NovelToon NovelToon
Beautiful Monster

Beautiful Monster

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:104k
Nilai: 5
Nama Author: aleydacream

"Kita berdua, namun kenapa rasanya aku tetap sendirian?"

"Aku benci sikapmu yang seolah menolak keberadaan ku setiap bertemu di sekolah."

"Jika kujelaskan, kau tidak akan mengerti."

"Apa aku aib bagimu, Ignacia?"

"Rajendra!"

Berkencan denganmu itu seperti berkencan dengan monster yang cantik. Kamu adalah seseorang yang ku anggap sebagai penyebab sakit hati karena telah menyakiti namun juga seketika dapat menjadi obat karena menyembuhkan hati yang terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aleydacream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Backstreet?

"Wajar saja, ini masih terlalu pagi untuk warga kelasku," jelas Ignacia yang sedang mengekor di belakang seorang teman dari kelas Mipa, Rananta namanya. Teman lama yang masih berhubungan baik dengannya meskipun berbeda jurusan.

Seorang teman dengan wajah baby face yang bisa membuat seseorang gemas dan mengira jika dia belum masuk SMA. Padahal dia sudah berada di tahun ketiga. Suaranya yang khas terdengar lucu saat dia mengomel atau menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar.

"Kelihatannya begitu. Padahal sekarang sudah jam setengah 7. Orang-orang seharusnya sudah datang." Ignacia mengangguk mengiyakan ucapan Rananta.

Dalam beberapa detik, keduanya sampai di depan kelas si teman. Di ajaknya masuk ke dalam dan duduk di tempat duduk Rananta yang masih kosong dengan kursinya masih ada di atas meja. Si rekan sebangku belum datang, kelasnya juga sama sepinya seperti kelas Ignacia.

Hah, bagaimana bisa orang-orang tidak takut terlambat dan mendapatkan masalah?

"Lihatlah, aku membawa camilan. Cobalah, rasanya enak. Kalorinya juga sedikit." Teman Ignacia yang terlihat lebih muda ini tidak lupa mengeluarkan ponselnya untuk mengecek waktu. Takut-takut jika Ignacia akan terlambat kembali ke kelasnya karena terlalu asik mengobrol.

Ignacia tersenyum melihat tingkah Rananta dan tidak menolak tawaran tadi. "Benar, rasanya enak," ucap Ignacia setelah mengambil satu keping makanan ringan disana.

"Ignacia, kemarin aku baru saja melakukan ujian kimia. Wah aku sangat tidak menyukainya hingga mendapatkan nilai yang rendah. Huh aku kesal sekali." Rananta bicara sambil mencoba untuk mencari kertas yang digunakannya untuk menjawa soal ujian kemarin. Menunjukkannya pada Ignacia dengan mudahnya.

"Kau tidak menyukai kimia? Bagaimana dengan fisika?"

"Aku lebih menyukai matematika, Ignacia."

Ignacia baru mengetahuinya.

Melihat angka-angka dan hal-hal lain yang tidak kelihatan dimengerti di kertas itu membuat Ignacia memincingkan mata, dilihat beberapa lama pun dia tidak bisa mengerti apa maksudnya. Memang semasa hidup dia belum pernah berurusan dengan hal-hal semacam ini.

"Kelihatannya sulit," respon Ignacia setelah meneliti hasil ujian Rananta. Tapi setidaknya gadis yang ada di sampingnya ini dapat menjawab beberapa soal dengan benar.

"Sebenarnya bukan sulit, hanya saja aku melupakan beberapa rumus yang penting. Kemudian semalam aku baru selesai mengerjakan soal remidi ujian ini. Tapi tetap saja, nilai ku akan tetap di KKM meskipun benar semua, benar?"

"Setidaknya nilaimu tidak kurang."

"Oh ya, Ignacia, aku akan mengadakan acara akhir pekan ini. Aku akan mengadakan acara kecil untuk kita bersepuluh. Aku akan mengundangmu secara resmi," sebuah undangan di berikan si teman pada Ignacia, "aku baru memberikan undangan ini padamu karena aku tidak bisa menemukanmu kemarin."

Itu sebuah undangan untuk datang ke acara ulang tahun ke-17 kecil-kecilan Rananta. "Tentu aku akan datang. Akan kubawakan hadiah yang sesuai untukmu nanti. Terima kasih sudah mengundangku," ucap Ignacia sembari tersenyum.

"Terima kasih kembali. Akan kutunggu hadiah yang kau katakan, Ignacia." Keduanya saling lempar senyum sekarang.

...*****...

...Rajendra ఇ ◝‿◜ ఇ...

^^^Menurutmu hadiah apa yang bagus untuk ulang tahun? |^^^

| Siapa yang berulang tahun?

^^^Sahabatku, Rananta |^^^

^^^Dia akan berulang tahun di waktu dekat |^^^

| Ah kamu diundang di acaranya?

^^^Ya begitulah |^^^

^^^Karena ini pertama kalinya, aku bingung |^^^

^^^Hadiah apa yang bagus untuknya? |^^^

| Kamu tahu apa yang dia butuhkan?

^^^Tidak, dia seperti memiliki segalanya |^^^

| Kalau begitu berikan yang berhubungan dengan hobinya

^^^Benar juga, hobinya |^^^

^^^Aku mengenalnya jika begitu |^^^

| Mau kuantar mencari hadiahnya malam ini?

| Sekalian aku ingin membawamu ke suatu tempat

^^^Kita pergi besok saja |^^^

^^^Kulihat kamu sibuk hari ini |^^^

| Tadi aku hanya berdiskusi singkat

| Kelihatannya sibuk, tapi aku tidak lelah

| Bukan masalah, aku bisa mengantarmu

^^^Kamu yakin mau pergi malam ini? |^^^

| Kenapa tidak?

| Aku akan menjemputmu di rumah

^^^Baiklah kalau begitu |^^^

Ignacia menyimpan ponselnya karena guru mata pelajaran terakhir sudah datang. Beliau agak terlambat karena sedang mengurus beberapa murid yang akan mengikuti olimpiade katanya. Beruntungnya juga tidak ada tugas apapun yang dititipkan pada guru lain. Anggap saja sebagai jam kosong gratis setelah ujian Minggu lalu.

Dari jendela, arah jam 2, Ignacia dapat melihat kelas Rajendra. Jendela yang ada di tempat duduknya selalu saja ditutupi tirai yang menyebalkan. Membuat Ignacia tidak dapat melihat kekasihnya yang entah sedang apa.

"Malam ini aku akan bertemu dengannya?" gumam Ignacia. Jujur saja dia belum siap jika harus di ajak bertemu. Sudah dua Minggu sejak keduanya terakhir bertemu. Tapi jika dia menolak, Rajendra kemungkinan besar akan kecewa.

"Aku harus belajar sebelum bertemu dengannya," gumamnya lagi.

...*****...

"Membeli hadiah? Tapi kenapa harus bersama Kak Rajendra? Biasanya juga kakak membawaku kemana-mana jika akan membeli sesuatu yang penting," protes Athira pada kakaknya yang tengah sibuk memilih pakaian untuk dipakainya malam nanti. "Kakak sekarang lebih sering bersama Kak Rajendra."

"Lalu kenapa? Bukankah bertemu adalah yang biasa yang dilakukan pasangan pada umumnya? Lagipula Rajendra bersikeras membantuku," balas Ignacia santai masih dengan melihat-lihat isi lemari. Bahkan dia masih memakai seragamnya lengkap. Tidak ada niatan untuk berganti pakaian dulu.

"Kenapa kakak sering bertemu di sekolah saja dan tidak bertemu lagi setelah di rumah? Aku pernah melihat Kak Rajendra berfoto dengan teman sekelasnya. Kelihatannya Kak Rajendra lebih keren saat memakai pakaian yang formal seperti seragam sekolah," bingung Athira, "dengan begitu kakak akan mengajakku mencari hadiah sekarang."

"Namanya juga kekasih, Athira. Kenapa kau yang kesal? Lagipula jika di sekolah, Nesya akan terus merasa tidak nyaman karena aku bersama Rajendra. Bagaimana jika aku memakai baju ini? Terlihat bagus?"

Ignacia menunjukkan kardigan warna mint dengan pita putih di bagian depan dan celana jeans kesayangannya. Athira tidak terlalu peduli dengan apa yang akan kakaknya pakai, dia hanya kesal karena kakaknya tidak mengajaknya keluar rumah malam ini. Dirinya harus menjaga kedua adiknya lagi sekarang.

"Kakak akan pergi pukul berapa?" Tanya Athira.

"Sekitar jam makan malam. Rajendra ingin mengajakku ke restoran yang baru buka katanya." Jawaban Ignacia semakin membuatnya kesal. Namun dengan cepat Ignacia melanjutkan ucapannya, "kau bisa memesan makanan dengan akunku jika kau tidak ingin makanan rumahan."

"Sepertinya kakak memiliki banyak uang akhir-akhir ini." Athira menaikkan satu alisnya sambil menatap kakaknya yang sudah memutuskan pakaian apa yang akan dipilih. Padahal dia senang karena kakaknya akan membiarkannya menggunakan akun miliknya untuk memesan makanan secara online.

"Menurutmu kenapa aku menabung selama ini? Itu sebagai ucapan maafku karena tidak bisa membawamu keluar."

"Ah kalau begitu aku ingin beberapa drawing pen saja daripada makanan. Aku bisa masak makan malam sendiri untuk adik-adik di rumah. Tolong belikan aku drawing pen yang bagus."

"Kalau begitu kirimkan ukuran yang kau butuhkan padaku nanti agar aku tidak lupa."

...*****...

"Nanti mama jemput setelah pulang dari rumah nenek. Jika terlalu lama, kamu pesan ojek online saja." Dari kursi belakang, Ignacia mengangguki ucapan mamanya. Di samping itu, ayahnya tengah menatap Ignacia dari spion tengah tanpa diketahui oleh yang diperhatikan.

"Acaranya tidak berlangsung hingga larut bukan? Hanya karena ini akhir pekan, kalian tidak seharusnya pulang larut." Sang ayah kembali fokus ke jalanan, membelokkan arah mobil berhenti di depan sebuah restoran sesuai undangan.

Ignacia tidak tahu kapan acaranya berakhir. Di undangan tidak disebutkan. Kapan Ignacia pernah mendatangi acara ulang tahun setelah umurnya yang ke 10 tahun? Sudah lama sekali. Bahkan biasanya acara seperti ini diadakan di pagi atau siang hari. Tapi Rananta berbeda. Dia ingin sekalian membawa teman-temannya makan malam.

Ignacia bertemu dengan seorang temannya yang bernama Utari dan Aruna kebetulan sampai di waktu yang sama. Ketiganya memasuki restoran yang bernuansa glamor yang menjadi tempat Rananta mengadakan acara ulang tahun private-nya. Pasti gadis yang berulang tahun merasa sangat bahagia.

"Selamat ulang tahun, Rananta. Aku memenuhi janjiku dengan membawa hadiah yang bagus." Ignacia menyodorkan paper bag berwarna merah pada Rananta yang menyambut kedatangan teman-temannya di dekat pintu.

"Terima kasih kalian sudah datang. Ayo kuantar ke tempat acaranya," ucap Rananta kemudian mengarahkan ketiga temannya yang baru datang ke sebuah ruangan khusus.

"Kau menyiapkan banyak hal," bisik Utari pada Rananta yang tersenyum senang dalam balutan gaun berwarna coklat seperti dress code acaranya.

Rananta tampak lebih cantik. Apalagi sejak tadi senyumannya tidak kunjung hilang saking senangnya. Apa karena aura kebahagiaan yang dia pancarkan? Dia jadi makin bersinar padahal kondisi pencahayaan di restoran ini lebih ke arah temaram yang romantis.

"Aku akan menunggu yang lainnya di lobi. Jadi kalian bisa menunggu disini." Rananta membuka sebuah pintu di lantai dua. Di dalamnya sudah ada tiga teman yang sudah datang sejak tadi. Indri, Widia, dan Dianti sudah duduk di tempatnya masing-masing dan mengobrol ringan.

"Kenapa sepi sekali disini?" Ignacia yang terakhir masuk ke dalam ruangan, bertanya pada si pemilik acara. Lantai dua cukup sepi selain adanya pengunjung lain yang menyewa ruangan di sekitar. Dua orang yang berjaga di resepsionis dan dua orang penjaga di dekat tangga saja yang dilihat Ignacia.

"Aku meminta para staff datang saat kita semua sudah datang. Aku tidak ingin membuat kalian canggung, jadi kubuat tempat ini seperti hanya milik kita. Aku minta maaf karena tidak bisa menemani kalian disini. Aku ingin membuat teman-teman yang baru datang tidak bingung."

"Tidak masalah. Disini ada Widia yang bisa mengalihkan perhatian orang-orang." Rananta tersenyum, menepuk bahu Ignacia dan memberikan kode bahwa dia akan kembali turun dan menunggu tiga orang teman yang akan datang sebentar lagi.

Setelah semua orang datang, acara dimulai.

Awalnya Appetizer yang datang. Suansa hangat dari restoran mahalnya mulai terasa setelah mencoba makanan pembuka yang sungguh cocok di lidah semua orang di dalam ruangan yang memiliki jendela besar, menunjukkan pemandangan lampu-lampu pusat kota. Rasanya seperti orang kaya saja.

Selanjutnya Main Course yang datang. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mulai memakannya adalah mengambil gambar makanan sebelum bentuknya berubah. Olahan hewani memang yang terbaik. Rasanya enak dan penampilannya terlihat mewah.

Lalu yang terakhir tentu adalah dessert. Rananta membiarkan teman-temannya untuk memiliki dari menu. Karena dia sendiri bingung mau memilih dessert apa yang akan dipesan. Jadi lebih baik memilih sendiri sesuai keinginan.

"Apa yang kau inginkan, Ignacia?" Kini tinggal gadis yang ada di sebelah Rananta yang belum memilih. Dia kebingungan karena banyaknya jenis dessert. Berbeda sekali dengan teman-teman lainnya yang bisa memilih dengan cepat seperti sudah direncanakan sebelumnya.

"Aku Brownies Sundae saja," putus Ignacia pada akhirnya.

Tentu ada obrolan kecil di sela-sela menikmati dessert masing-masing. Dimulai dari Utari yang membicarakan soal tugas kelompok yang menurutnya lebih baik dikerjakan sendiri, dilanjutkan dengan Aruna yang setuju dengan ucapan Utari. Pasalnya guru yang memberikan tugas ini berasal dari mata pelajaran yang wajib ada di setiap jurusan.

Setelahnya berbelok ke Maharani yang katanya baru saja merusak kacamata lamanya dan sekarang memakai kacamata baru. Ini semua salah kucing peliharaan adiknya yang tidak sengaja menyenggol kacamata yang ada di meja belajar. Tapi ya begitu, Maharani memilih model yang sama. Rasanya seperti tidak ada bedanya dengan kacamata yang lama.

Kemudian ada Hanasta, seseorang yang satu kelas dengan Rananta, dia katanya akan mengunjungi kota lain untuk sebuah acara yang berhubungan dengan kegiatan paduan suaranya di sekolah. Jika dilihat-lihat, rasanya Hanasta sudah tidak sabar untuk pergi dan menikmati perjalanannya.

Di sisi lain, Kemala, seseorang yang satu kelas dengan Rajendra, memiliki kabar bahwa dirinya dan sang kekasih baru saja melewati hari anniversary yang ke 2 tahun. Widia yang ada di sampingnya menggoda gadis bermata sipit itu dengan beberapa hal yang membuatnya tampak lucu.

"Kalian masih muda sekali, sekarang sudah dua tahun ya? Selamat ya." Kemala tahu jika Widia sedang mengejeknya tanpa alasan. Kata Hanasta, Widia mengatakan itu karena Kemala hampir setiap Minggu pergi dengan kekasihnya untuk melakukan sesuatu bersama. Umurnya baru dua tahun, namun sudah melakukan banyak hal bersama-sama.

Tidak lupa ada kabar dari Indri yang kelasnya ada di samping kelas Aruna. Gadis yang terkenal teladan dan rajin sejak SMP itu katanya mengikuti turnamen game online beberapa hari yang lalu. Dia mengatakan itu pada teman-temannya karena akan masuk ke babak selanjutnya. Dia ingin meminta dukungan.

Indri yang biasanya pemalu memang memiliki kemampuan tersembunyi dengan bermain game online seperti laki-laki. Padahal dulu Ignacia yang ingin mencoba saja bingung harus bagaimana dan akhirnya kalah. Tak lama setelahnya Ignacia memutuskan untuk menghapus gamenya.

Dari 9 orang disana yang berada di satu sekolah, ada Dianti yang memilih bersekolah di tempat lain. Katanya dia lebih suka sekolah yang lebih banyak melakukan praktek daripada teori yang hanya membuatnya mengantuk. Namun dia tetap menjadi teman yang baik dan menjaga hubungan baik.

"Lalu Ignacia," teguran Rananta membuat semuanya kini menatap dia yang sedari tadi diam mendengarkan. "Bagaimana hubunganmu dengan Rajendra?" Lanjut gadis itu sembari tersenyum. Seperti ada sesuatu dengan balik senyuman itu.

"Kami baik-baik saja," jawab Ignacia singkat.

"Tapi kenapa kalian jarang terlihat bersama?" Aruna ikut bertanya, "kalian tidak seperti kekasih pada umumnya."

"Kalian seperti melakukan hubungan backstreet saja," sahut Utari asal dan disetujui oleh yang lain.

"Backstreet?" Beo Ignacia.

1
yosh—
pintu ditutup sebelah pihak..

ane kagak ngarti...
yosh—
real life lebih seru loh...
Ni Luh Septi
ya ampun thor
yosh—
gemesin ini....
〈⎳ FT. Zira
mimpi tengelam, dikejar sama kehilangan itu sudah menjadi horornya mimpi dah
authorcream: horor banget ㅠㅠ
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
sabarnya itu brlapis lapis🤭
〈⎳ FT. Zira: tanggo enak.

yak iklan telah selesai
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
bestie 🥰
authorcream: sudah pasti^^
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
pada berambung gitu😅😅
authorcream: hahaha gapapa kak^^
total 3 replies
Doubi
Kayaknya yang berdebar kalian berdua, deh🤭
authorcream: sama-sama berdebar-debar kak^^
total 1 replies
վմղíα | HV💕
Rajendra monster Ignacia 😂
authorcream: sekarang sudah bukan monster kak^^
total 1 replies
Rere Sativa
sampe sini dulu ya☺
authorcream: ditunggu waktu mampir selanjutnya ya kak^^
total 1 replies
վմղíα | HV💕
teruslah tersenyum Ignacia semoga rumah tangga mu sekali bahagia .
authorcream: Ignacia: "terima kasih kak."
total 2 replies
yosh—
debit kredit... itu kelemahan terbesarku.
authorcream: haha iya kak bener ㅠㅠ
total 3 replies
pembacamu
ditunggu jawabannya Jen
pembacamu
wah akhirnya berhasil liburannya
pembacamu
wih wih gimana perasannya Ci?
pembacamu
masih sepi-sepinya nih
pembacamu
apa ini kode Jen?
pembacamu
penghubung coklat sama vanilla juga Thor
pembacamu
cie ciee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!