NovelToon NovelToon
Dikira Janda

Dikira Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nia masykur

🔥🔥🔥 21+🔥🔥🔥mohon bijak mencari bacaan

Spin of Novel NISSA

Reina Dzuhairi Sucipto sampai saat ini belum juga menikah di usianya yang sudah menginjak 27 tahun.

Pelecehan yang pernah ia terima dari mantan kekasihnya membuat ayahnya sangat overprotektif terhadapnya.

Dulu, Reina pernah jatuh cinta lagi dengan lelaki yang bernama Arya. Lelaki yang pernah menolongnya saat mendapat perlakuan tidak baik dari mantan pacarnya.

Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Arya jatuh cinta pada ibu sambungnya, Nissa.

Beberapa kali ayahnya menjodohkan dengan anak teman bisnisnya namun Reina menolak begitu saja karena ia lebih memilih fokus ke pekerjaan.

Kini Reina terjebak dengan perasaannya sendiri. Siapakah yang akan memenangkan hati Reina.

cusss... baca...👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 PAK OJEK

"Jangan panggil saya bapak dong bu, saya ini masih singel loh. Masih 28 tahun."

"Lah dikira aku juga nggak singel kali ya?" Batin Reina.

"Ibu sudah biasa naik ojek begini ya?" Tanya orang yang mengaku diri masih muda ini.

"Iya." Jawab Reina singkat.

Pak ojek tetap fokus mengendarai motornya. Menyalip beberapa mobil saat ada renggang jalanan.

"Memangnya nggak diantar suaminya bu biasanya saat berangkat kerja?" Tanyanya masih ingin mengajak Reina mengobrol.

"Saya nggak punya suami." Jawab Reina, lupa kalau ia tadi sedang berakting. Karena kini Reina sedang berbalas pesan dengan asistennya di kantor.

"Oh ibu ini singel parent toh." Ucapnya.

Reina kemudian tersadar saat lelaki yang fokus dengan jalanan itu mengucapkan singel parent. Reina menepuk mulutnya pelan. "Aku kan tadi akting sama Zen. Biar ilfil ini orang, nggak sembarangan sok kenal sok deket sama orang yang baru ditemuinya.

Mungkin Reina lupa, kalau zaman sekarang status jandalah yang membuat orang tergila-gila. Apa lagi kalau janda yang bentukannya seperti Reina. Hem...

"Ibu sudah lama kerja di DS Group?" Tanyanya melanjutkan pembicaraan.

"Baru." Jawab Reina. Memang benar kan kalau Reina baru enam bulan bekerja membantu ayahnya mengurus DS Group.

Tak lama kemudian motor sudah sampai di depan perusahaan. Sesuai perintah Reina, motor berhenti tepat di depan lobby perusahaan. Reina langsung turun dari atas motor dan langsung mengambil dompetnya yang ada di dalam tasnya.

"Berapa pak?" Tanya Reina.

"Jadi 53.000 ya bu, ples ongkos dari sekolahan anak ibu kesini." Jawabnya.

Reina mengangguk saja. "Sial banget mana nggak ada uang cast lagi." Batin Reina. "Tunggu sebentar." Ucap Reina yang langsung menghampiri petugas scurity yang bertugas menyambut orang yang akan memasuki kantor pusat tersebut.

"Selamat pagi bu." Sapa scurity sopan.

"Pagi. Pak, ada uang seratus ribu nggak? Saya nggak ada uang cast mau bayar ojek." Ucap Reina pelan sambil menunjuk pak ojek.

"Ada bu." Jawabnya. Security tersebut langsung mengambil dompet didalam saku celananya dan langsung memberikan selembar uang berwarna merah.

"Pinjam dulu ya pak." Ucap Reina yang langsung berlalu untuk menghampiri pak ojek. "Ini pak." Ucap Reina sambil mengulurkan uang hasil pinjamannya.

Pak ojek yang melihat kalau Reina tadi meminjam uang untuk membayarnya jadi menatap Reina, mungkin kasihan atau apa. Reina pun tidak tahu.

"Ini." Ulang Reina karena uang yang ia berikan tak cepat di terima.

"Ibu bisa bayar saya lain waktu. Kasian kalau ibu pinjam uang scurity bu." Ucapnya jujur. Apalagi saat ini mendekati tanggal tua.

'Bapak kira saya nggak punya uang?" Kesal sendiri akhirnya Reina. Belum tahu saja dia siapa disini. Anak pimpinan DS Group mana mungkin ia tidak punya uang kan.

"Bukan begitu bu. Hanya saja..."

Halah kelamaan, mana Reina harus meeting lagi. menanggap perdebatan yang menurut Reina tidak penting harus mengeluarkan jurus kilatnya. "Ini ongkosnya saya bayar, ambil sekalian sama kembaliannya." Ucap Reina setelah menarik pergelangan tangan pak ojek dan meletakkan selembar uang berwarna merah itu di telapak tangannya. "Terimakasih." Ucap Reina yang langsung berlalu.

"Loh helm ojekku belum di kembalikan." Gumam pak ojek saat akan mengendarai kembali motornya.

Ia langsung melepas helm yang masih terpakai di kepalanya. Dan angsung melangkah lebar dan cepat untuk mengejar Reina.

"Pak saya mau ambil helm saya di ibu tadi." Ucapnya pada security yang berjaga dan langsung lari begitu saja.

"Bu... ibu... tunggu dulu bu." Panggilnya menghentikan Reina yang akan masuk lift.

Reina yang mendengar suara pak ojek barusan langsung berbalik melihat si pemilik suara. Untuk beberapa detik ia terhipnotis dengan orang yang menghentikannya memasuki lift. Tapi dengan cepat juga Reina mengenyahkan pikiran terkesimanya.

"Ada apa lagi? saya kan sudah bayar terus kenapa masih kesini?" Tanya Reina yang menjadi sedikit kesal karena ia sedang buru-buru.

"Itu bu."

"Kembaliannya kan sudah buat kamu. Terus apa lagi?"

"Itu bu. Helmnya belum ibu kembalikan." Terangnya sambil menunjuk kepala Reina.

Spontan Tangan Reina menyentuh kepalanya. Dan benar saja, ternyata ia belum mengembalikan helm yang ia kenakan tadi. Pantas saja saat ia memasuki kantor banyak pasang mata yang menatapnya. Tatapan yang aneh menurut Reina.

"Dasar karyawan sontoloyo, kenapa nggak ada yang memberi tahu aku." Batin Reina benar-benar malu.

Lagi pula jelas saja kariyawannya tidak berani sembarangan berbicara dengan anak pimpinan perusahaan mereka. Apa lagi Reina masih baru bergabung disini.

Reina langsung membuka pengait helm lalu melepaskannya dari kepalanya. "Ini." Ucap Reina memberikan helm.

Pak ojek menerima helm bermerk aplikasi ojek. "Terimakasih bu.' Ucapnya. "Kalau begitu saya permisi bu." Tambahnya dan langsung pergi dari kantor ini.

Reina dengan cepat menekan tombol lift, karena ia harus cepat sampai di lantai atas. Sudah bosan merasakan getaran ponselnya karena di terror asistennya sendiri.

.

.

.

Hendri dan Yusuf langsung keluar dari area pembangunan apartemen yang masih berjalan proses pembangunannya. Untuk mengetahui langsung berapa persen proses yang sudah dilakukan.

"Kita cari makan dulu Hen." Ucap Yusuf setelah mereka memasuki mobil.

"Baik pak."

Hendri langsung menghidupkan mobilnya dan langsung mengemudikannya. Mencari tempat makan yang sudah pasti sesuai dengan selera bosnya.

Setelah mobil masuk ke parkiran Restoran. Hendri dan Yusuf langsung keluar mobil dan langsung masuk ke dalam Restoran.

Dua lelaki tampan dengan usia yang matang sungguh sangat menghipnotis setiap mata perempuan yang memandang kearah mereka. Namun, tabiat Yusuf dan juga Hendri itu sebelas dua belas. Mereka tidak pernah terkesima saat mendapatkan tatapan dari lawan jenis mereka.

Apa lagi Yusuf. Mau bunuh diri saja jika dia berani merespon perempuan lain. Bisa-bisa ia tidur di luar karena di kunci pintu kamarnya oleh Nissa.

"Aku ke toilet dulu Hen." Ucap Yusuf setelah mereka memesan makan siang untuk mengisi perut yang keroncongan.

"Silahkan pak."

Hendri mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya. Ia langsung menempelkan ibu jarinya pada layar ponsel untuk membuka kunci layarnya.

Senyum langsung menghiasi wajah Hendri saat melihat ada yang mengiriminya pesan.

"Dasar bocah ingin tahu terus kemana kita pergi." Gumam Hendri.

Reina : "Mas, pergi kemana sama ayah?"

Hendri : "Keppo."

Reina : "Kasih tahu mas."

Hendri : "Wani piro?"

Reina : "Jalok piro wes."

Hendri : "Kami sedang meliahat pembangunan di Bandung."

Reina : "Belikan aku surabi ya mas."

Hendri : "Siap bos. Apa ada yang lain?"

Reina : "Cukup itu saja mas."

Hendri : "Ok."

Reina : "Terimakasih duda karatan yang baik hati."

Hendri : "Kembali kasih ratu bekicot."

"Ehm..." Deham Yusuf membuayarkan senyum Hendri yang tengah menatap ponselnya.

"Pak." Hendri spontan mematikan layar ponselnya dan langsung memasukkan lagi kedalam jasnya.

"Orang yang spesial? Kok senyum mu mencurigakan." Ucap Yusuf yang langsung duduk di kursinya.

"Bukan pak."

Yusuf jelas tidak percaya dengan raut wajah Hendri tadi. "Jika sudah cocok harus di segerakan. Aku akan antar kamu melamar perempuan pilihan kamu."

Bersambung...

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

1
Susanto Dhanie
Luar biasa
Eliyanti
Kecewa
Eliyanti
Buruk
sweetpurple
Luar biasa
Widi Astuti
cemunguuut Othoor....🌹🌹🌹
Widi Astuti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu bgt ini Pak Yuduf n Mas Hendri... bisa kompek bgt panggil istri2nya....
Widi Astuti
Luar biasa
Widi Astuti
Lumayan
Widi Astuti
rasa nyaman yg tercipta Krn selalu bersama Reina.... perlahan pasti jd jatuh cinta.... 😃😃😃
Eliyani Elieboy
belum juga sunat si kecebong eh adknya udh mulai otw tu
Eliyani Elieboy
ratu bekicot LG akting Lo Zen
masak gtu ajha gak paham sih
Eliyani Elieboy
pengantin lawas LBH hot ternyata /Smirk//Smirk//Smirk/
Eliyani Elieboy
sayang Thor klw di buat melipir
bagusan ikutan tersesat sama2
ikoooot thorr pegangan tangannya
Eliyani Elieboy
ilih muncul LG si Arya setelah sekian purnama
Eliyani Elieboy
kocak parah gara2 kecebong 1 ne
/Grin//Grin//Grin//Smirk/
Eliyani Elieboy
jng ad crita mewek thor
sedih tau
Eliyani Elieboy
Andi /Heart/ Gita
keren Thor
kasian blm ad jodohnya
Eliyani Elieboy
kapok kan ketahuan om Yusuf
/Grin//Facepalm/
Eliyani Elieboy
td Masi baca part yg hareudang
ehhh ne malah JD melow plus nyesek
authornya /Good/....
smngat thor
love love sekebon la pokonya
Eliyani Elieboy
ya ampun Thor hareudang bner looo
JD bayangin ntah kmn2 JD nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!