Aku dan kenangan yang pada akhirnya harus melepaskan mu.
Saat itu sebenarnya aku ingin mengatakan tidak dan berharap kau mencari keberadaan ku.
Namun itu hanya mimpi yang tidak berakhir dengan kenyataan.
Sampai pada akhirnya aku putuskan untuk menerima cincin dari seseorang yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.
Aku kira kehidupan setelah pernikahan itu akan indah seperti yang ada di dalam dongeng - dongeng pangeran dan putri yang selalu aku baca.
Aku kira mimpi ku terdahulu untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak serta suami membuat ku bisa merasakan menjadi wanita yang sesungguhnya.
Namun kehidupan ku setelah pernikahan tidak seperti yang aku bayangkan.
Pinangan yang aku terima tidak membuat aku bisa merasakan kehidupan yang lebih baik.
Aku yang bernama Diandra mengabdikan seluruh hidup ku untuk suami yang ternyata memiliki kekasih gelap dan juga kehancuran bisnis.
Jika aku bisa mengembalikan waktu, aku tidak akan memilih untuk menunggu mu masa laluku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ribka Kurniawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TATAPAN DIANDRA
Sepanjang perjalanan Diandra menatap ke sekeliling dan merasa kenal dengan rute perjalanan ini.
"Mas siapa teman mas Rudi?"
Di dalam mobil hal tersebut yang pada akhirnya Diandra tanyakan kepada Rudi.
"Untuk apa kau perlu tau siapa teman ku nanti?"
Dengan ketus Rudi mengatakan hal tersebut kepada Diandra.
"Aku merasa pernah berada di dalam daerah ini mas."
Rudi yang mendengarkan perkataan Diandra kini kembali tertawa dengan sangat keras.
"Mimpi mu terlalu tinggi, ini adalah daerah perumahan orang kaya, ya aku tau keluarga mu juga keluarga kaya, tapi pada waktu itu kau belum di akui oleh mereka bukan? jadi mana mungkin kau berada di daerah mewah seperti ini."
Diandra langsung terdiam dengan jawaban demi jawaban yang Rudi berikan kepadanya.
"Ingat, kau tidak boleh macam - macam ketika sampai di dalam pesta nanti."
Rudi kembali memberikan ancamannya kepada Diandra di dalam mobil.
"Iya mas aku tau."
Dan Diandra kembali hanya bisa menyetujui semua hal yang telah di katakan oleh Rudi.
Sementara itu di dalam satu rumah mewah, kini nampak satu laki - laki sedang berdiskusi dengan wanita paruh baya.
"Buk, usia Louis itu sudah empat puluh tahun, seharusnya ibuk tidak perlu mengadakan pesta yang mewah seperti ini untuk ulang tahun Louis, karena Louis bukanlah anak - anak lagi."
Louis mengatakan hal tersebut sambil menerima jas dari sang ibunda tercinta.
"Ibuk tau nak, tapi ibuk sangat ingin di hari istimewa mu ini, kau bisa mendapatkan pasangan hidup, hari ini ada beberapa teman ibuk yang akan membawa anak gadisnya untuk bisa berkenalan dengan mu, ibuk mohon untuk kali ini kau tidak menolaknya lagi."
Terdengar nada ancaman yang cukup keras dari satu wanita paruh baya yang sudah lama merindukan satu menantu hadir di dalam rumah mewahnya ini.
Satu hal yang sejak dulu belum bisa wujudkan dari Louis adalah menikah dan memberikan ke dua tuanya cucu - cucu yang lucu.
"Bu, jika untuk berteman Louis tidak akan pernah menolaknya."
Dan hal terakhir tersebut yang pada akhirnya dikatakan oleh Louis, sungguh untuk saat ini Louis sedang tidak ingin berdebat lagi dengan sang ibunda.
"Sudah, ayo kita ke tepi kolam renang, acara sebentar lagi akan di mulai."
Dan sang ibunda yang memiliki kekuasaan mengajak Louis untuk menuju ke tepi kolam renang yang sudah dihadiri banyak tamu.
Sementara itu taxi Rudi dan Diandra pada akhirnya tiba di rumah mewah milik Louis, dan sungguh kali ini jantung Diandra berdetak sangat kencang ketika pada akhirnya Diandra mengetahui siapa tamu dan siapa teman yang dimaksudkan oleh Rudi.
"Hei, ayo turun!"
Rudi yang melihat Diandra masih berada di dalam mobil sambil menatap ke halaman rumah terpaksa harus membentak Diandra dengan suara yang keras.
"Mas, jika di perbolehkan apakah aku bisa untuk tidak mengikuti acara ini?"
Tatapan Diandra kali ini betul - betul memohon kepada Rudi, dan berharap Rudi dapat mengabulkan permintaan nya kali ini.
"Tidak bisa, kau dan aku harus tetap berada di dalam pesta itu."
"Tapi mas Rudi."
Kata - kata Diandra tiba - tiba saja berhenti ketika melihat tatapan tajam Rudi dan mengingat ancaman yang telah diberikan Rudi kepada dirinya.
"Kau ingat apa yang telah aku katakan kepada mu jika sampai kau tidak mau kan?"