Hiatus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alput2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setelah Itu
Tak berapa lama kemudian, Tiara keluar dari kolam kodok tersebut. Ia cukup kaget melihat Teressa yang sudah tak ada di sekitar kolam .
Akh! Pasti Teressa yang mendorongnya ke kolam kodok ini!
Dengan sangat malu, Tiara terpaksa keluar dari dari kolam kodok ini. Tentu dengan keadaan yang sangat kotor, dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Kolam kodok ini penuh lumut, bahkan permukaan airnya saja sudah dipenuhi lumut hijau. Tentu dari rambut hingga ujung kaki Tiara, dipenuhi lumut lumut itu, dan sangat bau tentunya.
Ketika Tiara baru saja menjejekakkan kakinya ke tanah, dua orang siswa sekelasnya yang tenang membawa buku segera menghampirinya dengan ekspresi terkejut.
"Astaga, Tiara.. kamu tercebur ke sana?"
Tanya Ardy, salah satu cowok sekelasnya.
"Ng.. enggak. Tadi ada yang dorong aku"
Jawab Tiara ragu ragu.
Tiara tadi benar benar merasakan ada tendangan kaki seseorang di punggungnya hingga ia tercebur ke kolam. Tapi Tiara tak sempat melihat siapa orang itu. Dan jelas jelas, di area kolam kodok tadi hanya ada dia dan Teressa. Berarti, memang jelas pelakunya ialah Teressa. Tidak mungkin hantu yang menendangnya kan?
"Siapa?"
Tanya Yuki yang juga tengah membawa buku di tangannya.
"Teressa"
Jawab Tiara santai. Yuki terlihat agak bengong, sementara Ardy terlihat tidak terkejut sama sekali.
"Oh, pantes. Tuh cewek emang cari masalah terus. Gua sampe bertanya tanya, kapan ya tuh cewek bisa dikeluarkan dari sekolah ini? Padahal udah sering ke BK juga"
Ujar Ardy, dan diangguki oleh Yuki.
Setelah itu, teman sekelas Tiara yang lain juga menghampiri Tiara dan bertanya tanya apa yang terjadi.
Ketika Bu Sarah mengetahui kejadian itu, Bu Sarah pun segera memanggil Tiara dan Teressa untuk ditindak lanjuti.
*
Sebelum di bawa ke ruang BK, Tiara terlebih dahulu mandi di sekolah, lalu dipakaian kaos olahraga kepunyaan sekolah. Tentu tidak mungkin Tiara dibawa ke ruang BK dengan pakaian yang sudah tercebur kolam kodok tadi kan?
"Teressa, apa benar kamu yang mendorong Tiara ke kolam katak itu?"
Tanya guru BK yang Tiara tidak tau siapa namanya.
"Enggak buk, dia sendiri yang kecebur. Pas dia kecebur saya lagi di gudang buku kok"
"Bohong buk.."
Sambung Tiara cepat. Tiara tentu terkejut mendengar jawaban Teressa yang masih mengelak dari fakta. Kenapa anak ini sangat berani untuk berbohong didepan guru seperti itu?
"Enggak buk. Tiara ini sengaja nuduh saya, karena dia benci sama saya. Bukan saya yang dorong buk, saya ga tau apa apa"
Ujar Teressa masih membela.
"Dan Tiara, memangnya kamu yakin aku yang dorong kamu? Pas kamu lagi dideket kolam katak itu, aku kan lagi didepan pintu gudang!"
Lanjut Teressa dengan raut wajah serius.
Akh, Teressa memang sangat pandai berakting.
"Aku ngerasain ada tendangan ke punggung aku, dan satu satunya orang disekitar kolam kodok itu cuma kamu"
"Tapi mungkin itu perasaan kamu aja, Tiara. Kamu mungkin gak sadar kamu itu sebenarnya kecebur sendiri.."
"Udah lah Teressa, kamu ngaku aja plis"
"Kamu jangan Ngada Ngada ya, aku ga ada ngapa ngapain kok malah disuruh ngaku?"
"Cukup, cukup"
Ujar guru BK yang duduk didepan mereka berdua. Tiara dan Teressa pun menutup mulut mereka.
"Oke, karena tidak ada bukti apapun, jadi saya tidak tau mana yang benar mana yang salah. Saya tidak tau apakah Tiara benar benar didorong, atau tercebur sendiri, karena tak ada bukti apapun. Jadi, saya harap kalian saling minta maaf dan memaafkan. Itu saja"
Ujar guru BK itu. Tak ada yang dihukum diantara mereka berdua. Tiara hanya bisa menghela nafas pasrah setelah keluar dari ruang BK.
*
Setelah keluar dari ruang BK, Tiara langsung pulang ke rumahnya naik angkot.
Pukul 8 malam..
Tiara pergi ke kamarnya dan mengecek handphone nya. Sejak pulang dari sekolah tadi, ia tidak membuka handphone nya. Ia takut melihat berita tentang dirinya yang kecebur kolam kodok itu akan digosipi di grup grup kelas.
Tapi ketika membuka WhatsApp, ia melihat semua kelas termasuk grup Kelas IPA 😎 di batasi oleh admin. Jadi tak ada notifikasi dari grup kelas manapun.
Satu satunya notifikasi di WhatsApp nya dari sebuah nomor teratas, dan ternyata itu dari Arsenio.
0534****
Kamu kenapa gak ikut masa pengenalan sekolah tadi?
Tiara berfikir sejenak. Tiara fikir kabarnya kecebur kolam kodok itu akan langsung tersebar ke seluruh penjuru sekolah, untungnya tidak. Mungkin, belum.
Karena malu menjawab, Tiara memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu. Setelah keluar dari WhatsApp, sedetik kemudian Tiara melihat muncul satu pesan lagi dari lelaki itu.
0534****
Jawab dong
^^^Tiara^^^
^^^Coba tanya sama guru BK :(^^^
^^^Tiara^^^
^^^Tapi, kalo udah tau jangan di sebarin tolong🙏🏻^^^
0534****
Sebenernya sih, aku udah tau kamu langsung pulang karena kecebur kolam kodok.
0534****
Soalnya ada yang motoin, dan udah sempat disebarkan
Tiara membulatkan mata setelah membaca pesan itu. Siapa pula yang memotret Tiara saat itu? Orang lagi kecebur kolam kodok begitu masih sempat sempatnya di foto? Astaga..
^^^^^^Tiara^^^^^^
^^^Siapa?^^^
0534****
Ada cewek sekelasku. Kamu tenang aja, dia udah dibawa dan diproses di ruang BK
^^^Tiara^^^
^^^Siapa yang bawa dia?^^^
0534****
Aku
^^^Tiara^^^
^^^Kalo boleh tau, siapa namanya?^^^
Baru saja Tiara mengirim pesan itu, tiba tiba pintu kamarnya diketuk.
Tok tok tok..
Setelah pintu itu dibuka, terlihat Laras, ibunya yang tengah memegang dua pelastik besar berisi banyak kotak yang mungkin berisi lauk atau nasi.
"Tiara, tolong anterin lauk ini ke alamat ini ya.."
Ujar Laras sambil memberikan dua pelastik itu kepada Tiara. Kemudian Laras juga memberikan sebuah kertas kecil yang berupa gambar peta yang diprint .
"Piginya sama ayah ya, itu ayah udah nunggu di kereta"
"Oke ma"
Setelahnya, Tiara pergi keluar rumah membawa kedua plastik berisi banyak kotak nasi itu. Dia melihat sebentar ke arah peta kecil itu, lalu beranjak naik ke atas motor ayahnya.
Tiara dan ayahnya pun berangkat menuju rumah yang berada di peta itu. Membutuhkan waktu lebih dari 5 menit untuk sampai. Setelah memastikan betul betul isi peta itu, mereka sampai menuju sebuah gang . Gang yang tidak kecil, tapi sangat sepi .
Tiara dan ayahnya tidak pernah menjejekakkan kaki ke tempat ini sebelumnya. Mereka pun memasuki gang itu lebih dalam. Yang Tiara lihat , disekitarnya hanyalah rumah rumah kosong seperti rumah tak terpakai.
Dan setelah menyusuri lebih dalam, akhirnya Tiara menemukan deretan rumah yang tidak menakutkan. Mungkin dideretan rumah itu lah tujuan di peta ini.
"Disini ada dua tujuan rumah. Yang pertama C124, yang kedua, D12. Terus disini dibilang, pengiriman paling lambat jam 20.10"
Ujar ayah Tiara setelah mereka turun dari motor .
"Jadi kita mencar yah?"
Tanya Tiara yang sudah membawa satu plastik di tangannya.
"Iya, kita terpaksa mencar. Kalo nyari sama sama nanti terlambat"
Ujar ayahnya.
"Kamu cari nomor rumah D12 ya, ayah yang C124. Ayah belum pernah ke perumahan ini. Coba aja kamu liat liat deretan rumahnya yang huruf D, terus cari nomor 12. Ngerti kan?"
Lanjut ayahnya, dan Tiara mengangguk faham. Mereka berdua pun berpencar berlainan arah dengan membawa plastik masing masing.
Tiara sebenarnya agak takut untuk menyusuri tempat ini sendirian. Tiara melihat disekitar sini begitu sepi. Ya, rumah rumah disini mungkin menyalakan lampu depan rumah mereka, tapi tidak terlihat ada tanda tanda manusia disini. Maksudnya, dari tadi tak ada manusia lewat disini.
Tiara berjalan pelan pelan sambil melihat satu persatu papan kecil pada setiap rumah . Papan kecil yang ditempelkan di dinding rumah itu bertuliskan nomor rumah. Sudah mencari cari lebih dari satu menit, Tiara masih tak menemukan rumah dengan tulisan D12.
Tiara pun terpaksa harus melewati gang gang yang lebih kecil lagi untuk menemukan rumah dengan nomor itu. Sepertinya ia sudah berjalan cukup jauh dari ayahnya. Dan disekitar nya saat ini pun, tetap belum terlihat manusia lewat.
"D10.. D11... Oh! Ini D12!"
Gumam Tiara senang setelah melihat nomor rumah yang dicari carinya. Rumah sederhana, tanpa pagar, satu pintu dan dua jendela panjang. Di pintu rumah itu, terlihat tulisan D12.
Tapi setelah itu dia kebingungan sejenak, melihat rumah dengan tulisan D12 didepannya terlihat seperti rumah tak berpenghuni. Lampu teras mati, dan dari jendelanya, sudah terlihat bahwa lampu seisi rumah ini dimatikan.
Rumah ini sangat gelap. Apakah ini memang rumah tujuan di peta itu?
"Kok kayak gak ada orang ya?"
Gumam Tiara, lalu berjalan mendekat menuju pintu rumah tersebut.
Tiara lihat, rumah di sisi samping rumah D12 ini juga terlihat tidak berpenghuni. Mulai rumah dari D10 sampai D14, semuanya terlihat gelap dan kosong.
"Coba aku ketuk aja deh"
Gumam Tiara lalu mengetuk pelan pintu rumah tersebut.
"Permisi..."
Tok.. tok.. tok..
Karena tak ada jawaban, ia kembali mengetuk .
Tok tok tok..
"Permisi tuan, nyonya, saya ingin memberi sebuah kiriman lauk"
Ujar Tiara lagi. Setelah menunggu beberapa saat, tetap tidak ada jawaban.
"Aduh.. gimana ya ini? Oh, coba aku telepon mama"
Gumam Tiara lalu meraba raba raba saku celananya untuk mencari hp nya.
"Oh iya! Hp nya kan ketinggalan di kamar. Aduh , ini gimana ya lauknya? Kan sayang.."
Gumam Tiara lagi setelah mengingat bahwa ia tidak membawa hpnya.
Tapi tak berapa lama kemudian, sebelum Tiara sempat berjalan turun dari teras rumah itu, terdengar suara derum motor menuju kearahnya. Lampu motor itu juga sangat terang hingga menerangi jalanan sekitar yang gelap ini.
Tiara menoleh kearah 4 motor besar berwarna hitam yang dibawa oleh masing masing lelaki berpakaian serba hitam juga . Keempat lelaki itu bukan hanya berpakaian hitam, tapi juga memakai helm hitam dan sepatu hitam.
Mereka berempat memberhentikan motor besar mereka di depan Tiara. Jantung Tiara berdegup cepat ketika salah satu lelaki itu turun dari motornya dan berjalan menuju Tiara . Firasat Tiara selalu buruk ketika melihat lelaki berpakaian serba hitam seperti ini .
Tiara mundur satu langkah ketika lelaki itu berjalan mendekat ke arahnya. Lelaki itu kemudian berhenti dan membuka helm hitamnya . Wajah lelaki terlihat seperti anak SMA atau anak kuliahan.
"Saya mau nanya. Kedai minuman terdekat disini dimana ya?"
Tanya lelaki itu. Sementara Tiara salah fokus karena suara lelaki itu sangat berat.
"Ngg.. gatau, maaf"
Jawab Tiara. Lelaki itu diam sejenak, menatap ke arah Tiara cukup lama dan itu membuat Tiara tidak nyaman.
"Kamu yakin gatau? Kamu bukan penghuni rumah disini?"
Tanya lelaki itu lagi.
"Bukan"
Jawab Tiara. Dan setelah itu, turun lagi salah seorang lelaki dari motor itu. Lelaki itu juga berjalan mendekat kearah Tiara. Jujur, Tiara semakin takut. Tiara bukan ingin berprasangka buruk dengan lelaki ini. Mungkin para lelaki ini bisa saja ialah orang orang dalam perjalanan jauh, tapi yang ada di otak Tiara , para lelaki ini ini terlihat seperti.. gengster?
"Hmm, kalau club malam disekitar sini? Kamu pernah liat?"
Tanya lelaki yang barusan turun itu setelah ia membuka helm nya. Tiara melihat wajah lelaki itu sekilas pun berfikir, wajah wajah anak SMA juga. Tapi dengan kalung di lehernya, hingga tato di tangannya, membuat Tiara berfikir ini pasti lelaki tidak baik
"Gak pernah. Aku bukan penghuni perumahan disini. Ng.. udah ya, aku mau pulang"
Jawab Tiara ragu ragu lalu berjalan sambil agak menunduk melewati mereka berdua. Tapi baru saja satu langkah, lelaki tadi menahan lengan Tiara dengan cengkraman yang kuat.
"Tunggu dong, kamu mau kemana? "
Tanya lelaki itu dan itu membuat Tiara semakin takut. Tiara pun segera menarik tangannya dari cengkraman lelaki itu, tapi tidak bisa karena cengkraman nya sangat kuat.
"Kamu gila ya? Lepas!"
Tiara mencoba memukul wajah lelaki itu dengan tangan satunya lagi, tapi dengan mudah lelaki itu menahan kedua tangan Tiara. Tiara sudah mencoba memberontak, tapi lelaki ini tetap tak melepaskannya.
"Aduh.. kamu cantik banget .. bagaimana kalau kita ke club bareng?"
Tanya lelaki ini, masih mencengkram kuat kedua lengan Tiara.
"Iya, dia sangat manis. Sayang kalau kita biarkan aja,"
Sambung lelaki yang satu lagi sambil membelai rambut Tiara.
"Gilak!"
Pekik Tiara , lalu segera saja Tiara menendang kaki lelaki yang tengah menahannya ini. Tapi sia sia , lelaki ini malah tertawa dan malah mencengkram lengannya semakin kuat.
"Gak ada sakitnya tuh"
Ledek lelaki ini sambil tersenyum smirk. Oke, Tiara benar benar takut sekarang. Lalu mata Tiara melihat kearah dua orang lelaki yang masih belum turun dari motor mereka. Kedua lelaki itu terlihat santai melihat Tiara diperlakukan begini.
"Heh! Kalian berdua! Apa gak ada niat bantuin aku dari temen kalian yang gak waras ini?"
Tanya Tiara kepada kedua lelaki yang masih diatas motor itu. Tapi kedua lelaki itu tak menjawab.
"Hahah, kamu lucu banget yaa. Mereka itu temen gua, yang ada mereka bantuin gua, bukan bantuin elu. Lu mau mereka ikut bantu gua?"
"Kamu udah gilak! Lepas! "
Pekik Tiara lebih keras, tapi sepertinya tak ada orang yang mendengar suaranya . Karena yang Tiara lihat dari tadi, rumah sekitarnya tak berpenghuni. Tentu tak ada orang lain yang bisa mendengar suaranya.
Oke, sekarang apa? Tendang kelamin nya?
Bug!
Tiara segera menendang kuat ************ lelaki itu, dan spontan saja lelaki itu melepaskan cengkraman nya kemudian merintih kesakitan sambil memegangi benda diantara kedua selangkangannya.
Saat itu juga Tiara lari secepat mungkin, tapi sayangnya salah satu lelaki dari motor itu berhasil mengejarnya lalu menarik rambut nya dengan kasar .
"Jangan kabur ! Kamu harus tanggung jawab noh, temen saya kesakitan"
Ujar lelaki itu santai dengan tangan yang masih menarik rambut Tiara, membuat Tiara ingin menendang kelamin lelaki ini juga.
"Heh! Kamu apa gak liat temen kamu itu ngajak orang ke club sembarangan? Bilang aja kalian semua itu kumpulan cowok gak bener! AYAH!!! TOLONG!!!"
Teriak Tiara sambil berusaha melepaskan cengkraman lelaki ini.
Dan syukur nya, tak berapa lama setelah itu, terdengar suara langkah kaki yang muncul dari gang kecil tak jauh dari tempat mereka berada.
Dan itu ayahnya!
"Eh? Tiara? Mereka siapa?"
Tanya ayahnya sambil berjalan cepat menghampiri anaknya.
Lelaki yang menarik rambut Tiara ini pun segera melepaskan tangannya, lalu segera beranjak kembali ke atas motor. Begitu juga dengan dua lelaki lainnya. Dengan cepat mereka naik ke atas motor dan pergi dari sana.
aku nyicil aja takut kakak tipe yang ga boleh bom like
awal yang menyenangkan