NovelToon NovelToon
Perjanjian Hitam

Perjanjian Hitam

Status: tamat
Genre:Komedi / Horor / Tamat
Popularitas:41.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: nurusysyifa

Kehidupan Salman yang awal mula normal perlahan mulai berubah menjadi ketegangan saat salah satu dari keluarga angkatnya melakukan perjanjian dengan makhluk gaib untuk bisa mendapatkan kelancaran dalam usahanya.

Dampaknya tak lama langsung terjadi setelah sekutunya meninggal dan dan menjadi pocong bermata merah dan terus menghantui semua orang, bahkan ingin mengajak Bu Yun pelaku yang sebenarnya.

Bagaimana ceritanya, apakah Bu Yun akan bisa melawan pocong itu dan selamat? atau malah mungkin sebaliknya? Apakah Salman bisa membantu Bu Yun untuk selamat?

Ikuti perjalanan cerita Salman....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pocong Bermata Merah

Makhluk tak kasat mata kini menampakkan diri dan terlihat dengan jelas oleh mata. Melompat-lompat tanpa menyentuh tanah dan hanya mengambang di udara.

Semakin dekat Semakin terlihat dengan jelas, bagaimana wajahnya yang menghitam dengan rahang yang turun kebawah beberapa centi juga bibir yang begitu pucat pasi.

Mata merah mencorong menyala, berjalan dengan melompat-lompat dan juga semakin mendekat dengan keberadaan Salman juga Febri. Makhluk yang mereka tunggu benar-benar telah datang.

Putihnya juga masih sangat bersih, terlihat masih baru dan hanya terdapat sedikit saja noda cokelat yang ada. Jika itu adalah arwah gentayangan mungkin dia baru beberapa hari saja telah meninggal dunia. Mungkin belum genap satu bulan.

Jika di lihat dengan benar dan sangat fokus dapat di lihat kalau pocong yang gentayangan itu adalah seorang laki-laki, tapi entah kebenarannya.

Salman juga Febri mengira kalau pocong itu akan melintas di hadapannya tapi ternyata tidak! di saat sampai di pertigaan jalan pocong itu belok di salah satu jalan, dan masuk di antara gang.

"Kenapa ke sana?" Salman mengernyit penasaran.

"Feb, kita ikuti dia," Salman hendak berdiri. Sangat ingin bergegas mengejar makhluk itu yang berbelok ke arah lain.

"Tidak, Sal. Kita pulang saja yuk," Febri menahan lengan Salman, dia sama sekali tidak mau untuk ikut dia sudah sangat takut.

"Ayo, Feb! jangan sampai kita kehilangan dia. Kita lihat dia berhenti di mana. Ayolah!" terjadi tarik-menarik di antara mereka berdua hingga sampai Salman lah yang menjadi pemenangnya.

Febri bisa di tarik oleh Salman dan mulai berjalan dengan langkah yang sangat berat. Febri juga berjalan dengan bersembunyi di belakang Salman juga sama sekali tak mau melihat arah depan.

Febri begitu kewalahan mengejar Salman yang berjalan dengan sangat cepat. Salman begitu semangat karena dia tak mau sampai dia kehilangan jejak dari makhluk yang sangat di takuti oleh semua orang.

Semakin dekat dan semakin dekat, pocong itu menuju ke arah rumah koh Fei. Salman masih ingin dalam pikiran positifnya, tidak mungkin pocong itu akan berhenti di rumah orang tua angkatnya.

Langkah Salman juga Febri terhenti saat pocong itu juga berhenti. Mereka berdua kini bersembunyi di balik tembok warga yang paling terdekat.

Salman di buat terpaku tak percaya, pocong itu benar-benar berhenti di rumah koh Fei.

Melirik Febri sekejap, meski takut dia juga mempunyai rasa penasaran yang sangat tinggi. Dia ingin melihat sebenarnya rupa dari pocong bermata merah yang menjadi ketakutan semua orang. Pocong yang beritanya begitu menggemparkan seluruh desa, bahkan sampai ke desa-desa di sebelahnya.

Semakin lebar mata Febri terbuka dan semakin jelas dia melihat makhluk yang kini tak jauh dari jaraknya berada. Makhluk itu masih diam berdiri di samping rumah koh Fei.

"Salman, benarkan apa yang pernah saya katakan. Pasti orang tua angkat mu itu ada apa-apa deh, maksudnya mereka pasti ada hubungannya dengan pocong itu deh," bisik Febri begitu lirih.

"Mungkin emang seperti itu sih, tapi kita tetap tidak boleh menyimpulkan seperti itu karena kita juga belum punya bukti," jawab Salman dengan cara yang sama, dia juga berbisik.

Febri menganga, matanya malah membulat sempurna saat pocong itu kini memandangi mereka berdua. Matanya bagaikan kilat yang siap menyambar keduanya, begitu tajam dan sangat menyakitkan.

"S-Sa-Sal-Man...," Febri kembali tergagap, suaranya begitu gemetar tak jelas.

Sementara Salman hanya sekedar menutup matanya karena tak mau melihat sinar merah itu yang tak tau apakah ada efek buruknya atau tidak, semoga saja tidak ada.

"Jangan lihat, Feb! tutup matamu!" perintah Salman.

Tapi sudah terlambat karena Febri sudah melihatnya tadi. Meski dia menutup mata sekarang itu sepertinya sudah terlambat.

"Aku sudah melihatnya," Febri menoleh ke arah Salman dan sahabatnya itu masih setia menutup mata. Sontak Febri mengikutinya dan bersembunyi di belakang Salman.

Salman membuka matanya perlahan setelah agak lama mata itu tertutup, di lihatnya lagi pocong itu yang kini sudah mulai bergerak.

Tiga kali pocong itu memutari rumah koh Fei, dan itupun tak terlepas dari pandangan mata Salman juga Febri.

Salman semakin yakin kalau memang ada yang tidak beres dengan orang tua angkatnya. Pastilah ada perbuatan yang menarik pocong itu untuk datang ke rumah mereka.

Terakhir memutari dan setelah itu pocong hilang begitu saja seperti di telan bumi. Salman juga Febri tak lagi melihatnya.

Mereka berdua kembali berjalan, semakin dekat dengan rumah koh Fei yang tak jauh.

Begitu aneh, bahkan lampu penerangan kini kembali normal juga awan hitam kini perlahan mulai pergi setelah makhluk itu juga pergi.

Sekali mereka berdua memastikan, memutari rumah koh Fei apakah masih bisa melihat makhluk itu atau tidak, tapi ternyata tidak ada. Makhluk itu benar-benar sudah pergi.

"Dia benar-benar sudah pergi, Sal," Febri kini berani melepaskan diri dari Salman. Berdiri tegak di sampingnya dengan gagahnya bahkan mata juga sudah kembali membulat sempurna.

"Kamu benar, dia sudah pergi. Lebih baik kita juga pulang sebelum ada orang yang melihat kita di sini. Jangan sampai kita di kira maling karena berkeliaran di desa orang, padahal kita hanya ingin memastikan kebenaran berita yang kita dapat."

Salman sudah mulai melangkah lebih dulu. Hatinya sudah plong karena dia sudah berhasil melihat makhluk yang sangat membuat Salman penasaran. Tapi masih ada yang mengganjal di benaknya.

"Sebenarnya apa yang mereka lakukan. Makhluk itu tidak mungkin datang dengan sendirinya di rumah koh Fei kalau tidak ada hal tertentu. Ada dua kemungkinan, satu memang mereka yang mengundangnya sendiri dan dua makhluk itu kiriman dari orang lain yang ingin menjatuhkan keluarga koh Fei," batin Salman.

Salman bisa mencari tau besok, dia bisa diam-diam menyelidiki orang tua angkatnya. Kalau memang benar mereka melakukan hal yang tidak benar semua akan terlihat dengan sendirinya.

"Aku akan pastikan besok." imbuhnya lagi yang hanya bisa dengan cara membatin.

"Sal, kamu baik-baik saja kan?" Febri hanya khawatir, karena setelah melihat semuanya tadi kini Salman menjadi pendiam.

"Aku baik-baik saja," jawab Salman. Mereka berdua kini melangkah pergi dari desa untuk segera pulang, kembali ke tempat mereka kerja di rumah koh Atong.

Bersambung....

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🆈🅰🆈🆄🅺💘💜⃞⃟𝓛
hehheee kk aq hadir
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🆈🅰🆈🆄🅺💘💜⃞⃟𝓛
hai kk thor....
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🆈🅰🆈🆄🅺💘💜⃞⃟𝓛
hai kk thor aq hadir yah.. mski dah tamat g apa kan ya kk... mksh
Muhammad Febriansyah
kalo unyu unyu mungkin para warga gak akan sembunyi dan malah menangkapnya dikarungin
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
luar biasa 👍👍👍
LANANG MBELING
keberanian salman tergadaikankah?
LANANG MBELING
Astaga feb
LANANG MBELING
Kan jadi gak dapat feelnya....
LANANG MBELING
horor, komidi.... cukup bagus alurnya
LANANG MBELING
wkkwkwkw halusinasi...
LANANG MBELING
wkwkwkkwk febri²
LANANG MBELING
arya? apa salman?
LANANG MBELING
seimut anabel mungkin
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Sampai yang lain terganggu lho karna ulah mereka... sungguh" meresahkan
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
sampai segitunya ya Salman..biasanya kan dia yg paling pemberani
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ternyata Salman ketakutan sekali 🤭 Salman yg tak kenal takut dah hilang 🤭 terbawa dua pocong mata merah 🤭
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
ginama kelanjutannya ya
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT: iklannya jngan kebanyakan🤣🤣
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
mungkin bu Yun mau menyampaikan sesuatu kali Sal,sm kamu makanya ngintilin kamu tuh
𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆: iya kali ya...
🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
naah kenapa sekarang ketakutan,kemarin aja di cari dan di buntuti.. sekarang malah kabur..
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
nah kan ketakutan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!