu laki-laki seperti apa dia, dia pandai memberikan alasan bahkan yang masuk akal seperti yang Mana katakan barusan."

"Nak, enggak seperti itu kok, ini buktinya paket yang diantar benar punya Mama."

Pemuda itu memalingkan wajahnya kesal kemudian berkata, "Jangankan jadi kurir paket, jadi petugas PLN juga dia bisa Ma, di zaman sekarang kita bisa menjadi apa saja untuk mencapai tujuan kita. Kalo itu semua cuma akal-akalan dia aja gimana? Kalo ternyata selama ini dia mengintai kita lalu dia berpura-pura menjadi kurir paket dan mengganggu kehidupan kita lagi gimana Ma?! Mama nggak mau kan hal itu terjadi kepada kita?!"

"Nak..." Anika berusaha menjelaskan kembali tapi Kaisar sama sekali tak mau mendengarkan.

"Udah Ma, cukup. Kaisar nggak mau dengar apa-apa lagi, apalagi yang berkaitan dengan laki-laki yang sudah menghancurkan kehidupan Mama." Kaisar menghela nafas berat sebelum melanjutkan perkataannya, "Dulu mungkin Kaisar masih anak SMA yang selalu nurut apa kata Mama, tapi sekarang Kai udah dewasa, Kai udah bisa bedain mana yang salah dan benar, dan kali ini tolong, beri kesempatan Kai untuk ngelindungin Mama, tolong jangan mudah percaya sama orang yang udah jahatin kita."

Anika mendudukkan kepalanya dalam dengan lirih ia berkata, "Maaf..."

Melihat Anika seperti itu Kaisar memajukkan badannya untuk memeluk wanita paruh baya itu, sesaat ada perasaan sesal menyelimuti hatinya karena sebelumnya ia berbicara kasar dan pemuda yang memeluk Anika itu berkata dengan suara pelan, "Maaf Ma, Kai nggak mau kehilangan Mama, Kai takut kejadian dulu terulang lagi, Kai nggak akan membiarkan Mama sedih walau seujung kuku sekalipun."

Anika menenggelamkan wajahnya ke dada Kaisar, ia menggelengkan kepalanya kemudian berkata, "Enggak nak, Mama nggak marah. Mama cuma merasa bersalah aja sama kamu." Anika berkata dengan sesenggukan karena menangis.

"Tolong ya Ma, mulai sekarang kalau ada apa-apa, segera hubungi Kaisar." Ucap pemuda itu sambil mengelus rambut Anika dengan lembut.

"Iya nak."

Pemuda tampan itu pun melepaskan pelukannya kemudian mengajak Anika untuk masuk ke dalam rumah.

1
Herni
aku dr awal gak setuju kaisar sama adel
srietya
cinta kadang2 bikin org hilang logika y..
mbuh
cinta buta emang si kaisar
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
kak sriiii you'r the best readers, thanks for support 🥺🙏
srietya
Semangat berkarya thor.. d tunggu kelanjutan y...
srietya
foto Rendra, Rani dan Adel sewaktu blm pisah.. mungkin😆😬
srietya
yah koq gantunggg ?!?!?!?
lanjut thor..
srietya
syukur deh, ternyata Nara cukup berbesar hati.. kirain masih blm move on
srietya
ya ampun berasa kurang aja, padahal udah crazy up loh...
thank ya thor 😁 😁
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : thank you kak😘
total 1 replies
srietya
dasar satya si gedebong pisang... punya jantung tapi gk punya hati
srietya
isshhhh... jangan marah2 dong Satya, nikmatin aja peranmu sebagai sopir dadakan 😋 😂
srietya
Rani ilang ingatan?!?!...
srietya
beda zaman beda generasi,, kalo sy dulu anak gadis batas y jam 9, lewat dari jam y d interogasi syukur2 gk ilang uang jajan... 😂😂
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
pantengin terus ya kak kelanjutannya, terima kasih sudah membaca karya saya☺️🙏
mbuh
bau baunya ini next kaisar melawan emaknya krna emaknya g ngrestuin kaisar ama adel
perang dunia anak dan emak
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : jangan lupa rate dan vote ya kak terimakasih 🙏
total 1 replies
Herni
satya disini msih baik sm si adel anaknya, knp jd berubah jahat satya ke si adel ya???
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : dibutakan cinta☹️
total 1 replies
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ
bisa aja kak
srietya
jangan mudah berjanji, krn manusia cenderung berkhianat,,, buat Adel jgn gampang baper sama janjinya cowok (kaisar), ntar kalo lagi marah pasti lupa sama semua janji2 y... gombal 😂 😂
ƜƘ ƦƠƜԼƖƝƓ : bener🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
srietya
sikap Satya yg keras sama Adel sebenarnya karena ingin melindung Adeli...

dasar Rani, waktu sehat nyakitin perasaan Anika dan nipu Rendra... sekarang sakit pun nyusahin Satya dan Adel... 😡
srietya
psycho...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!